
" Waaahhh rupanya ada tamu yang lagi pamer kemesraan didepan rumah orang too...!!!!" seorang perempuan sekitar umuran kepala tiga keluar dari rumah mewah sang juragan itu
Tatapan nya tampak sinis dan sama sekali tak ramah pada tamu nya, apalagi melihat Melisa tatapan nya semakin merendahkan dan benci
" Ada perlu apa lagi datang kesini...!!! apa kamu mau menawarkan dirimu lagi untuk jadi istri suami ku lagi...!!! bukan nya pacar mu kemarin sudah menebusmu... apa sudah tak dipakai...!!!" lanjutnya dengan nada sinis dan merendahkan
" Maaf bu... eee bulek.. atau siapalah anda... kami datang kesini memang ada perlu dengan suami mu si bandot tua itu... tapi karena ada urusan lain... dan tolong jaga bicara anda...!!!" hardik Dika membela Melisa
" Alaahh mas ngapain sih harus menjaga ucapan sama bocah ini... kecil kecil tapi udah pinter jadi duri... udah orang tua nya mata duitan... pengen banget numpang hidup enak dengan jual anak...!!!" lanjut wanita itu pedas
" Mbak Laras... bisakah untuk tidak mengungkit masa lalu...!!! kalau bukan karena paksaan pak Marjo dan bu Murni aku tak akan sudi menjadi istri suami mu yang kasar itu...!!!" sahut Meliaa mulai berani melawan
" Munafik...!!! bukan kah kau senang mendapat hidup mewah disini...!!!!;" tuding perempuan bernama Laras itu
" Sudah bulek...!!! kami datang kesini tidak ada urusan dengan anda...!!! jadi jangan buang waktu kami hanya bicara gak penting dengan anda...!!" Dika makin kesal, mengusir halus si mbak Laras itu
" Enak aja kamu sembarangan manggil saya bulek...!!! kamu pikir aku sudah setua itu...!!! aku ini istri Sah dan istri pertama juragan Ghani... jadi panggil aku nyonya...!!;" bentak nya pada Dika sambil berkacak pinggang
" Oalah istri pertama to...!! pantes si bandot tua makin doyan kawin... istrinya selain gak bisa ngerawat diri gak bisa ngejaga omongan sih...!!!" cibir Dika balik
Laras makin naik pitam, dia gak terima dianggap jelek dan tak menarik, dia selalu beranggapan dia paling cantik, paling sexy dan perempuan perempuan lain yang dinikahi suaminya hanyalah perempuan ganjen, garel yang pandai merayu suaminya untuk numpang hidup mewah
" Berani sekali kau mengatai ku seperti itu...!!! kau pikir kalian ini siapa berani menghinaku...!!!" maki nya makin kesal
" Sudahlah... bu lek Laras... aku sama sekali gak ada urusan dengan mu... dan siapapun kamu aku gak perduli karena bagiku kamu itu gak penting.... cepat sana pergi panggil suami mu si bandot tua itu aku mau bertemu dengan nya...!!!;" perintah Dika dingin
" Dasar orang miskin yang tak tau diri...!!! beeani benarinya menghina ku begitu...!!!!"
" Ngopo ribut ribut di rumah ku....!!!;" bentak Ghani dari dalam rumah, suaranya terdengar sumbang dengan teriak serak
Melisa mundur selangkah, langsung memegangi lengan Dika, dia masih belum cukup nyali untuk bertemu langsung dengan mantan suami nya itu
" Ohhh rupanya ada kau daun mudaku...!!! kau kemari karena rindu dengan ku kah..." sapa Ghani pada Melisa
" Tak perlu basa basi Ghani... aku datang mau menebus bengkel ku lagi... kau sudah baca berkas berkas yang ku kirim bukan...!!!" Dika menyahut dengan geram, memasang wajah sangarnya untuk mengintimidasi nyali Ghani
" Hahaha... hebat juga rupanya Gendaan mu ini Mel... dalam waktu sekian bulan udah bisa menebus bengkel nya... rupanya kau selain memuaskan dan nikmat juga pembawa rejeki yang bagus ya..." Ghani menanggapi mereka dengan santai
" Aku sebenarnya rindu dengan mu sayang... aku kangen apem mu itu... apem ternikmat yang pernah aku temui... pantas saja gendhaan mu ini betah dengan mu..." Ghani tersenyum pada Melisa, senyum yang sangat menjijikan
" Kau masih punya banyak kesempatan jika ingin kembali dengan ku sayang...!!!"
__ADS_1
" Apa apaan sih mas...!!!! kenapa kau masih saja genit dan merayu si Lont* iki...!!!" maki Laras yang cemburu dan tak terima suaminya masih menggoda Melisa
" Diam kau wanita tua yang sudah keriput alaot dan longgar...!!!" bentak Ghani
" Aku ini laki laki masih normal... masih perkasa dan aku ini juragan yang sangat disegani wajar kalau aku masih mau cari daun muda... apalagi yang menggairahkan seperti Melisa...!!!"
" Kamu masih mau kan kembali dengan ku...!!!"
" Cukup Ghani...!!! jangan pernah lagi kau berani sentuh istriku...!!! dia sudah sah menjadi istriku sekarang... kau berani menyentuhnya akan ku patahkan jari jari tangan mu...!!!" ancam Dika geram, Ghani makin ngelunjak rupanya, benar benar laki laki bejad yang tak beretika
Melisa hanya diam sembari merapatkan tubuhnya dibelakan Dika
" Oke oke...aku tidak akan mengganggu apem ku yang sudah kau ambil itu...!!! tapi kalau kau sudah bosan dengan nya kau boleh kembalikan dia pada ku lagi...!!; aku akan selalu memerimanya dengan senang hati... kau tau kan kalau aku yang pertama kali mengambil keperawanan nya....bukan kah begitu sayang..."
Dika makin kesal, dia mengayunkan satu pukulan nya membogem wajah Ghani, tapi Melisa cepat memeganginya
" Jangan mas...!!!! tahan emosi mu jangan kepancing sama bandot tua ini...!!! ingat niat kita datang kesini hanya untuk mengurus surat surat bengkel..." Melisa menyadarkan Dika
Dika langsung menurunkan tinjunya
Gani terkekeh lebar
" Kau sangat manis Melisa... kau semakin menbuatku mabuk kepayang karena mu..."
" Aku datang kesini bukan untuk menyerahkan diriku pada mu lagi... itu tidak akan pernah mungkin terjadi...!! karena suami ku bukan pak Marjo dan bu Murni orang tua angkat ku yang gila uang...!!! lagi pula kenapa mas Ghani tak pernah bersyukur memiliki istri seperti mbak Laras yang setia menemani mas Ghani dari nol... dari mas Ghani belum punya apa apa... tapi mas Ghani malah selalu menyakitinya... dengan menikahi mbak Mila, ada juga mbak Juminten... dan aku...!!! sudah cukup mas... mas Ghani akan menyesal kalau sampai kehilangan istri seperti mbak Laras....!!!!"
Laras terdiam mendengar ucapan Melisa, meski tatapan matanya masih menyiratkan rasa benci yang dalam
" Aku datang kesini untuk mengambil kembali surat surat bengkel milik suami ku...dan menyerahkan uang tebusan sesuai yang kamu minta... jadi tolong tak perlu banyak basa basi... segera selesaikan urusan kita dan kita tidak ada urusan apapun lagi...!!!"
Dika bangga dengan keberanian dan ketegasan Melisa pada Ghani, bahkan si bandot tua itu sampai kicep dibuatnya
" Waoowww sudah berani melawan ku rupanya kau gadis jal*ng...!!!! sudah merasa hebat rupanya...!!!" sahut Ghani yang kalah telak dengan Melisa
" Sepertinya hapus kata kata Jal*ng... lont* mengumpatiku dengan kata kata itu...!!! bukan kah mas Ghani yang bilang sendiri kalau mas Ghani yang pertama kali mengambil keperawanan ku... dan tentunya mas melakukan itu setelah kita sah menjadi suami istri... karena sebuah paksaan dari orang tua yang gila Harta itu...!!!" Melisa kembali mempertegas hinaan hinaan yang mereka lontarkan
" Aku bukan pelacur yang menjual diriku...!!!"
" Oke sudah jelas kan Ghani... cepat sudahi hal yang tak penting ini... mana surat surat bengkel ku...!!!" Dika segera menyela, kembali memojokkan Ghani agar tidak kebanyakan berkelit lagi
" Laras... ambil surat surat penting di ruangan pribadiku...!!! ambil di meja paling atas map warna biru...!!!" perintah Ghani pada Laras istrinya, Laras segera masuk kerumah
__ADS_1
" Rupanya kau sudah tau kalau kau bukan anak pak Marjo...???" tanya Ghani pada Melisa
" Jadi kau sudah tau kalau ayah kandung mu Sasmito mati meninggalkan hutang yang menggunung dan membebankan nya pada mu...!!! ditambah ibu kandung mu pergi meninggalkan mu karena tak sanggup lagi hidup susah dengan bapak mu itu...!!!"
" Aku sudah tau semuanya... aku bahkan sudah ketemu dengan ibu kandungku...!!!" sahut Melusa dingin
" Aku rasa tak perlu lagi menyudutkan bapak ku yang sudah tenang di alam sana... !!! dan bukan salah bapak juga kenapa sampai terlilit hutang dengan rentenir licik sepertimu... kau dan mendiang bapak mu pandai memanfaatkan orang orang yang sedang kesulitan untuk dijebak bukan...!!!!"
" Hmmm mulutmu lancang sekali bocah jal*ng...!!! kalau bukan bapak ku yang menolong Sasmito hidup mu gak akan seperti sekarang ini...!!!!"
Laras keluar membawa surat surat tanah dan bangunan bengkel milik Dika, memotong obrolan mereka yang semakin panas
" Serahkan uang tebusan mu dulu baru aku serahkan surat surat ini...!!!" pinta Ghani
Dika langsung menyerahkan tas yang dibawanya, Ghani langsung membuka nya
Mata nya langsung berbinar binar melihat tumpukan uang ratusan ribu didalam tas
Laras ikut melirik langsung melotot melihat pemandangan indah didepan nya
Dika meneliti terlebih dahulu semua isi berkas berkas, termasuk tanda penyerahan dan mengembalian pemilik bengkel, doi takut Ghani yang licik akan menipunya
Setelah dirasa semua aman, Dika langsung menggandeng Melisa untuk pulang
" Urusan kita selesai... jangan pernah lagi ganggu dan usik istriku...!!!" Dika memperingatkan Ghani
" Dan jangan pernah lagi memanggil istriku dengan Jal*ng, lont* ataupun yang lain nya...!!! termasuk kamu bulek Laras...!! benahi dirimu percantik lagi wajah mu yang sudah tua ketiput itu biar suami mu yang gatel ini gak makin gatel kalau ngliat daun muda yang bening....!!!!"
Laras nampak kesal dengan ucapan Dika yang menghina nya, namun cepat tak diperdulikan nya, dia kembali focus menatap tumpukan uang uang di tas
Bahkan Ghani tak peduli lagi kepergian Dika dan Melisa, pokoknya baginya yang terpenting adalah uang
Bersambung~
Jangan lupa Vote yanga banyak ya Readers
biar author bisa kembali Up setiap hari tanpa jenuh
Kasih dukungan buat karya author kesayangan kalian yaaahhh, kasih bintang lima, bunga dan love nya huhuhuhu
Tinggalin jejak di kolom komen dan like
__ADS_1
Happy Reading....