Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Tekad Yang Sudah Bulat


__ADS_3

Dika langsung terkesiap kaget bahkan dia sampai setengah loncat dari tempat duduknya, Faizal yang tadinya sudah terlelap kaget terbangun mendengar suara gebrakan dari Dika yang refleks terkaget


Dika membaca ulang tulisan di pesan yang dikirim Wawan, dia takut dia salah baca karena efek kelelahan


" Dik Melisa hamil....!!!" tulis Wawan pada pesan yang dikirimnya ke nomor Dika, berharap jika nanti Dika membuka ponselnya maka pesan yang akan dibacanya adalah kabar gembira yang disampaikan nya ini


" Melisa mengandung anak mu.. buah cinta kalian.....!!!!" lanjutnya dengan ketikan yang terlihat serius, Dika benar benar kaget... kabar yang dibaca nya sangat jauh dari pemikiran nya, Dika langsung mengecek tanggal pengiriman pesan Wawan ternyata sudah sekitar 4 bulanan yang lalu


Antara bahagia, senang, tapi juga merasa bersalah, ternyata selama 4 bulan lebih ini Dika telah menekantarkan Melisa dan buah hatinya, membiarkan Melisa menghadapi semuanya sendirian, mual mual nya, pusing, lemes bahkan nyidam nya... Dika telah melewatkan moment bahagia itu


Anak dalam kandungan Melisa adalah anak yang sangat di dambakan nya, yang akan menjadi pengikat suci antara cinta Melisa dengan dirinya, tetapi kini Dika seolah terjebak dalam situasi yang serba tidak bisa dikendalikan nya, Dika harus merelakan segala kesakitan dan kesedihan ini, Dia tidak bisa pulang, mengelus perut Melisa, mendengarkan tendangan tendangan halus dari dalam perutnya yang sebentar lagi akan bereaksi


Dika tidak bisa merasakan nikmatnya dipusingkan dengan segala permintaan aneh aneh Melisa karena nyidam, malam malam terbangun karena tiba tiba kegerahan dan haus, atau mungkin muntah muntah, Dika tak akan merasakan saat saat itu...


Dika mengepal tangan nya kuat kuat, menekan semua kesedihan nya dipendamnya sendiri dalam hati, menangis meski tak keluar air mata, betapa menyakitkan nya keadaan nya saat ini...


Faizal bangun dari tidurnya menghampiri Dika yang sedang emosi dengan dirinya sendiri, berkali kali meninju meja dengan tatapan sadis dan rahang yang mengatup rapat


" Ada apa mas Dik...??? apa yang membuat mu semarah ini...???" tanya Faizal yang tak mengerti apa yang tiba tiba membuat Dika membakar dirinya dalam emosi


" Bos sial*n itu telah membuat kita terperangkap disini Iz...!!! dia bahkan dengan sesuka hatinya memanfaatkan ku untuk menumpas semua penghalang bisnisnya... tetapi nyatanya sampai hari ini kita sama sekali tak diberi kesempatan untuk bebas... kita akan selalu ditekan dengan tugas tugas yang harus kita selesaikan... dibawah ancaman nya...!!!" ujar Dika dengan kemarahan yang memuncak

__ADS_1


" Mereka telah membuat ku menjadi iblis yang kejam... yang tak punya lagi belas kasihan... dia telah membuat ku meninggalkan orang yang sangat aku cintai... membuatku kehilangan semuanya...!!! dia harus membayar semua inj Iz... dia harus membayar rasa sesal ku pada Melisa....!!!!" ancam nya dengan nanar, Dika benar benar sedang berada di puncak kemarahan nya, dia bahkan sampai mengeratkan gigi giginya dengan bengis


" Sudah saat nya kita memberontak Iz... sudah saatnya kita melakukan perlawanan pada mereka... kita jalankan rencana yang selama ini sudah kita susun serapi mungkin.... sudah saatnya kita memperjuangkan kebebasan kita...!!!" ucap Dika penuh semangat yang membara, menggebu gebu membuat Faizal ikut terbakar bersemangat


" Ayoooo mas...!!! aku juga sudah bosan disini menjadi kacung mereka... yang apabila salah sedikit langsung kena hantam kena pukul... kapan kita berhasil sama sekali mereka tidak menghargai apa yang sudah kita lakukan... mereka seakan tidak memperlakukan kita layaknya manusia... kita hanyalah alat yang dijadikan umpan untuk membunuh lawan lawan dan penghalang nya... jika kita kalah maka nyawa kita tak ada artinya untuk bis Reyden...!!!" Faizal menambahi membuat api kemarahan di diri Dika makin mengobar emosinya


" Aku akan datang ke markas menemui mereka... meng iyakan ajakan nya untuk berkumpul... kau bersiap siaplah...!!! ingat Iz... apa yang akan kita lakukan ini adalah hal yang sangat berbahaya... sangat beresiko... kemungkinan gagal nya juga besar dan nyawa adalah taruhan nya..." Dika memberi peringatan dan wanti wanti sekali lagi pada Faizal tentang resiko besar yang akan mereka hadapi jika mereka benar benar nekat melakukan perlawanan


" Kau harus ingat juga...!! dalam misi yang berbahaya tak perlu kau pikirkan keselamatan kawan... cukup kau focus selamatkan dirimu... karena minimal satu diantara kita harus selamat tak boleh sampai gugur dua dua nya..." Dika terus memberikan pemahaman pada Faizal, agar dia mengerti apa yang harus dia lakukan nantinya


" Apapun yang terjadi nantinya kau harus sigap selamatkan diri mu pergi sejauh mungkin...kau mengerti Faiz...!!!"


" I... iya mas Dik..." jawab Faizal dengan gugup dan bingung, berat rasanya jika dia harus menjalankan apa yang Dika katakan, meninggalkan Dika disaat bahaya tengah mengancamnya, Faizal tak mungkin sanggup


" Iya mas Dik... apapun istruksi yang mas Dika perintahkan akan aku jalani dengan serius... aku mau semua ini harus usai... aku sudah lelah mas, aku sudah pengen pulang berkumpul dengan ibu, bapak dan adik adik..."


" Kau percaya pada ku bukan...????" sahut Dika, Faizal mengangguk cepat


" Aku tidak akan membiarkan semua ini gagal Iz... aku akan pastikan kamu bisa pulang dengan selamat dan berkumpul kembali dengan keluarga mu...."


" Aku percaya pada mu mas Dik..." sahut Faizal yakin

__ADS_1


Dika menepuk bahu Faizal terharu, Faizal memang benar benar sahabat terbaik yang dimiliki nya, dia tidak akan membiarkan Faizal berada di neraka ini lebih lama lagi, Dika akan mengupayakan segala cara agar membebaskan Faizal dari neraka ini... meskipun andaikan nyawanya yang akan menjadi taruhan nya nantinya


Ada bahasa mata yang hanya mereka berdua yang mengerti makna nya, setelah itu Faizal pamit untuk kembali istirahat karena malam memang semakin larut


Dika kembali termenung di meja kamar Faizal, kamar yang selama ini digunakan mereka untuk istirahat setelah lelah menyelesaikan tugas tugas berbahaya dari sang bos Mafia, sudah hampir 6 bulan Dika pergi meninggalkan Melisa, kabar barusan yang dibaca nya adalah Melisa tengah mengandung anak pertama mereka, buah cinta dari pernikahan mereka


Pikiran Dika hanya tertuju pada Melisa saat ini, dengan segala ancaman dan bahaya yang ditempuhnya saat ini, antara ego, cinta dan rindu yang menggelutnya menjadi satu... Andai Dika memilih ego nya malam ini juga dia akan pulang menemui Melisa, membawa istrinya pergi sejauh mungkin, menemani istrinya selama kehamilan sampai merawat anak nya nanti, tetapi Dika memilih tidak melakukan nya, dia lebih mencintai Melisa dari sekedar ego nya, dia tau resiko besar yang akan mengancam Melisa jika Dika bertindak seceroboh itu


Dia memilih akan mengakhiri semuanya dengan rencana yang sudah di rencanakan nya selama ini dengan matang, dia sudah bertekad besok adalah waktu yang tepat untuk menjalankan nya, dimana disaat Dika menemui ketiga anggota Mafia yang sudah menjeratnya itu, Dika masih punya laki laki yang memiliki pengaruh dinegeri ini yang dulu dilumpuhkan nya, dengan kekuatan laki laki itulah Dika akan melumpuhkan klan Mafia bersama bos nya sekaligus


Dika meraih sebuah kertas, lalu menuliskan beberapa kata yang dirangkainya menjadi sebuah kalimat, sepucuk surat yang ingin dituliskan nya untuk Melisa, Dika merasa waktunya bertemu Melisa akan semakin sulit dan sempit, mungkin lewat surat ini lah nantinya akan mengobati kerinduan gadis itu, sekaligus menjelaskan jika Dika sangat mencintai nya


Yang pasti adalah permohonan maaf dari Dika atas semua yang sudah diperbuatnya pada Melisa, atas tangis, kecewa, rindu yang menyiksa, dan penantian yang tak berujung...


" Semoga ketika kamu baca surat ku ini sayang... keadaan kita sudah berubah, kamu sudah bisa menemukan kebahagiaan mu dan tak lagi menangisi ku yang terlalu bodoh ini..." gumam nya sambil melipat surat itu dan menaruhnya di laci meja Faizal


Setelah itu dia berdiri menatap jendela lurus dengan tatapan iblisnya, senyum smirk mengambang di bibir nya, Dika benar benar terlihat sangat sadis


" Aku akan akhiri semua nya...!!!!"


Bersambung~

__ADS_1


Jangan lupa kasih Vote yang banyak Ya readers


Happy Reading....


__ADS_2