Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Sudah Saat nya


__ADS_3

Setelah Juwita dan Monica pergi, Gondrong dan Melisa masih tetap duduk di tempat semula, jujur saat ini hati Melisa masih syok


Dia baru saja terhibur oleh bang Gondrong atas keedihan nya menghadapi Dika, tiba tiba datang Monica Juwita menambah luka dan semakin ternganga lagi, rasa nya sudah terlalu lelah terus terusan hidup seperti ini, terhina terhina dan dianggap sampah oleh semua orang


Melisa menangis sesenggukan


" Udah Mel jangan nangis lagi...." Gondrong menenangkan adik kesayangan nya


" Bang... jangan lakuin itu ya... jangan dulu bongkar identitas ku..." pinta Melisa


" Kita tunggu sampai ibu yang menceritakan nya terlebih dahulu sama tuan Hermawan... aku takut justru ini akan membahayakan ibu bang... kamu denger sendiri kan tadi Juwita bilang ibu lagi dihukum lagi sama tuan Hermawan...."


" Kali ini gak bisa Mel... cepat atau lambat mereka pasti akan tau juga... daripada mereka tau dari orang lain lebih baik kita yang ngasih tau duluan..." Gondrong tak sependapat


" Tapi bang..."


" Percayalah Mel semua bakalan baik baik aja...gue bakalan temui mama dulu sebelum gue kasih tau kesemua nya... gue bakalan diskusiin sama mama gimana cara mentampaikan nya...!! dan lu harus siap siap...kalau kenyataan yang sebenarnya tentang lu akan segera diketahui semua orang...gue udah capek lu selalu dihina orang... dimaki maki sesuka mereka... gue gak terima Mel...."


" Iya aku tau bang... tapi mungkin ini balasan atas kesalahan yang aku buat... aku emang salah kan... terlalu berani tinggal seatap dengan laki laki yang tidak ada ikatan apapun... malah mungkin hatinya juga masih bukan milik ku..." sahut Melisa sesal


" Tapi tak seharus nya mereka menghakimi mu...!!!!"


" Ini emang udah jadi hukum dimasyarakat bang... ketika aku salah aku harus nya siap untuk mendapat hujatan itu... aku nya aja paling yang terlalu cengeng dan lemah..." Melisa tetap menyalahkan diri nya sendiri


" Jangan selalu menyalahkan diri lu gitu Mel... setiap orang punya salah... punya khilaf... tapi setiap orang juga punya kesempatan buat memperbaiki atas kesalahan kesalahan nya itu...!!! janji ya jangan lagi ulangi kesalahan itu... lu udah lihat kan gimana persepsi orang terhadap diri lu..."


Melisa mengangguk


" Iya bang... maafkan aku ya aku udah bikin malu..."


" Lu gak salah... Dika juga gak salah... pada dasarnya keadaan terkadang memaksa kita untuk melakukan sesuatu diluar dugaan... yang terpenting sekarang adalah jangan melakukan nya lagi... dan perbaiki diri menjadi lebih baik..." nasehat Gondrong bijak

__ADS_1


" Besok gue mau nemuin mama... gue mau bahas lagi soal ini... bisa jadi mama belum punya keberanian untuk cerita makanya terus menunda nunda...gue gak mau lu selalu disalahkan atas masalah yang bukan salah lu..."


Melisa hanya mengangguk, doi juga bingung gak tau harus berbuat apa untuk menyelamatkan nama nya, mungkin ini sudah saat nya, saat nya keluarga tuan Hermawan tau jika anak dari ibu dan lelaki yang dulu membawa kabur istri tuan besar telah bertemu ibu nya kembali, dia tak meminta apapun hanya ingin kasih sayang dari sang ibu


Setelah tenang, Melisa akhirnya kembali ke kos kosan, menutup hari ini yang sangat menggores luka dihatinya, dia bahkan melupakan janji nya untuk mengantar makan siang pada Dika,


Bodoamat lah dia juga harus memperhatikan jiwa nya sendiri, hatinya sedang porak poranda tak mungkin pura pura kuat sedangkan nyatanya dia sangat rapuh


Melisa melirik ponselnya, tak ada pesan masuk ataupun panggilan masuk dari Dika, itu artinya laki laki itu masih terpuruk dengan kesedihan nya sendiri, tanpa sedikitpun mengingat nya


" Mas... jujur aku capek... aku capek selalu mengerti kamu mas... kalau emang kamu belum bisa menerima ku aku akan mundur... meskipun apa yang sudah kita lakukan lebih dari melampaui batas.... aku hanya lelah... lelah menunggu orang yang sama sekali belum bisa lepas dari masa lalu nya... aku lelah mencintai orang yang sama sekali tak pernah mencintaiku....hiks hiks hiks...." Melisa menangis sesenggukan dikamarnya yang gelap, sengaja lampu kamar tak ada satupun yang dinyalakan nya, biarkan sesaat dia berada didalam kegelapan segelap hati nya yang rapuh


***


Gondrong datang ke rumah tuan Hermawan, Untungnya Juwita sedang kuliah dan tuan Hermawan sudah berangkat ke kantor nya, Gondrong hanya tinggal meminta tolong mang satpam untuk memberitahu mama kalau dia ingin bicara


" Delon....!!!" panggil Resinda dengan nada yang sangat lembut, kerinduan seorang ibu pada putra kesayangan nya


" Aku baik mah... maaf aku baru bisa menemui mama sekarang..." sahut Delon sambil membalas pelukan Resinda


" Kabar mama baik kan...??? atau masih terus dihukum tuan arogan itu...!!!"


" Jangan bicara begitu nak... panggil papa.. mama tidak pernah mengajarimu bukan untuk memanggil papa mu dengan kata kata yang menyakiti nya..." tegur Resinda lembut


" Sorry mah..."


" Gimana keadaan mu... uang mu masih cukup.. kamu gak jadi gelandangan kan sayang...??? mama gak bisa membiarkan kalau anak lelaki mama sampai menggelandang diluaran sana..."


" Tak usah kawatir mah... aku sudah memiliki usaha kecil kecilan... memang belum jalan karena baru mulai kemarin ini.. aku mau buktikan ke tuan besar kalau aku bisa dengan cara ku sendiri..." ujar Gondrong penuh ambisi


" Tapi kedatangan ku saat ini bukan untuk membahas itu mah... ada hal penting yang harus segera mama ambil sikap....ini soal Melisa..."

__ADS_1


Resinda menatap Delon tajam


" Aku tau mama mencari waktu yang tepat untuk bisa menjelaskan identitas Melisa pada papa.. mama juga pasti menyesuaikan keadaan... tapi mah kondisi sekarang sudah mendesak... mama tau... bahkan Juwita sudah beberapa kali datang menemui Melisa..."


" Juwita...!!! menemui Melisa...!!! ada perlu apa...???" tanya Resinda kaget


" Menurut dia penyebab mama selalu bertengkar... mama dihukum dan mama bohong sama papa karena Melisa... dia pikir aku dan Melisa ada hubungan lalu mama tau dan mama memberi peringatan Melisa karena mama mengetahui sifat jelek Melisa...." Gondrong menjelaskan


" Tapi yang bikin aku sangat gak terima mah... Juwita maupun yang lain nya selalu menganggap Melisa gadis murahan... yang mau menyerahkan tubuhnya pada siapa saja demi sebuah materi... mereka berpatokan dari Melisa yang pernah tinggal serumah sama Dika tanpa status...!! aku gak tega mah ngeliat Melisa terus menanggung cacian dari orang orang atas dirinya... aku tau Melisa pernah berbuat salah... tapi apakah harus seperti itu manusia menghakiminya...!!!"


Resinda langsung menangis mendengar penuturan Gondrong, betapa menyakitkan beban yang harus Melisa tanggung, ini bukan sepenuhnya kesalahan nya, andai dia bisa memilih dia juga pasti tak ingin terlahir dari keadaan yang seperti ini


" Melisa anak ibu.... maafkan ibu nak... karena keegoisan ibu dan ketidak tegasan ibu kamu harus menanggung ini semua bahkan sejak kamu lahir...." tangis Resinda


" Mah please udah waktunya mama ambil sikap... aku gak tega mah..." pinta Delon membuka pikiran Resinda


" Apa mama masih takut karena mama masih kena hukuman... mama dipukuli...???"


Resinda menggeleng


" Ayooo kita selesaikan masalah ini... kita bicarakan pada papa mu... apapun keputusan papa kita harus terima... dan yang paling penting kamu harus persiapkan segala sesuatu yang bisa melindungi Melisa... jangan samoai papa melakukan hal yang bisa membahayakan anak mama itu..." pinta Resinda


" Aku sudah pikirkan itu mah... aku pasti akan menjaga melindungi Melisa sebaik mungkin... gak akan ku biarkan siapapun melukai nya mah..." Delon menggenggam tangan Resinda menguatkan


" Udah saat nya kita jujur..."


Resinda mengangguk setuju


Bersambung~


Yuk jangan lupa di Vote ya....

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2