
" Sekarang aku tanya sama kamu Mel... apa kamu mau menikah dengan ku...????" tanya Wawan dengan tatapan serius
Melisa menunduk, entah kenapa hatinya dag dig dug gemeteran saat mata mereka bertemu sedekat ini, ada getaran yang berbeda saat berada dalam jarak sedekat ini dengan Wawan, di sisi lain Melisa ragu untuk menjawab pertanyaan Wawan, masih banyak hal yang harus dia pikirkan, dia pertimbangkan...
Melisa gak mau gegabah, salah langkah... salah menjatuhkan keputusan...karena ini berhubungan dengan masa depan dia dan Valdi..
Tapi apakah waktu setahun termasuk masih dianggap gegabah...????
" Mel... please jawab jujur apapun yang kamu rasakan... aku akan terima dengan senang hati dan lapang dada... jawaban kamu menentukan langkah ku selanjutnya..." Wawan sedikit mendesak, dia tak bisa terus terusan berada di perasaan yang tiada berujung seperti ini
" Mas... andaikan jawaban ku mengecewakan mu apa kau akan menjauh dari ku dan Valdi...???" tanya Melisa
" Bukan begitu...!! kau harus tau satu hal Mel.. tanpa dulu Dika minta sekalipun atau seandainya takdir masih mempersatukan kita dengan Dika... aku tetap akan menyayangi Valdi... aku dan Dika sudah melewati banyak rintangan dan perjalanan hidup, Dika banyak membantu ku, membantu keluarga ku dulu... dan aku sudah berjanji dengan diriku sendiri... sampai kapan pun aku akan selalu membantu Dika seperti dia yang sudah membantu keluargaku....!!!!"
" Andaikan kamu sekarang menolak ku... mungkin berat jika harus menjalani rumah tangga dengan ku, aku juga tak jadi masalah... tidak akan mengurangi sedikitpun rasa persaudaraan dan kepedulian ku pada kalian... aku hanya butuh kepastian Mel... supaya aku bisa ambil sikap dan keputusan....!!! aku juga pengen kamu bahagia..." terang Wawan panjang lebar
" Aku gak mau kamu menjalani nya karena keterpaksaan atau sekedar rasa tak enak, rikuh...ini keputusan yang nenyangkut masa depan kita Mel... jadi aku mau kau benar benar memutuskan untuk yang terbaik..."
" Mas...aku... aku sudah memikirkan nya matang matang... selama setahun ini aku benar benar menimang semua nya...maaf jika selama ini aku menggantungkan kepastian... aku membuat mu menunggu sesuatu yang belum pasti... terimakasih mas kamu sudah mau mengerti aku... bahkan sangat memperdulikan ku... aku bersyukur mas Dika memiliki sahabat sebaik kamu mas..." ucap Melisa membuat Wawan semakin tak yakin dengan jawaban Melisa,
Tetapi apapun jawaban Melisa, Wawan sudah siap bahkan dia sudah mempersiapkan hatinya untuk menerima dengan ikhlas dan lapang dada, apapun jawaban Melisa tidak akan mengurangi kepedulian nya pada Melisa dan Valdi, semua akan tetap sama seperti biasanya, Wawan sangat menghargai keputusan Melisa
" Terimakasih mas sudah mau menerima semua kekurangan dan kecacatan ku... mas Wawan tulus menerima ku bukan hanya sekedar menjalankan amanah mas Dika... mas Wawan bersedia menjadi sosok ayah untuk Valdi... aku gak tau bagaimana caranya aku membalas semua kebaikan mas Wawan..." lanjut Melisa
" Jangan bertele tele Mel....!! langsung ke point nya aja... aku sudah mempersiapkan mental ku dengan baik kok..." gerutu batin Wawan
" Jika memang Tuhan sudah menggariskan perjalanan ini aku bisa apa... aku hanya bisa menerima dan menjalani nya dengan baik...mungkin ini adalah kado terindah dari Tuhan atas semua perjalanan yang sudah kulalui....mungkin Tuhan menghadiahkan kamu untuk hidupku mas..."
" M.. maksud kamu...????" tanya Wawan dengan wajah bingung, dia tak paham dengan apa yang Melisa maksudkan
Melisa tersenyum manis menatap Wawan dengan sendu
__ADS_1
" Aku... aku... eee.... aku mau menikah dengan mu mas..." satu Jawaban Melisa membuat Wawan terdiam speechless
" Aku menerima mu bukan sekedar menepati keinginan mas Dika... atau hanya sekedar supaya Valdi memiliki sosok ayah... bukan mas... tapi karena sikap mu, kesabaran mu mampu mengetuk hatiku sampai aku berani membuka nya lagi untuk mu...aku jatuh cinta dengan semua perlakuan mu mas... aku mau menjalani pernikahan yang sah dan bahagia bersama mu..." lanjut Melisa sungguh sungguh
" Aoow Mel... aku... aku terharu... aku sampai gak bisa berkata kata... aku...aku..." gugup Wawan namun selanjutnya langsung meraih tubuh Melisa didekapnya dengan erat
" Terimakasih... terimakasih sudah mau menerima ku... terimakasih sudah membuka hati mu lagi untuk bersedia hidup dalam pernikahan dengan ku... aku tak punya apa apa untuk menjanjikan mu bahagia dengan ku Mel... tapi selama aku masih bernyawa aku akan terus berusaha keras untuk membuat kamu dan Valdi bahagia.... terimakasih untuk kesediaan mu Mel...." ucap Wawan tulus sembari mendekap tubuh Melisa dengan erat
Melisa membalas pelukan Wawan
" Iya mas... aku tidak menuntut apapun dari kamu untuk aku dan Valdi... yang aku mau ajari aku untuk menjadi istri yang baik, ibu yang baik untuk keluarga kita nanti... kasih aku kesempatan mas untuk merasakan indahnya Cinta dengan status...."
" Pasti Mel... aku akan langsung urus semua nya... aku akan datang ke ibu mu... kalau kita akan segera menikah....aku mau begitu kita hidup bersama kita sudah berada di bawah atap pernikahan sah...."
" Makasih ya mas... sudah mau mewujudkan keinginan ku....!!!"
Melisa memberanikan diri untuk mencium bibir Wawan lembut, Wawan hanya diam... untuk urusan seperti ini Wawan meskipun seorang laki laki dewasa bisa dikatakan tak ada pengalaman sama sekali... dia belum pernah menyentuh Wanita melebihi batas apapun...Wawan membiarkan Melisa menyesap bibirnya pelan, menyatukan kenikmatan yang sulit untuk dijelaskan, Wawan hanya diam menikmatinya
" Ee... aku... aku minta maaf Mel... aku... aku sama sekali gak tau gimana cara nya berciuman..." ucap Wawan malu
" Nanti ajari aku yaaahhh...." tambahnya dengan polos, membuat Melisa tersenyum malu
" Aahh mas... aku jadi merasa semakin cacat didepan mu... harusnya kau tidak memilih ku yang sudah pernah menikah dua kali..." Melisa menunduk merasa tak pantas untuk Wawan
" Ngomong apa sih...!!! aku tidak mempermasalhkan apapun statusmu di masa lalu... yang aku tau sekarang kamu itu calon istriku... ibu dari anak anak ku...!!! aku hanya bergurau Mel... tapi... untuk soal pengalaman jujur aku memang belum ada... jadi kau mau mengajariku kan...????" ucap Wawan diakhiri dengan menggoda Melisa agar tak cemberut lagi
" Hmmmmm dengan senang hati... aku akan bikin kamu jadi paling Pro..." sahut Melisa
" Hmmmm begitu yaaahhh... nanti kalau sudah sah aku tagih semua nya yaaahh...!!!" balas Wawan sambil mencubit hidung Melisa gumus
" Lusa aku pulang ke Jakarta mas... kasihan Juwita kalau disini kelamaan soalnya dia kan sekarang manager di restaurant..."
__ADS_1
" Oke... sekalian aku antar kalian dan bertemu bu Resinda... aku ingin neminta anak perempuan nya untuk ku ajak hidup susah dengan ku....!!! mau kan hidup susah dengan ku...????"
" Kalau susah nya karena sedang merintis bersama tentu aku tidak mempermasalahkan nya mas... aku malah akan membantu dan mensuport mu... tapi kalau diajak hidup susah memang karena kamu sudah dan gak mau berusaha ya maaf aja mas hehe... aku yang keberatan...!!!"
" Hmmmm realistis banget yaahhh jawaban nya..."
" Aku kan ibu dari anak anak mu... masa tega dikasih hidup susah... kasihan anak mu donk..." balas Melisa
" Hehehe... gak lah... masa anak orang mau aku ajak hidup susah... aku akan memberikan yang terbaik yang ku mampu untuk kamu dan anak anak kita....aku akan berusaha semampu ku untuk membahagiakan kalian..."
" Amin... makasih..."
" Peluk sekali lagi sayang... biar aku yakin kalau kamu sebentar lagi milik ku..." pinta Wawan sambil merenggangkan tangan nya lebar
" Emang sekarang belum...???" tanya Melisa
" Belum... karena aku belum mengucap ikrar ijab Qobul untuk mu... jadi kamu belum sepenuhnya milik ku..." sahut Wawan
Jawaban Wawan membuat Melisa amat sangat terharu, baru kali ini dia diperlakukan seperti ratu oleh laki laki, dihargai dan di hormati...
Mungkin memang Wawan adalah kado terindah yang sudah Tuhan siapkan untuk kebahagiaan Melisa di akhir petualangan cinta nya....
Melisa langsung mendekap tubuh Wawan erat, membenamkan kepala nya didada bidang yang penuh kehangatan, sentuhan tangan Wawan amat lembut penuh kasih sayang... sentuhan tangan yang membuatnya merasa dihargai...
Bersambung~
Jangan lupa kasih Vote di dua Episode terakhir ini ya Readers....
Semoga perjalanan Melisa berakhir bahagia yaaa... jadinya kita bisa tidur nyenyak hihihi
Happy Reading...
__ADS_1