
Wajah Ibu terlihat panik, tegang dengan nafas yang menderu cepat, pasti ada sesuatu yang cukup menghawatirkan
" Kenapa bu...???" tanya Melisa penuh perhatian
" Papa... papa mengancam ibu untuk segera pulang..." sahut Resinda masih dengan wajah yang tegang
" Ohhh ya bagus bu... mari biar saya antar sekalian saya mau ketemu papa nya bang Gondrong...." ujar Dika penuh semangat
" Jangan nak...!!!" Resinda cepat menghardik
Dika terlihat kaget dengan respon Resinda
" Eee maaf maksud ibu... belum bisa sekarang kamu bertemu suami ibu... sebab ibu belum cerita soal identitas Melisa... ibu masih nyari nyari waktu yang tepat supaya gak ada kesalahpahaman..." Resinda mencoba memberi pemahaman pada Dika
" Iya mas... nanti nunggu saat yang tepat baru kita memperkenalkan diri sama tuan Hermawan..." Melisa ikut menyahut
" Eee ibu harus segera pergi nak.... Dika... terimakasih ya sudah mau menemui ibu... maaf ibu gak bisa lama lama lain kali kalau ada kesempatan yang lebih luas kita sambung lagi obrolan kita ini..." ucap ibu berpamitan
" Iya buk... terimakasih sudah bersedia memberi kami restu...maaf juga tadi harus kelamaan nunggu saya..." sahut Dika
" Ahhh iya tak apalah...!!! eee Mel ibu pulang dulu ya nak... kamu jaga diri baik baik..." Resinda mencium kening anak gadisnya penuh kehangatan, lalu segera pergi dari kosan Melisa, wajahnya cukup panik saat ini
Resinda tak tau apa yang akan dihadapinya pada suami nya itu
Benarkah tuan Hermawan tau dia dimana...????
" Udah makan belum sayang...???" tanya Dika sesaat setelah Melisa melamun setelah kepulangan ibu nya
" Tadi buru buru mas jadi belum sempat makan..." sahut Melisa sedikit lesu, dia sedang khawatir dengan ibu nya
" Makan diluar yuk... udah lama juga kan kita gak makan diluar..." ajak Dika lembut
Melisa mengangguk menurut
Dika memilih makan di warung pecel Lele bertuliskan Lamongan yang bertengger di pinggiran trotoar, penjual membuat tenda dengan menyediakan menu seperti ayam goreng ayam bakar, lele goreng, terong, puyuh dan lain sebagainya
Langsung dimasak ditempat, sehingga menyajikan cita rasa yang masih fresh
Setelah memesan makanan Dika dan Melisa memilih duduk di tikar yang digelar diluar tenda sembari menikmati bintang malam yang tersebar dengan indah
Lagi enak enaknya makan, tiba tiba tiga laki laki berbadan kekar memakai jaket hitam hitam datang menghampiri mereka, entah datangnya dari mana tau tau sudah berdiri tepat di depan Melisa dan Dika
Mereka saling tatap tatapan, lalu sedetik kemudian menarik tangan Melisa dengan kasar membawanya menjauh dari tempat itu
Dika yang tak sigap gelagapan mengejar Melisa, bahkan tas dan ponselnya masih tertinggal di tikar tempat mereka makan lesehan tadi
" Lepass...!!! siapa kalian...!!!" Ronta Melisa yang panik, takut dan juga pergelangan tangan nya merasa sakit
" DIAM...!!!! atau aku akan semakin kasar padamu...!!!" bentak satu laki laki yang memegangi Melisa
" Heeeiii lepaskan istriku....!!! siapa kalian...!!!" seru Dika mengejar dibelakang
" Mau apa kalian...!!! apa urusan kalian...!!! Heeyyy....!!!"
" Mas... mas Dika tolong..." Melisa mulai meronta sambil teriak histeris, sayang nya tiga laki laki itu nembawa Melisa ketempat sepi, jarang sekali ada kendaraan lalu lalang
Dika mulai panik, dalam pikiran nya saat ini dia khawatir kalau komplotan itu adalah anak buah bos Reyden yang sengaja ingin mengganggu Melisa atau ingin menyudutkan dirinya
__ADS_1
Dika makin genjang mengejar, mereka terlalu cepat menyeret paksa Melisa
" Masss... tolong mas...!!!" treak Melisa lagi
" BERHENTIII....!!!!" Dika naik pitam, langsung kuda kuda meloncat menendang satu laki laki hingga terjungkal
Mereka langsung menyadari serangan dadakan,
" Heiii siapa kau beraninya ikut campur urusan kami..!!!" bentak laki laki yang berkepala plontos
" Lepaskan istriku...!!! berani nya kalian membawanya paksa...!!!" bentak balik Dika dengan tatapan sengit
" Apa urusan kalian dengan istriku...!!!"
" Kami hanya menjalankan perintah... kami harus membawa nona ini kehadapan tuan kami..." sahutnya lagi
" Urusan apa...!! istriku tak pernah melakukan kesalahan apapun dengan siapapun... siapa tuan kalian berani sekali mengganggu istriku... lepaskan dia atau aku harus memberi kalian peringatan...!!!" ancam Dika
Lelaki si kepala plontos tersenyum smirk, seakan menantang ancaman Dika
" Jangan salahkan kami kalau kau harus jadi korban karena kau berani mengganggu urusan kami...!!!" ancam balik lelaki plontos itu
Tanpa aba aba mereka langsung menyerang Dika, sedang satu laki laki menegangi Melisa yang meronta ronta dengan kuat, sesekali menjerit saat melihat Dika kena pukul atau tendang
Perkelahian tak bisa dihindari, namun Dika berhasil menguasai peperangan, dua lelaki itu terdesak dan Dika memanfaatkan untuk terus menyerang
Booogghhhh Booogghhhh plakk plaaakkkk. duuuggggkkk...!!!"
" Uhuuukkk " satu laki laki jatuh tersungkur
" Boouuuggg daaaacckkk..."
Tatapan Dika masih tertuju dengan sengit pada laki laki yang memegangi Melisa dengan kuat
" Lepaskan istriku atau kau akan bernasib sama dengan kawan mu...!!!" ancam Dika tanpa main main, tatapan nya siap membunuh
"Kau salah kawan... aku hanya disuruh membawa nona ini menghadap tuan ku... karena nona ini sudah berani bermasalah dengan tuan ku...!!!" ujar lelaki itu sepertinya bernegoisasi
" Aku salah apa... aku gak kenal tuan kalian...!!!" ronta Melisa lagi
Dia mulai menangis karena ketakutan
" Kau salah nona... bukan nya kau selalu mengganggu tuan... kau selalu membuat nyonya besar berbohong pada tuan hanya untuk menemui mu...!!!"
DEG
Melisa langsung ngeh maksud lelaki itu
" Ibu....!!!" bisikny tak terdengar
" Tuan hanya ingin bertemu dengan mu... tuan ingin kau jujur apa yang sebenernya kalian bicarakan dengan nyonya...!!!"
" Lepas...!!!! aku sudah tau... pasti tuan besar Hermawan bukan yang menyuruh kalian...!!!" Melisa marah
" Kenapa harus dengan cara seperti ini...!!!!"
Dika paham saat ini, berarti tiga lelaki itu adalah suruhan suami ibu kandung Melisa
__ADS_1
" Kami hanya menjalankan tugas... sekarang ikut kami dengan sukarela atau harus kami paksa...!!!" lelaki itu tetap kukuh ingin membawa Melisa
" Jangan paksa istriku atau aku tak akan segam menghajar kalian...!!!" ancam Dika, sebisa mungkin dia harus menjaga Melisa
" Lepaskan istriku sekarang...!!!!" Gertaknya lagi
" Maaf bung... kami tidak bisa berbasa basi dengan mu... urusan kami hanya pada nona ini... kalau kau ingin melawan silahkan lawan tuan kami...!!!!"
Dika sudah geram, rupanya lelaki ini tidak bisa diajak bicara baik baik
Dika mengambil resiko, segera melemparkan tendangan mautnya pada lelaki itu, jika salah meleset maka Melisa yang akan terkena, sebab lelaki itu tengah membekap Melisa dari belakang
Boouuugghhh Daaacckkk...!!!!
" Huuuaaaaaahhhhh....!!!!" treakan Melisa yang melengking, bersamaan dengan laki laki kekar itu jatuh terjungkal
Dika langsung menarik tangan Melisa dan segera membawanya pergi dari tempat itu
Ketiga laki laki itu masih tersungkur diaspal dengan meringis kesakitan
Dika berlari menggenggam tangan Melisa kembali ke tempat lamongan
" Huuuffhhh huuffhhh sepertinya mereka tak lagi mengejar kita sayang... kita bisa istirahat dulu..." Dika mengatur nafas, sambil memegangi dadanya yang nyeri akibat terjena beberapa pukulan dan tendangan
Melisa masih nenangis takut, pikiran nya bercabang banyak
Antara takut karena tuan Hermawan mulai bertindak dan menggertaknya, takut juga dengan kondisi ibu yang saat ini berhadapan langsung dengan tuan besar itu, Melisa benar benar menghawatirkan ibunya
Tuan Hermawan rupanya tak main main lagi dia benar benar telah curiga pada Melisa
" Sayang..." Dika meraih tubuh Melisa dan didekapnya erat, memberikan ketenangan pada wanita nya
" Mas... aku takut mas...hiks hiks hiks...!!!"
" Ssssttt... tenang yahhh ada mas disini... mas pasti akan selalu jagain kamu..."
" Aku khawatir sama ibu... takut ibu dihukum lagi sama tuan besar..."
" Habis ini kita hubungi bang Gondrong....kamu tenang dulu ya... jangan nangis lagi..." Dika mencoba memberi solusi cepat, sepertinya pilihan nya untuk memberitahu Gondrong adalah pilihan yang tepat, selain gondrong adalah abang Melisa, dia juga harus tau ulah ayah nya pada Melisa
" Mas bayar makan dulu habis itu kita ketempat bang Gondrong...kamu tenang lah... kita sudah aman..." Dika meyakinkan Melisa yang masih menggigil di dekapan nya
Pelan Melisa melepas pelukan Dika, tatapan nya masih nanar kemana mana takut ada orang lain lagi yang ingin membawa paksa dirinya
" Ya Tuhan... aku lebih gak bisa bayangin lagi kalau yang menyerang Melisa tadi adalah anggota mafia ku... apa yang akan terjadi padanya... Tolong Tuhan... lindungi dia... dia baru saja merasakan sedikit kebahagiaan atas kepahitan hidupnya.... jangan sampai semyumnya dihancurkan orang lain Tuhan....."
Pinta Dika tulus
Bersambung~
Hai Readers
Jangan lupa Kasih Vote nya yaaa
Ikuti terus perjalanan Cinta Dika dan Melisa, cerita seru, menguras tenaga emosi dan air mata
Jangan lupa juga kasih like dan Komen nya biar makin seru dan ramai
__ADS_1
Happy Reading....