Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Panggil Papa


__ADS_3

Di belakang mereka rupanya bu Resinda sudah berdiri mendengarkan semua yang diucapkan suaminya, dia menangis haru... ingin rasanya dia berlari ikut memeluk keindahan didepan mata nya itu namun ditahan nya, dia tak mau merusak momen teristimewa ini


" Terimakasih Melisa kamu sudah menolong ku... andai tadi tidak ada kamu yang mau membawaku kerumah sakit... aku tidak tau apa yang sudah terjadi dengan ku sekarang... mungkin aku tidak akan mendapat kesempatan untuk memeluk anak sebaik kamu....hatimu sungguh mulia nak... kamu bahkan mau menolong ku orang yang sudah menyakiti mu..." ucap tuan Hermawan dengan nafas sedikit tersengal sengal, sepertinya menahan tangis yang bergejolak di dadanya


" Tuan.... terimakasih sudah mau memeluk saya seperti ini.... saya sangat bahagia tuan...." sahut Melisa yang spicles gak bisa berkata apa apa lagi


" Kau berhak bahagia anak baik...."


" Pah....!!!!" panggil Resinda setelah tak bisa menahan lagi rasa haru di hatinya


Melisa diam sejenak, dia kenal betul suara itu, suara yang sangat dirindukan nya, belaian tangan yang begitu hangat menentramkan jiwa, Melisa sampai kaku untuk menolehkan kepala menatap suara itu


Bu Resinda berjalan pelan mendekati suami nya yang masih memeluk anak perempuan nya dengan erat


" M.... Mel...." panggil bu Resinda pada anak nya


Tangan tuan Hermawan merenggang dari pelukan nya, lalu menatap mata Melisa sambil mengangguk, Melisa langsung berbalik menghambur memeluk ibu nya


" Ibuuuuu.....!!!!!" tangis Melisa pecah di pelukan ibu nya


Resinda pun tak bisa menahan air mata nya lagi, mendekap tubuh anak nya dengan tangis yang berderai, tuan Hermawan menatap mereka sambil tersenyum


" Anak ku Melisa.... ibu sangat sangat merindukan mu nak.... maafkan ibu... ibu tidak bisa menghubungi mu di hari ibu yang kamu minta.... maafkan ibu belum bisa menjadi ibu tang baik untuk mu.... ibu kangen sayang...." ucap Resinda


" Bu.....hiks hiks hiks" Melisa hanya bisa sesenggukan


" Aku... aku sayang ibu....!!!;"


Setelah puas saling mencurahkan kerinduan, Resinda menggengam tangan anak perempuan nya sembari menatap Hermawan


" Kenapa papa tiba tiba mau menerima Melisa...???" tanya Resinda


" Dia anak yang baik....hatinya benar benar tulus... aku telah salah menilai nya... aku telah jahat padanya mendzolimi nya dengan memisahkan dia dari mu...." sahut tuan Hermawan


" Bahkan setelah aku berbuat jahat pada nya pun dia masih mau menolong ku...!!! anak mu sungguh luar biasa Resinda... maafkan aku tolong maafkan aku yang sudah kejam memisahkan kalian...." tuan Hermawan berucap dengan penuh sesal, penyesalan atas keegoisan nya selama ini, memisahkan cinta seorang ibu dan anak


" Melisa kau mau memaafkan ku...???" tanya tuan Hermawan pada Melisa


" Tentu tuan.... aku sudah memaafkan tuan.... terimakasih tuan sudah memperbolehkan aku bertemu ibu... dan memanggilnya dengan panggilan " IBU"....." sahut Melisa membuat Resinda makin teriris hatinya


" Anak ku...." Resinda kembali sesenggukan


" Bolehkah aku minta satu permintaan dari mu nak....???" tanya tuan Hermawan lada Melusa lagi


" Iya tuan....saya pasti akan melakukan nya..." sahut Melisa


" Panggil aku papa...." ucap tuan Hermawan


Resinda langsung memegang tangan suaminya


" Kau sungguh pah... apa yang papa katakan itu sungguh...???" tanya Resinda yang tak percaya pada apa yang diucapkan suaminya


Tuan Hermawan mengangguk pasti

__ADS_1


" Pah.... terimakasih pah... papa sudah mau menerima Melisa... mama gak tau bagaimana berterimakasih pada papa...." Resinda meneluk tuan Hermawan dengan erat, sampai lupa kalau suaminya sedang terbaring sakit


Uhuuukkk uhuuukkk


Tuan Hermawan terbatuk karena kesulitan nafas akibat pelukan istrinya yang terlalu erat


" Ibu... tu..tuan susah nafas kalau ibu peluk begitu..." Melisa mengingatkan ibu nya, seketika Resinda melepas pelukan nya


" Maaf pah....papa mau minum atau apa..." tanya Resinda sedikit panik, tuan Hermawan hanya menggeleng sambil memegangi dada kiri nya


" Jangan panggil aku tuan... panggil aku papa... kau anak ku..."


Melisa menangis lagi, kali ini adalah tangisan bahagia yang jatuh berulang kali


" I... iya pah...iya papa...." sahut Melisa dengan penekanan yang terdengar begitu dalam, Resinda langsung meraih tubuh Melisa lembali mendekap suami nya


***


" Gimana ceritanya ibu dan tu... papa bisa ada disini...???" tanya Melisa sambil menyuapi tuan Hermawan makan bubur


" Ibu mendapat tawaran untuk kerjasama buka cabang Restaurant di daerah sini Mel... dan kebetulan kami sedang survey lokasi dan tempatnya.... hanya tadi mama sedang beranya alamat yang mereka berikan karena sedikit sulit mencari alamat itu...." terang Resinda pada anak nya


" Ohhh pantes tuan sendirian dimobil...." sahut Melisa


" Papa nak....!!!" protes tuan Hermawan sambil mengunyah bubur


" Ahhh iya maksud ku papa...." ralat Melisa cepat


" Sepertinya papa terlalu kecapean makanya penyakit jantung nya kumat...." sambung bu Resinda


" Iya pah kok papa bisa tau kalau Melisa sudah menikah....???" tanya Melisa balik


" Delon yang sempat memberitahu ibu mu dan kebetulan pap dengar...."


" Aku sudah nikah bu pah... aku tinggal di dekat tempat mobil papa tadi... aku tinggal di bengkel tempat usaha mas Dika... hanya mas Dika sedang ada urusan di luar kota dan belum bisa kembali..." sahut Melisa


" Ohhh sayang sekali padahal papa ingin sekali bertemu suami mu...."


Melisa tersenyum, lalu meraih tangan tuan Hermawan dan bu Resinda di taruh diatas perutnya


" Bentar lagi papa sama ibu akan punya cucu..."


Seketika Resinda dan tuan Hermawan kaget bahagia


" Sungguh nak... kamu sedang hamil....????" tanya Resinda dengan haru


Melisa mengangguk


" Usia kandungan ku sudah masuk 4 bulan bu..."


" Luar biasa mah... papa rupanya akan segera diberikan cucu lagi setelah dua cucu dari kakaknya Delon...." tambah tuan Hermawan dengan girang


" Kita akan dipanggil opa lagi mah....."

__ADS_1


Resinda mengelus perut anak nya dengan lenuh kasih sayang, ini adalah cucu nya, cucu dari pernikahan nya dengan mas Sasmito laki laki yang sangat di cintainya, laki laki yang mencintai nya dengan sangat, laki laki yang rela berkorban demi dirinya, dan laki laki yang ampai akhir hayatnya tersakiti oleh nya


" Lalu jika Dika pergi kau tinggal dengan siapa Mel....???" tanya Resinda setelah beberapa saat


" Ada mas Wawan bu... sahabat terbaik mas Dika, dia yang menjaga dan melindungi ku selama mas Dika sedang pergi..." sahut Melisa


" Sudah berapa lama dia pergi...???" tanya Resinda lagi


" Baru sebentar bu..." jawab Melisa berbohong, sebagai seorang istri yang baik, dia tidak akan menceritakan kejelekan dan kesalahan suaminya pada siapapun termasuk ibu nya, dia harus menjaga rapat rapat kesalahan suami nya, lagi pula menceritakan pada ibu juga hanya akan menambah ibu berpikir jelek tentang suaminya, bukan kah itu tidak bagus....????


" Dia sudah tau kan kalau kau sedang hamil...???" tanya bu Resinda lagi, naluri seorang ibu tidak pernah salah


" I... iya bu..." sahut Melisa ragu ragu, dia memang sudah memberitahu Dika, bahkan tiap bulan dia update lagi, tapi sampai hari ini Dika belum juga membaca pesan nya


" Oya bu kabar Juwita gimana...???" tanya Melisa mengalihkan pembicaraan agar dia tak lagi ditanya tanya soal Dika


" Juwita sekarang mendapat kepercayaan mengelola restaurant nak..." sahut tuan Hermawan


" Pantes aja mas Arya kemarin mengeluh... rupanya beneran restaurant di pegang Juwita....!!!!" batin Melisa


" Sudah pah...???" tanya Melisa pada suapan bubur nya, tuan Hermawan mengangguk, Melisa segera meletakkan mangkuk bubur di nakas, dan mengambil obat serta air putih untuk tuan Hermawan


" Minum obat dulu ya pah biar cepet sembuh...."


" Makasih ya sayang....."


Resinda tersenyum bahagia... sesuatu yang tak pernah dibayangkan nya, selama ini dia hanya berdoa meminta agar suami nya dibukakan pintu hatinya untuk memperbolehkan nya sekedar bertemu Melisa, tetapi rupanya yang Tuhan berikan adalah suami nya menerima anak perempuan nya dengan baik, bahkan meminta untuk dipanggil papa oleh Melisa


Tak henti hentinya Resinda mengucap syukur di dalam hatinya, doa doa nya terkabulkan, lebih dari yang diminta nya


Dia semakin terharu melihat Melisa yang begitu tulus menyuapi dan membantu tuan Hermawan minum obat, rasanya hatinya amat sangat tetram dan lega, kebahagiaan nya tak bisa digambarkan


" Cepet sembuh pah... mampir ke bengkel Melisa dulu ya.... biar papa juga bisa lihat usaha yang dirintis mas Dika dari nol...."


" Pilihan mu tepat nak....!!! kau memilih laki laki yang pekerja keras dan punya pola pikir yang bagus...." seketika tuan Hermawan kembali lagi pada ranah beliau yang ambisius, pekerja keras, cerdas tuntas dan anti Give up


" Sudah minum obat segera istirahat pah biar cepet sembuh...." ujar Resinda sengaja mengalihkan obrolan, jika diteruskan pasti papa akan menjelekkan anak laki laki nya Delon, Resinda gak mau suasana haru ini jadi berantakan gara gara membahas kekecewaan papa pada anak laki laki satu satu nya itu


" Istirahat lah pah biar cepet sembuh... mama dan Melisa akan jagain papa disini...."


Tuan Hermawan hanya mengangguk patuh lalu mulai berbaring, Melisa menata bantal untuknya agar dia nyaman dan kemudian menyelimuti tubuh tuan Hermawan dengan lembut


" Selamat istirahat pah...."


" Makasih sayang.....!!!"


Bersambung~


Gimana ikutan happy tuan Hermawan sudah mau menerima Melisa dengan baik....!!!!


Jangan lupa vote yang banyak yaaaa


Mampir juga di kolom komen dan Like

__ADS_1


Happy Reading......


__ADS_2