
Selesai makan, Wawan segera kembali ke kontrakan nya, tak lupa dia mengecek sekali lagi keadaan Melisa, lampu atas tempat kamar nya sudah padam berarti Melisa sudah istirahat, Wawan lega setidaknya bumil satu itu tidak sedang bersedih menangisi suami nya yang entah dimana, dia bisa tenang menjaga baik kandungan nya dan kondisi kesehatan nya, itu memudahkan Wawan untuk memantau kestabilan kehamilan nya, sebab kata Dokter Melisa rawan keguguran atau lahiran prematur
Wawan kembali ke kontrakan dan langsung mandi, sepertinya aktivitas hari ini benar benar melelahkan dan membuat tubuhnya apek lengket berkeringat, ditengah tengah mandi... Wawan teringat jika tadi ada orang yang menelpon nya tapi tak sempat di angkat karena dia sedang menemani Melisa mendengarkan detak jantung anak didalam kandungan nya, Wawan buru buru menyelesaikan mandi nya dan segera mengecek ponselnya
" Dika....!!!" pekiknya kaget saat dia tau nomor panggilan tak terjawab yang muncul di layar ponselnya adalah Dika
" Astaga...!!! dia menghubungi ku... apakah misi nya sudah selesai... dia sudah mau balik....Aaahhhh dia juga sudah membaca pesan ku rupanya...!!!!" Wawan heboh sendirian, ada rasa senang ketika nomor sahabat nya sudah aktif kembali
Buru buru di telpon nya balik, berharap Dika masih bisa dihubungi dan mendapat kabar baru, Dika harus segera kembali menemani Melisa yang sangat menunggu kedatangannya
Tuuuuuttttt tuuuutttt
Panggilan tersambung, namun sampai berulang kali Wawan memanggil sama sekali tak ada sahutan dari empu nya
" Astaga Dik....!!! kamu kemana sih... mbok ya kalau denger diangkat ini telpon ku....!!!" gerutu Wawan yang getet tak ada sahutan dari Dika
" Ada banyak hal penting yang harus kita bicarakan Dik... ayolah jangan bikin aku kayak wong gendheng ngene.... menunggu balasan mu seng gak jelas....!!!!"
Tetap nihil...!!! Dika sama sekali tak menjawab panggilan nya, Wawan makin frustasi dia menyesal melewatkan kesempatan saat Dika berkesempatan menghubungi nya tadi, sepertinya Dika menunjukan bahwa waktunya sangat sedikit untuk bisa memberi kabar, makanya ketika dihubungi kembali sudah tak ada sahutan
Tetapi Wawan seperti mendapat harapan baru, dia sedikit lega akhirnya setelah sekian purnama ponsel Dika sudah kembali aktif, berarti dia masih punya kesempatan banyak untuk bisa menghubungi Dika kembali
Karena sudah lelah Wawan meletakkan ponselnya diatas meja lalu rebahan dikasurnya dan mulai terlelap, besok masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan nya, bengkel Dika sekarang makin ramai makin banyak pelanggan yang mempercayakan bengkel Dika untuk segala urusan kendaraan nya, Wawan pun sampai merekrut beberapa anak anak baru lulus sekolah untuk membantu nya di bengkel
__ADS_1
Rejeki bayi di kandungan Melisa sepertinya karena semenjak Melisa hamil kemajuan bengkel terasa begitu pesat, anak pembawa berkah...
***
Dika melirik ponselnya, ada banyak panggilan tak terjawab masuk di ponselnya, termasuk ada nomor panggilan dari Wawan sahabat nya
Faizal sudah terlelap dalam mimpi nya, hari yang melelahkan membuatnya ingin cepat cepat berada di alam mimpi
Dika duduk meraih ponselnya, dia ingin menghubungi Wawan lagi menceritakan kondisinya saat ini tapi diurungkan nya, percumah juga... malah akan semakin memperkeruh keadaan, toh mereka juga pasti tak bisa membantu apapun dalam masalah ini
Dika iseng membuka berita terbaru soal kasusnya, dia membuka apload terbaru dari media media yang mengurusi soal kriminaliyas termasuk soal mafia dan yang lain, ada satu video terbaru yang menarik perhatian nya, tatapan nya langsung terbelalak tajam langsung di klik nya video itu
" Laki laki itu pernah menemui ku... bahkan dia menjebak ku di sebuah club malam... seolah olah aku sedang disana bersenang senang dengan wanita malam disana....!!!" ujar seorang laki laki dengan tatapan polos seolah tak berdosa, wajahnya terlihat murung dan sedih
Dika menggeratkan giginya mengepalkan tangan
Dika makin geram, memicingkan matanya bak iblis
" BAJING*N kau bapak tua bangka....!!!! rupanya mulutmu memang bisa yang pandai bersilat lidah...!!! kau rupanya memang sangat licik...!!! salah aku dulu membiarkan mu hidup...!!! tau kau malah menggiring opini memfitnahku seperti ini mending kau ku kirim ke neraka langsung aja....!!!!! kau sengaja memanfaatkan situasiku untuk membersihkan nama mu yang busuk itu....!!!!"
" Haaaahhhhh... bedebahhhh....!!!!;" umpat Dika emosi, dia tak menyangka laki laki berpengarug yang sengaja di gunakan nya untuk senjata menekan bos Reyden rupanya lebih licik dan picik dari yang dia bayangkan, dengan santai nya dia memanfaatkan keadaan Dika, kekuasaannya untuk memutar balik kan fakta malah memfitnah Dika semau nya
" Tangkap saja laki laki itu... dia paling bersembunyi di suatu tempat yang tidak di sangka oleh siapapun... dia sangat berbahaya... saya saja dibuatnya bertekuk lutut dengan ancaman dan tekanan yang sengaja dibuatnya untuk memfitnah ku...!!!"
__ADS_1
Dika membanting ponselnya di kasur, geram yang benar benar marah pada lelaki yang sudah di berikan nya kesempatan hidup itu, dia sangat pandai memutar balik kan kebenaran, pantas dia bisa menciptakan pencitraan yang luar biasa pada semua orang, bahkan tidak ada satupun orang tau kelakuan bejat nya, rupanya cara nya seperti ini, menjadikan kesalahan nya menjadi senjata untuk membunuh orang lain
" Disaat aku sedang terpojok seperti ini kau malah dengan santai nya memanfaatkan keadaan ku untuk kepentingan mu laki laki tua...!!! kau memang tak pantas menjadi pejabat negara yang memiliki pengaruh besar pada negeri ini... ucapan mu sampah.... andai orang orang tau kelakuan bejad mu itu... kau pasti akan dicaci maki dan di bully....!!! kau memang SAMPAHHHH....!!!!"
Dika merasa situasi nya sekarang semakin tak aman, setelah adanya penjelasan dari penguasa satu itu jelas semua aparat akan semakin gencar mencari Dika, mereka akan menganggap Dika adalah penjahat kelas kakap yang bisa membahayakan siapa saja buktinya sudah berani mengganggu sang penguasa sampah itu
Apalagi dia sudah menberikan clue " berada disuatu tempat yang tidak terkira oleh orang" jelas itu adalah ancaman untuk persembunyian Dika saat ini
" Bos Reyden benar... laki laki itu adalah ular berbahaya... dia memang seharusnya tidak dibiarkan berkesempatan hidup... harusnya dia sudah ku kirim ke neraka bersama iblis iblis yang jahanam....!!!"
Dika menyesali rencana nya dulu membiarkan laki laki itu tetap hidup dan bernafas sampai hari ini, malah sekarang dia dengan segala kekuasaan nya membalas Dika, sebab dia tau Dika sekarang dalam keadaan bersalah, buronan dan tidak akan ada orang yang percaya dengan apa yang Dika katakan..
Dika mengambil satu keputusan, dia sudah tau apapun keadaan nya dia tak akan selamat, hal terburuk yang akan terjadi adalah dia akan ditemukan para aparat negara dan harus mempertanggungjawabkan kesalahan nya, atau bisa saja Dika langsung di eksekusi oleh mereka karena dianggap membahayakan
Keputusan terburuk dan termenyakitkan, getir dan pahit yang dirasa dihatinya saat ini, tapi Dika hanya ingin wanita yang berhasil menbuatnya jatuh cinta lagi tetap hidup bahagia dan tak pernah tersangkut paut atas apa yang sudah terjadi dengan nya
" Wan.... menikahlah dengan Melisa... aku titip anak ku pada mu... biarkan dia tau nya kamu adalah ayah nya....aku tak bisa kembali lagi...." tulis Dika lalu di kirimnya ke Wawan
Tangis Dika pecah, dia sudah tak tau lagi rasanya hancur dalam hatinya, dia tak tau lagi hidupnya masih berarti atau tidak, dia bahkan lebih jahat dari iblis sekalipun....!!! melepas istri nya yang sangat setia dan mencintai nya... merelakan anak yang di harapkan nya menjadi anak orang lain....
" Aku laki laki pengecut...!!! lari dari tanggungjawab....!!! mengecewakan istriku menyakiti cinta tulusnya... menghancurkan hidupnya...!!! aku memang pantas mati....!!!!"
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa kasih Vote yang banyak ya Readers, biar tambah rameee
Happy Reading....