Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Langsung Manja, Di pelukan Dika


__ADS_3

" Gue masih penasaran...." tatapan Titin begitu sinis pada Melisa


" Sebenernya lu siapa sih....!!!!"


Melisa tak menggubris pertanyaan Titin, doi segera kembali ke meja yang belum dibersihkan, mengelap dan memberesinya seperti meja yang lain,


" Heeeehhhh... tunggu...!!!!" Titin menghardik Melisa, mencekal tangan Melisa kuat


" Sombong amat sih lu jadi cewek...!!! udah merasa hebat... sok cantik...!!!"


" Kamu ini kenapa sih...??? perasaan sedari tadi aku diam sama sekali tidak merespon kamu... tapi kok malah makin nyolot...!!! kita ini lagi kerja...bisakan bicara nanti aja..." balas Melisa kesal


Titin mendorong tubuh Melisa kedinding, dihimpitnya kuat, lengan Titin menekan leher Melisa, sampai dia kesulitan bernafas


" Lepasin...!!!! uhhuuukkk uhhuuukk..."


" Eeehhh gue kasih paham ya...!!! jangan mentang mentang lu di bela bos Delon lu bisa seenak jidat lu disini... songong dengan yang lain... lu bukan siapa siapa disini....!!!" ancam Titin dengan wajah mengerikan


" Gue Titin... gue kakak sepupunya Hani... gue nggak terima adek gue di pecat dengan cara kek gitu... dan itu GARA GARA LO...!!!! kayaknya emang bener kalau lu itu Lont*...!!! simpenannya bos Delon kan...!!! makanya lu sok blagu disini... sok caper...!!!"


Melisa mendorong Titin kuat, sudah cukup intimidasinya, Melisa bukan wanita seperti itu


Terlepas dia pernah dijual ayahnya pada Gani, dan sekarang tinggal seatap dengan Dika tanpa status, tapi bukan berarti dia adalah peremouan hina seperti hinaan mereka, yang rela memberikan tubuhnya hanya demi ingin mendapat hidup enak numpang pada laki laki banyak duit


" Jaga ya omongan kalian...!!! aku sama bos Delon adalah teman baik...dia sering membantuku dan suamiku...!!!" ucap Melisa dengan bibir bergetar menahan tangis


" Kalaupun aku di bela dia itu bukan semata mata karena tubuhku ini adalah jaminan... dia melindungiku dan melindungi restaurant nya dari orang orang seperti kalian...!!!"


" Suami...!!! ciiihhh....!!!" Titin mencibir dengan sinis


" Kenapa...!!! apa ada yang salah...???" tantang Melisa geram


" Udah udah... kenapa sih kalian berantem terus....ayo donk kerja yang bener... kita sedang dalam masa pengawasan bos Delon lohhh... Tin jangan sampai lu ikutan kena pecat...." lerai Tania yang tiba tiba datang


" Ingat ya... urusan kita belum selesai...!!! gue akan bales semua perlakuan lu pada kita semua...!!! lu udah berani mengusik kita...!!!" Ancam Titin sembari mengacungkan telunjuknya tepat di depan mata Melisa


" Kalian emang orang orang yang sulit diperbaiki... sudah salah tapi menyalahkan orang lain..." balas Melisa nggak kalah sengitnya


" Ya Alloh... cobaan berat banget... baru mau kerja supaya bisa memperbaiki hidup... udah dapat musuh aja... dapat masalah aja...." keluh Melisa dalam hati


" Mas Dik.... aku takut....."


Melisa memang garang, tegas


Terlepas dari dulu dia pernah pasrah pada keadaan saat dipaksa orang tuanya meninggalkan sekolahnya dan bersedia menjadi istri ke 4 bandot tua, itu bukan lah pilihannya, dia hanya tak bisa melawan kehendak orang tua, meskipun pada akhirnya hidup nya dan masa depannya lah yang menjadi korban


Melisa gadis yang manja, bila berada bersama Dika, laki laki lembut yang selalu melindunginya, memberi nya rasa aman dan tenang, membuatnya nyaman bersamanya


Melisa telah menggantungkan semua hidupnya pada lelaki itu, tak peduli apapun status mereka


Ataupun Dika hanya memanfaatkan tubuhnya saja sekalipun, Melisa tak perduli lagi


Dia sudah terlanjur jatuh cinta pada lelaki itu


***


Pulang kerja Melisa sama sekali tak bersemangat, nggak hanya capek tapi juga dongkol dengan orang orang di restaurant yang membuatnya tak nyaman


Selama di perjalanan dia hanya diam, meski Dika sudah mengajak nya ngobrol, ngelawak Melisa hanya menanggapinya sekedarnya aja

__ADS_1


Sampai di kontrakan Melisa langsung ke kamar mandi bergegas untuk bersih bersih


" Mas timbain air donk aku mau mandi..." pinta Melisa pada Dika


" Nggak istirahat dulu...??? kan cape baru dateng langsung mandi..." tawar Dika


" Nggak ahhh ntar aja... udah lengket semua badan aku..."


" Yaudah aku timbain..."


Gak butuh waktu lama Melisa udah selesai mandi, wajah ayu nya tampak lebih segar dan manis, badannya juga lebih fresh tak lesu seperti tadi


Dika sudah menunggunya sembari tiduran di kasurnya


Melisa segera naik ke kamarnya berganti pakaian lalu turun lagi untuk makan malam bersama Dika


" Udah selesai sayang...??" tanya Dika begitu Melisa datang menghampirinya lagi


" Makan yuk aku udah masak ayam kecap lohhh..."


" Wiiihhh dimasakin mas Dika malam ini...." ucap Melisa girang


" Iya lah... takutnya kamu pulang sampai subuh lagi kan aku kelaperan jadi ya aku inisiatif masak malam ini..."


" Yaudah makan yuk..."


Melisa mencentong nasi untuk Dika,


" Segini mas...???" tanya Melisa menimbang


" Banyakin dikit deh aku laper..."


" Wiiihh mas Dik makan banyak juga ya... kayaknya abis kerja keras nih..." ledek Melisa sembari menambah porsi nasi di piring Dika


" Bagus donk... iklan mu manjur..." sahut Melisa


" Oya mas... aku baru tau satu fakta lohh tentang bang Gondrong..." ujar Melisa debgan mata bulat membola


" Kenapa ama Gondrong...???" tanya Dika sambil asyik makan


" Ntar deh aku ceritain... kamu pasti kaget dan heran..." sahut Melisa


" Tapi.....!!!" keluh Melisa, wajahnya kembali murung


" Makan dulu aja... cerita nya abis makan biar nggak ganggu selera.." sahut Dika meneangkan Melisa yang kembali merengut


Melisa hanya patuh dan segera menyelesaikan makan malam nya


Selesai memberesi piring piring dan menyapu bekas bekas makanan


Melisa duduk disebelah Dika yang sedang menulis nulis lagu


Lelakinya satu ini memang pandai menjadi penyair kayaknya


" Mas...." panggil Melisa pelan


" Aku kesel kerja disana... " keluh Melisa


" Masih digangguin lagi...???" tanya Dika sembari menutup bukunya, menatap Melisa, lelaki yang baik saat diajak bicara kekasihnya akan menatapnya dan tidak sibuk dengan aktivitas lain

__ADS_1


" Bukan lagi mas... mereka itu beringas beringas, hobby nya berantem nyari musuh gitu...aku kesel eehhh di ajak mereka berantem terus, mana mereka suka maki maki orang seenak udel nya lagi...!!!!"


" Giman gimana coba cerita sama mas Dik..." Dika mendekatkan tubuhnya lebih condong ke Melisa, menatap mata Gadis itu dengan sendu


Memberikan rasa nyaman dan ketenangan


" Tadi tuhhh mereka kena omel bang Gondrong semua soal kejadian aku kemarin malem...mereka nggak terima...makanya mereka nyalahin aku.. katanya aku tukang ngadu... caper lah... ada lagi yang ngatain aku ini simpenan nya bang Gondrong...Lont* nya... aahhh pedes pedes banget pokoknya mereka ngina ngina...!!!"


Dika terkekeh mendengar keluhan Melisa


" Kenapa kamu nggak bilang kalau kamu punya aku...???"


" Mana sempet mas...!!! nggak cuman satu dua orang yang ngatain gitu... sebagian besar mereka disana yang marah dan nggak terima karena kebijakan bang Gondrong... bang Gondrong merubah semua aturan kerja baru... sekarang rollingan... nggak ada lagi yang stand megang satu kerjaan kecuali kepala koki...!!"


" Ditambah lagi bang Gondrong mecat empat orang sekaligus yang tadi nyerang aku... nampar nampar aku mukulin aku gitu... nihh liat nihh luka luka mas kulit aku... asli bringasan mereka itu kaya dihutan..." Melisa menunjukan bekas luka luka di tangan nya


" Udah diobatin...???" Dika meniliki luka luka ditangan Melisa


" Duuhh nggak mulus lagi nih..."


" Sebel tau mas... kerja udah kaya romusha aja..."


" Eehh kamu bilang tadi bang Gondrong mecat dan ngerubah sistem kerja...!!! maksudnya gimana...???" Dika bingung dengan penjelasan Melisa


" Eehh iya lohh mas kamu belum tahu kan satu fakta yang paling mencengangkan...kalau bang Gondrong itu aslinya emang bos Delon pemilik restaurant itu..." cerita Melisa menggebu gebu


Wajah Dika tampak biasa aja tak heran sama sekali


" Udah mas duga..."


" Mas duga apa...???" tanya Melisa balik


" Kemarin waktu nganter kamu nglamar kerja Gondrong kelihatan berkuasa disana... nggak mungkin kalau sekedar disegani gegara jadi preman, aku sudah mikir kalau dia adalah pemilik restauran itu..." terang Dika meyakini asumsinya


" Kok bisa gitu..!!!"


" Besok besok aja mas ceritain..."


Melisa merengut, rasanya tak puas mendapat cerita yang menggantung dan membuatnya penasaran


" Aku mau tidur..." pamitnya segera


" Buru buru sih..."


" Ngantuk capek..."


Dika segera mengejar Melisa, memeluknya dari belakang, udah lama nggak dapet jatah dari si Apem...hihihii


" Kangen...." bisik Dika tepat ditelinga Melisa, hembusan nafas hangat Dika menyapu tengkuknya langsung membuatnya merinding


Melisa memang tegas, tapi tetap lumer dan manja kalau sudah dalam pelukan Dika...


Bersambung~


Jangan lupa Vote Ya readers semua


Bantu author untuk memberi suport pada karya satu ini..


Karya amatiran yang tak seberapa nilainya...

__ADS_1


Hihihii


Happy Reading...


__ADS_2