
Klunting....!!!!
Satu pesan masuk di notifikasi ponsel Wawan membuatnya yang mulai terlelap jadi kaget langsung terjaga dan meraih ponselnya,
" Siapa sih malam malam kirim pesan...!!! kayak punya pacar aja... orang aku jomblo udah menjamur huuuuhhhh...." gumam nya menggrundel, mengucek mata menatap layar ponselnya sesekali menepis kantuk yang membuat nya menguap berulang kali
" DIKA...!!!" Wawan terbelalak saat melihat nama kontak yang mengirim pesan pada nya, buru buru di buka nya
" Wan.... menikahlah dengan Melisa... aku titip anak ku pada mu... biarkan dia tau nya kamu adalah ayah nya....aku tak bisa kembali lagi...." tulis Dika yang di kirim pada Wawan
Wawan mengucek mata nya sekali lagi, takut salah baca, di lihat nya tulisa Dika baik baik tenyata apa yang dibaca nya tidak salah Dika memang menuliskan pernyataan itu untuknya
Wawan langsung melempar ponselnya ke kasur mengumpat Dika dengan segala kekesalan nya
" Dika memang Gila...!!!! Gak Ada Otak....!!! apa maksud dia menulis seperti itu.... apa dia terlalu menyepelekan Melisa...??? merendahkan kesetiaan istrinya itu...!!! apa dia gak mikir seandainya Melisa membaca pesan nya akan menyakiti hati nya....!!!" umpat Wawan geram
" Melisa siang malam menunggu nya berharap dia pulang...menjaga baik baik kesetiaan nya... malah seenak jidat nyuruh aku menikah dengan Melisa...!!! mana sudi Melisa melakukan itu... Dika ki nyat gendeng kok...!!!"
Wawan kembali meraih ponselnya, ditekan nya nomor ponsel Dika, Wawan ingin memaki maki nya langsung, Dika sudah keterlaluan mempermainkan perasaan Melisa, lagi lagi merendahkan gadis itu...!!! Wawan gak bisa tinggal Diam Dika harus di beri pemahaman
Thuuuutttt tuuuuutttt
Nada sambung yang terhubung dengan nomor Dika, cukup lama Wawan menunggu sahutan dari Dika, entah sengaja tidak mengangkatnya atau orang itu sudah tidur karena ini juga sudah tengah malam
Tetapi kemudian ada sebuah suara yang menyahut dari ujung panggilan nya
" Hallo....!!!" sahut Dika pelan
Wawan langsung menghujam dengan umpatan kekesalan dengan kata kata geram
" Maksud mu ki opo Dik...!!! ngirim pesan kek gitu...!!! kamu ki gak mikir ta... kamu nyakitin hati Melisa... dia lhooo siang malam nunggu kamu, berharap kamu pulang... bukan nya menghubungi dia setelah hampir 6 bulan ngilang gak ada kabar.... malah seenak jidat ngomong kek gitu... otak mu di taruh mana sih....!!!! dimana lagi kamu bakalan nemuin wanita yang segitu sayang nya sama kamu... tulus mencintai kamu menerima semua kejelekan mu...!!! kok ya selalu mbok siak siak ne...!!!" maki Wawan dengan logat Jawa nya, dia sangat marah dengan Dika
Dika diam mendengarkan semua makian Wawan, dia mengerti... siapapun yang pikiran nya normal otak nya berakal pasti akan marah dengan permintaan gila Dika itu, tapi tidak dengan nya... dia melakukan itu semua bukan untuk menyakiti hati istrinya, mengecewakan ketulusan dan kesetiaan Melisa meski nyatanya memang apa yang dia lakukan pasti akan menyakiti gadis itu
__ADS_1
Dika melakukan itu semua agar Melisa selamat, Melisa tidak jadi sandra ataupun umpan atas orang orang dan pihak yang mencari nya saat ini, Dika mau Melisa hidup bahagia, dia harus bahagia....!!!!
" NGOMONG DIK OJOK MBISU AE...!!!!" bentaj Wawan yang sudah sangat marah dengan Dika
Dika menghela nafas panjang
" Wan dengerin aku... please....???" pinta Dika pelan
" Kamu baca berita terbaru soal mafia... maka kamu akan tau kenapa aku meminta demikian pada mu..." jelas Dika dengan suara yang sangat parau
Wawan mengerutkan jidat, apakah ada sesuatu yang genting...??? Wawan langsung mematikan ponselnya membuka google dan melihat apa yang Dika katakan
Betapa terkejutnya Wawan saat melihat berita terbaru, tangan nya sampai gemetar, dia bahkan tak pernah membayangkan hal itu terjadi, dia sampai terdiam mematung
" SEORANG ANGGOTA KLAN MAFIA MEMBUNUH KOMPLOTAN NYA SENDIRI DI MARKAS, DAN SEKARANG MENJADI BURONAN.... TERMASUK KRIMINAL KELAS BERAT....!!!!!"
Wawan membaca berita yang tengah panas panas nya dengan suara yang bergetar dan tangan yang gemetar, lalu menonton Video seorang laki laki yang terkenal, dia adalah seorang penguasa dan salah satu orang yang berpengaruh di kancah kepemimpinan tengah memberi keterangan mengenai kasus yang terkait, Wawan mendengarkan nya dengan baik baik, lalu meneteskan air mata, dia tak tau apa yang harus dia lakukan untuk menolong sahabat nya itu
Dika sedang berada di masalah serius, sangat berbahaya....
" Jelaskan Dik...!!! jelaskan kenapa semua itu bisa terjadi.... kenapa kamu bisa melakukan itu semua Dik...!!!!" suara Wawan yang parau menahan tangis dan gemetar
" Aku nekat Wan... aku sudah muak dengan semua ini... aku mau lepas dari belenggu mereka... aku pengen pulang kembali sama Melisa... menemani nya di masa kehamilan dan hidup bahagia mengasuh buah hati cinta kami... aku juga kasihan dengan Faizal.. aku mau dia bisa kembali pulang berkumpul dengan keluarga nya... makanya aku nekat melakukan itu semua... aku pikir itu jalan satu satu nya untuk bebas...." jelas Dika dengan suara serak tertahan
" Kenapa kamu gak mikir dua kali Dik...!!! apa kamu gak sadar apa yang kamu lakukan justru akan membuat kamu dan Melisa tak bisa bersama lagi...!!! kamu terlalu gila Dik...!!! kamu sudah benar benar bukan Dika yang ku kenal...!!!"
" Maafkan aku Wan... aku sudah salah langkah... aku terlalu mengejar ambisi ku yang ternyata menghancurkan ku sendiri... aku salah jalan....!!!!"
" Lalu mengapa kau menjebak penguasa itu...??? apa kau tak mikir kalau dia bisa semakin membuat mu sulit lepas dari jerat hukum....!!!" tanya Wawan menyalahkan
" Dia penipu Wan...!!! apa yang dia klarifikasikan adalah kebohongan... dia pandai memutar balikkan fakta memanfaatkan kelemahan ku untuk membersihkan nama nya sendiri... menutupi kebusukan nya dari siapapun...!!!" jawab Dika meluruskan
" Maksud mu...!!!" tanya Wawan
__ADS_1
" Aku sama sekali tak menjebaknya... dia adalah seorang penguasa yang sangat pintar pencitraan...!!! Faizal sudah lama mengintai nya... dia keluar masuk club malam menghabiskan malam nya dengan wanita wanita penghibur memakainya sesuka nya..." Dika menjelaskan
" Awalnya aku memang disuruh bos Reyden untuk menghabisi nya sebab dia membahayakan klan kami... dia ingin membongkar dan menangkap semua anggota klan kami... tapi aku punya rencana lain pada penguasa itu, aku tidak membunuhnya saat itu... aku menjadikan nya senjata yang rencana nya akan aku gunakan untuk meringkus bos Reyden dan anak buah nya... aku memanfaatkan kelemahan nya untuk kujadikan senjata menjeratnya, mengikuti semua yang ku mau....!!!! aku menangkap basah dia sedang cek out dengan wanita penghibur di sebuah Club malam....!!!"
" Aku berani sumpah Wan!!!! yang ku ceritaka ini yang sebenarnya terjadi... karena aku bersama Faizal saat itu....!!!!" Dika berusaha meyakinkan Wawan
" Sayang nya aku terlalu bodoh....!!! aku terlalu percaya diri kalau aku lebih hebat dari mereka....!!! si laki laki biadab penguasa itu malah sengaja mempermainkan ku pura pura mengikuti strategi ku... nyatanya malah hanya diam tak melakukan apa apa....!!! sampai aku tersudutkan... aku hampir di bunuh bos Mafia ku karena dianggap aku berkhianat.. membiarkan musuh tetap hidup bebas, tidak menjalankan tugas dengan baik....!!!!"
" Aku tak punya pilihan lain.... hari itu pilihan nya hanyalah aku yang dibunuh atau aku yang membunuh....!!!"
Wawan mengusap wajahnya berulang kali mendengar penjelasan Dika, dia ikut tegang, ketakutan, khawatir campur aduk menjadi satu
" Lalu Faizal...???" tanya Wawan
" Dia aman...!!! aku tidak akan mungkin melibatkan dia lagi dalam masalah yang sangat berbahaya.... sudah cukup penderitaan nya karena keegoisan dan kebodohan ku...!!! dia sekarang bersama ku sampai suasana lebih tenang... sebab jika dia terlihat berkeliaran aku takut dia akan jadi sasaran atau pancingan yang justru akan membahayakan nya..." sahut Dika memberi pemahaman
" Oke.... aku paham maksudmu...!!" jawab Wawan
" Dik....!!! apa yang bisa aku lakukan untuk mu...???" tanya Wawan penuh kepedulian, sebagai seorang sahabat dia sangat pilu mendengar keadaan sahabatnya saat ini, Dika sudah dalam keadaan yang amat sangat berbahaya, yang Wawan khawatirkan Dika tak bisa selamat
" Menikahlah dengan Melisa....!!!!"
Bersambung~
Kira kira apa Wawan menyanggupi permintaan Dika....????
Tunggu Up selanjutnya ya Readers....
Dan tolong sekali lagi aku sebagai penulis sampaikan...!!!
Please hargai alur cerita yang sudah dari awal terkonsep, jangan menghakimi penulis dengan hujatan ataupun cacian karena alur tak sesuai yang kalian pikirkan atau kalian mau...
Bijaklah dalam membaca dan menghargai karya penulis yaaa
__ADS_1
Happy Reading....