Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Mereka Sudah Terlacak


__ADS_3

" Menikahlah dengan Melisa....!!!" pinta Dika dengan suara yang menahan sesak


" Aku bukan mau menyakiti nya... mengecewakan nya... atau jahat dengan nya... tapi ini yang terbaik untuk dia Wan... jika Melisa masih bersamaku.. aku takut dia dalam bahaya besar... aku mau dia hidup bahagia... sudah waktunya dia bisa bahagia... dia juga tak bisa mengharapkan ku lagi... akan sia sia...!!!!" lanjut Dika penuh harap


" Aku gak tau Dik... apakah Melisa sudi atau malah membenci ku...!!!" sahut Wawan bingung


" Tapi kau mau kan menikahi Melisa...??? melindungi dia... membuat nya bahagia... dan merawat anak ku... mencintai anaku...!!!" tanya Dika sedikit menekan


Wawan hanya diam, dia tak tau harus menjawab apa


Jika dia disuruh menjaga Melisa, jelas Wawan bersedia... Melisa sudah dianggap nya seperti adik sendiri, mencintai dan merawat anak Dika... jelas Wawan sanggup... Wawan adalah tipe sahabat yang sangat peduli dan setia kawan, tanpa Dika suruh pun Wawan pasti akan memberikan kasih sayang nya untuk anak itu


Tapi menikahi Melisa....!!! agak berat rasanya, bukan karena dia tak cinta... Melisa adalah gadis yang baik, gadis yang setia dan sangat menjaga kesetiaan nya, yang menjadi pertanyaan nya adalah apakah Melisa mau merubah hatinya membuka perasaan nya untuk Wawan...!!! sedang Melisa hanya mencintai Dika, apakah Wawan tidak akan menyakiti perasaan Melisa dengan memaksakan itu semua....


" Aku gak tau Dik...!!! kalau kamu minta aku menjaga Melisa, memastikan dia baik baik aja... merawat anak mu, mencintai anakmu... tanpa kau minta pun aku pasti akan melakukan nya dengan senang hati... tapi kalau menikahi Melisa...!!! aku takut malah akan membuatnya semakin menderita karena dia hanya mencintai mu... sampai kapan pun...!!!" sahut Wawan


" Aku juga tidak mencintai nya... aku sudah menganggap dia seperti adik ku... sepertinya permintaan mu ini sangat berat untuk ku sanggupi...!!!" tolak Wawan


" Aku mohon Wan... demi Melisa... demi kebahagiaan dia... aku yakin kamu laki laki yang tepat untuk menjadi suami nya...!!!" Dika memohon pada Wawan


" Aku gak tau aku gak yakin sanggup melakukan nya...." sahut Wawan


" Wan... dengarkan aku... masalah yang ku hadapi adalah masalah yang sangat serius dan berbahaya... aku tak punya waktu banyak untuk membahagiakan dia... cepat atau lambat persembunyian ku ini pasti akan terlacak... ketika waktu itu tiba... aku tak akan pernah bisa lagi bertemu Melisa...." pinta Dika lagi, memohon mencoba melunakkan hati Wawan


" Kamu dimana sekarang...???" tanya Wawan


" Aku belum bisa memberitahu mu..." jawab Dika


" Temui Melisa Dik... meskipun sebentar... kasihan dia... dia hampir gila ditinggal kamu pergi tanpa kabar seperti ini....!!!"


" Belum bisa Wan... aku belum bisa pergi kemanapun... aku juga tak mungkin mengajak Melisa kesini... sangat berbahaya....!!!"

__ADS_1


Keadaan nya memang serba sulit, ini bukan kemauan Dika, bukan pula keinginan yang dia harapkan, tetapi inilah yang terjadi... dan seperti ini yang harus di jalani...


" Aku titip Melisa Wan... pikirkan baik baik permintaan ku...!!! satu lagi... jika setelah ini aku tak bisa dihubungi lagi... maka tak perlu kau ceritakan pada Melisa tentang apa yang terjadi dengan ku... biarkan dia membenciku... mungkin dengan dia benci dia bisa melepas cinta nya dari ku... aku tak pantas untuk nya...!!!"


Wawan hanya diam menahan sesak di dadanya, airmata nya menetes tanpa henti, terlalu syok mendengar apa yang sudah terkadi dengan Dika, sungguh Wawan tak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini


Di pikirnya, setelah Dika berhasil mengambil alih bengkel nya lagi lalu menikah dengan Melisa hidup Dika akan lebih baik, dan bahagia... tetapi nyatanya dia harus masuk dan kembali ke dunia Mafia yang sekarang malah menghancurkan hidupnya, menyeretnya dalam masalah besar ini... Wawan tak tau apa yang harus dia lakukan demi menolong Dika sahabatnya, dia buntu....


Telpon berakhir tanpa ada kata kata penutup, karena keduanya hanya diam dan saling kalut dengan pikiran masing masing


Dika sedikit lega sudah bisa mengutarakan dan menjelaskan apa permintaan nya pada Wawan, harapan nya Wawan akan menyanggupi permintaan nya dan menikahi Melisa


Faizal rupanya sejak tadi duduk mendengarkan obrolan Dika dengan Wawan, dia yang semula sudah terlelap terbangun mendengar obrolan Dika, sebenarnya sih memang dia tidak bisa tidur nyenyak, bagaimana bisa tidur nyenyak sedangkan masalah yang sedang mereka hadapi adalah masalah yang serius, bahkan nafas pun rasanya menakutkan


" Mas Dik...!!!" panggil Faizal pelan


Dika kaget langsung menoleh ke Faizal


" Aku gak bisa tidur mas... dikit dikit ke bangun... aku kepikiran soal masalah yang sedang kita hadapi ini..."


" Jangan terlalu di pikirkan Iz... kamu tak perlu khawatir... kamu sama sekali tak ada dalam masalah ini... kamu tak akan pernah terseret dalam masalah ku ini...!!! biarlah menjadi urusan ku..."


" Aku tau mas...!!! tapi sebagai adik, kawan dan saudara mu tentu aku sangat menghawatirkan mu... tidak seharusnya kamu mengorbankan dirimu sendiri seperti ini...!!!"


" Mas Dik... apa gak sebaiknya kita menyerahkan diri aja ke polisi secara baik baik... bukan kah itu lebih baik ketimbang kita menjadi buronan seperti ini...!!! kita juga bisa menghindari serangan anak buah bos Reyden atau bos Rick yang sewaktu waktu bisa saja menbahayakan kita...." saran Faizal serius


Dika menatap Faizal dengan tatapan yang sulit diartikan, lalu bibir nya merekah senyum tipis, senyum pahit


" Aku gak akan menyerah Iz... tidak semudah itu mereka bisa melumpuhkan ku...!!!!"


" Tapi mas... keadaan nya sudah genting bukan...!!! daripada masa penjaramu nanti semakin lama jika kau mau menyerahkan diri secara baik baik bukan kah mereka akan sedikit memberikan keringanan...!!! selain itu kamu juga bisa sembunyi dari anak buah bos Rick dan Bos Reyden...!!! mereka pasti sedang gila gilaan mencari mu...." Faizal mencoba membujuk Dika untuk menyerahkan diri ke pihak berwajib

__ADS_1


Jika seperti ini terus Dika akan selalu di vonis buronan, pembunuh darah dingin dan akan semakin memberatkan nya nanti, belum lagi ancaman dari anak buah bos Mafia itu, pasti mereka tidak tinggal diam menyebar kemana mana untuk mencari Dika


Apalagi soal penguasa pencitraan itu... pernyataan nya kemarin juga akan memberatkan Dika...!!!


" Tenang lah Iz... kita akan aman disini.. percayalah padaku... jika nanti keadaan nya sudah aman kau bisa keluar dari persembunyian dan pulang, kembali berkumpul dengan keluarga mu...." sahut Dika santai


" Yo Wes mas nek karep mu ngono...!!! yang penting yang ku mau mas Dika bakalan selamat dan baik baik saja...!! kasihan mbak Mel dia pasti sudah gelisah menunggu kepulangan mas Dika yang selama ini pergi tanpa kabar....!!!" balas Faizal pasrah


Dika kembali tersenyum, tanpa membalas ucapan Faizal barusan


" Iz... persediaan makanan kita sangat banyak... dan ini bukan jenis makanan yang gampang busuk... disini juga fasilitas sangat lengkap... ternyata bos Reyden memang menyiapkan ini semua dengan sangat baik....!!!" Dika mengakihkan pembicaraan dengan memuji apa saja yang ada di tempat persembunyian mereka


Ini bukan hanya sekedar gubug di tepi danau, tapi lebih tepatnya adalah vila dengan segala fasilitas yang memadai dan lengkap, mulai dari kamar, dapur, lengakap dengan bahan makanan, kulkas dan lain sebagainya, Dika bersyukur dia pernah dikasih tau alamat dan letak vila persembunyian ini oleh bos Reyden, jadi ketika keadaan nya menjadi buronan seperti ini dia bisa bersembunyi disini tanpa kerepotan apapun, semua sudah disediakan dengan baik


" Mas Dika laper...??? biar ku siapkan makanan..." tawar Faizal


" Sepertinya di lemari atas itu ada mie instan... buatkan satu untuk ku...!!!" pinta Dika


" Dengan senang hati mas... tunggulah disini sebentar..." Faizal beranjak ke dapur memasak untuk nya dan Dika


Tanpa mereka sadari, dari tempat yang jauh ada seseorang yang sudah berhasil melacak dan mengetahui titik keberadaan mereka, orang itu menemukan dari titik signal ponsel Dika yang dia lupa masih aktif bahkan tadi digunakan nya untuk telponan cukup lama


Orang itu tersenyum mengerikan sambil membayangkan wajah Dika penuh kebencian...!!!!


Bersambung~


Siapa kira kira orang itu...???


Tebak jawab di komen yuuukkk biar makin seru


Jangan lupa kasih Vote sebanyak banyak mya yaaa

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2