
Setelah meminta ijin pada Dokter untuk melihat anak nya sekaligus meminta ijin menggendongnya, Dokter memperbolehkan...tetapi sebelum nya dokter sudah mengecek kembali kondisi bayi mungil itu yang memang sampai saat ini kondisinya terus membaik
" Silahkan pak... tapi tidak bisa lama lama karena bayi anda masih harus mendapat perawatan intensif kembali...." ujar Dokter memberikan ijin
" Terimakasih dok... saya janji tidak akan lama lama mengganggu Valdi istirahat... saya cuman pengen menggendongnya dok..." sahut Dika sembari masuk ke ruangan perawatan khusus untuk anaknya ditemani Wawan
Dika menatap bayi mungil itu, menerima nya dalam gendongan nya dengan tangan gemeteran, untuk pertama kalinya dia menggendong bayi... bayi ini adalah anak kandungnya, buah cinta dan kekuatan antara dia dan Melisa
Dika menatap lebih lekat bayi itu, bibirnya yang masih merah, jemari letik kecil kecil, hidungnya Bangir seperti hidungnya, matanya bulat indah seperti Melisa, alisnya mengedung tegas seperti dirinya, aahhh Valdi memang perpaduan antara dirinya dan Melisa, semuanya serba mirip mereka berdua
" Dik... sebelum kamu ajak dia bicara... kamu adzani dulu... biarkan dia pertama kali mendengar suara adzan dari bapaknya..." saran Wawan mengingatkan Dika
Dika hanya mengangguk, lalu kembali menatap anaknya dengan tersenyum, rasa haru yang tak bisa di gambarkan lagi betapa bahagianya dia saat ini, sang malaikat kecil pembawa kebahagiaan begitu tenang dalam gendongan nya
Dika menarik nafas panjang, lalu mulai melantunkan adzan ditelinga kanan bayi kecil itu, ditengah lantunan adzan nya air mata nya jatuh penuh haru, dada nya bergetar seluruh tubuhnya merinding, betapa indahnya karunia Tuhan... Tuhan masih memberikan kebesaran Nya pada setiap makhluk Nya termasuk orang seperti Dika, meskipun berlumuran dosa tetapi Cinta Tuhan tetap sama tanpa dibedakan
Dika hampir tak sanggup melanjutkan lantunan adzan nya sangking hatinya terus bergetar dan haru, Wawan yang ikut larut dalam suasana haru hanya bisa menepuk nepuk bahu Dika menguatkan, hingga membuat Dika berusaha terus untuk melanjutkan adzan nya hingga selesai, baru kemudian menutup iqomah ditelinga kiri anak lelaki nya itu
" Valdi anak ku... jadilah laki laki yang kuat... laki laki yang hebat kebanggaan ibu mu... ayah titip ibu padamu nak... jangan biarkan ibu menangis sebab air mata nya adalah mutiara surga..." bisik Dika sembari menciumi pipi bayi nya yang kenyal menggemaskan
" Terimakasih sudah hadir diantara ibu dan ayah... terimakasih sudah membawa kebahagiaan dan harapan baru untuk kami... kehadiran mu adalah kekuatan baru untuk ayah mampu mengahadapi semuanya sampai hari ini... maaf jika suatu saat nanti ayah meninggalkan mu karena sesuatu hal yang tidak bisa ayah jelaskan....tetapi ketahuilah nak... ayah sangat mencintai mu... ayah sangat menyayangimu....kau harus jadi orang yang arif dan bijaksana nak...jangan sampai salah jalan seperti ayah mu yang bodoh ini...." air mata Dika jatuh membasahi dagunya, sesak dan pilu rasanya ketika mengingat semua yang terjadi
Mungkin... entah...
Rasanya Dika takut tak bisa melihat wajah mungil anak bayinya lagi..., ada ketakutan yang tak bisa dijelaskan yang membuatnya makin bergetar, Dika merasa akan meninggalkan mereka, meninggalkan Valdi dan Melisa... rasa itu yang membuatnya sesak dan semakin merasa sedih...
" Dik... jangan mikir yang macam macam...!!!" Wawan menasehati
" Kamu sudah kembali diantara mereka... aku tau kau masih punya masalah yang tidak bisa dianggap remeh... tapi focuslah untuk bagaimana yang harus kamu lakukan kedepan nya, membahagiaan mereka adalah preoritas dan kewajiban mu... tak perlu memikirkan sesuatu yang memberatkan sedang semua itu belum tentu terjadi...."
__ADS_1
" Apa kau tak sendu melihat wajah mungil bayimu... kau genggam jemari kecil mungilnya itu... lucu dan semakin menyentuh bukan...????"
" Aku cuman takut Wan... takut aku tidak bisa menemani mereka lagi..." keluh Dika sedih
" Sudah lah jangan terlalu berfikir yang berlebihan... focus untuk memperbaiki semuanya setelah ini.. ingat...!!! tanggungjawabmu sekarang bukan hanya Melisa tapi juga Valdi...."
Dika kembali mengangguk, Wawan memang teman yang baik bahkan dia sangat mengerti keadaan Dika disaat Dika penuh kekalutan menghadapi masalah besar seperti saat ini
Dika menimang nimang jagoan kecilnya, bersenandung kecil menenangkan bayi mungil itu di gendongan nya, setidaknya jika waktu itu tiba... dimana Dika tak bisa lagi bersama mereka mungkin... Dika harus meninggalkan mereka... setidaknya... anak nya pernah merasakan hangatnya pelukan nya, kasih sayang nya dan besar rasa cinta sang ayah untuknya....
" Tidur lah anak ku... genggamlah mimpi mu di kedua tangan mu... dan bangunlah karena kau ingin mengejar mimpi mu... diluar sana ibu suday menunggumu..." kecup Dika pada anak nya
Setelah puas, Dika kembali meletakkan anak nya di bok inkubator, lalu pamit pada suster yang berjaga diruangan itu dan kembali ke kamar Melisa
Rupanya istrinya sedang istirahat, barusan sudah diberikan dokter obat dan saat ini pengaruh obat membuatnya mengantuk
" Besok mama sama papa mau kesini...!!!" ujar Gondrong memberitahu Dika
" Bang... apa tuan Hermawan dan Nyonya sudah tau soal masalah ku...???" tanya Dika
" Kalau mama udah...!!! soalnya dia juga sempet nanya in lu... tapi kalau papa gue gak tau pasti... sepertinya mama juga belum ngasih tau papa soal itu... entah jika papa tau sendiri dari berita... sebab berita lu cukup menghebohkan kan...!!!" jawab Gondrong
Dika tertunduk pasrah, dia tak bisa lagi menutupi rahasia besarnya pada keluarga Melisa, apapun yang sudah masuk media maka akan dengan sangat mudah tersebar kemana mana
" Juwita juga udah tau soal masalah lu...!!!" tambah Gondrong lagi
" Aku merasa gagal menjadi suami Melisa bang... merasa gak pantes... aku takut ibu Melisa kecewa pada ku..." keluh Dika sedih
Wawan kembali menepuk bahu Dika memberi suport
__ADS_1
" Jangan berkecil hati Dik... orang boleh mengecam mu pembunuh... komplotan mafia...ataupun sekarang adalah buronan... tapi orang terdekay mu pasti akan merasakah ketulusan dan rasa cinta kasih mu yang sesungguhnya....!!! jangan terus terpuruk dengan keadaan... tapi pikirkan apa yang harys kamu ambil untuk menghadapi keadaan ini..."
" Wan... gak ada lagi yang bisa aku lakukan... selain menyerahkan diri pada pihak berwajib...!!!" Dika putus asa
" Orang yang salah sudah seharusnya mempertanggungjawabkan apa yang dibuatnya...!!!!"
" Gue sih berharap papa punya solusi lain Dik...tapi ngeliat keadaan masalah lu yang emang menyudutkan lu dan semua bukti mengarah ke elu... rasanya kecil kemungkinan cara yang bisa dilakuin buat bantu lu..." ujar Gondrong pesimis
" Aku tau bang... jika waktunya itu tiba aku titip Melisa dan Valdi ke kalian... tolong jangan biarkan dia menderita selama ku tinggal pergi..." Dika pasrah
" Jangan dulu pesimis Dik... semua pasti bakalan ada jalan keluarnya...." Gondrong memberi suport pada Dika, meskipun dalam hati kecilnya juga ikut pesimis dengan keadaan ini, rasanya akan sangat sulit untuk Dika menyelamatkan diri...
" Wan... andaikan aku tidak bisa lagi bersembunyi dari semua ini.. kamu maukan menepati keinginan ku...???" tanya Dika penuh pengharapan pada sahabat terbaik nya
" Udah Dik...!!! jangan terlalu berlebihan berfikir yang belum tentu terjadi malah akan menambah beban di pundakmu... focus aja dulu apa yang akan kamu lakukan untuk Melisa dan Valdi..." Wawan terus berusaha memberi suport pada Dika, disamping itu dia juga nerasa keberatan atas permintaan Dika
" Bukan kah itu juga karena aku memikirkan Melisa dan Valdi...???" tanya Dika balik
Wawan hanya Diam, tak menyahut lagi...
Bersambung~
Waaahhh maaf ya Readers
Author dari kemarin gak bisa Up
Tetapi Author ucapkan terimakasih buat para Readers yang masih setia mengikuti percalanan novel yang cukup amburadul gak genah ini... malah kadang banyak kata yang ditulis berulang ulang...
Maaf ya komen kalian jarang author balas, tapi author selalu baca komen kalian hihihi
__ADS_1
Happy Reading....