Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Saran Dari Gembul


__ADS_3

Melisa berusaha tegar menjalani hari ini, keadaan yang seperti ini adalah sanksi atas apa yang diperbuatnya


Ini baru teguran kecil dari Tuhan atas dosa yang diperbuatnya


Biarkan apapun yang mereka pikirkan pada dirinya, dia tak bisa melarang mereka untuk memandang rendah dirinya, inilah konsekuaensi dari Cinta Tanpa Status... hubungan antara dia dan Dika


Melisa kembali bekerja seperti biasa, mata sembab nya dibiarkan begitu saja


" Nihhh minum teh dulu... biar legaan..." gembul menawarkan secangkir teh pada Melisa


Melisa menatap Gembul datar


" Kamu nggak jijik sama aku...???" tanya Melisa setengah frustasi


" Kenapa...??? setiap manusia kan punya dosa masing masing... bukan hak gue untuk menghakimi lu... tapi bukan berarti juga gue membenarkan kesalahan lu itu..." sahut Gembul


Melisa menerima teh dari Gembul sambil tersenyum


" Makasih..."


" Diminum mumpung masih panas... biar hati lu legaan...gue tau lu abis nangis dikamar mandi..."


Nama aslinya adalah Mulyono, haha namanya cukup kampungan untuk anak millenial jaman sekarang, dia asli dari Jawa Timur, karena kebetulan badannya gemoy tingkat berat, maka temen temen di restaurant memanggilnya Gembul


" Mel... gue boleh nanya gak...???"


" Tanya aja..."


" Bukan gue ikut campur yah... tapi kalau yang disampaikan Hani Cs tadi ke lu adalah beber... ngapa lu gak minta keseriusan hubungan sama pacar kamu itu... ketimbang zina terus..."


Melisa menghela nafas panjang nya


" Aku tau...!! tapi aku gak bisa maksa mas Dika untuk menikahi ku..." ucap Melisa gamang


" Aku masih takut kalau dihatinya sebenarnya tidak mencintaiku... dia hanya kasihan dengan nasib ku yang malang... dan yahhh... aku juga bukan perempuan utuh lagi... jadi dia anggap hal itu udah biasa... karena sebelumnya aku juga sudah menikah... mendapatkan perlakuan kasar dari mantan suamiku..." lanjut Melisa sedih, merasa hidup ini tak ramah padanya, dia di giring dalam lembah kenistaan yang selalu membuat nya terhina


" Kan bisa nikah Siri Mel..." saran Gembul lagi


" Aku nggak tau caranya ngajak Mas Dika untuk sekedar nikah siri sekalipun... aku bukan tipe perempuan yang memaksa maksa... hanya... jika aku terus diam... sama saja aku membiarkan dia menganggapku segitu rendahnya..." Melisa semakin bingung dengan dirinya


" Lu hanya perlu berani Mel...kalau lu udah ngomong lu liat gimana responnya... kalau sekira nya lelaki lu itu gak bisa diajak serius ya lu tinggalkan... ketimbang lu nanggung dosa terus..." saran Gembul mungkin sependapat dengan para readers nihhh


" Aku takut Mbul... aku takut jika aku pergi dari mas Dika... gak ada lagi yang menerima ku apa adaanya, aku ini bekas... aku ini udah biasa dipakai orang...paling mereka nanti akan menjadikan aku seperti mas Dika sekarang....kalau sama mas Dika setidaknya aku sudah tau kalau dia baik dan lembut, dia yang sudah menolongku keluar dari penderitaan ku..."


" Gue juga bingung Mel jadinya... tapi kalau lu gak ada tindakan sama aja lu ngebiarin orang lain selalu menindas lu... menjadikan lu sebagai alat aja... dan menjadikan alasan lu tadi sebagai senjatanya...lu paham kan maksud gue...!!!"


" Makasih mbul saran nya... aku sedikit lega... akhirnya ada orang yang mengerti dari sisi aku...aku akan pikirkan saran kamu itu... secepatnya akan aku lakukan... aku juga pengen tahu mas Dika itu serius atau tidak dengan hubungan ini..."


" Bagus Mel... gue seneng dengernya...sekarang yang lu lakuin gak usah lu dengerin cibiran orang orang... cukup lu perbaiki diri lu supaya nggak salah lagi..."


" Iya Mbul..." Melisa tersenyum hangat pada gembul


Gembul mengelus pucuk rambut Melisa lembut

__ADS_1


" Sebagai temen gue peduli sama lu..."


Dari jauh Arya menatap Gembul dan Melisa, Arya juga mendengarkan pembicaraan mereka berdua tadi


Arya masih gak habis fikir Melisa yang dianggapnya lugu ternyata segitu rendahnya dirinya, dia bahkan menikmati hubungan nya dengan laki laki tanpa status dan tinggal seatap pula, apa dia tak memikirkan harga dirinya... kenapa tubuhnya segitu murahnya


Arya seperti tertotok kenyataan, kadang orang itu sering tertipu dengan penampilan,


Ada yang kelihatannya tengil, banyak tingkah tapi sebenernya dia sangat pandai menjaga diri, ada yang kelihatannya manis, lugu, pendiam kaya Melisa ternyata sangat liar


Tapi...


Hati tak bisa dipungkiri...


Jika dia sebenernya lebih sakit mendengar kenyataan tentang Melisa, kenapa gadis itu terlalu bodoh... sampai dia rela memberikan tubuhnya pada laki laki yang jelas jelas tak bertanggungjawab itu


Bahkan dia takut untuk pergi dari lelaki itu, Melisa menganggap lelaki itu adalah malaikat penolongnya...


Bukan kah di luaran sana masih banyak laki laki yang lebih baik dan memperlakukan nya dengan baik...!!!


Hahhh


Apa...


Apa dia masih mau menerima Melisa setelah mengetahui aib nya...!!!


Aahhh hati lelaki nya rasanya tak bisa menerima, memandang rendah Melisa, menyandangkan status Gadis murahan untuknya


Arya mengacak ngacak rambut nya kesal, mengapa dia harus patah hati dengan cara seperti ini, kecewa dengan orang yang dia cintai dengan berita seperti ini


Arya segera pergi, kembali melanjutkan aktivitas kerja nya, menjauh sejauh mungkin dari Melisa


Jam pulang kerja pun tiba, semua karyawan sudah beberes dan bersiap untuk pulang,


Melisa berdiri di parkiran menunggu Dika datang menjemput


Arya menatapnya dari kejauhan


Tak lama Dika datang dengan motor kesayangannya


" Heiii... lama nunggu ya...???" sapa Dika hangat senyum manis nya mengambang renyah dibibirnya, tanpa dia tau beban mental apa yang hari ini diterima Melisa


" Gak kok... aku juga baru keluar..." balas Melisa memaksakan untuk tersenyum, seolah tak ada apa apa


" Yaudah yuk balik... mas udah beli makan buat makan malam kita..." ajak Dika


" Dijemput Mel..." sapa Mega sok bertanya padahal kan dia tau emang setiap pulang kerja Melisa pasti selalu dijemput


" Manja deh... gak naik angkot aja gitu... kan kasihan tuh... eeee pacar... suami.. apa siapanya yahhh jemput tiap malem..." lanjutnya sengaja menjadikan bahan untuk mengejek


" Gak papa mbak... kan sekalian aku balik kerja..." sahut Dika ramah, dia tak tau kalau Mega tengah menjadikan mereka bahan ejekan, Melisa memilih diam


" Ooohhh mas nya juga kerja... pulang malem juga..." Mega masih sok basa basi

__ADS_1


" Iya... malah kadang lebih malam..." sahut Dika


" Yukkk buruab balik..." ajak Melisa menghindari obrolan tak bermutu dari Mega ataupun yang lainnya, karena dilihatnya rombongan Titin juga sedang menuju parkiran


" Buru buru amat sih Mel... kaya pengantin baru aja... udah gak sabaran..."


" Mau istirahat...capek seharian kerja..." sahut Melisa cepat


" Cieee... jemputan udah dateng aja nih Mel..." Fina berujar


Tuuhh bener kan mereka pasti akan menjadikan kesempatan ini bahan olokan lagi


" Seneng ya guys.... kalau ada suami bisa antar jemput tiap hari...eehhh tapi suami apa bukan yah Mel... apa pacar rasa suami...???" lanjut Fina dengan senyum sinisnya


" Mas... dinikahin donk si Melisa nya jangan cuman dikawinin doank....apa emang dia nya mau yahhh..." Titin ikut bicara pada Dika


" Waaahhh kayaknya mbak mbak ini pada kepo urusan orang deh..." balas Dika yang mulai tak nyaman dengan sindiran mereka


" Kok kepo sih... justru kita peduli... nggak baik lohhh zina terus....iya kan Mel..." sahut Titin sembari tersenyum puas, lagi lagi dia berhasil menghina Melisa


" Ayoo mas balik aja..." bisik Melisa pada Dika


Dika langsung menstater motornya


" Mending perbaiki diri dulu deh mbak mbak baru komentari hidup orang... kan malu kalau ternyata hidupnya lebih buruk dari yang dihina..." saran Dika sembari gas motor


" Duuhhh setidaknya kita kita ini gak kumpul kebo ya... kawin tiap hari tapi gak ada status jelas... malu donk... terutama si Cewek... kayak nggak punya harga diri aja...!!!!" treak Titin yang kesal dengan ucapan Dika, namun motor Dika sudah terlanjur melesat jauh entah denger atau tidak triakan Titin barusan


" Ihhh gila ya nyebelin banget omongan tuh cowok...!!!" maki Titin geram


" Dua duanya gak punya malu emang...!!!" tambah Mega


Arya menghela nafas beratnya menyaksikan perdebatan mereka yang menyesakkan dadanya


" Itulah akibatnya Mel... kalau lu salah jalan...!!!"


Bersambung~


Aku kasih double Up nihhh


Sorry kalau kemaleman hihihiii


Jangan lupa kasih Vote yang banyak yaaahhh


Novel ini baru aja lulus kontrak jadi butuh dukungan yang besar dari kalian semua....


Jangan lupa like dan komen nya yaaa


Ambil pembelajaran dari perjalanan Melisa dan Dika...


Ambil sisi positifnya tentunya...


Dan jangan suka menghakimi author sesuai cara pikir kalian aja ya.....!!!

__ADS_1


Biarkan author yang amatiran ini menuangkan kreasi sesuai alur yang seharusnya....


Happy Reading....


__ADS_2