Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Cerita Faizal


__ADS_3

Waktu terus berlalu...


Tiga harian ini semenjak kepergian Dika, Melisa terus terpuruk dan terus menangis mengurung diri di kamar, dia hanya keluar sebentar untuk menyusui Valdi atau mungkin mencari keperluan bayi nya, selebihnya Valdi diurus Resinda dan Juwita


Untungnya Juwita sangat menyayangi bayi mungil menggemaskan itu, bahkan dia tak sungkan mengganti popok, menceboki kalau pup dan membuang muntahan sisa makanan si bayi, Juwita sangat menyayangi Valdi


Ervina terpaksa sudah harus kembali ke Jakarta, sementara dia yang akan mengurus Toserba milik Delon dan mengurus bengkelnya sendiri,


Tuan Hermawan masih setia menemani anak anak nya disini, Gondrong pun sama dia masih siaga apabila Melisa membutuhkan sesuatu yang sangat genting


Hanya Wawan yang sudah mulai kembali membuka bengkel, sementara Melisa dan keluarga pindah ke kontrakan Wawan dan Wawan yang menunggui Bengkel, paling kalau Malam ada Faizal yang menemaninya menjaga bengkel


Hari ini Faizal memberanikan diri menemui Melisa, surat dari Dika harus segera di serahkan nya, mungkin saja ada hal penting yang harus segera Melisa ketahui


" Bang aku boleh ketemu mbak Mel kan...???" tanya Faizal meminta ijin pada Gondrong


" Ada hal penting yang harus aku sampaikan pada mbak Mel..."


" Apa gak bisa lewat gue aja dulu... biar nanti gue sampaikan ke Melisa...!!!" tanya Gondrong balik


" Maaf bang... tapi sepertinya amanat dari almarhum harus aku sampaikan langsung ke mbak Mel..."


" Oke aku ijinkan... asal janji jangan bikin Melisa makin syok dan sedih...."


" Siap bang...!!!"


Kemudian Faizal menuju kamar Melisa, mengetuk pintu kamarnya pelan


" Mbak Mel... ini aku Faizal... apa aku boleh masuk...???" tanya Faizal pelan

__ADS_1


Tak ada sahutan, namun tak selang lama pintu kamar di buka, Melisa berdiri di balik pintu dengan wajah sembab, mata merah dan rambut awut awutan, jelas tergambar kesedihan dan frustasi yang mendalam


" Mbak Mel... apa kabar...???" sapa Faizal basa basi sembari tersenyum


" Masuk Iz... kamu dari mana aja kenapa baru kelihatan... apa kamu sudah ziarah ke makam mas Dika...!!!" tanya Melisa balik menyambut Faizal


" Aku udah disini tiga harian mbak Mel... aku juga sudah ke makam mas Dik... tapi aku emang baru bertemu mbak Mel... dari kemarin takut nge ganggu... aku tau mbak Mel pasti lagi butuh waktu buat sendiri..." sahut Faizal


" Apa kamu juga mendapat ancaman yang sama seperti mas Dika...??? kamu juga di teror atau di ancam seseorang...???" tanya Melisa


" Nggak mbak Mel... mas Dika menyelamatkan ku dari itu semua... dia membuat rencana yang seolah aku sama sekali tidak terlibat dalam kasus itu... dia benar benar menyelamatkan ku dan mengorbankan dirinya saja....mas Dika melindungiku dari masalah itu..." sahut Faizal jujur


" Hiks hiks hiks....." Melisa langsung menangis


" Mbak Mel... aku kesini karena mau menyampaikan amanah mas Dika ke mbak Mel... sekaligus pengen tau keadaan mbak Mel saat ini...!!!"


" Iz... aku pengen tau...apa yang sebenarnya terjadi selama ini...!!! ketika kamu dan mas Dika pergi... kalian sama sekali tidak ada kabar... bahkan hampir 7 bulan kalian pergi tanpa kabar berita... apa yang terjadi dengan kalian... seperti apa nasib kalian dibawah tekanan para penjahat itu...!!!" Melisa menatap Faizal meminta penjelasan atas semua yang telah terjadi, Melisa ingin tau seperti apa penderitaan yang mereka hadapi saat itu


" Aku sama mas Dika terjebak dalam bujuk manis bos mafia itu mbak Mel...dia menjanjikan ku uang yang banyak, pekerjaan yang ringan dan kemewahan... begitupun dengan mas Dika....!!!" Faizal memulai cerita nya


" Kami setiap hari dipaksa untuk melakukan tugas tugas terlarang.. terutama mas Dika yang memang seperti sengaja di manfaatkan... kami melakukan transaksi ilegal, memasarkan barang haram dan bahkan membunuh siapa saja yang dianggap mereka musuh dan pengganggu...!!!"


" Sebenarnya mereka lah yang menjadikan mas Dika menjadi orang yang bengis, kejam, tak berperikemanusiaan dan berhati dingin...!!! setiap hari mas Dika di paksa untuk menyakiti setiap orang yang dianggap musuh mereka... mas Dika di paksa... diancam...!!!"


" Tentu mas Dika gak bisa berontak mbak Mel... karena senjata mereka adalah ancaman... mereka mengancam akan mencelakai mbak Melisa dan seluruh keluarga ku jikalau mas Dika membangkang atau berkhianat...!!!"


" Makanya mas Dika memutuskan untuk tidak memberi kabar sama sekali baik ke mbak Mel, mas Wawan atau siapapun... karena disana ada semacam alat yang digunakan bos mafia untuk menyadap hp kami... mas Dika khawatir kalau mereka akan menjadikan mbak Mel sebagai sandera jika mas Dika berontak...!!!"


Melisa hanya diam mendengarkan cerita Faizal yang cukup membuatnya sesak dan takut, takut karena rupanya Dika suaminya yang dikenalnya dulu adalah orang yang baik, gak tegaan dan suka menolong, berbalik menjadi lelaki kejam, bengis dan bahkan dengan keji membunuh orang lain

__ADS_1


" Sampai pada akhirnya mas Dika sudah merasa muak... merasa dia terus di manfaatkan... mas Dika yang sudah berubah menjadi bengis berhati dingin... akhirnya menyusun rencana untuk membalas dendam... berontak dari tekanan ancaman para bos mafia itu... dan satu satunya jalan adalah menghabisi mereka semua...!!!"


" Tapi ternyata perhitungan mas Dika meleset, orang yang dianggapnya akan mampu membantu mempermudah dirinya malah betkhianat dan ingin menyerang mas Dika balik... selain itu mas Dika tidak memperhitungkan lagi apa yang harus diambilnya, karena keadaan waktu itu genting dan kami hampir ketahuan..."


" Makanya akhirnya mas Dika nekat menghabisi ketiga bos mafia itu... Tembakan pertama pada bos Reyden ternyata tepat sasaran... membuat bos kejam itu langsung mati seketika..., tetapi bos Ricky sempat memberikan kode pada anak buahnya sebelum dia ditembak mati mas Dika... dan terakhir karena mas Dika sudah panik, akan banyak anak buah klan Mafia yang datang ke ruangan tuan besarnya karena adanya bunyi tembakan, mas Dika dengan satu hitungan menembak Jo... yang ternyata meleset dan hanya membuatnya pingsan...!!!"


" Pada saat kejadian itu... aku sudah lebih dulu disuruh pergi... agar tidak ada orang yang melihat wajah ku... agar aku aman dari kasus itu... ternyata benar...!!! tidak ada satupun pihal berwajib yang nencariku...!!!"


" Aku dan mas Dika berlari bersembunyi di pulai terkecil yang pernah mas Dika datangi bersama bos Reyden... disana tidak ada yang tau jika ada kehidupan sebab tempat nya amat jauh berada disebrang lautan tertutup pulau kecil lainnya...!!! mas Dika berhasil mengulur waktu sampai keadaan aman untuk ku keluar dari persembunyian dan membawa keluarga ku pergi sejauh mungkin... supaya anggota anak buah mafia yang tersisa tidak bisa mencariku untuk dijadikan sandera...!!!"


" Mbak Mel... selama kami disana... mas Dika setiap hari hanya memikirkan mbak Melisa... apalagi waktu mas Dika tau mbak Mel hamil... setiap hari mas Dika memikirkan cara supaya bisa bebas dari sana... bisa segera berkumpul dengan mbak Mel tanpa ancaman...!!! mas Dika setiap hari menangis ketika dia barusaja membunuh satu nyawa... dia hanya takut mbak Mel membencinya... dia takut apa yang dia lakulan akan berdampak buruk dan membahayakan mbak Mel..."


" Mas Dika sangat mencintaimu mbak... sangat sangat menyayangimu... bahkan aku yang selama ini bersama nya baru itu tau mas Dika menghawatirkan dan peduli dengan perempuan seperti mas Dika peduli dengan mbak Mel... setiap hari mas Dika takutkan gak bisa lagi ketemu mbak Melisa, gak bisa berkumpul dan nemenin mbak Mel lahiran...mas Dika takut semua tidak bisa kembali lagi... "


" Makanya pada titik akhirnya mas Dika nekat melakukan pembantaian itu...!!!"


" Huhuhuhu... hiks hiks hiks....!!!" Melisa hanya bisa menangis sesenggukan mendengar semua cerita dan penjelasan Faizal, Melisa percaya apa yang dikatakan Faizal benar, karena dialah satu satunya orang yang waktu itu ada bersama Dika


" Kalau selama ini mbak Mel ragu dengan mas Dika... aku berani bersumpah... mas Dika sangat mencintai mbak Melisa... bahkan jika mbak Mel mengira cinta mas Dika lebih besar untuk Je... mas Dika hanya mengagumi sosok Je yang sempurna... tetapi mas Dika lebih dan sangat mencintai mbak Melisa..." Faizal menekankan kata kata itu, karena memang itu yang pernah di dengar nya disela sela ratapan tangisan Dika waktu itu


" Tapi Iz... nyatanya... nyatanya mas Dika lebih memilih menyusul mbak Je dan meninggalkan ku...!!! daripada tetap bertahan disini hidup bersamaku...!!!!" tangis Melisa


" Tuhan punya cara terbaik untuk kalian berdua mbak Mel... percayalah semua pasti ada hikmahnya... aku tau ini berat untuk mu... tapi kalau mbak Mel terus terpuruk dan menyalahkan kenyataan ini kasihan mas Dika mbak Mel... mas Dika pasti akan semakin menyesal karena gagal membuat mbak Mel bahagia... karena keinginan terbesar mas Dika adalah ingin membahagiakan mbak Melisa..." nasehat Faizal


" Aku gak sanggup jalani hari tanpa dia Iz... aku tak butub bahagia apapun.... aku hanya ingin mas Dika kembali disisiku...!!!"


Bersambung~


Nggantung Dikit yaakkk...Biar makin pinisirin

__ADS_1


Jangan lupa Vote nya yaaa,


Happy Reading...


__ADS_2