
Mama melihat banyak karyawan yang tidak serius dalam bekerja, banyak juga yang hanya sekedar menunggu gaji bulanan tanpa bersikap baik dalam menjalankan pekerjaan nya
Terutama karyawan yang bernama Titin, Santi, Mega dan Utari
Utari ini tipe pendiam namun juga pendendam, sedangkan Titin dan yang lain adalah karyawan pemalas yang sering melimpahkan pekerjaan nya pada orang lain
Disini juga masih sering terjadi penindasan karyawan, begitu kira kira yang bu Resinda dapatkan informasi dari anak anak baru
Resinda celingukan sedari tadi dia mencari anak gadisnya namun belum juga kelihatan, apakah anaknya itu gak masuk kerja...???
Tuan Hermawan hanya formalitas saja nanya satu per satu karyawan, tujuan nya hanya ingin tau sejauh mana profesionalitas dan kualitas karyawan dalan bekerja, tadi beliau sedikit marah marah karena ada pelanggan yang diabaikan, malah karyawan pada sibuk menunggu di wawancara
Melisa datang ikut menunggu, tapi sepertinya Tuan Hermawan ingin berbicara langsung dengan gadis itu, ada sesuatu yang menarik dari gadis itu,
" Kau...!!!" tunjuk tuan Hermawan pada Melisa
" Kemarilah aku ingin bicara dengan mu..."
Melisa segera mendekat, duduk di depan tuan Hermawan dengan takut sama seperti karyawan lain yang sudah di interogasi tadi
" Kita lihat... gue yakin si Lont* satu itu pasti bakalan kena marah tuan besar..." bisik Titin sambil cekikikan
" Gue tadi sengaja bilang kalau Melisa sering godain bos Delon... kerja gak bener sering ninggalin kerjaan libur semaunya..."
" Hahaha... keren banget sih cara lu Tin... gue yakin habis ini pasti dia bakalan habis kena marah tuan besar.." Mega menanggapi
" Iya lah... kita kan tau kalau tuan besar paling gak suka ada karyawan yang kerja nya gak serius dan gak disiplin... ditambah godain anak laki laki nya...huhuhu bakalan mamp*s tu cewek...!!!" Santi ikut komentar
" Semoga dia cepet hempas deh dari sini... gue udah ilfeel banget sama dia..." Titin berharap
" Sama...!!!" jawab duo beastie nya serempak
Mereka gak tau kalau apa yang mereka bicarakan didengar jelas oleh bu Resinda yang kebetulan sedang mengecek Gembul yang sedang bertugas menjadi assiten kepala koki
" Siapa namamu...??!" tanya Resinda pada Gembul
" Panggil saja Gembul nyonya..." sahut Gembul takut takut
" Ahh jangan panggil saya nyonya panggil saja bu Hermawan..." sebenernya Resinda terlalu risih jika semua orang memanggilnya dengan sebutan Nyonya, terlalu berlebihan menurutnya, dia lebih suka dipanggil bu Resinda atau bu Hermawan dari pada sebutan kata Nyonya
" I..iya bu.." balas Gembul ragu ragu
" Gembul... saya yakin kamu karyawan yang baik... bisakah kau jujur pada ku..." pinta bu Resinda memancing Gembul, Gembul hanya mengangguk
" Kau dengar kan apa yang tadi tiga gadis itu bicarakan...???"
Gembul kembali mengangguk
__ADS_1
" Sekarang katakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka dan karyawan yang bernama Melisa itu..." sebagai seorang ibu tentu Resinda tak terima anak gadis nya selalu mendapat pembullian dari orang lain, dia akan melakukan yang terbaik untuk menjaga dan melindungi anaknya
Gembul tampak bingung, dia menatap Melisa yang sedang diajak bicara tuan besar lalu menatap bu Resinda, jujur Gembul ingin sekali menyampaikan apa yang sudah Titin cs lakukan terhadap Melisa, Gembul juga muak dengan adanya para karyawan yang seperti Titin ataupun Hani Cs dulu, hanya dia tak punya keberanian, takut di serang Mereka
Bu Resinda menatap keraguan diwajah Gembul
" Katakan lah Gembul tak usah takut... saya akan pastikan kalau kamu aman..." ujar bu Resinda meyakinkan sambil tersenyum
Gembul ikut tersenyum tapi kecut, kemudian dia berusaha memberanikan diri untuk bicara jujur
" Eee... anu nyonya.. eehh bu Hermawan... mereka itu namanya Titin Santi dan Mega, mereka memang selalu cari masalah dengan Melisa bu... Melisa sering di kerjai mereka... di intimidasi apalagi saat mereka tau kalau Melisa pernah tinggal serumah dengan pacarnya yang belum nikah..." bibir Gembul bergerar, dengan satu tarikan nafas dia bisa menceritakan banyak kata
" Dulu ada namanya Hani dan teman teman nya itu saudara nya si Titin... dia yang buat sistem Ploncoan sama Melisa, tapi bos Delon tau dan marah lalu langsung mecat mereka... dari situlah Titin dendam dengan Melisa, menganggap Melisa itu tukang ngadu dan cari muka... apalagi kedekatan Melisa dan bos Delon yang gak kaya karyawan sama bos... sering pergi berdua... sering libur semaunya... bos Delon juga ngebela Melisa banget... makanya bikin cemburu dan iri anak anak lain...makanya Melisa jadi dimusuhi... sering di bully...kasihan saya juga buk..."
Resinda terdiam, dia jadi semakin dilema
Membiarkan status Melisa terus dirahasiakan ternyata juga gak bagus untuk anaknya, Jelas jika Delon bersikap beda dengan Melisa dan yang lain nya, karena Delon tau Melisa adalah adiknya, dan Delon mengakui itu, tapi rupanya Delon lupa kalau sikap yang berlebihan darinya itu mengundang rasa iri dari karyawan lain yang tidak tau siapa Melisa...
Resinda merasa semakin egois jika hanya memikirkan ketakutan nya saja tanpa memikirkan nasib anak perempuan nya
" Terimakasih Gembul atas informasinya... kamu anak yang baik... kerja yang semangat ya..." bu Resinda mengucapkan terimakasih atas informasi penting yang Gembul sampaikan
" Bu.. maaf... tapi jangan bilang kalau saya yang cerita ya..." Gembul memohon dengan takut
" Saya takut nanti saya juga diserang mereka kaya Melisa..."
" Tenanglah... semua aman bersama saya..." Resinda menenangkan Gembul, lalu segera pergi meninggalkan si Gembul yang entah nama aslinya siapa
" Kau Melisa...???" tanya tuan Besar pada gadis yang duduk didepan nya sambil menunduk takut
" I..iya tuan..." sahut Melisa takut takut
" Kita sepertinya pernah berbicara, kenapa kau tampak takut pada ku...??? apakah aku terlalu menakutkan bagi mu...???"
Melisa menggeleng
" Tidak tuan... saya hanya segan..."
" Aku sering memperhatikan mu meskipun aku tidak turun tangan langsung... kau salah satu karyawan kesayangan Delon sepertinya...kau sering bersama Delon... dan juga beberapa kali aku lihat bertemu istriku..." kata kata tuan Hermawan langsung menotok Melisa membuat gadis itu menciut nyalinya
Tapi Melisa berusaha tenang dan menguasai diri,
" Aku juga tau kalau kinerjamu di kantor ini cukup bagus... kau anak yang rajin dan patuh... loyalitas mu cukup tinggi... jadi aku rasa kau mendekati Delon bukan karena kau mau cari muka atau nyari naik jabatan...!!! sekarang katakan pada ku apa hubungan mu dengan Delon ataupun istriku...!!!"
Melisa sebenernya sudah Feeling kalau suatu saat nanti dia akan ditanya tuan Hermawan seperti ini, mengingat tuan Hermawan sudah tau tentang dia yang sering bertemu ibu, ataupun aduan dari karyawan lain soal kedekatannya dengan bang Gondrong, hanya saja karena pertanyaan nya cukup dadakan jadi menbuatnya sedikit gugup
Resinda dan Delon yang melihat Melisa sedang menghadap tuan Hermawan ketar ketir, meskipun gak ada yang denger apa yang mereka bicarakan, tapi Resinda ataupun Delon tau pasti Melisa sedang ditanya soal hubungan antara mereka
__ADS_1
Apalagi bu Resinda, dia sebenarnya sudah curiga tumben sekali tuan Hermawan ikut menunjau restaurant milik Delon hanya untuk melihat kinerja karyawan, pasti ada sesuatu yang ingin dicarinya
" Seperti yang sudah saya sampaikan tuan... kalau saya dan bos Delon memang sudah kenal akrab karena suami saya teman baik bos Delon..." jawab Melisa tenang
" Siapa Suamimu itu...???"
" Dia punya usaha bengkel di kampung yang cukup terkenal... dan dulu sering ada bisnis motor dengan bos Delon... yang saya tahu itu tuan..." Melisa berusaha mencari alasan yang masuk akal
" Lalu dengan istriku...?? aku tau kau sering bertemu dengan nya..."
Kali ini Melisa bingung, dia tak tau harus mencari alasan apa soal ibu
Tadinya dia sudah punya alasan sebenernya tapi karena gugup akhirnya blank dan lupa
Resinda tau anaknya terdesak, dia segera ambil alih datang diantara mereka
" Pah..." ucap Bu Resinda pelan
" Mama sudah melihat langsung keadaan di restaurant ini... ada beberapa karyawan yang kurang berkompeten... apa harus tetap kita pertahankan mereka...???" ujar Mama mengalihkan pembicaraan
" Kau boleh ambil sikap jika menurutmu ada yang harus ditegaskan...!! sebab mengandalkan bocah sombong itu tentu restaurant ini akan bangkrut...!!" balas tuan Hermawan dengan angkuh, menganggap Remeh kemampuan Delon
" Ohhh ini Melisa pah... dia adalah salah satu karyawan terbaik disini... mama beberapa kali bertemu dengan nya..." Bu Resinda langsung berakting
" Papa kenal rupanya...??? oohh atau papa ingin bertanya pada dia karena kecurigaan papa itu...???"
Delon mengerutkan jidatnya, dia jadi penasaran apa sih sebenernya yang dijelaskan mama soal kecurigaan papa itu, sampai papa tidak lagi menghukum mama dalam waktu lama dan bahkan mama dengan santai menyapa memperkenalkan Melisa
Melisa hanya diam mengikuti permainan ibunya
" Dia anak yang rajin pah... tekun... pandai masak... pintar membuat nyaman pelanggan... pokoknya dia lebih jago dari Supervisor yang kita punya..." Mama bicara seperti itu setengah berbisik, takut monica dengar
" Hanya kemarin dia sedang ada masalah dengan suaminya membuat dia lama ambil cuti makanya mama temui langsung karena ingin menegurnya..."
Tuan Hermawan hanya diam, entah dia percaya dengan ucapan Mama atau dia merasa tak punya bukti kuat untuk tetap curiga dengan Melisa
" Kau boleh pergi..." ucap tuan Hermawan pasrah
Melisa langsung bergegas pergi setelah membungkukkan badan memberi hormat, membuat kesan sopan dihadapan tuan Hermawan
Mama dan Delon bernafas lega
Bersambung~
Jangan lupa Votenya ya Readers...
Happy Reading...
__ADS_1