Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Berakhir Dengan Bahagia


__ADS_3

Dengan segala pertimbangan, musyawarah yang disepakati, akhirnya Tuan Hermawan dan bu Resinda memberikan keputusan untuk memberi Restu pada Melisa dan Wawan, Delon juga yang memang sedari awal sangat mendukung Mereka langsung setuju ketika Wawan datang melamar adiknya


Ketulusan hati Wawan mampu mengetuk tuan Hermawan mengijinkan melepas Melisa memulai hidup baru bersama Wawan... hanya Ervina yang entah kenapa tetap tidak setuju dengan hubungan Melisa Wawan, Ervina tetap mempermasalahkan soal hubungan persahabatan Wawan dan mendiang Dika... bagi Ervina sangat tidak realistis jika Melisa menikahi sahabat mendiang suaminya


Tetapi sepertinya pendapat Ervina tidak terlalu di gubris keluarga tuan Hermawan..., ini bukan perkara bekas atau mantan siapa... tetapi mereka mengutamakan kebahagiaan Melisa, sebab semua ingin melihat Melisa bahagia


Keputusan akhirnya di putuskan... Melisa hari ini melangsungkan akad pernikahan yang sah dimata agama dan secara negara, Wawan mengucapkan ijab Qobul dengan lantang tanpa suatu halangan apapun, pernikahan yang sederhana yang hanya di hadiri anggota keluarga dan sahabat terdekat, termasuk Faizal dan keluarga nya, sedangkan keluarga Wawan datang ayahnya menjadi saksi..


Ibu Wawan sudah lama pergi kembali ke pelukan Tuhan, bapak nya tinggal bersama adik adik perempuan nya di kampung, hari ini mereka datang ke Jakarta untuk menyaksikan hari kebahagiaan anak lelakinya


Pernikahan yang sangat di dambakan Melisa akhirnya terwujud, dia bisa foto berdampingan dengan laki laki yang berstatus suami di satu buku yang sama, berada di ikatan sebuah ikrar suci yang Wawan ucapkan ketika ijab Qobul, air mata Melisa tumpah ruah, antara haru, sendu... betapa Tuhan maha Baik pada umatnya... setelah lika liku kehidupan Melisa yang menyedihkan, salah jalan... bahkan sampai mempermalukan diri sendiri... akhirnya Tuhan mengabulkan semua keinginan nya... Tuhan memberikan kesempatan untuk nya bisa merasakan sumpah pernikahan didepan penghulu, ibu...disaksikan keluarga dan sahabat, anak lelaki nya... serta berfoto memamerkan buku sebagai surat pernikahan...


Doa dari pak penghulu menjadi penutup sekaligus penanda bahwa mulai detik ini Melisa sudah menyandang status istri yang sah atas suaminya Wawan... lelaki hebat yang menjadikan Melisa wanita berharga di matanya, laki laki yang bertanggungjawab memberikan status jelas atas hubungan mereka, bukan lagi sekedar cinta... cinta tanpa landasan status...


" Selamat mas Wawan dan mbak Melisa... mulai hari ini kalian sudah sah menjadi suami istri...jadilah suami yang menghargai istri, mencintai dan memberikan hak istri dengan sebaik baiknya... dan jadilah istri yang patuh, taat pada suami serta berbakti.... jangan pernah mengambil keputusan apapun tanpa seijin suami..." ujar bapak penghulu memberikan wejangan pada pengantin baru nya


" Sekarang cium kening istri mu nak Wawan dan sematkan cincin pernikahan ini di jari manisnya sebagai simbol saja kalau mbak Melisa adalah milikmu dan tanggungjawab mu..." perintah pak penghulu pada Wawan


Dengan ragu Wawan mendekatkan bibirnya di kening Melisa, jantungnya jadi deg degan juga, masih gemeteran dan belum terbiasa hihihi... lalu pelan Wawan mengecup kening istri sah nya, Melisa tersentuh... lagi lagi baru kali ini dia mendapat perlakuan seberharga ini dari seorang laki laki, setelah mencium kening Melisa yang membuat tubuhnya panas dingin, Wawan menyematkan cincin pernikahan dijari manis Melisa


" Sekarang gantian mbak Melisa... sematkan cincin ini di jari suami mu lalu cium tangan nya dengan takdzim..." pak penghulu kembali memberi arahan, kali ini ke Melisa


Melisa meraih tangan Wawan, di ciumnya dengan patuh, air mata nya kembali tumpah... sekitar satu tahun yang lalu mungkin lebih sedikit... Melisa pernah melakukan hal ini pada Dika... tetapi dulu hanya sebatas nikah secara agama... itu pun harus melewati drama dan perjuangan yang luar biasa... tetapi hari ini... Melisa melakukan nya lagi pada laki laki gagah yang datang kepadanya langsung meminta dirinya dari ibu nya... langsung dibawanya kehadapan penghulu untuk mengucap sumoah ikrar....betapa tidak terharunya Melisa mendapat perlakuan yang semanis ini...


Setelah sungkep pada suaminya, gantian mereka sungkem dan meminta restu pada kedua orang tua masing masing, Melisa bersimpuh memeluk ibu nya yang sejak tadi sudah tak bisa lagi menahan air mata nya


" Bu... Melisa minta restu ya bu... semoga ini adalah pernikahan terakhir Melisa dengan laki laki yang tepat yang bisa menuntun Melisa dan Valdi menjadi lebih baik... doakan Melisa ya bu biar bisa jadi istri yang baik, ibu yang baik..." ucap Melisa meminta restu pada Resinda


" Iya nak... anak ibu yang sangat ibu banggakan... sudah waktunya kamu bahagia nak... sudah waktunya kamu menemukan apa yang kamu cari selama ini... ibu pasti akan merestui mu... restu ibu akan selalu menyertai langkah mu... jaga diri baik baik yahh.. patuh sama suami... dan jadilah ibu yang baik untuk Valdi... jangan seperti ibu yang gagal menjadi ibu yang baik untuk mu..." sahut Resinda sendu


Melisa langsung memeluk ibunya erat


" Ibu adalah ibu terbaik di dunia ini... jangan pernah katakan ibu gagal menjadi ibu untuk ku... aku sudah sangat bahagia bu... selama ini sudah bisa hidup dan tinggal bersama ibu... ibu jaga kesehatan yaahhh... ibu juga harus bahagia..."


Selesai Sungkem pada bu Resinda, Melisa berganti sungkep pada ayah tirinya tuan Hermawan


" Papa terima kasih selama ini sudah mau menerima Melisa... memperbolehkan Melisa tinggal di dekat ibu... papa memang bukan papa kandung Melisa.. tapi papa adalah ayah yang paling baik untuk Melisa pah..."


Tuan Hermawan langsung memeluk Melisa erat


" Anak baik... terimakasih ya sudah mau menerima papa menjadi papa mu... jaga dirimu baik baik...doa papa akan selalu menyertai mu...

__ADS_1


Melisa melepas pelukan tuan Hermawan, beralih mendekati Delon alias bang Gondrongnya


" Bang... hiks hiks hiks..." Melisa tak bisa berkata kata lagi, betapa bersyukurnya dia memiliki abang sebaik Delon, abang yang selalu membela, menjaga dan melindungi adiknya dengan segenap hati


" Mel... lu udah waktunya bahagia... pilihan lu tepat... gue lega sekarang...!!! jadi istri yang baik yaahhh..."


Melisa hanya mengangguk sambil memeluk Delon, dia tak sanggup berkata apapun untuk Delon, abang terbaik yang selalu melindungi adiknya dengan sepenuh hati, yang rela menjaga dengan baik adiknya... abang luar biasa... yang memperkenalkan Melisa dengan indahnya kasih sayang bersaudara


Melisa beralih ke Juwita, saudara yang sempat menolak kehadiran nya di keluarga ini


" Wit...."


Juwita langsung memeluk Melisa


" Lu harus bahagia Mel... lu harus memperjuangkan apa yang lu inginkan... gue dan keluarga bakalan terus dampingin lu sampai kapan pun...sorry ya kalau gue sering judes ke lu..."


" Hmmmm.... Aku makasih yah kamu sudah mau menerima ku jadi bagian dari saudaramu.. kamu baik... aku sayang kamu..." balas Melisa


" Udah ah jangan lebay... ntar di ketawain orang lagi...!!!" Juwita menghapus air mata Melisa yang hampir tumpah ke pipinya


Sekarang Giliran Wawan yang sungkem pada keluarga tuan Hermawan


" Bu... saya minta restu... tolong restui pernikahan kami... aku tidak bisa menjanjikan apapun pada ibu untuk Melisa... tetapi selama aku bernyawa aku akan berusaha membuat dia dan Valdi bahagia..." ucap Wawan meminta Restu


" Papa titip Melisa dan Valdi pada mu nak... tugas dan tanggung jawab papa ku serahkan pada mu..." ujar tuan Hermawan begitu Wawan sungkem pada nya


" Terimakasih pah... tolong restui kami..."


Wawan tak bisa berkata kata saat menatap Delon, tatapan haru bangga dari Delon sebagai seorang abang ketika melepas adik kesayangannya, akhirnya laki laki bertanggungjawab kini mengambil adik nya dari pelukan nya


" Gue yakin lu bisa bikin adik gue bahagia... tapi kalau lu udah gak cinta lagi... tolong jangan sakiti dia... bilang aja ke gue... biar gue yang ngerasain sakit hati itu... dia udah banyak menderita... gue gak bisa lihat dia sedih lagi..." pinta Delon pada Wawan


" Selama aku masih bernafas... aku tidak akan membirkan dia menangis bang..." sahut Wawan


" Terimakasih...!!!" Delon memeluk Wawan erat, untuk pertama kali nya semua orang melihat Delon alias si Gondrong menangis


" Gimana comblang gue berhasil kan...??? gue bikin Melisa sadar dan takut kehilangan lu..." ledek Juwita begitu Wawan meminta restu nya


" Jaga Melisa ye... jangan lu bikin dia sedih... atau lu gue samperin...!!!"


" Siap bu Komandan...!!! tidak akan pernah saya buat saudara anda menangis..." balas Wawan sambil mengankat tangan nya memberi hormat, kelakuan mereka membuat suasana yang tadinya haru jadi berubah gelagak tawa

__ADS_1


Faizal mendekat ke tempat duduk Melisa dan Wawan yang lagi senyam senyum malu malu sambil menggendong Valdi


" Mas Wawan mbak Mel... aku ikut lega... permintaan mas Dika sudah terpenuhi... kakian harus bahagia ya..." ucap Faizal


" Terimakasih Iz... kamu cepet nyusul yaa.." goda Wawan


" Hehehe aku nunggu anak gadis kalian aja..." balas Faizal bergurau


" Iz... makasih yah... tetep jadi saudara ku ya... jangan lama lama jenguk Valdi nya... dia jangen lhooo..." balas Melisa


" Iya mbak Mel... sekarang aku udah lega mbak Mel sudah berada di tangan orang yang tepat...!!!"


" Guys... ayo kita foto untuk mengabadikan moment bahagia ini...!!!" teriak Juwita yang tiba tiba berlarian sembari membawa kamera


" Terutama sepasang pengantin nya nih... jangan cuman lirik lirikan malu malu kocheng..." ledek Juwita pada sepasang suami istri yang masih malu malu salting itu


Melisa dan Wawan di paksa berpose foto berdua, malu malu canggung tapi ujung ujung nya kelar dengan baik hihihi, lalu bergantian foto bersama dengan keluarga...


Tak lupa juga mereka Singkep pada ayah Wawan, meminta doa dan restu nya....


Permintaan mereka semua hanya satu... sudah waktunya Melisa bahagia... kenapa selalu membahas Melisa harus bahagia...??? karena gadis baik itu masa remaja nya sudah direnggut dan di hancurkan oleh orang tua angkat nya, dinikahkan paksa dengan bandot tua... lalu di siksa, di jadikan budak... hidup dengan Dika menjalin hubungan tanpa status, hamil jauh dari suami dan melahirkan ditinggal pergi suami untuk selamanya...


Maka inilah saat nya Melisa harus bahagia... hidup bersama laki laki baik yang memperlakukan nya layaknya ratu... menghormati dan menghargai nya serta bertanggungjawab atas hidupnya....


" Mel... malam ini ajari aku ya... aku kan bekum berpengalaman..." bisik Wawan bergurau ditengah tengah sesi foto keluarga yang melelahkan


" Valdi gimana...???" tanya Melisa


" Valdi... eee... Valdi biarkan tidur dulu...." sahut Wawan malu malu


Melisa mencium pipi Wawan secepat kilat membuat laki laki itu terdiam dengan segala gejolak yang meronta ronta di jiwa kelakian nya


" Awas ya nanti aku balas...!!!!"


_____________TAMAT___________


Hai guys.... selesai sudah kita mengawal Melisa sampai ke titik bahagia nya... kita doakan Melisa bahagia selalu ya dan punya anak banyak bersama Wawan hihihi


Author mohon maap kalau banyak salah sama Readers, suka telat Update, suka baperan kalau di komen, suka nuntut Vote... tapi emang Vote nya penting sih huhuhu


Pokoknya Autor lop you kalian semua....

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2