
Dika sedang sibuk mengerjakan beberapa pekerjaan nya yang sempat tertunda karena semingguan lebih libur kemarin, bisa jadi hari ini bakal lembur takut gak nutup untuk penyelesaian nya
Untung nya bu Fatma sangat pengertian... beliau tak begitu menuntut performa Dika, jadi dia tak begitu diburu buru dengan waktu
Dika tak menyadari kalau ada seseorang yang sedari tadi berdiri di belakang nya memperhatikan kinerja nya yang cekatan namun teliti, lelaki itu cukup kagum dengan skill Dika yang memang tak diragukan lagi
" Halo ce..." sapa Akbar ramah,
Yahh laki laki yang sedari tadi memperhatikan kerja Dika adalah Akbar
Dika segera menoleh dengan senyum ramahnya
" Halo pak bos... waaahhh main ke bengkel lagi ini...lama juga gak kelihatan..."
" Ao lah... aku nak bincang bincang dikit nga kaba soal mesin mobil sekalian aku ni belajar..." sahut Akbar membalas senyum Dika dengan ramah pula
Dika segera menghampiri, tangannya yang masih penuh bekas oli tak jadi menyalami Akbar yang bersih tanpa noda
" Boleh lah... tunggu sebentar bos... itu garapanku udah mau finishing..."
" Oke.. ame luk itu aku nak tunggu di kursi tunggu eehh...." Akbar kembali ke mobilnya, sepertinya dia sedang mengajak seseorang didalam mobil
Dika memperhatikan sekilas, seperti seorang cewek, mungkin kekasih bos Akbar pikirnya
Dika tak menggubrisnya lagi, doi segera menyelesaikan tugas nya baru kemudian menghampiri Akbar, bagaimana pun Akbar adalah pelanggan pertama nya dulu, doi sangat menghargai tiap jasa orang pada nya
Begitu selesai, Dika langsung menghampiri Akbar yang ternyata baru jalan dari mobilnya, sepertinya Akbar baru saja merayu kekasihnya agar mau turun dari mobil
" Pak bos mau langsung di cek aja mesin mobilnya..???" ujar Dika begitu mendekat kearah mereka
" Apa kita ngobrol ngobrol seputar mesin dulu biar pak bos paham...???"
" Ao boleh itu...!!! sayang ikut dek...???" sahut Akbar setuju sembari mengajak Je
Gadis itu mengibakkan rambutnya ala ala Kajol India menoleh kearah Akbar, wajahnya yang imut terlihat begitu manja pada Akbar
Dika terperangah, menatap kaget tak percaya, Benarkah yang dilihatnya saat ini....!!!!!
Seluruh tubuhnya seperti dialiri listrik berjuta wath, gemeteran dan jantung nya berdegub hebat,
Hampir seperempat perjalanan hidupnya akhirnya dia dipertemukan lagi oleh gadis ini
Dika hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya
Tetapi melirik tangan Gadis itu yang merangkul lengan Akbar membuat hati Dika semakin ngilu, penyesalan dan luka lama itu terasa menyeruak didadanya, menghimpitnya dan menyayat lagi luka yang hampir kering
" Jerralin....!!!!!" panggil Dika dengan tatapan tajam, panggilan itu seolah keluar begitu saja dari bibirnya, bahkan hatinya ikut bergetar saat memanggil nama itu, nama yang sampai saat ini masih menempati posisi pertama dihatinya
Gadis itu merasa namanya dipanggil langsung menoleh, matanya membulat kaget melihat laki laki yang memanggil nya adalah... adalah mantan cinta pertamanya...
Mata mereka bertemu, namun Dika bisa melihat ada kebencian yang dalam di dalam sana, bahkan sepertinya kata maaf yang diucapkan nya dulu berulang kali tak pernah bisa menghapus penghianatan nya
" Ka... kalian ini saling kenal...???" tanya Akbar heran, mungkin doi bingung melihat dua orang didepan nya menjadi tegang kaku dan canggung, apa lagi Dika bisa tau nama lengkap Je
Tapi Je langsung buang muka, dia kembali bersikap acuh meskipun wajah nya terlihat memerah
" Eee... i...iya bos Akbar... kebetulan saya dan Je kenal cukup dekat... dia... ee...Jerallin itu..."
" Dia kakak kelas ku dulu..." potong Je cepat, nada bicara nya begitu ketus,
Dika langsung terbungkam, bahkan Je tak mau mengakui jika dirinya adalah mantan kekasihnya, cinta pertama nya malah
" I... iiiya... saya kakak kelas Jerallin... gak nyangka ya bisa ketemu lagi disini..." Dika melanjutkan kata kata Je sembari memaksakan tersenyum hangat
__ADS_1
Je tiba tiba menarik Akbar kembali ke mobil, Akbar terkesiap dan tergopoh gopoh mengikutinya,
Dika menatap nya dengan pilu
Entah apa yang mereka bicarakan disana, sepertinya Je sedang menjelaskan apa yang pernah terjalin diantara dirinya dengan nya,
Akbar tampak menanggapi dengan santai, bahkan beberapa kali merapikan rambut Je yang menyibak ke wajahnya sembari menatap Je dengan lekat, sedang gadis itu mengomel tak jelas dengan wajah yang merengut
Lalu Akbar memgelus pucuk rambutnya membuat Je diam sendu
Dika yang menatap ke uwwuan mereka hatinya terasa begitu panas
Jerallin.. gadis polos yang dulu disakitinya, dipermainkannya kini telah berubah gadis cantik anggun dengan wajah blasterannya yang makin mencolok,
Dia bahkan bersanding dengan pengusaha muda bos Akbar yang menjadi motivasi Dika untuk lebih baik
Bahkan Jerallin nya kini sangat membencinya, menoleh padanya sedikit saja sudah tak sudi lagi, sakit rasanya, hatinya bagai ditusuk sembilu...
Meskipun mati matian Dika berusaha melupakan gadis itu karena kesalahannya sendiri, nyatanya saat ini dia tak mampu dia tak bisa berpaling dari Jerallin...
" Kamu udah lupa sama mas Je....udah dapat pengganti mas yang benar benar jauh diatas mas..." gumam Dika sembari menahan sesak didadanya, ada tangis yang tertahan saat ini
" Bang... itu mobil mewah milik bos dari Sumatra mau diapain...???" tanya salah satu anak buahnya, membuyarkan lamunan Dika
" Bentar... kamu selesaikan yang lain dulu..." balas Dika tanpa menoleh
Dika memantapkan hati untuk berjalan kearah mereka, bagaimana pun dia harus tetap profesional untuk melayani pelanggan dengan sebaik mungkin
" Eee bos... jadi kita bincang bincang soal mesin mobil...???" tanya Dika pada Akbar namun berusaha memalingkan tatapan nya dari Je, meskipun tak bisa, tetap matanya tertuju pada mata Je yang makin indah menawan
" Ao ce... tunggu jerang... aku dang merayu kekasih ku yang lagi merajuk..." sahut Akbar entah sengaja memanasi Dika atau gimana
" Die ni gampang nian mood nya berubah ubah... maunya dimanja terus..."
" Apaan sihhh orang aku biasa aja... kamu aja yang sook perhatian..." sahut Je sembari bergelayut manja di bahu Akbar
Ngilu Je ngilu...
Keluh Dika dalam hati
Namun dia berusaha memaksakan bersikap biasa saja menanggapi keuwwuan mereka yang disengaja di depannya
" Baru jadian bos...???" tanya Dika entah maksud tujuan apa tiba tiba doi nanya gitu ke mereka
" Dem lame ce... tapi emang pacar ku ini manja nian nga aku...." sahut Akbar sembari mencubit hidung Je
" Makin manja makin manis lucu soalnye..."
" Eeehh iya ce istri kaba tuape kabar...???" tanya Akbar balik pada Dika, namun sudut mata nya sengaja mengerling pada Je
Je terlihat kaget mendengar kata "istri" yang ditanyakan Akbar pada Dika
" Baik... dia dah mulai kerja di restaurant..." sahut Dika singkat
" Mas Dika udah nikah..????" gumam Je dalam hati
" Lelaki macam dia bisa berkomitmen dengan satu cewek...????"
" Ao sukurlah....berarti dek kesepian ame kaba tinggal begawe sendiri ya..." sahut Akbar
" Iya bos... biar dia ada kesibukan juga..." sahut Dika, dia juga penasaran melihat ekspresi Je yang terlihat kaget, alusnya mengerut tajam
" Kalau masih lama saya mau nglanjutin finishing mobil yang tadi dulu...soalnya udah ditunggu yang punya... pamit Dika kemudian
__ADS_1
" Ooohh ao... santai bae... aku dek terburu buru... selesaikan kudai tugas kaba yang emergency..." balas Akbar sambil merangkul pundak Je
Dika segera berlalu dari mereka,
Dia harus focus... benar benar mengesampingkan dulu perasaan nya yang saat ini tengah campur aduk, pekerjaan nya masih menumpuk gak bisa kalau disambi dengan bersedih hati
Tapi....
Tapi ekspresi Je tadi seperti begitu keberatan saat mendengar Akbar menyebut kata istri...
Je terlihat kaget dan syok...
Apa itu artinya....
Itu artinya masih ada rasa dihati Je untuk nya...
Apakah belum sepenuhnya Je benar benar melupakan nya....
Kenapa hati Dika jadi bimbang dan tak tenang
Kenapa dia sedikit lega melihat Je keberatan jika dirinya sudah memiliki istri
Dika menoleh kearah Je lagi, dari kejauhan Dika melihat mereka masih bercanda dengan mesra
" Kamu sudah bersama nya... kamu selalu tertawa dengan nya... tapi apakah masih ada cinta itu untuk ku....????"
Pikiran Dika jadi kacau...
Dia bahkan merasa keberatan saat Akbar tadi menyebut istri dihadapan Je
Melisa bukan istrinya... bahkan bisa jadi posisi Melisa tak dapat menggatikan Je dihatinya...
Lalu....
Lalu apa yang sudah dia lewati bersama Melisa... kata janji nya....
Aaahhhh
Dika seperti terjebak dengan perasaan nya sendiri....
Andai kau belum bisa melepas luka mu maka jangan sesekali berkomitmen pada hati yabg lain
karena akan ada banyak hati yang semakin terkuka
Bersambung~
Masih di part mengenang sosok Je dan si Bujang Dusun ya readers....
Sedikit mengobati kangen kalian dehhh
Dan buat yang belum tahu siapa Je dan Albar bisa mampir di Bujang Dusun....
Jadi nya gak Pinisirin
Hihihiii
Ayooo Vote nya guys....
Novel ini masih On Going jadi author sangat sangat mengharap dukungan kalian semua
lewat Vote yang banyak, hadiah, like dan komen biar makin rame dab makin maju
Hihihiiii
__ADS_1
Happy Reading....