
Pagi itu Melisa sudah selesai memasak dan beberes rumah, pokoknya mulai pagi ini dia harus membiasakan melakukan segala aktivitas layaknya ibu rumah tangga, mengurus dan melayani suami nya sebaik mungkin
" Selamat pagi mas... sudah bangun rupanya..." sapa Melisa lembut sambil tersenyum manis menyambut Dika
" Iya sayang... masakan kamu bau enak sih jadinya mas kebangun deh..." balas Dika lalu mecium kening Meliaa hangat
" Selamat pagi istriku..."
" Mandi geh abis itu aku siapin sarapan..." perintah Melisa
" Kaya habis ngapain aja pagi pagi suruh mandi...!!;" ledek Dika
" Mas kan baru bangun tidur.... bau kringat tuh..aseem..." balas Melisa
" Biar kamu makin lengket kalau sering sering nyium keringat mas huhuhu..."
" Minimal cuci muka donk... gosok gigi...!!!"
" Iya iya... siap komandan...!!!" gurau Dika sambil masuk ke kamar mandi
Melisa kembali ke meja untuk menyiapkan sarapan dan juga kopi hitam kesukaan Dika
" Aduhh mas baju nya kok kebalik sih... buru buru apa...???" Melisa sangat memperhatikan hal hal kecil dari Dika
Termasuk saat ini, Dika keluar dari kamar dengan baju terbalik
Dika dengan patuh langsung melepas baju nya dan memperbaiki, lalu duduk dengan manis di kursi, Melisa dengan cekatan langsung menyodorkan segelas kopi yang masih mengepul asapnya
" Mau langsung sarapan...???" tawar Melisa
" Boleh... abis itu temenin mas ke rumah Ghani ya sayang..." ajak Dika
Wajah Melisa sedikit takut
" Kenapa...??!" tanya Dika yang menyadari perubahan wajah Melisa
" Gak usah takut... mas pasti bakalan jaga kamu sebaik mungkin... gak akan mas biarin si bandot tua itu nyakitin kamu lagi..." Dika menenangkan Melisa
Melisa tersenyum
" Aku percaya mas... mas pasti bakalan ngelindungi aku... cuman aku masih trauma aja mas kalau harus ketemu mas Ghani... aku masih takut...."
Dika menggenggam tangan Melisa erat
" Sekarang kamu punya mas yang akan selalu melindungi kamu dari siapapun... jangan takut lagi... semakin kamu takut Ghani akan merasa sudah menang... kamu harus tunjukan sama dia kalau kamu yang sekarang bukan lagi kamu yang dulu yang dengan mudah di tindas nya...!!!" Dika kembali menguatkan Melisa
" I.. iya mas..." jawab Melisa sedikit ragu
" Ini.. jadi ngajak aku sarapan gak...???" Dika Mengalihkan obrolan
" Eehhh eee iya mas... aduh maaf ya... emmm mas mau makan apa.. nasinya sedikit atau banyak...???" Melisa malam riweuh sendiri
Dika hanya terkekeh menanggapi Melisa
" Jangan banyak banyak nasinya...!!!" Dika hanya menanggapi saat Melisa kebanyakan naruh nasi di piringnya
__ADS_1
" Biar kenyang mas..." sahut Melisa mirip mamak mamak
" Ya tapi gak segini banyak nya juga sayang... ini kan baru sarapan udah disuruh makan kaya kuli makan siang aja...!!!" sahut Dika
Melisa hanya terkekeh menanggapi sikapnya yang gak jelas
Selesai sarapan Mereka segera berangkat ke tempat Ghani yang cukup jauh, bisa dikatakan tempat Ghani itu beda kabupaten, butuh wwktu sekitar tiga jam lebih untuk sampai dirumah rentenir bandot tua itu
Dika pengen urusan dengan Ghani segera selesai, apalagi melihat Melisa yang masih ketakutan tak nyaman setiap menyebut nama Ghani, Dika tak tega jika melihat Melisa terus mengingat trauma nya
Bagaimana gak trauma...???
Gadis yang masih remaja dipaksa nikah dengan bandot tua yang sudah mempunyai tiga istri, dengan perangai dan sikap yang kasar, selalu mendapat kekerasan, dipaksa melayani Ghani yang kasar dan brutal, pelecehan seksual yang menyakitkan
Wajar jika Melisa mengalami trauma, untung saja tak sampai Gila....
Pak Marjo bu Murni dan Ghani benar benar kelewatan memperlakukan Melisa, bahkan mereka lebih biadab dari seekor anj*ng...!!! hewan saja masih memanusiakan sesama hewan, kenapa manusia malah menganggap hewan manusia yang lain...!!!
" Mas kok diem aja...???" tanya Melisa yang bosan selama perjalanan Dika hanya diam
" Ahh mas lagi membayangkan bahagianya bengkel mas kembali sayang... kita bisa memulai memperbaiki keadaan kita...memulai hidup baru yang lebih baik..." sahut Dika sedikit berbohong, tak mungkin dia mau menceritakan apa yang tengah dipikirkan nya, apa tak membuat Melisa kembali menguak luka lama...
" Iya ya mas... aku juga udah gak sabar mau bantuin kamu di bengkel..." sahut Melisa sambil tersenyum kecil
" Emang bisa...???" tanya Dika
" Yaahhh sekedar kaya ngisi angin... bisa lah mas... eehh nanti ajarin aku biar bisa tambal ban jugs donk mas..."
" Wiiihhh boleh juga tuh... bisa tuh diangkat jadi asisten montir..." gurau Dika membalas celotehan Melisa
" Gak usah lah... nanti tangan mu yang halus itu kena oli... hehe... kamu cukup masak yang enak aja buat mas... sama bikin enak mas kalau malam..." sahut Dika
" Hmmmm... kalau yang enak enak aja mas inget...!!!" cibir Melisa
" Diiihh yang enak itu yang harus di preoritaskan sayang... orang hidup kan emang nyari keenakan..." balas Dika
Melisa hanya terkekeh menanggapi guyonan Dika,
Tak terasa perjalanan Mereka sudah cukup jauh, sebentar lagi sudah masuk ke daerah tempat Ghani tinggal
Di persimpangan kali ini adalah arah tempat rumah pak Marjo orang tua Melisa dulu, tiba tiba Melisa teringat akan mereka
" Mas... ini persimpangan arah rumah ibu Murni..." tunjuk Melisa
" Apa kabar mereka ya mas....!!!"
" Kamu mau nengok mereka...???" tawar Dika, intinya apapun yang Meliaa pinta Dika akan menurutinya
" Menurut mas gimana...???" tanya balik Melisa, sebenernya sih Melisa meminta pendapat, doi sendiri ragu, antara kangen tapi juga sakit hati dengan semua perlakuan mereka terhadapnya
" Terserah kamu... kalau kamu mau nengok mereka ya gak apa... toh juga mereka dulu pernah ngerawat kamu kan...!!!" sahut Dika menyerahkan sepenuhnya pada Melisa
" Tapi kalau mas boleh nyaranin mendingan nanti aja kalau kita sudah fiks bisa ngambil bengkel lagi... baru kamu datang ke sana kita tunjukan sama pak Marjo dan istrinya kalau kamu masih bisa bangkit dan bahkan jauh lebih baik setelah mereka hancurkan..." Dika memberi saran
" Ahhh bener juga mas...!!" Melisa setuju
__ADS_1
" Mereka pasti sekarang sedang berfikir aku masih terlunta lunta kebingungan mencari identitas ku... mereka pasti sedang tertawa bahagia menertawakan ku...kalau aku datang sekarang dengan keadaan yang masih begini... malah mereka akan semakin menganggap mereka telah menang menghancurkan ku..." lanjut Melisa, doi malah jadi memperlihatkan rasa marah dan kecewa nya terhadap keluarga itu
" Mereka pasti sedang berfikir kalau pak Marjo telah berhasil membalas dendam sakit hatinya pada bapak ku, karena dulu dianggapnya merebut bu Murni dari nya... makanya pak Marjo pengen banget aku menderita....sayang nya pak Marjo lupa kalau langkah anak yatim ini selalu disertai dengan ijin Tuhan....!!!"
" Mas seneng ngliat kamu penuh semangat seperti ini... ayoo bareng bareng saat nya kita buktikan pada semua orang yang meremehkan kita bahwa kita bukanlah orang yang mudah disepelekan...;!!" Dika menambah semangat pada diri Melisa
" Termasuk buktikan pada Ghani kalau kita gak bisa diremehkan oleh dia...!!!"
" Semangat mas Dika...!!! mas Dika hebat...!!!"
Akhirnya setelah perjalanan yang diiringi obrolan santai mereka tiba didepan rumah juragan Ghani yang megah, rumah yang paking mencolok diantara rumah warga yang lain
" Istrinya udah nambah lagi belum ya Mel...???" itu pertanyaan yang pertama kali Dika lontarkan begitu sampai didepan rumah Ghani
" Eeemmm kayaknya belum deh mas..." sahyt Melisa clingak clinguk
" Soalnya mobil nya masih dua...kan mas Ghani pernah bilang kalau nambah istri mau nambah mobil..." terang nya paham
" Berarti waktu nikah sama kamu juga beli mobil...???" tanya Dika penasaran
" Iya... cuman langsung dijual pas aku kabur dari rumahnya...!!!"
" Hahahaa gendheng juga dia...!!!" sahut Dika mencibir
" Yaudah yuk masuk...!!!"
" Bentar mas...!!!" Melisa kembali mencekal tangan Dika
" Kenapa...??! jangan takut... kamu harus ingat apa yang mas bilang tadi... tunjukan sama bandot tua itu kalau kamu gak selemah dulu...!!!"
" Bukan itu...!! ini kerah baju mas gak rapi.... sini aku rapikan dulu..." Melisa menarik pundak Dika dan dihadapkan ke depan nya
Dika langsung tersenyum Ge Er
" Duhhh istriku sweet banget sih... sampai hal sepele aja diperhatiin banget... aku jadi ngerasa ada yang peduli sama aku.. aku gak pernah ngerasain kasih sayang ibu... perhatian nya..." Dika yang terharu tanpa sadar mengucapkan keresahan nya selama ini
" Di giniin kamu aku jadi ngerasain rasanya kasih sayang seorang perempuan..." Dika membelai poni Melisa lembut
" Kalau gak didepan rumah orang udah aku cium ini istiku...!!!"
" Nahhh gini kan rapi mas... jadi makin gantengkan...!!!" puji Melisa manis
" Waaahhh rupanya ada tamu yang lagi pamer kemesraan didepan rumah orang too...!!!!"
Bersambung~
Haii Readers...
Jangan lupa Vote yang banyak ya...
Author butuh suport dari kalian lohhg untuk bisa terus mengembangkan novel ini
Jangan bosan kasih dukungan yaa
Happy Reading....
__ADS_1