
Semua sedang berkumpul di bengkel Dika yang sekarang masih tutup, hampir dua mingguan ini memang bengkel tak beroperasi, entah setelah ini apa yang akan dilakukan, suasana saat ini sedang membahas kapan baiknya tuan Hermawan mengantar Dika menyerahkan diri sebab semakin cepat lebih baik, mengingat saat ini pihak berwajib sudah semakin gencar mencari buronan nya
Meskipun berat bagi Melisa, tetapi dia tak punya pilihan lain selain menyerahkan suaminya pada pengadilan, dia juga tak ingin selama nya suaminya menjadi buronan dan justru akan menyulitkan kehidupan mereka nantinya
Dika juga sudah pasrah, ini mungkin adalah perjalanan terakhirnya, dia sudah datang menemui Melisa, mengadzani anaknya dan setidaknya meluangkan waktu terakhirnya untuk keluarga kecilnya, meski harapan hanyalah tinggal harapan semata semua akan segera berganti entah seperti apa
Tiba tiba....
" JANGAN BERGERAK....!!!!! SAUDARA DIKA ANDA SUDAH KAMI KEPUNG MENYERAHLAH DAN JANGAN MELAWAN HUKUM...!!!!" teriak seseorang dengan suara berat penuh wibawa dari arah luar bengkel
Semua langsung kaget dan saling pandang, tuan Hermawan segera mengintip dari celah dinding
" Diluar banyak sekali polisi...!!! aku bahkan baru saja meminta mu untuk menyerahkan diri kenapa mereka sudah bisa melacak keberadaan mu...!!!" ujar tuan Hermawan panik
Semua ikut panik, Melisa langsung menangis sesenggukan sembari berlari memeluk Dika
" Gimana ini pah apa yang harus kita lakukan...!!! kenapa mereka harus datang dengan cara seperti ini..." Nyonya Resinda panik sembari mendekati suaminya
" Mas... aku belum siap kami tinggalin mas..." tangis Melisa
Dika hanya diam sambil memeluk Melisa erat, dia juga tak tau apa yang harus dia lakukan, tiba tiba ketakutan yang luar biasa menyelimuti seluruh tubuhnya membuatnya menggigil kepanikan
" Siapa yang nemberitahu mereka keberadaan Dika disini...!!!" tanya Wawan yang ikutan panik
" Apakah pihak rumah sakit...!!! sebab kemarin saya sempet melihat seorang suster memfoto Dika..." lanjutnya
Gondrong dan tuan Hermawan menatap Wawan serius
" Kenapa lu gak ngomong sama gue...!!!" tanya Gondrong menyudutkan Wawan
" Maaf bang aku gak begitu merespon... ku pikir bukan karena hal ini...!!! aku bahkan gak inget lagi kalau Dika buronan..." sahut Wawan sesal
" Kita memang tidak bisa menyembunyikan wajah Dika... kasusnya sudah jadi pwrbincangan publik bahkan di media manapun sudah membahas kasusnya... wajar jika banyak orang yang mengenalinya..." sahut tuan Hermawan menengahi
" Aku juga lupa untuk menyuruh Dika memakai masker atau penutup wajah... aku pikir setelah ini biarkan aku yang menyekesaikan nya... mengantar nya secara baik baik untuk menyerahkan diri...!!!"
" SAUDARA DIKA... SAYA HARAP ANDA TIDAK LAGI MENYULITKAN KAMI...!!! MENYERAHLAH DENGAN BAIK BAIK ATAU KAMI TERPAKSA AKAN MEMAKSA MU....!!!!" ucap suara dari orang yang memiliki jabatan tinggi itu
Dika menatap Melisa memohon Melisa melepasnya untuk menyerahkan diri, dia juga tak mungkin pergi kemana mana lagi, dia tai mau mengambil resiko yang berakibat mencelakai orang orang yang bersama nya sekarang, ini salah nya dan dia harus bertanggung jawab
__ADS_1
Melisa menggeleng sambil memeluk Dika lebih erat, dia benar benar tak bisa melepaskan suaminya, ditinggal pergi lagi... Melisa tak mau pisah lagi...
" Sayang aku mohon... ini sudah resiko atas kesalahan ku...!!!" pinta Dika lembut
" Gak mas aku gak mau.... aku gak bisa lagi pisah sama kamu... aku ... aku mau sama sama sama kamu mas... tolong jangan tinggalin aku lagi...!!!!" tangis Melisa
" Pah lakukan sesuatu....!!!" pinta Resinda pada tuan Hermawan
Tuan Hermawan merasa bingung, ini diluar rencana nya awal, tiba tiba banyak anggota kepolisian datang dan mengepung bengkel Dika
" DOOOOORRRRR.....DOOORRRR....!!!" bunyi tembakan peringatan diluncurkan
" TEMPAT ANDA SUDAH DIKEPUNG...!!! JANGAN BERANI UNTUK MELARIKAN DIRI ATAU KAMI AKAN MENGGUNAKAN CARA PAKSA....!!!!" peringatan dari kepala komadu itu lagi
" Tuan... aku tidak mau mengambil resiko lagi.. apalagi sampai mencelakakan kalian disini karena dianggap melindungi ku... antar aku keluar tuan... aku ingin menyerahkan diri secara baik baik..." ucap Dika mantap
" Sayang... dengarkan aku... ingat...!!! kau harus bahagia... jangan terpuruk karena aku... kau harus memperjuangkan kebahagiaan mu... ada Valdi yang akan mendampingi mu...!!! janji pada ku kau tak boleh bersedih lagi...!!!" Dika menengadahkan wajah Melisa menatap matanya dalam
" Mas...!!!" Melisa menggelengkan kepalanya, dia tak siap dan tak rela melepas suaminya meninggalkan nya lagi, terpisah dalam jeruji besi
" Dengarkan aku... aku harus pergi... aku harus menyelesaikan masalah ku dengan baik... kau mengerti...!!!" Dika mengecup kening Melisa lalu segera melepasnya
Gondrong diam menatap Dika dengan tatapan kacau,
" Dik gue bangga sama lu...!!! lu gak perlu khawatir gue pasti jagain istri dan anak lu dengan baik...!!!" sahut Gondrong
" Wan...!!!" Dika beralih menatap Wawan
" Aku mohon... bersedialah menyanggupi permintaan ku...!! aku yakin kamu bisa bahagiain Melisa...!!!"
Wawan kali ini hanya diam, dia bahkan tak peduli dengan apa yang Dika pinta, yang ada dipikiran nya saat ini adalah sedang merasa kesakitan ditinggal sahabat terbaiknya, yang entah kapan mereka akan bertemu lagi
" Ayooo...!!!" tuan Hermawan menuntun Dika, mereka tak punya waktu banyak lagi untuk menunda nunda waktu
" Mas...!!! mas Dika... jangan tinggalin aku...!!!" Melisa histeris berlari memeluk Dika lagi, dia bahkan lupa jika dia masih menggendong anaknya
" Aku mau mati aja jika kamu tinggal pergi...!!!"
Dika membalikkan badan menatap Melisa, mencium bibirnya dengan sangat lembut, didepan keluarga Melisa
__ADS_1
" Sayang... kau lihat Valdi anak kita bukan... kau menyayanginya kan...!!! lanjutkan hidupmu untuk dia... jangan pernah hancurkan hidupmu hanya karena aku... aku sudah salah jalan... tolong jangan biarkan aku semakin menyesal karena tidak bisa menjaga kalian dengan baik... aku mohon dengarkan aku...!!!" pinta Dika pada Istrinya
" Jangan nangis... biarkan aku melangkah dengan tenang... kamu gak sendirian sekarang sayang... kamu punya keluarga yang sangat mencintaimu...!!!"
" MENYERAHLAH DIKA....!!! KAMU TIDAK BISA KEMANA MANA LAGI...!!! KAMI SUDAH MEMBAWA SENJATA LENGKAP...!!!" peringatan terdengar menggelegar lagi
Dika segera mengangguk pada tuan Hermawan lalu mereka keluar bengkel dengan langkah tegap, Melisa histeris langsung di peluk Gondrong dan Valdi diambil Resinda
" Tenangkan dirimu Mel... kamu harus ingat pesan Dika.. jangan buat dia semakin terbebani dengan penyesalan nya...." ucap Gondrong mengingatkan Melisa
" Mas... mas Dika...!!!!"
" Tenang...!!!" ujar tuan Hermawan begitu membuka pintu bengkel
" Aku datang menbawanya untuk menyerahlan diri pada pihak berwajib...!! tetapi aku minta bawa dia dengan baik baik... tanpa adanya kekerasan apapun...!!!"
Dika tampak menciut nyalinya, begitupun dengan tuan Hermawan sebenarnya, sebab diluar ada mungkin sekitar lima puluhan anggota kepolisian dengan senjata lengkap mengepung bengkel Dika, mereka dengan siaga dan gagah mengacungkan senjata mereka siap membidik apabila buronan melakukan perlawanan
" Kami tidak akan melakukan kekerasan jika kalian bisa bekerjasama dengan baik... serahkan buronan pada kami dan jangan membuat perlawanan apapun... jangan mempersulit hukum...!!!" sahut sang ketua yang perwira dan berpangkat tinggi
" Baik...!!! aku juga tidak akan melakukan perlawanan apapun... sebab aku tau yang salah harus mendapat hukuman nya... bawa dia... tapi aku mohon turunkan dulu senjata kalian...!!!" pinta tuan Hermawan, tidak heran jika tuan Hermawan bisa mengatakan hal itu, dia juga bukan orang sembarangan dan cukup berpengaruh
Sang perwira itu memberikan aba aba agar seluruh anak buahnya menurunkan senjata nya, lalu tuan Hermawan membawa Dika untuk diserahkan, Dika hanya pasrah
Tetapi....
Mereka satupun tidak menyadari, ada satu orang yang masih mengacungkan senjatanya, membidik dengan sangat tepat di jantung Dika, tidak ada yang bisa mengelakan lagi, satu peluru panas meluncur tepat bersarang dan menghentikan detak jantung nya
" DOOOOOOORRRRR.....!!!!!!"
Dika langsung jatuh tersungkur bersimbah darah, laki laki itu tersenyum penuh kemenangan, tetapi dia pun terlambat, anggota kepolisian langsung menyadari keberadaan nya dan langsung meringkus nya
" DIKAAAAA....!!!!"
Bersambung~
Sampai di titik ini aku harap Readers yang bijak cukup mengikuti dan menikmati alur cerita yang sudah author tulis dan pikirkan dari awal, jangan meng judge hanya karena tidak sesuai dengan apa yang kalian pikirkan
Tidak perlu menjatuhkan semangat penulis dengan komen yang menyakiti...
__ADS_1
Terimakasih....!!!