
Gondrong harus pergi sendiri mengurus dua begundal tak penting itu ke kantor polisi, Damar membawa rombongan Akbar dan Je yang keadaan nya cukup parah menuju rumah sakit
Menolong orang itu emang baik nya jangan setengah setengah, bahkan Gondrong sampai meng cancel pertemuan nya dengan pengusaha barang barang murah itu demi mengurusi dua curut ini
Setelah melewati serangkaian pertanyaan interogasi dari polisi, Gondrong langsung menuju rumah sakit dimana Je kekasih Akbar dirawat
Sampai di rumah sakit kondisi semakin tak karuan, semua dalam keadaan berkabung,
Akbar duduk merosot dilantai depan pintu UGD, mak dan Grace duduk sembari menangis disebelah Akbar, sedangkan laki laki yang bernama Damar berdiri sandaran tapi juga nangis, Gondrong mendekati Damar pelan
" Gimana kondisi Je...???" tanya Gondrong pelan, yang hanya disahuti Gelengan kepala lemah dari Damar
Tak lama dokter keluar, Akbar langsung menghampirinya membrondong banyak pertanyaan, namun wajah dokter tampak murung dan lesu, diakhir kalimat dokter hanya menyampaikan jika Je ingin bertemu dengannya, Akbar langsung masuk keruangan Je
" Sebenernya masalah nya apa sih... kenapa sampai ada penculikan seperti ini...???" tanya Gondrong lagi pada Damar
Damar yang masih berkabung mencoba menjelaskan pada Gondrong
" Yang pasti bang Wildan dan Iwan itu kerjasama buat nyelakain pak Akbar, mereka adalah orang orang yang dipecat dari perusahaan yang di pimpin pak Akbar karena kesalahan mereka masing masing..." jelas Damar singkat
Gondrong paham dengan penjelasan Damar
" Gue takut banget bang kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk sama Je....dia anak yang baik.... jujur gue... gue suka sama dia udah dari lama...." Damar curhat tanpa sadar yang membuat Gondrong tertarik untuk mendengarkan nya
" Gue suka sama dia dari dia belum bisa move on sama mantan kekasihnya yang udah menghianati dia... gue sabar banget bang nungguin dia... terus deketin dia... eehhh malah jadian nya sama pak Akbar... dan yang paking bikin gue sedih bang sekarang dia rela berkorban demi pak Akbar... segitu tulusnya cinta Je sama pak Akbar...!!!" Damar menangis sesenggukan, antara patah hati, kecewa, panik, khawatir dan takut
" Sekarang Je sedang berjuang antara hidup dan mati... gue takut bang takut terjadi sesuatu yang buruk sama Je...gue inget banget bang dulu dia pernah curhat sama gue sampai rela jual barang barang peninggalan ibu nya demi bantuin pacar nya yang kecelakaan, eehh malah diselingkuhin..."
Gondrong hanya bisa nepuk nepuk bahu Damar menenangkan, laki laki kalau udah jatuh cinta bisa jadi lebih melankolis dari perempuan
" Lu tau siapa nama mantan Je...???" Gondrong malah tertarik dengan nama mantan Je, rasanya hebat juga lelaki itu bisa dapetin cewek secantik Je, sampai diperjuangkan tapi masih bisa selingkuh, bravo memang itu cowok
" Namanya Dika bang..." sahut Damar pelan
Dan seketika Gondrong langsung kaget
" DIKA...!!!!"
Memory Gondrong kembali saat awal bersahabat dengan Dika, laki laki itu menceritakan dirinya yang belum bisa sepenuh nya mencintai Melisa, dia masih bimbang antara mau menerima masa lalu Melisa atau hanya sekedar menjalani Cinta tanpa status mereka, sebab Dika masih sangat mencintai mantan nya, Dika belum bisa melupakan mantan kekasihnya, yang sudah dia kecewakan karena perselingkuhan, mantan terindahnya seorang gadis blasteran yang cantik
Deggg
Apakah.. apakah mantan Je yang bernama Dika itu adalah Dika yang sama dengan Dika nya Melisa...????
Gondrong kembali mengingat ingat, kalau tidak salah dulu Dika pernah menyebutkan nama Je
__ADS_1
Tiba tiba terdengar teriakan histeris dari Akbar di kamar Je, lelaki itu memanggil nama Je setengah berteriak, semua langsung berbelalak, Damar langsung berlari masuk ke kamar Je disusul mak dan nona manis bernama Grace
Gondrong hanya diam diluar ruangan, dia hanya melihat nya dari kaca pintu, sepertinya Tuhan telah menjemput gadis cantik berhati malaikat itu, Tuhan lebih menyayanginya untuk berada disisih nya
Dokter segera datang setelah Akbar histeris memanggil mereka dengan kesetanan
Pengejut jantung pun di kejutkan berulang kali di dada Je, tapi layar monitor tetap menampakan garis lurus yang menandakan gadis itu telah pergi
" JEEeeee....!!!!!" teriakan Akbar membubung diangkasa, menambah kepiluan diruang UGD,
Wajah gadis cantik itu kini mulai pucat membiru
Tak lama seorang laki laki yang Gondrong kenal dia adalah pengusaha muda yang sangat sukses sekaligus rekan bisnis tuan Hermawan datang dengan tergesa gesa bersama wanita cantik anggun sepertinya itu adalah istrinya, dia adalah bos besar Deven William Kiel dan istrinya Nyonya Rere Williyam, nama tuan Deven sangat terkenal dan disegani di kalangan pembisnis
Mereka terlihat langsung masuk keruangan Je dan langsung menghampiri Akbar, rupanya Akbar sangat dekat dengan istri tuan Deven
Gondrong berlari mengejar Dokter, dia benar benar ingin memastikan keadaan Je
" Ee dokter maaf permisi..." Gondrong menghentikan langkah Dokter
" Eee gimana kondisi pasien dok...???"
Dokter menatap Gondrong dengan lesu, menghela nafas panjang nya sebelum menjelaskan pada Gondrong
" Begini pak... luka robek dan tusukan yang dialami pasien cukup parah, bisa dikatakan merusak beberapa organ didalam tubuh pasien, kami sudah melakukan semaksimal yang kami bisa tapi....." kata kata Dokter tertahan, seperti begitu berat menyampaikan berita pahit ini
" Kami minta maaf..."
Gondrong terbelalak, malang nian nasib gadis cantik itu
" Ya Tuhan....."
" Kami permisi ya..."
" I...iya dok terimakasih..."
Gondrong langsung duduk lemas di kursi rumahsakit, dadanya terasa begitu sakit mendengar pernyataan dokter tentang keadaan Je
Dia memang tak kenal gadis itu, bahkan baru ketemu pertama kali ini, tetapi melihat ketulusan gadis itu mencintai lelaki nya, dia merasa sangat iri, bahkan mungkin mama saja pernah sampai pergi meninggalkan papa dan menikah dengan laki laki lain hanya karena tak sanggup hidup dibawah tekanan papa
Melisa... secinta nya dia pada Dika, mungkin belum tentu akan melakukan hal ini pada Dika melihat adik nya itu masih sering yakin tak yakin atas hubungan nya bersama Dika
Lalu Ervina...
Aahhh Gondrong terlalu berlebihan dan ketinghian harapan jika berharap Ervina akan melakukan hal itu untuk dirinya
__ADS_1
Akbar beruntung...
Dicintai wanita sebaik dan setulus Je
Bahkan lelaki yang dulu pernah menghianati Je juga beruntung, pernah dicintai gadis seperti Je
Gondrong memilih pulang, sepertinya kondisi disini masih sangat buruk, apalagi beberapa kali Gondrong masih mendengar teriakan dan tangis histeris Akbar memanggil nama Je
" Ahhh memang menyakitkan... ditinggal pergi oleh orang yang sangat tulus mencintai kita... rasanya pengen ikut mati juga...!!!" gumam nya sendirian
" Lu beruntung Bar... bisa dicintai gadis sebaik Je... gue benar benar iri... mungkin hanya Je yang bisa setulus itu mencintai lelaki... Haaahhh gue... gue belum tentu ketemu yang seperti itu....!!!" Gondrong malah galau sendiri, doi jadi baper melihat ketulusan pengorbanan Je pada kekasihnya
Gondrong segera pulang, masih ada sisa waktu untuk menemui pengusaha barang murah itu..
Ahhh siapa nama nya Gondrong sampai lupa
Dia hanya ingat alamat rumah yang sempat Ervina berikan
Setelah dari sana Gondrong rencana mencari Dika, sepertinya memang Je adalah mantan teeindah Dika yang masih belum bisa dia lupakan, bagaimanapun Dika harus tau soal ini
Mumpung si laki laki ambisius tak jelas itu bekum jadi pergi ke kampung...
Ruwet pemikiran Gondrong, ada banyak hal yang harus doi selesaikan
Biarlah... dia tak pamitan dengan Akbar ataupun yang lain... mereka sedang Syok, dan Gondrong tak mau mengganggu itu
" Selamat jalan Je... terimakasih lu udah berhasil meyakinkan gue kalau masih ada cinta tulus dari perempuan untuk laki laki...!!!"
Bersambung~
Masih di part bersedih atas kepergian Je ya Guys...
Buat yang penasaran siapa Je, Akbar, Grace, Damar, tuan Deven dan nyonya Rere
Yukk mampir di
Bujang Dusun dan MyHusband Boss Muda Jutek
Biar paham gitu siapa sih mereka kok tau tau nongol di novel ini hihihihii
Jangan lupa di Vote ya guys Vote yang banyak pokoknya
Dukung terus karya author kesayangan kalian ini
Tinggalkan jejak di kolom komen dan like ya...
__ADS_1
Happy Reading...