Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Pamitan


__ADS_3

Melisa terbangun dari tidurnya, badannya menggigil kedinginan dan lehernya terasa kaku, rupanya semalaman dia tidur dilantai sembari memeluk album foto kenangan orang tuanya


Hari ini dia harus kembali ke tempat mas Wawan dan selanjutnya segera pulang ke Jakarta, tujuan utamanya adalah mencari ibu dan membawa ibu kemakam bapak, mengobati rasa rindu bapak yang selalu menunggu ibu dalam tangis doa nya, meskipun mereka tak bisa lagi saling bertemu...


Melisa masuk ke kamar dimana Dika tidur, laki laki itu masih tertidur pulas berselimut rapat, pantas saja mas Dika tak mencarinya rupanya dia masih asyik menikmati dinginnya pagi dari balik selimut


Melisa langsung mandi dan membersihkan diri, kemudian memberesi semua barang barang mereka, jadi nanti begitu Dika bangun tinggal siap siap pulang ke tempat mas Wawan.


Semua sudah beres, Dika pun sepertinya baru selesai mandi


" Mas... udah aku siapin teh anget lohhh..." ujar Melisa menyapanya


Dika yang baru keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang ia selipkan di pinggang, membiarkan dada bidang nya terbuka dan menyisakan rambut basah membuat Melisa kembali mengingat permainan panas mereka semalam, Melisa meneguk saliva nya kuat kuat, mencoba menetralisir pikirannya yang mulai traveling


" Kenapa bengong...???" tanya Dika yang mengerti kemana arah pikiran Melisa pagi pagi


" Mau lagi...." goda Dika dengan mata tengilnya


" Jangan kebanyakan bercanda deh... nanti kesiangan looohhh perjalanan kita kan jauh..." Melisa pura pura mengalihkan obrolan


" Kalau kamu mau nambah gak papa asli... mas rela meskipun baru habis mandi harus mandi lagi..."


" Mas Dika...!!!" Melisa berkacang pinggang sok galak


" Iya deh iya...."


Melisa segera keluar kamar, menutup pintu rapat lalu kembali duduk disofa menunggu Dika keluar


" Mel... baju ganti mas manaaa...!!!" treak Dika dari kamar


" Ini udah masuk tas semua....!!!"


Melisa buru buru lari masuk kamar, doi lupa nggak menyisakan baju untuk ganti Dika, semua udah doi packing ke dalam tas


" Iya...iya mas maaf tadi aku lupa gak nyiapain dulu buat mas..." Melisa terpaksa membongkar lagi pakaian yang sudah dirapikan nya


" Mau pakai apa hari ini...???"


" Celana jeans aja sama kaus warna merah... nanti jaket nya pakai yang kemarin aja..." sahut Dika


" Jangan lupa tuhhh ****** ***** mas... nanti si ucup gak terjaga dengan baik..."


" Iya ... nihhh buruan ganti..." Melisa menyerahkan pakaian ganti Dika

__ADS_1


" Mau gak kalau sekali aja... kamu pakaiin mas baju... biar romantis gitu..."


" Romantis apa malas...!!! pakai baju sendiri buruan kesiangan lohh kita kalau mas bercanda aja...!!!" rungut Melisa manyun


Thoookk toookk


" Nduk udah bangun belum... ini bu lek bawain sarapan..."


" Tuuuhh bu lek Fatimah udah dateng....tanda nya udah siangan kita..." omel Melisa sembari keluar kamar


" Huuuhhhh jadi keganggu nih mau manja manja..." gerutu Dika yang kesal dengan kehadiran bu lek Fatimah tiba tiba, padahal udah mau ngerjain Melisa lagi


" Bu lek...aduuuhhh ngerepotin aja... maaf ya bu lek abis nunggu mas Dika mandi lama..." jawab Melisa sembari membuka pintu dan menyapa ramah


" Bu lek kira malah kalian belum pada bangun...makanya bu lek anterin sarapan kesini... soalnya bu lek mau ada acara di desa sebelah mungkin pulang nya sorean..."


" Waaahhh sekalian aja pamit kalau gitu bu lek... kita mau balik Jakarta pagi ini..."


" Kok buru buru sekali nduk...???"


" Iya bu lek... Melisa harus segera cari ibu... semoga ibu mau jenguk bapak meskipun hanya sekedar berziarah sekarang..." sahut Melisa lesu


" Kamu sudah menemukan album itu...???" tanya bu Fatimah, Melisa mengangguk


" Iya bu lek... saya udah baca semua tulisan bapak... kesedihan bapak... dan rasa kehilangan yang mungkin menyiksa nya diseumur hidup... makanya Melisa mau nyari ibu bu lek... mau bawa ibu ketemu bapak... meskipun sekarang hanya ketemu nisan bapak saja..."


" Bu lek akan selalu mendoakan mu nduk... semoga kamu diberi jalan kemudahan untuk segera ketemu ibu mu... Resinda pasti akan sangat bahagia bertemu anak gadisnya yang kini sangat cantik mirip dengan nya..."


" Amin bu lek makasih doanya... makasih juga selama disini udah dibantu... maaf ya bu lek kami jadi banyak ngerepotin juga..."


" Gak usah sungkan nduk... anggap lah bu lek ini keluarga mu.. kapan pun kamu mau pulang kesini pintu rumah ini selalu terbuka buat mu.."


" Ini sarapan nya... nanti rantang dan piringnya taruh disini aja... kalau gembok kunci pintu nanti kamu taruh di pot bunga depan ya...hati hati dijalan... sesering mungkin pulang kesini... biar bu lek tau kabar mu..."


" Iya bu lek.... aku kesini bawa ibu...!!!"


Bu Fatimah memeluk Melisa dengan haru, hatinya masih sakit jika mengingat gadis ini, tapi bu Fatimah mencoba sebisa mungkin menahan air matanya, gadis ini sangat bersemangat, dia tak mau mematahkan semangat Melisa saat ini


" Yaudah hati hati ya nduk..."


" Iya bu lek... Melisa sama mas Dika pamit ya..." Melisa mencium punggung tangan bu Fatimah yang dibalas ciuman hangat di keningnya


lalu bu Fatimah segera pamit, doi udah gak kuat lagi menahan air matanya didepan Melisa

__ADS_1


" Bu lek udah pergi...???" tanya Dika yang baru keluar kamar


" Udah... katanya mau ada acara sampai sore di desa sebelah... aku udah sekalian pamit..."


" Acara apa sih...??? kok acara nya sampai sore..." Dika kepo


" Ya gak tau mas Dika... masa aku harus nanya detail sama bu lek... aku kan gak kepo kaya mas...."


Dika hanya mengangkat alis nya santai lalu duduk dikursi sembari menunggu Melisa menyiapkan sarapan


" Habis sarapan langsung berangkat yaaaa..." warning Melisa lagi, entah sudah ke berapa kali doi ngingetin Dika untuk segera berangkat


" Iya sayang.....ini nyuap nasi aja belum... udah dikasih peringatan terus aja..."


" Ya biar mas inget... abisnya mas lelet banget sihhh jam segini baru selesai mandi...!!!"


" Namanya juga capek yank... semalem habis lembur kerja keras... berapa ronde lagi... ini aja masih lemes... lututnya kayak gak ada sumsum nya..."


" Lemes kok tadi sok sok an mau mancing mancing...!!!" cibir Melisa


" Ya kan cuman mancing... tapi kalau kamu kepancing dan minta ya gak papa..." seringai Dika nakal


" Lempohhh kawuuusss...!!!! "


" Masih kuat masih kuat tenang aja... kamu gak percaya mas mu ini strong boy...???? kalau gak percaya coba dibuktikan...!!!"


" Udah dehhh buruan sarapan...jangan bikin makin telat nih...!!!"


" Duuuhhh bini gue galak amat ya....!!!! iya deh iya... sarapan nih...." Dika langsung menyuapkan nasi kemulutnya, begitu Melisa mendelik kearahnya


Mereka sarapan sembari bercanda ria sejenak melupakan kesedihan yang tengah menyesakkan dada


Bersambung~


Jangan lupa Vote yang banyak ya guys...


Novel ini masih on going banget


Jadi butuh suport penuh dari kalian semua...


Untuk kemajuan dan perkembangan novel...


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2