
Pagi buta bengkel Melisa sudah cukup ramai, Wawan sudah datang lalu tak lama kemudian Gondrong pun tiba dari Jakarta, mereka langsung membahas obrolan kemarin di telephone
" Gimana Wan udah ada perkembangan soal kabar Dika...!!! dia sudah bisa dihubungi lagi kan... kamu sudah tau posisi dia dimana....???" cecar Gondrong membrondong pertanyaan pada Wawan
" Belum bang...!!!" sahut Wawan sambil menggelengkan kepalanya lesu
" Dika belum bisa dihubungi lagi... sampai hari ini ponselnya tetep gak aktif...."
" Aiiiiissshhhh....!!! apa maksud Dika ini...!!! usah tau dia lagi banyak masalah bukan nya biar temen temen nya bisa bantuin malah menghilang... !!!!" umpat Gondrong kesal
" Mungkin dia sengaja bang... supaya gak ada yang bisa melacak keberadaan nya...saat ini dia kan butuh persembunyian yang aman yang tidak bisa terdeteksi siapapun... makanya sefala akses yang bisa melacak nya pasti akan dia matikan...." ujar Wawan memberi pemahaman pada Gondrong
" Yahh lu betul Wan... gue terlalu panik dan khawatir sama dia soalnya... gue harus segera mungkin menolong nya... gue tau dan gue paham kondisi Dika... dia gak terlalu bersalah dalam hal ini... dia hanya terdesak... dia memperjuangkan kebebasan nya... " jawab Gondrong
" Iya bang... Dika juga menjelaskan semuanya ke aku bang... dia sampai nangis pas minta aku untuk menikahi Melisa....!!!! tapi sayang nya Dika gak mikirin perasaan Melisa andaikan itu ku lakukan...!!!!"
Craaaaannnngggg
Sebuah nampan berisi cangkir kopi jatuh pecah berantakan, seorang perempuan yang masih mengenakan daster tidur, berdiri mematung dengan air mata yang bercucuran, dia sangat syok mendengar obrolan Wawan dan Gondrong di pagi buta
Wawan dan Gondrong langsung menoleh ke sumber suara, mereka juga diam membisu dengan jantung yang berpacu tak terkendali, Melisa berdiri di belakang mereka dengan tatapan tajam dan wajah yang kacau, mereka tak bisa mikir jawaban apa yang akan mereka jelaskan ketika Melisa menanyakan apa yang sudah didengar nya
Lama ketiga orang itu terdiam dengan pikiran mereka masing masing, semua tegang, panik dan ketakutan
" B... bang..." bibir Melisa bergetar memanggil Delon dengan lemah
" Mel...!!!!!" panggil Wawan yang sudah sangat panik khawatir dengan Melisa
" Mel...!!!" Gondrong ikutan memanggil Melisa
" Tolong... tolong jelasin ke aku bang... apa... apa yang sebenarnya terjadi dengan mas Dika... apa yang sudah kalian sembunyikan dari aku....!!!" tuntut Melisa dengan nafas terbata bata
__ADS_1
Wawan langsung berlari mendekati Melisa, dia lebih khawatir dengan keadaan Melisa dan kandungan nya ketika kaget seperti saat ini
" Mell tenangin diri lu sendiri... lu harus tenang Mel... inget kondisi kehamilan lu..." treak Gondrong mengingatkan Melisa
Melisa menatap Wawan yang berdiri di depan nya, Wajah Melisa memelas dengan tatapan sayu bercucuran air mata
" Mas... tolong jangan bohongi aku... apa yang terjadi dengan mas Dika...!!!" pinta Melisa memelas
" Aku... aku bakalan ceritain ke kamu... tapi tolong kamu juga harus pikirin kondisi kehamilan mu... kamu ingat pesan dokter kan... kalau kamu tidak boleh sampai kaget, syok atau terbebani dengan pikiran... itu akan membahayakan janin kamu..."
" Tapi tolong....!!! tolong jangan bohongi aku...!!! aku capek kalian bohongi terus...!!!! kalau kalian mau aku dan bayiku selamat tolong... tolong katakan sejujurnya...!!!" bentak Melisa marah
Lalu tiba tiba dia meringis sembari memegangi perutnya yang kontraksi,
" Kalau memang tidak ada hal yang genting gak mungkin bang Gondrong sampai datang kesini subuh subuh begini...!!! aku juga dengar kalian membahas mas Dika sedang bersembunyi... mas Dika dalam bahaya...!!! kenapa mas Wawan... kenapa kalian sembunyikan rahasia dari aku....!!!!""
" Mel tenang dulu Mel... jaga emosimu...!!!"
Wawan langsung memegangi tubuh Melisa dengan wajah sangat khawatir, dia bahkan tak pernah berfikir rahasia yang disimpan nya baik baik selama ini malah ketahuan Melisa dengan cara seperti ini, membuat Melisa kaget dan syok lalu bersedih
" Aku bantu duduk ya...ayoookkk..." Wawan memapah Melisa membawanya duduk di kursi pelanggan, Gondrong dengan wajah menyesal mengikuti mereka dari belakang
" Pelan pelan Mel...." ucap Wawan sambil membantu Melisa duduk
"Hiks hiks hiks....bang... mas... kasih tau aku... jangan sembunyikan apapun dari aku soal mas Dika.. aku juga pengen tau apa yang sebenarnya terjadi dengan mas Dika...!!!!" tangis Melisa
" Kenapa mas Dika tega menyuruh mas Wawan menikahi ku...!!!! kalau memang mas Dika tisak mau menikah dengan ku... dia mau meninggalkan ku... tak perlu menyuruh mas Wawan yang menikahiku... aku bukan barang yang bisa diberikan pada siapapun ketika sang pemilik sudah punya yang baru... aku punya hati mas... cinta ku tulus untuk mas Dika... kenapa kalian permainkan..!!!! apa karena aku ini adalah perempuan cacat... bekas orang...!!!;" Melisa menangis tersedu sedu, sakit yang luar biasa menusuk hatinya, cinta tulusnya bagai tersambar petir hancur berantakan
Gondrong langsung memeluk adiknya, direngkuhnya dalam pelukan nya, betapa hati Gondrong teriris melihat Melisa menangis sesakit itu
" Aku memang wanita murahan bang... aku bahkan pernah dijual bapak untuk menjadi istri ketika dari seorang laki laki tua...!!! apa aku tidak mendapat kesempatan untuk lebih dihargai....!!!"
__ADS_1
Gondrong tak bisa berkata apapun, dia hanya mendekap adiknya lebih ketat, Wawan pun hanya menunduk merasa bersalah, dia merasa telah menyakiti Melisa dengan ucapan nya, hal yang ditakutkan nya pun terjadi, Melisa akan kembali merasa paling rendah ketika cinta tulusnya ditolak dan dibuang oleh sang tumpuan
Lama mereka hanyut dalam tangis Melisa yang memilukan, sampai akhirnya Melisa melepas pelukan Gondrong lalu menatap Wawan tajam
" Mas Wawan... tolong mas... tolong jelasin ke aku... apa alasan mas Dika meminta mas Wawan menikahiku... kalau dia sudah tak cinta atau tidak bersedia menikahiku... tak perlu dengan cara seperti ini... pergi menghilang tanpa kabar lalu menyuruh mas Wawan untuk menikahiku... apa sehina itu aku mas....????!!!!"
Wawan menghela nafas panjang, dia berada di persimpangan yang membingungkan, jika dia katakan apa yang sebenarnya terjadi dia takut Melisa akan syok dan mengganggu janin nya, tapi jika dia diam maka selama nya Melisa akan salah paham dengan Dika, dia akan menganggap Dika laki laki brengsek yang hanya mempermainkan perasaan nya
" Mel... aku... aku bakalan cerita sejujurnya... apa yang sebenarnya terjadi biar kamu gak salah paham..." ujar Wawan akhirnya, Gondrong menatap Wawan tak setuju, dia sangat menghawatirkan kondisi Melisa jika dia mendengar kabar buruk soal suaminya
" Tapi... tapi kamu janji sama aku apapun yang kamu dengar... kamu harus tetep kuat... kamu harus tetep bisa menjaga emosimu, sedih mu... dan kamu harus janji kalau kandungan mu akan baik baik saja...." lanjut Wawan menatap mata Melisa serius, lalu melirik bang Gondrong memberi kode jiia dia minta ijin
" Kamu bisa janji sama aku...???" tanya Wawan
Melisa menghapusa air matanya, memantapkan hati dan menguatkan jiwanya, dia siap mendengar apapun penjelasan Wawan, semenyakitkan apapun dia akan terima dengan ikhlas lapang dada
" Iya mas... aku janji... aku janji akan baik baik aja... aku juga bakal pastikan anak ku baik baik aja mas..." jawab Melisa sungguh sungguh
Gondrong hanya pasrah, dia hanya berharap Melisa akan baik baik saja ketika mendengar penjelasan Wawan
" Kamu bisa mengotrol emosi mu...??? kamu bisa menjaga sedih mu...aku gak mau kamu kontraksi lagi dan itu membahayakan anak mu...!!!" Wawan sekali lagi memastikan nya
Melisa mengangguk
" Iya aku janji....aku pastikan aku baik baik aja...;!!!" janji Melisa
Wawan memantapkan diri, membuang keraguan, lalu menarik nafas dalam dalam
Bersambung~
Jangan lupa kasih VOTE sebanyak banyak nya ya Readers....
__ADS_1
Happy Reading....