
" Ibu... bapak aku pamit... sekali lagi terimakasih untuk cinta kalian selama ini... semoga Alloh akan selalu memberi kalian kebahagiaan... aku sayang kalian..." Melisa berpamitan sembari mencium tangan Mereka, meski mereka memalingkan muka seolah tak peduli
Entah apa yang membuat Mereka tiba tiba sebenci itu pada Melisa, bahkan tega memutuskan hubungan keluarga denganya
Dika menggandeng tangan Melisa keluar rumah, rumah yang kini bukan lagi rumahnya, kenangan manis itu telah mati
Melisa melangkahkan kaki keluar dengan sefih, langkah ini akan menjadi sejarah, dia tak bisa lagi datang menginjakkan kaki dirumah ini untuk meminta kasih sayang, tempat bermanja...Dia harus meninggalkan semuanya
" Selamat tinggal ibu bapak... sakit sekali kenyataan ini..."
Baru Melisa dan Dika keluar rumah, pintu langsung di tutup dengan keras oleh Riki, dikunci dari dalam seolah mengisyaratkan tak ada lagi pintu untuk nya datang, dia bukan lagi siapa siapa...
Melisa menyeka air matanya, memantapkan hati, memulai hidup barunya
Ini lah langkah kecil nya... langkah kaki gadis sebatang kara yang tak lagi punya tempat pulang...
" Sayang... yang tabah ya... yang kuat... kamu nggak sendiri... aku akan selalu disamping mu... menjagamu..."
" Makasih ya mas... kamu baik padaku.. aku tak punya siapa siapa lagi..."
" Masih ada aku... kita lewati semua ini sama sama...!!! kita cari makam bapak mu... kita harus minta restu pada belau..." ajak Dika menguatkan
Melisa mengangguk dan mereka segera pergi meninggalkan rumah ibu dan bapak
***
Dika menelusuri jalan menuju tempat pemakaman ayah kandung Melisa, yang mungkin Melisa sendiri tak pernah tau wajah nya seperti apa
Mereka mengendarai motor melewati bengkel milik Dika dulu
Jarak nya cukup jauh memang, bisa jadi lain kabupaten, karena memang makam ayah Melisa berjarak sekisaran hampir lima jam dari rumah pak Marjo
Dika menghentikan laju motornya, berhenti tepat di depan bengkel
BENGKEL GHANI JAYA
Itulah nama yang terpampang di baleho bengkel,
Ada rasa ngilu saat melihat bengkel yang dulu di perjuangkan nya dengan susah payah, dibangun nya dengan keringat yang tak mudah kini telah menjadi milik orang lain
Dia kasih begitu saja demi membebaskan Melisa dari Ghani
Dika diam, dalam hatinya menangis menjerit, mengutuk diri dan ada rasa sesal yang tak bisa dijelaskan
Bengkel itu meski kelihatan lebih mewah tapi seperti tak terurus, para pelanggan yang dulu dibina nya kini nampak jarang yang datang, sedari tadi para montir hanya diam jenuh menunggu pelanggan
Melisa mengerti apa yang Dika rasakan,
" Mas... sabar ya... kita sama sama berjuang buat bisa bangun bengkel lagi..." Melisa menyemangati
__ADS_1
" Sedih aja Mel... lihat bengkel kaya gak terurus gitu... padahal dulu aku setiap hari merawatnya sepenuh hati... pasti para pelanggan ku dulu kecewa dan pindah tempat karena pelayanan yang kurang bagus..." jawab Dika sedih
" Andai aku punya kuasa... aku ingin mengambilnya kembali bengkel itu... kembali ku jaga dan kurawat dengan baik..... itu hasih keringat jerih payah ku...."
Melisa hanya diam, dia tak tau harus menjawab bagaimana, sebab semua itu terjadi atas dirinya, Melisa merasa menyesal telah membiarkan Dika kehilangan hal yang paling berharga yang selalu di perjuangkannya segenap jiwa
Dika mendorong motor nya ke bengkel, entah apa yang mau dia lakukan, Melisa tak berani bertanya hanya mengekorinya dari belakang
" Permisi... sepi mas bengkel nya..." ucap Dika basa basi pada 3 montir yang lagi duduk santai didepan bengkel
" Yaaa gini mas... hari hari kita kerja kaya gini..." sahut salah satu montir
" Enak donk kerja santai tapi tetep dibayar..." sahut Dika masih sok basa basi
" Enak apa nya mas... bos kita itu orang yang tak punya perasaan..!!! takut miskin...!!! kapan sepi seperti ini kita gak bakalan dapat gaji... makan aja gak dikasih..." jawab montir yang satunya lagi mengeluarkan unek uneknya
" Dulu mas... waktu bengkel ini masih dipegang pemilik asli katanya rame banget.... sampai lembur lembur montirnya... tapi sekarang setelah dipegang bos kami sepi... para pelanggan yang sudah dari dulu aja pada pergi pada pindah ke bengkel lain..."
" Lohhh kenapa mas... bukannya saya lihat bengkel ini makin maju...??? lebih mewah fasilitasnya juga lebih lengkap...???" Dika mulai mengorek orek informasi
" Maju si maju mas... tapi mahal bayaran nya... terus kita sebagai mekanik kalau misal ada ganti apa gitu si pelanggan suruh dikasihnya barang bekas yang kualitasnya jelek... tapi bayar service mahal....kami kadang gak tega sama pelanggan... tapi kami juga takut sama bos..."
" Pokoknya takut miskin bos itu... maklum lahh bandot tua ngidupin istri banyak... untung aja istri yang nomer 4 udah kabur..."
Melisa tertotok, Istri yang ke 4 kan dirinya...!!!
" Oh ya mas nya ini mau ngapain ya...???"
" Saya mau daftar kerja disini mas rencana nya... tapi karena bengkel nya sepi takut gak diterima..." Dusta Dika
" Saran saya mending jangan kerja disini mas... kita aja kalau gak udah salah tanda tangan kontrak sama bos Gani kepengen keluar..."
" Kontrak...???" tanya Dika heran
" Iya..jadi yang masuk dan kerja disini semua harus tanda tangan kontrak dalam jangka waktu dua tahun, dengan syarat dan persyaratan yang hanya bos Gani tentukan kami tak boleh membantah..."
" Makanya kaya si Faisal... dia montir dari jaman bengkel ini masih dengan pemilik asli karena dia tak mau tanda tangan kontrak dia langsung dipecat tanpa pesangon..."
" Lohhh Faisal udah gak kerja disini...???" Dika kaget padahal dulu dia menitipkan bengkel ini pada Faisal agar dia tetap menjaga bengkel nya dengan baik, meski sudah bukan miliknya lagi
" Mas kenal Faisal...???"
" Iya dia temen saya... kirain masih kerja disini..."
" Udah lama mas... udah dipecat sama bos Gani... karena dia juga sering protes kalau bos Gani melakukan kecurangan pada pelanggan..."
" Ohhh yaudah mas makasih info nya... saya mau cari Faisal aja dulu..."
" Iya monggo mas..."
__ADS_1
Dika segera pamit dan kembali mengendarai motornya melaju dengan sedang
Pikirannya sedang kacau melihat nasib bengkel nya yang sama sekali tak dihargai oleh Gani, padahal dia membangunnya dengan susah payah, dengan tetesan keringat yang tak terhingga, apalagi Faisal... aahhh kasihan sekali dia... dulu Dika merekrut Faisal karena kasohan pemuda itu tak ada skill apapun, tak sekolah... Dika mengajarinya dengan telaten bersama Wawan hingga akhirnya Faisal bisa menguasai per montiran
" Mas..." panggil Melisa membuyarkan lamunan Dika
" Kita mau cari Faisal dulu..???"
" Aku khawatir dengab dia Mel... aku pengeb tau keadaan nya... juga aku harus ketemu wawan..." sahut Dika gamang
" Apa kamu tak keberatan jika ke makam bapak mu kita tunda dulu...???"
" Iya mas.. gak papa... mumpung disini kita cari mas Faisal dan mas Wawan dulu aja... aku juga kawatir dengan mereka mas Gani emang keterlaluan..." Melisa setuju
" Makasih ya...kamu udah mau ngertiin aku..." Dika menggenggam tangan Melisa erat, menyabukkan tangan Melisa melingkar di pinggangnya
" Aku yang berterimakasih mas..kamu sudah mengorbankan semuanya buat aku... kamu mau menerima aku yang sebatang kara ini...aku bersyukur Tuhan mempertemukan kita disaat yang tepat seperti ini..."
" Ini jalan Tuhan sayang..mungkin cara Tuhan mendewasakan kita dengan cara seperti ini... kita harus sama sama bisa saling menguatkan..."
Melisa mendekap punggung Dika erat, rasanya dia tak mau melepaskan laki laki badboy tapi terbaik yang pernah dia kenal
" Biarkan semua orang nencela mu mas.... menghakimi mu karena status kita..tapi mereka tak tau apa yang sudah kamu korbankan untuk ku... aku merasa beruntung dipertemukan dengan laki laki seperti mu mas... kamu saat ini adalah tempat ku bersandar..berlindung dan tempat ku untuk pulang... terimakasih atas semuanya...." ucap Melisa lirih sembari kembali meneteskan air matanya
Setiap manusia...
Sebejat dan se brengs*k apapun dia
Manusia pasti ada sisi baik nya juga... kadang sisi tetbaik nya tak pernah di sangka sangka oleh orang lain...
Maka jangan sekali kali menghakimi orang yang hanya kau anggap dia jelek....
Bersambung~
Hai Guys...
Aku kasih double Up nihhh jam segini...
Bagi waktu takut siang sibuk hihihiii
Yuuukkk kasih Vote yang banyak
Aku butuh dukungan dari kalian lohhh
Suport kalian sangat berarti untuk perkembangan dan kemajuan novel ini
Jangan bosen untuk terus ikuti perjalanan Melisa dan Dika sampai mereka menemukan kebahagiaan nya...
Happy Reading...
__ADS_1