Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Dunia Mafia


__ADS_3

Kita beralih ke Mas Dika dulu ya Gengs


Tiga orang berpakaian hitam hitam baru saja keluar dari sebuah gedung kosong, dibelakang mereka sudah tergeletak seorang laki laki paruh baya memakai setelan jas rapi, laki laki itu sudah tak bernyawa baru saja di eksekusi anak buah Bos Reyden yang di pimpin oleh Dika, laki laki itu adalah sang penghianat yang hampir saja membongkar rahasia klan mafia pada anggota kepolisian


" Bos... si kutu sudah kita bereskan..." ujar Dika memberitahu bos Reyden begitu mereka sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan


" Kerja bagus...!!!!! habis ini datanglah temui seseorang di pinggir bukit ambil barang dari mereka, jika mereka berontak selesaikan sekalian... aku tak mau banyak tikus tikus berduri yang mengganggu jalan kita..." titah bos Reyden pada Dika


" Baik bos...!!!"


" Ayooo kita ke pinggir bukit... bos menyuruh kita ambil barang disana...!!!" Dika menginstruksikan pada dua rekan nya


" Kalian harus siaga, jika kemungkinan kita harus eksekusi mereka maka kalian harus cepat ambil tindakan....dan yang paling penting jangan tinggalkan jejak...!!!"


" Siap bang...!!!" sahut kedua rekan Dika hampir bersamaan


Mereka tiba di lokasi yang dituju, mobil jeep hitam sudah menunggu mereka disana


Ada empat laki laki menyambut mereka


Dika dan kedua teman nya turun dari mobil, bernegoisasi sedikit mereka akhirnya deal tukar barang, Dika menyerahkan koper berisi uang dan mereka menyerahkan barang terlarang itu


Namun dari dalam mobil seorang laki laki keluar langsung menembakkan senjata tajam nya, untung saja rombongan Dika jeli dan sudah siap siaga, akhirnya pembantaian tak bisa dihindari, meskipun Dika hanya bertiga tapi mereka adalah orang pilihan yang sudah diberikan senjata lengkap oleh bos Reyden, gak sulit untuk menaklukan lawan


" Bangs*t...!!!! kalian pakai kekerasan rupanya...!!!" maki Dika begitu mereka melakukan perlawanan,


Tanpa ampun Dika menembaki mereka sampai tak bernafas lagi


" Ayoo buruan pergi...!!! CEPATTT...!!!!" komando Dika pada dua teman nya


" Buruan... buruan...!!!!"


****


" Kerja yang perfeck....!" puji bos Reyden ketika Dika menyerahkan barang yang dibawa nya dengan selamat ke tangan bos Reyden


" Jadi kau habisi mereka...???"


" Iya bos... maafkan kami... terpaksa kami lakukan itu karena mereka menyerang kami duluan..." sahut Dika


" Tadinya saya sudah berusaha bicara baik baik tapi rupanya mereka sudah mempersiapkan penyerangan..."


" Memang tempat orang orang licik seperti mereka adalah di neraka... kau sudah melakukan tugas yang bagus anak muda...!!! pilihan yang kau ambil adalah pilihan yang tepat...!!!"


" Jo... bereskan bangkai itu... buang jejak dengan rapi agar para aparat negara tidak bisa melacaknya lagi...!!!" titah bos Reyden pada Jo

__ADS_1


" Siap bos...!!!" Jo langsung bergegas pergi menjalankan tugas nya


" Bos maaf... apa saya sudah diperkenan kan untuk pulang...???" tanya Dika


Bos Reyden tersenyum smirk menanggapinya


" Kenapa...??! apa kau sudah rindu dengan wanita mu yang sexy itu...???"


" Aku mau menyelesaikan urusan ku dulu bos..." sahut Dika


" Kau masih punya dua tugas lagi Dika... kau selesaikan dulu tugas mu itu baru kau bisa pulang... dan ingat jangan pernah lari atau berusaha menghindar dari ku...!!! sewaktu waktu aku memanggilmu... kau harus siap dan segera datang menemui ku...!!!"


" Mengerti bos...!!!" sahut Dika patuh, lalu segera pamit keluar


Dika berjalan keluar markas, mengendarai motornya kembali ke apartemen yang disediakan bos Reyden untuk nya


Kehidupan Dika saat ini memang sudah benar benar berubah


Dika melewati sebuah butik pakaian, entah angin apa yang menggerakan hatinya untuk menghentikan motornya dan masuk ke butik itu


" Selamat datang tuan... ada yang bisa kami bantu...???" sapa seorang pelayan butik dengan ramah


" Saya mau cari gaun gaun bagus untuk istri saya... apa kau bisa membantu...???" tanya Dika


" Tentu bisa tuan... mari saya antarkan ke gaun gaun desain terbaru kami...."


Uang hasil jerih payahnya ini ingin dia berikan untuk menyenangkan gadis itu


Melisa...????


Dika tiba tiba terdiam setelah membayangkan cantik dan anggun nya Melisa memakai gaun gaun ini


Benarkah dia sedang memikirkan Melisa...??? bukan Je lagi...!!!!


Dia ingin membeli gaun bagus ini untuk Melisa...????


" Kenapa tuan apa ada yang tidak cocok...???" suara pegawai butik membuyarkan lamunan nya


" Aaahhh gak...!!! tolong bungkus ini semua...!!!"


" Baik tuan... silahkan menunggu di kasir untuk pembayaran nya..."


Selesai belanja gaun gaun itu, Dika segera melanjutkan perjalanan nya menuju apartemen,


Sampai di apartemen doi langsung masuk kamar mandi membersihkan diri

__ADS_1


Hari ini sudah lebih dari lima nyawa ia eksekusi


Padahal sebenernya orang orang itu sama sekali tak pernah membuat salah pada Dika


Bisa jadi memang persaingan bisnis haram seperti ini memang panas,


Tapi Dika tak bisa membantah saat bos Reyden memberikan titah apapun, termasuk dia harus terbiasa menjadikan hatinya mati dan kejam untuk membunuh orang orang yang tak berdosa padanya


Dika semakin jauh terperosok dalam hidup yang penuh dosa, dia bagaikan telah terjerat dalam kubangan hitam ini, dia tak bisa keluar lagi, dia tak punya pilihan lain lagi, rupanya dia benar benar sudah terjebak dalam ambisi nya yang berlebihan sehingga dia tak dapat lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah...


Dika melirik papar bag yang dibelinya di butik tadi, meneliti satu persatu gaun yang dipilihnya


" Ternyata rasa nyaman yang ada diantara kita bukan hanya menjadi candu untuk ku Mel... tapi perasaan ini menjadi simbol kalau rasa yang ada untuk mu telah jauh lebih tinggi dari rasa yang pernah ada untuk Je... bahkan selama aku bersama Je aku belum pernah merasakan senyaman ini...."


" Maafkan aku... maaf karena sampai hari ini aku belum bisa memberikan kepastian itu, janji yang pernah aku ucapkan padamu...apalagi sekarang Mel...." Dika menerawang menatap langit langit kamarnya, lalu berjalan kearah jendela, membuka gorden dan menatap megahnya bangunan bangunan kota di luar sana


" Aku telah berada dilingkungan yang sangat membahayakan mu... aku sangat takut jika kamu terseret dalam keadaan ini... aku tak mungkin sanggup jika kau harus ikut terjerumus sepertiku saat ini... atau kau menjadi terancam dan berada dalam bahaya karena resiko yang kuambil...."


" Jujur... andaikan diluar sana ada laki laki yang benar benar tulus mencintaimu... bahkan lebih dari aku.... aku akan merelakan mu bersama nya... asal hidupmu tak terancam seperti bersamaku saat ini... aku ingin melihat mu bahagia sayang... aku ingin kau menemukan kebahagiaan mu...."


Dika mengoceh sendiri, hatinya selalu diselimuti ketakutan akan keselamatan Melisa, takut jika Melisa dijadikan target oleh klan mafia nya untuk mengintimidasinya


Atau mungkin segala kemungkinan yang terjadi, bisa saja musuh musuhnya saat ini sedang menargetkan Melisa untuk melumpuhkan nya, Dika tak mungkin sanggup membiarkan Melisa menanggung akibat dari perbuatan nya,


" Aku sayang sama kamu Mel.... sayang banget...." tak terasa butiran butiran air mata tulus meleleh jatuh di pipi Dika


Tangis yang begitu dalam atas kekhawatiran yang melanda nya


Klunting


" Dik hari ini aku sama Faisal udah bisa masuk kerja...makasih loh ya udah bantuin kita... kamu kapan balik sih... bu Fatma udah nanya nanya kamu terus....sebaiknya kalau kamu emang udah gak bisa kerja di sini lagi.... mengundurkan diri dengan cara baik baik Dik..." pesan masuk dari Wawan


Dika hanya membacanya tanpa dibalas


" Bentar lagi Wan... bentar lagi semua yang ku mau akan ku raih... pada saat nya itu tiba aku akan sampaikan pada kamu dan yang lain nya...."


Bersambung~


Haiii Readers


Maaf ya baru bisa Up


Seharian ini Signal di tempat author lagi ngajak ribut hihihiii


Jangan lupa kasih Vote sebanyak banyak ya... biar author makin rajin Up nya

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2