
Melisa masih ragu jika harus memberitahukan kabar bahagia nya pada bang Gondrong soal kehamilan nya yang sudah menginjak usia hampir tiga bulan, yang dipikirkan Melisa pertama adalah pertanyaan dari bang Gondrong soal mas Dika, bang Gondrong pasti akan menanyakan kabar Dika dan seperti apa kondisi rumah tangga nya
Gak mungkin Melisa harus katakan pada bang Gondrong jika Dika sedang pergi meninggalkan nya bahkan hampir dua bulan ini tak ada kabarnya sama sekali, bang Gondrong pasti akan banyak tanya bahkan berfikir kalau Dika tidak bertanggung jawab dan sengaja meninggalkan nya
Jujur Melisa tak bisa, bagaimana pun dia mencintai suami nya itu, dia tak bisa jika ada orang yang menjelekkan Dika sekalipun memang Dika salah,
Wawan juga sempat memberi saran untuk memberitahu bang Gondrong atau mininal mbak Ervina soal kabar kebahagiaan ini, tapi Melisa menolak nya, alasan nya ya seperti itu tadi... karena banyak hal yang harus di fikirkan
Wawan juga bukan tipe orang yang senang mencampuri urusan orang lain, dia menempatkan posisi nya sebagai sahabat yang baik yang berusaha ada di setiap Melisa butuhkan, dia memilih tak memberitahukan siapapun jika tanpa seijin dari Melisa sendiri
Melisa menekan nomor telephon Dika sekali lagi, jawaban nya masih sama... nomor telpon Dika masih tak bisa dihubungi
Melisa putus asa, memutuskan untuk berangkat kepasar berbelanja beberapa kebutuhan dapur yang sudah mau habis, ketimbang bersedih dan mengganggu mood kehamilan nya mendingan dia gunakan untuk mencari kesibukan yang positif
Sekarang membantu Wawan tambal ban, atau yang lain nya sudah tak diperbolehkan Wawan lagi semenjak Melisa di positifkan hamil, Wawan menghandle semua nya sendiri dibantu dua montir anak buah nya, Melisa hanya sibuk beberes dan mengurusi masalah dapur aja, Waktunya lebih banyak dibuat untuk beristirahat sesuai anjuran Wawan
Selesai berbelanja, Melisa berjalan kaki menelusuri trotoar kearah jalan pulang, dia sengaja gak pakai motor atau naik angkot, dia lagi pengen sekalian berolahraga santai biar lebih sehat, Apalagi udara kampung yang cukup segar, cukup membuat pikiran nya sedikit lebih tenang sekarang
Dari kejauhan Melisa melihat seorang perempuan bersama anak laki laki nya yang mulai remaja sedang duduk ditrotoar, disamping mereka duduk ada dua tas besar dan beberapa kardus, sepertinya mereka mau pindahan,
Melisa merasa mengenal dua orang itu, di dekatinya pelan pelan, untuk memastikan apakah benar mereka orang yang Melisa kenal
" Ibu... ee bu Murni...!!! Riki...!!!" panggil Melisa setelah yakin bahwa kedua orang itu adalah bu Murni dan anak lelaki nya Riki
Riki langsung menoleh menatap Melisa dengan mata yang berbinar binar, seperti mengharapkan Melisa akan membantu nya saat ini
" Mbak Melisa...!!! Waaahhh sangat kebetulan sekali ketemu mbak Melisa disini... pasti tempat tinggal mbak Mel di dekat sini ya...!!! ayoo donk ajak aku kerumah mbak Mel...kita butuh tempat tinggal mbak Mel..." ujar Riki dengan bersemangat
Melisa malah mengerutkan jidat bingung, bukan mengingat seperti apa dulu sikap Riki menyakitinya, tapi lebih ke heran kenapa mereka seperti orang terdampar seperti ini
" Huuusssttt...!!!!" bu Murni mengkode anak nya melarang meminta tolong pada Melisa
" Kamu seenaknya minta tolong sama mbak Mel.. apa kamu gak malu dengan semua yang sudah kita lakukan pada Melisa...!!! udah lahh..gak usah merepotkan Melisa...." ucap bu Murni dengan malu, jelas dia malu lah dengan semua yang sudah dia dan suami nya lakukan pada Melisa
" Tapi bu... aku gak mau jadi gelandangan seperti ini... dia kan pernah jadi mbak ku... pasti dia mau nolongin..." keluh Riki jujur
" Ibu gak mau...!!! ibu gak punya muka lagi pada Melisa... udah terlalu banyak dosa dan kesalahan yang kita perbuat pada nya... kita terima saja cobaan kita ini... udah jangan merepotkan dia lagi..." bisik bu Murni pada anaknya, memberi pengertian anak nya untuk tidak merengek pada Melisa
Melisa yang mendengarnya malah semakin iba, jelas dia tak tega orang yang dulu yang dia tau dia adalah ibu kandungnya, meskipun sebagaimana pun perlakuan dia, suami dan anak nya pada Melisa, Melisa tetap menyayangi mereka layaknya keluarga sendiri
" Bu....!!!" panggil Melisa pelan
__ADS_1
" Kenapa ibu bicara begitu sama Melisa... ibu udah gak mau nganggep Melisa lagi..."
Ucapan Melisa malah menyentuh hati bu Murni, membuatnya semakin merasa bersalah dan banyak dosa telah mendzolimi anak baik ini, bu Murni tak kuasa menahan air matanya
" Sudah lah Mel... ibu gak pantas dianggap ibu mu... kami terlalu jahat padamu... apa yang sudah kami lakukan pada mu membuat ibu tak punya lagi didepan mu....sudah lah pergi saja nak... jangan hiraukan kami..." sahut bu Murni
" Ibu lupa kalau Melisa pernah bilang Melisa sayang ibu... bagaimana pun selama ini yang Melisa tau ibu kandung Melisa ya bu Murni... yang pertama kali merawat, memberi kasi sayang ya bu Murni..."
" Iya buk... tuh mbak Melisa aja masih baik.. ayolah kita minta bantuan dia aja... aku gak mau jadi gelandangan begini bu..." sahut Riki
" Bu... ada apa sebenernya... kenapa ibu sama Riki bisa ada di kota ini dengan membawa barang barang sebanyak ini...???" tanya Melisa dengan lembut penuh kepedulian
Bu Murni terisak, menundukan kepalanya tak berdaya
" Hiks hiks hiks... mungkin ini karma buat keluarga kami Mel... bapak mu pak Marjo kalah judi....dan semua rumah, uang kami ... semua hasil dari negoisasi bengkel yang menjadi jaminan kamu pada Ghani... ludes... habis disita karena hutang bapak yang banyak..." bu Murni menjelaskan sembari sesenggukan, menceritakan hal yang terjadi dalam keluarga nya
" Kami diusir paksa dari rumah.... kami di bawa pakai mobil dan di taruh mereka disini... ibu lagi bingung mau kemana karena gak ada uang sepeserpun..."
Melisa menatap bu Murni dengan sendu, sakit sekali rasanya mendengar cobaan yang sedang mereka hadapi, semiris itu kondisi mereka saat ini, pantas Riki bilang gak mau jadi gelandangan
" Lalu bapak dimana bu...???" tanya Melisa khawatir
" Bapak masih di tahan di kantor polisi nduk... selain hutang bapak juga terlibag dalam pengedaran uang palsu..."
" Bu... ijinkan Melisa membantu ibu kali ini..ijinkan Melisa jadi anak yang berbakti... ibu sama Riki bersedia ya tinggal bareng Melisa..." ajak Melisa lembut
Belum bu Murni menjawab, Riki sudah lebih dulu menyahutnya
" Iya mbak Mel... kita setuju.. memang sudah seharusnya begitu... kamu gak tega kan kalau ngliat ibu jadi gelandangan tidur di emperan toko atau di kolong jembatan..."
" Riki...!!!" bentak bu Murni
" Riki bener bu... ayolah bu sementara aja sampai keadaan ibu baik.. kalau ibu mau nyari kontrakan nanti bisa nyari gak papa bu... sementara ini aja...." ajak Melisa lagi
" Ibu gak mau ngrepotin kamu nduk... udah banyak kamu berkorban untuk ibu... kami menjahati kamu... bahkan kami menyiksa mu... kenapa kamu sebaik itu sama ibu nduk..."
" Karena Melisa sayang ibu.. Riki dan bapak..." jawab Melisa sambil tersenyum
Bu Murni gak bisa berkata kata apa apa lagi dia hanya bisa menangis sambil memeluk Melisa erat, Melisa memang malaikat yang Tuhan kirimkan diantara keluarga nya... hanya dia saja yang begitu jahatnya menyia nyiakan anak sebaik hati Malaikat ini....
" Ayo mbak Mel cepet ke rumag mu.. aku udah gerah pengen mandi..." ajak Riki antusias, pokonya bagi dia saat ini, tambel tebal tebal muka tembok nya, buang rasa malu nya yang penting dia harus ada tempat tinggal yang nyaman, dan memanfaatkan kebaikan Melisa adalah jurus terjitu nya
__ADS_1
" Apa gak merepotkan kamu nduk...???" tanya bu Murni ragu
" Sama sekali gak buk... Melisa malah seneng kalau ibu mau tinggal bareng Melisa..." jawab Melisa meyakinkan Murni
" Orang yang punya udah ngajak kok ibu kebanyakan mikir..." gerutu Riki lirih
" Oya... ibu sama Riki udah makan...???" tanya Melisa sambil membantu membawakan beberapa barang barang mereka
" Ud...!!!"
" Belum mbak... kami sama sekali belum makan..." Riki cepat cepat memotong pembicaraan ibunya, sebab ibunya akan menolak ajakan Melisa lagi
" Aku sudah sangat lapar mbak..."
" Kalau gitu makan di tempat mbak Mel aja ya... nanti sekalian kita masak bareng..." balas Melisa sambil tersenyum
" Kirain mau diajak makan direstaurant mewah... tibak'e diajak makan di rumahnya mana disuruh masak dulu lagi...!!! gak papa wes penting makan gratis....!!!" gerutu Riki lirih
" Mel... makasih ya udah mau nolongin ibu dan Riki... kami sudah sangat jahat sama kamu nduk... kami tega menjadikan kamu jaminan hutang, memaksa mu menikah dengan Ghani... dan kami sudah pernah mengusir mu..." ucap Murni dengan segala penyesalan nya
" Udah buk... gak usah dibahas dulu ya... kita focus dulu dengan kondisi kalian..." sahut Melisa bijak
" Aku tinggal di sini sekarang bu...!!!" tunjuk Melisa begitu mereka sampai di bengkel tempat tinggal nya
Bu Murni langsung kaget
" Be... Bengkel...!!!!!"
Bersambung~
Yaahhh ini Up nya jadi tengah malam soalnya seharian gak ada signal hihihiii
Mati lampu malah bikin signal ikutan hanyut
Maaf ken ya Readers....
Jangan lupa kasih Vote nya yaaa
Kira kira setelah bu Murni dan Riki di ajak Melisa ke tempat tinggal nya, apa yang akan terjadi....????
Ikuti terus next Up nya
__ADS_1
Happy Reading....