Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Pengorbanan Dika


__ADS_3

" Permisi....!!!!"'Dika mengetuk pintu rumah Melisa pelan,


Dia sengaja membuntuti orang tua Melisa saat membawa Melisa pulang, bahkan dia juga melihat saat Melisa diantarkan dirumah Gani


Ayah Melisa segera membukakan pintu, dia nampak heran ada seorang laki laki muda tampan berperawakan gagah berdiri didepan pintu rumahnya


" Cari siapa mas...???" tanya Pak Marjo ayah Melisa


" Saya Dika pak... boleh kita bicara sebentar...???" ajak Dika


Pak Marjo sedikit menilik memperhatikan Dika namun segera mempersilahkan nya masuk dan duduk di ruang tamu rumahnya


" Ada apa...??? apa sebelumnya kita sudah pernah kenal...???"


" Belum pak... perkenalkan nama saya Dika saya yang selama ini tinggal bersama Melisa anak bapak..."


Mendengar pengakuan Dika pak Marjo langsung naik pitam, langsung menarik kerah baju Dika marah


" Kurang ajar... rupanya kamu laki laki yang kurang ajar dengan anak saya...!!! kamu yang buat Melisa melawan saya...!!!"


" Maaf pak saya tau saya salah... tapi bolehkah kita bicara baik baik...???" Dika sabar


" Apa... apa yang mau kamu bicarakan dengan saya... kamu pikir saya ini tidak punya harga diri... seenaknya saja kamu memperlakukan anak perempuan saya... laki laki macam apa kamu itu...!!! baj***an...!!!" umpat pak Marjo mengeluarkan amarahnya


" Saya datang kesini ingin membawa kembali Melisa...saya tau pak dia tidak bahagia dengan laki laki pilihan bapak..."


Bouuuggghhh


Satu bogeman mentah mendarat cepat ke wajah Dika, namun Dika tetap diam tak melawan,


" Beraninya kau bicara seperti itu pada ku bocah...!!! kau pikir apa keluargaku ini...!!!"


" Bukan begitu pak...saya hanya tak mau Melisa terus menderita, disiksa dipukuli dan dikasari oleh Gani... tolong pak... beri saya kesempatan untuk melindunginya..."


" Kalau kau mau dia kau harus menikahi anak ku..!!!"


Dika diam, jujur untuk soal nikah masih jauh dari pikirannya,


Tapi meminta anak perempuan orang dari ayahnya jelas dia harus bertanggung jawab pada status yg jelas


" Kenapa diam...!!!! kau tak sanggup...!!!" bentak pak Marjo marah


" Bukan begitu pak... hanya untuk menikah saya belum punya modal yang cukup..."


" Kamu baru mau nikah saja tak punya modal bagaimana mau menghidupi anakku...!!! biarkan dia sama Gani hidupnya tidak akan kekurangan..." cibir pak Marjo sinis


" Tapi apa bapak tidak kasihan... Melisa tersiksa karena dipaksa... dianiaya... dipukuli..."


" Aku sebagai bapaknya lebih kasihan jika dia hidup dengan mu yang apa saja kekurangan...!!!"


Dika diam, cukup matre juga orang tua Melisa


" Tapi apa bapak tak memikirkan perasaannya...???"


" Kau tau...!! aku menikahkan dia dengan nak Gani supaya hidupnya enak... tidak kekurangan... selain itu dia sebagai anakku harus berbakti pada orang tuanya..."

__ADS_1


" Aku menjaminkan dia pada Gani karena utang ku pada Gani yang menumpuk... untuk kebutuhan sehari hari, menyekolahkan Melisa dam adik adiknya...untuk segala urusan... aku tak sanggup membayarnya... Gani hanya meminta Melisa dan akan menjamin hidupnya apa aku salah...!!!! aku telah membuatnya hifup berkecukupan...!!!"


Rupanya ini alasannya kenapa orang tua Melisa begitu ngotot memaksa menyerahkan Melisa pada bandot tua itu


Ya Tuhan malang sekali nasib mu Mel...


" Kau bisa mengganti itu...!!!!" tantang pak Marjo


" Kalau itu alasannya... saya akan pikirkan pak... saya akan membebaskan Melisa dan keluarga bapak dari jerat hutang Gani... saya akan bertanggung jawab..." balas Dika mantab


" Dengan apa...???" cibir pak Marjo


" Saya punya bengkel yang cukup terkenal dan lumayan besar... mungkin itu cukup untuk menjadi jaminan hutang bapak dan membebaskan Melisa..." tawar Dika


Tanpa banyak pikir lagi, yang ia mau Melisa harus segera keluar dari tangan bandot tua cabul itu


" Bengkel. ...." pak Marjo berfikir


Dia sudah melihat bengkel milik Dika kemarin waktu dia menjemput paksa anaknya, itu lebih dari cukup, dia bahkan bisa minta kembalian dari Gani, ahhh untung double ini


Masalah Dika mau menikahi Melisa secepatnya atau belum itu bisa diatur, yang penting hutang keluarganya lunas


" Bagaimana pak...???" tanya Dika memperjelas


" Aku akan bicarakan sama nak Gani... kau besok cukup kesini lagi dan bawa surat surat serta sertifikat bengkel mu itu..."


" Tapi saya boleh membawa Melisa pergi....??? saya janji tidak akan mengajaknya tinggal bersama... saya akan mencarikan dia tempat tinggal... saya akan bertanggungjawab dan melindunginya pak..." mohon Dika


" Yahhh... nanti kita bicarakan lagi... asal kau tepati dulu janji mu itu..."


Dalam hati pak Marjo merasa senang, rupanya kecantikan anaknya ada manfaatnya juga, banyak laki laki yang terpikat dan rela memberikan apa saja demi anaknya


Belum lagi pikat milik Kewanitaan Melisa yg begitu menggiurkan, membuat laki laki yg pernah menikmatinya rela mengorbankan apapun asal bisa memilikinya lagi


" Berguna juga anak ku itu...nggak sia sia ngurus dia dengan baik..." batinnya senang


Ahhh entah lah orang tua seperti apa pak Marjo ini, sepertinya hatinya telah dibutakan dengan himpitan ekonomi yang begitu memprihatinkan sampai dia tega menjadikan anak perempuannya umpan.


Dika segera pamit dari rumah Melisa, keputusan dadakannya ini sudah mantab, gampang lah... meskipun dia harus mengorbankan bengkel hasil usaha jerih payahnya, harta paling berharga yang selama ini diimpikannya, tapi demi Melisa, demi wanitanya itu, dia akan melakukan apapun, dia tak mau wanitanya disakiti orang lain...


Soal bengkel nanti dia akan cari kerja lagi, mungkin bisa jadi montir montir di bengkel bengkel besar ngumpulin duit buat kembali merintis usaha lagi


Begitu pikirnya singkat...


" Sayang... mungkin aku bukan laki laki baik yang bisa memberimu status jelas... tapi aku akan melakukan apapun demi kamu... asal kamu tak menderita... aku janji sayang... tak akan ku biarkan siapapun menyakiti mu lagi... aku akan melindungi mu jiwa dan raga ku..." ucap Dika sambil kembali ke bengkelnya


***


" Gila lu Dik... ide lu gila...!!! gue nggak setuju...!!!!" marah Wawan saat Dika mengutarakan dan menjelaskan maksud tujuannya


" Lu mau nglepasin gitu aja usaha lu ini...!!! ini impian lu dari dulu Dik... lu bangun ini susah payah...nggak ....gue nggak setuju...!!!"


" Tapi Wan... hanya ini satu satunya cara buat gue bisa nglepasin Melisa..." jelas Dika


" Lu bisa nyari kerja jadi montir di bengkel lain..."

__ADS_1


" Ini bukan soal kerja gue Dik... tapi gue peduli dengan lu...gue nggak mau lu nglakuin hal konyol..."


" Betul mas Dik... mending di pikir pikir lagi aja...jangan bertindak dalam kondisi lagi emosi..." Faisal ikut memberi nasehat


" Maafkan gue Wan.. Sal... tapi keputusan gue udah bulat, gue akan mengorbankan apapun demi Melisa... jika dengan mengorbankan bengkel gue buat jadi tebusan dan jaminan hutang keluarganya dia bisa bebas dari tangan bandot cabul itu... gue rela... gue nggak nyesel sama sekali..."


" Toh gue masih bisa memulai lagi nanti... ngumpulin modal dulu lalu merintis lagi membuka bengkel baru..."


" Butuh berapa lama...??? sampai bengkel lu se ramai sekarang...nyari pelanggan itu susah Dik...!!!" bantah Wawan


" Tapi gue yakin dengan skill gue Wan... gue pasti akan berjaya lagi... ini hanya pengorbanan sedikit..." Dika tetap bersitegas dengan pendiriannya


" Lu udah cinta buta sama perempuan janda itu Dik... sampai lu nggak mikir pakai logika lagi..."


" Serah kalian mau nganggep apa... tapi bagi gue Melisa itu penting...!!!" Dika tetap ngotot


Wawan dan Faisal hanya menghela nafas panjang, percumah menasehati orang yg sedang mabuk kasmaran


Entah apa istimewanya Melisa sampai Dika senekat ini, apa Dika benar benar mencintai Melisa...???!


" Terserah lu lah... gue sama Faisal sebagai kawan dan orang yang paling deket sama lu cuman ngasih saran tapi kalau nggak lu dengerin ya terserah... asal kedepannya jangan nyesel aja..." Wawan pasrah


" Jadi hari ini... ini hari terakhir kalian kerja di bengkel ini...tapi gue pengen Faisal tetep kerja disini siapapun pemiliknya nanti..." pupus Dika


" Iya mas Dik... saya tetep mau kerja disini... saya sudah merasa menyatu dan memiliki bengkel ini... siapapun pemiliknya..." jawab Faisal Lesu, ada rasa kesedihan yg tak bisa terungkapkan


Wawan hanya menatap Dika tak mengerti, sahabatnya yang selama ini selalu acuh dan lebih mengutamakan bengkel kesayangannya dari apapun, kini rela melepasnya cuma cuma hanya demi seorang wanita...


Harapan Wawan semoga ini bukan jalan yang salah yang Dika ambil


" Maafin gue Wan... kalau gue udah bikin lu kecewa..." ucap Dika saat melihat mata Wawan begitu berat


" Gue tetep nggak setuju Dik dengan keputusan lu ini... gue masih nggak habis pikir lu bisa sekonyol ini..."


" Tolong mengerti keadaan gue... gue nggak bisa ngliat Melisa menderita..."


" Tapi kan itu bapaknya yang bikin dia kek gitu... bapaknya aja tega tega aja...!!!"


" Gue nggak Wan... gue peduli sama dia..."


" Apa lu cinta beneran sama Melisa... lu mau serius sama dia...sampai lu mau berkorban seperti ini...!!!!" selidik Wawan


Dika terdiam mencoba menelaah perasaan nya sendiri


Apa yang terjadi dengannya...????


~Bersambung~


Makasih ya buat para Readers yang sudah mampir dan memberi dukungan di Novel ini, dukungan kalian tentunya sebagai spirit dan kekuatan tersendiri bagi penyemangat author dalam melanjutkan cerita yang tak seberapa ini


Jangan lupa tetep di Vote ya... di Like dan di komen yang positif


Happy Reading....


Follow author IG @Arumpicill_94

__ADS_1


__ADS_2