
" Sebenernya dari awal Dika udah salah langkah Mel..." ujar Wawan memulai cerita
" Aku akan ceritakan sama kamu dari awal supaya kamu paham...!!!" lanjutnya
Melisa menatap Wawan dengan tatapan syok, keringat dingin mengucur dipelipisnya, Gondrong memegangi bahu Melisa supaya tak ambrug karena tubuhnya sudah mulai lemas
" Dika terlalu ambisi pengen cepet mengambil alih lagi bengkel nya... dia melakukan segala cara supaya bisa mendapatkan uang itu... sampai dia gelap mata dan terjerumus bergabung dengan klan Mafia...!!!!!"
Duuugggg
Duuuuggggg
Jantung Melisa berdetak tak terkendali, nafasnya terasa panas, sakitt... ngilu...
" Aku gak tau pasti gimana Dika bisa kenal anggota Mafia itu... yang pernah aku dengar ketika Dika cerita dia dijebak awalnya disuruh nganter kue ulangtahun yang ternyata di dalam nya isinya andalah barang terlarang... dia diancam dengan memperlihatkan fotomu dan ingin mencelakaimu...!!!"
" Dan yang pasti karena iming iming uang yang banyak akhirnya Dika mau mengambil resiko itu masuk dan bergabung menjadi komplotan Mafia..."
" M...mhass..." nafas Melisa tersengal sengal menahan sesak yang menyakitkan didada nya
" Apa... apa waktu ada dua laki laki yang mencurigakan di warung baso... lalu laki laki yang sering mengintai bengkel adalah anak buah mafia itu...!!!;" tanya Melisa
" Mas Dika terlihat panik dan ketakutan...!!!"
" Kamu benar...!!! mereka adalah mata mata suruhan bos besar Mafia untuk mencari Dika karena Dika berencana ingin kabur dan melepaskan diri dari mereka...!!! sebab siapapun yang sudah terjerumus masuk ke dunia hitam itu selama nya dia tidak bisa lepas..." jawab Wawan
Melisa menangis sesenggukan, saat ini dia tak tau apa yang dirasakan di dalam hatinya, kecewa dengan keputusan Dika jelas iya, tapi dia lebih khawatir dan takut terjadi sesuatu yang buruk pada suami dan ayah dari calon bayi nya itu
" Lalu mas Faizal...???? aku yakin mas Faizal pasti bersama mas Dika kan...???" tanya Melisa menuntut Wawan untuk benar benar berkata jujur tentang semua yang terjadi
Wawan menghela nafas beratnya
" Faizal di jadikan umpan oleh bos mafia untuk memancing Dika keluar dari persembunyian... selepas kamu dan Dika pulang kesini... di bengkel tempat mbak Ervina sering di datangi tiga laki laki yang berpakaian mewah ala ala bos besar... aku sudah curiga karena mereka terlalu baik... sering menberikan uang tips yang tidak sedikit....tetapi sepertinya Faizal tergiur hingga dia masuk dalam bujuk rayu mereka..."
" Kamu ingat waktu Faizal tiba tiba pulang dan hanya datang ke bengkel...???" tanya Wawan, Melisa menatap Wawan dengan pasrah
" Dia hanya datang mengancam Dika untuk segera menemui bos besar... Faizal sudah sempat di cuci otak nya....!!!"
__ADS_1
Melisa mengerang, perutnya kontraksi lagi, tangis nya pecah tersedu sedu
" Mel...!!!" panggil Gondrong panik
" Mel kamu gak papa kan...!!! kamu janji pasa ku kamu bakalan baik baik aja..." Wawan ikutan panik
" Akhuu... akhuu gak pfapha mas...aku mhasih khuath..." sahut Melisa terbata bata
" Wan... gak perlu lu lanjutin lagi cerita lu... udah cukup yang penting Melisa udah paham..." Gondrong memotong penjelasan dari Wawan, dia lebih khawatir soal kesehatan Melisa dan kandungan nya
" Enggak...!!! aku mau mas Wawan melanjutkan cerita nya... aku mau tau sedetailnya...!!! aku gak papa aku baik baik aja... aku kuat...!!!" Melisa kekeh mau lanjut mendengarkan penjelasan Wawan
" Tapi Mel...!!!" Gondrong keberatan
" Aku gak papa bang... aku kuat... aku harus tau semuanya...!!!"
Gondrong hanya bisa mengangguk pasrah, menyetujui permintaan Melisa
" Lanjut Wan...!!!" perintahnya pada Wawan
" Tapi rupanya mereka sangat licik Mel... Dika dipaksa untuk membunuh banyak orang yang menjadi penghalang dan musuh mereka... awalnya Dika di janjikan setelah dia berhasil mengeksekusi para musuh mereka, Dika dan Faizal akan dibebaskan... nyatanya makin hari malah Dika semakin dijadikan kacung untuk melakukan transaksi barang haram dan membunuh banyak orang... Dika di setting mereka menjadi orang yang kejam, bengis dan tak punya peri kemanusiaan...!!!"
" Dan alasan itulah kenapa selama ini Dika tak pernah mengaktifkan ponsel nya... Dika khawatir saat kamu menghubungi Dika maka posisi mu akan terlacak mereka maupun musuh dan itu akan membahayakan mu..."
Wawan menjeda penjelasan nya sebentar, rasanya berat untuk dia menjelaskan semua yang sudah terjadi dan apa yang sedang di hadapi Dika saat ini
" Lalu...???" tanya Melisa
" Dika juga ditugaskan untuk membunuh salah seorang kepala anggota berwajib dan sekaligus orang yang sangat berpengaruh di kepemimpinan negara kita...!!!"
" Dan mas Dika membunuhnya..!!! inikah yang menjadi masalah tergenting yang kalian maksud dari tadi...???" tebak Melisa nanar
Wawan menggeleng
" Dika tak membunuhnya... Dika memiliki rencana lain... Dika hanya menjadikan laki laki itu tawanan nya dengan memegang rahasia terbesarnya... Dika dan Faizal berencana akan memberontak klan Mafia nya... dia mau bebas dan segera kembali sama kamu...!!!"
" Aku juga sudah memberitahu nya kalau kamu sedang hamil... dan dia sangat antusias untuk segera pulang menemani masa masa kehamilan mu Mel..."
__ADS_1
Wawan melirik Gondrong meminta persetujuan apakah dia harus melanjutkan cerita nya, Gondrong hanya diam pasrah, dia tak tau apa yang akan terjadi dengan Melisa ketika dia tau kabar yang sangat buruk ini, Gondrong hanya berharap Melisa benar benar kuat dan baik baik saja...
" Tapi semua tidak seperti rencana Mereka Mel... semua berantakan... boss besar Mafia tau kalau Dika sedang merencanakan perlawanan... di tambah tawanan Dika seorang berpengaruh itu juga memberontak, memutar balikkan Fakta mengatakan Dika menjebak nya dengan tujuan ingin memperalat dan memanfaatkan kekuasaan nya...."
" Akhirnya Dika gelap mata... dia tak punya pilihan lain... Dika memikirkan nasib Faizal... makanya akhirnya Dika nekat... nekat....!!!" Wawan tak bisa melanjutkan cerita nya
" Nekat apa mas...!!!!"
" Dika... eee... Dika nekat membunuh boss besar dab dua anggota mafia nya....!!!!"
Melisa terbelalak, Air matanya tumpah ruah membanjiri jiwanya yang gemeteran
" Hiks hiks hiks.... mas Dika.... masss... kamu melakukan ini semua karena aku... kamu sampai terjerumus di dunia hitam ini karena aku... andai dulu kamu gak mengorbankan bengkel ini untuk menebusku dari mas Ghani mungkin kamu tidak akan mendapatkan masalah seperti sekarang ini... aku minta maaf mas... aku sudah menyusahkan mu...huhuhu..." tangis Melisa menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi dengan Dika
" Lalu mas Dika sekarang dimana mas...???? dia baik baik saja bukan...!!! dia pasti pulang kan....!!!" Melisa mulai histeris, dia tak bisa mengendalikan dirinya lagi
" Dika berada di tempat persembunyian Mel... sebab laki laki penguasa itu klarifikasi pada publik kalau dia di jebak Dika... dia menutar balikkan fakta memanfaatkan posisi Dika yang bersalah ini untuk menghapus jejak jelek nya... selain itu... Dika juga di cari oleh semua anggota mafia nya.... dan... dan...." Wawan kembali menghela nafas panjangnya, dia juga mulai berkeringat gemeteran
" Dan...yang paling mengerikan adalah... status Dika saat ini... adalah... adalah buronan kasus pembunuhan kelas berat.....!!!!!"
DUUUAAAARRRRR
Bagaikan petir menyambar di jiwa Melisa, tubuhnya langsung lemas, ambruk seketika, Gondrong terkesiap langsung menangkap tubuh Melisa
Tangis Melisa tak bisa lagi di tahan, dia sudah tak bisa mengendaliakan dirinya, perutnya langsung kaku dan kontraksi, ada darah merah yang keluar melalui kaki nya
" Mhass... mhas.. Dhiiikkaaa....!!!!"
" Mel... Mel...!!!" Panggil Gondrong dan Wawan bersamaan, semua menjadi kacau
Melisa ambrug tak sadarkan diri
Bersambung~
Jangan lupa kasih Vote sebanyak banyak nya ya Readers
Happy Reading....
__ADS_1