
Sebulan Berlalu
Kehidupan Melisa dan Dika bisa dikatakan lebih membaik, Melisa sudah mulai bersahabat dengan keadaan, menekan kuat kuat rasa rindu nya pada Resinda, menepis jauh jauh kesedihan nya yang dipaksa untuk pergi jauh lagi dari ibu nya, Melisa mencoba berdamai dengan kenyataan nya bahwa saat ini orang yang harus dia sayangi sepenuhnya adalah Dika, suaminya
Bengkel Dika juga makin ramai, banyak pelanggan pelanggan baru yang kerasan dan puas dengan pelayanan yang Dika berikan, Dika juga sudah merekrut dua montir baru untuk membantu nya mengelola bengkel, karena makin kewalahan kalau di handle sendirian
Semua berjalan dengan penuh suka cita
Meski sebenernya hati kecil Dika masih terus was was dan diburu rasa takut jika tiba tiba kelompok klan Mafia itu datang dan memaksa Dika untuk kembali pada Mereka, setiap ada pelanggan baru pasti Dika selalu bertanya mendetail mengenai alamat rumah pekerjaan dan lain lain, doi takut kalau kalau salah satu dari pelanggan nya adalah mata mata dari bos Mafia, sebab resiko terbesar dari masalahnya ini adalah keselamatan Melisa istrinya
Laki laki mana sih yang mau wanita yang dicintainya menjadi korban atas masalahnya
" Mas... ini gorengan nya... kebetulan ubi yang ada di samping bengkel udah aku panen jadi langsung aku goreng buat kamu..." ujar Melisa sembari menaruh piring berisi gorengan dan segelas kopi hitam di meja
" Waaahhh kreatif juga istriku ya..." puji Dika sambil berjalan kearah meja menghampiri Melisa
" Memanfaatkan yang ada sih tepatnya mas... sekalian ngirit hahaha...!!! buruan cuci tangan..."
Dika segera menuruti perintah Melisa dan duduk di kursi langsung nyruput kopi yang masih mengepul asapnya
" Nikmat tenan....!!!!"
" Mas... Egi sama Danu kok gak kelihatan...???" tanya Melisa menanyakan dua montir Dika
" Ohhh kalau Egi lagi mas suruh nyoba mobip jadi mungkin dia jalan agak jauhan... lagi ngecek kan itu mobil masih sering mati mati gak kalau dibuat jalan... itu mobil bang Haji nanti sore udah mau diambil makanya lagi di cek ulang...." jawab Dika
" Kalau Danu lagi mas suruh belanja ke pasar...kenapa emang nya...???"
" Ya... gak papa cuman nanya aja..."
Kriiinggg kriiinggg
Ponsel Dika berdering, kebetulan ponsel lagi di carg di sebelah Melisa, diambilnya sambil dilihat siapa yang menelpon
" Mas Faizal mas..." ujar Melisa sambil menyerahkan ponsel pada Dika
Seketika wajah Dika langsung berubah tegang, cepat dia mengambil ponselnya dan menjauh dari Melisa
" Hallo Is..." ucap Dika setelah sedikit menjauh dari Melisa
" Mas Dik... aku udah gak bisa nahan nahan mereka lagi buat nyari sampean...mereka wes gak percaya sama aku karena aku selalu mengulur ngulur waktu buat ngajak sampean kesini..... mungkin dua atau tiga harian lagi bakalan ada yang nyamperin ke bengkel mu..." ujar Faizal memberitahu dan peringatan pada Dika
" Mas... berurusan sama mereka berat mas..."
__ADS_1
" Terus kabar mu piye...??? kamu aman aman aja kan...!!!" tanya Dika balik, doi malah lebih mengkhawatirkan Faizal yang posisinya sekarang berada di dalam markas sendirian
" Aku baik mas... pokoke gak usah menghawatirkan aku... aku bisa jaga diri... penting aku gak kelihatan aneh aneh terus manut maka aku aman... yang harus waspada sampean mas... jaga mbak Mel jangan sampai mbak Melisa menjadi target mereka buat melumpuhkan mas Dik..." pesan Faizal mengingatkan
Dika terdiam sesaat,
Apakah kondisi saat ini memang benar benar genting...????
" Jaga diri baik baik ya Is jangan sampai kamu terlalu jauh melangkah... "
" Tau sendiri lah mas Dik untuk keluar dari mereka adalah hal yang sangat mustahil....!!! ya wes mas aku cuman mau ngabari itu...."
Klik
Panggilan dimatikan Faizal secara sepihak
Dika Menghela nafas panjang, baru saja dia merasakan sedikit kebahagiaan hidup bersama Melisa, tetapi sudah harus dibayang bayangi rasa ketakutan dan kecemasan lagi, rupanya jalan yang sudah diambilnya benar benar jalan yang salah, tetapi apa boleh buat semua sudah terjadi, tohhh pada awalnya dulu Dika juga dijebak mereka, Mafia benar benar licik
" Mas... kok panik gitu ada apa emang nya....??? mas Faizal ada masalah lagi...!!!" tanya Melisa begitu melihat wajah Dika panik bingung setelah menerima telpon dari Faizal
" Gak ada apa apa sayang..." sahut Dika sambil menyruput kopinya, berusaha menyembunyikan ketakutan nya dari Melisa
" Yakin....!!!!"
Dika menatap Melisa sambil tersenyum
Melisa hanya mengangguk, lalu segera kembali ke dapur melanjutkan masak memasaknya
" Aku yakin ada sesuatu yang terjadi antara mas Dika dan Mas Faizal... kalau semua baik baik aja kenapa ngangkat telpon nya harus jauh dari aku...!!!" gumam Melisa curiga
" Kayaknya aku harus tanya mas Wawan....!!!!"
Melisa meraih ponselnya, menghubungi nomer Wawan segera
" Hallo Mel... tumben kamu yang nelpon ada apa...???" tanya Wawan ramah dari balik telpon
" Gak ada apa apa mas... cuman pengen nanya dikit soal mas Faizal..." sahut Melisa
" Kenapa emang...??? "
" Mas Wawan tau gak sih sebenernya mas Dika sama mas Faizal itu ada masalah apa...???"
" Aku gak tau pasti Mel... udah lama juga Faizal gak bareng aku lagi... aku juga gak tau sekarang dia dimana, apa ada sesuatu yang mencurigakan...???? " tanya Wawan balik, karena Wawan juga merasa ada sesuatu yang terjadi dengan dua sahabatnya tanpa diketahuinya
__ADS_1
" Looohh mas Faizal gak bareng mas Wawan lagi...!!!" Melisa makin merasa heran
" Sejak sebelum dia tiba tiba pulang ke bengkel Dika waktu itu...!!! " jelas Wawan
" Kayaknya emang bener mas ada sesuatu yang mas Dika dan Mas Faizal sembunyiin... soalnya mas Faizal barusan nelpon mas Dika, wajah mas Dika tiba tiba panik kaya orang ketakutan mas..."
" Emang nya Faizal ngomong apa...??? "
" Aku gak tau soalnya mas Dika ngejauh pas ngobrol sama mas Faizal... tapi aku curiga mereka seperti terlibat dalam suatu masalah..."
" Oke...!!! kamu tenang Mel... kebetulan aku sedang perjalanan pulang... nanti aku langsung mampir ke bengkel dan aku coba tanyakan sama Dika... aku juga ngerasa curiga dengan mereka..."
" Mas Wawan mau pulang...???"
" Iya kebetulan aku dapat ijin libur dari mbak Ervina... ini aku udah di perjalanan... tapi jangan dulu bilang ke Dika yaa... biar jadi kejutan aja..."
" Oke mas... hati hati ya mas Wawan...!!!"
" Mel...!!!" panggil Dika dari luar
Melisa segera mengakhiri telpon nya dan segera menghampiri Dika
" Kenapa mas...???"
" Tolong buatin kopi ya tiga... itu ada pelanggan kita baru dateng... kopi susu aja kayaknya mereka gak suka kopi hitam..."
Melisa hanya mengangguk tanda mengerti, lalu segera membuatkan kopi untuk pelanggan bengkel
" Makasih mbak Mel..." ujar salah satu laki laki yang memang sudah hafal dengan Melisa, beliau adalah pelanggan setia di bengkel Dika
" Udah lama pak gak main ke bengkel..." balas Melisa basa basi
" Habis dari kampung anak mbak... ini baru balik makanya langsung service mobil... soalnya habis dibawa perjalanan jauh..."
" Ohhh... Monggo gorengan nya disambi..."
Melisa segera kembali ke dapur
" Mas Dik... kalau kamu punya masalah serius kenapa gak mau cerita sama aku sih...!!! apakah setelah kita menikah pun kamu masih tetap menganggap ku orang asing yang tak perlu tau masalahmu....!!!!" gumam Melisa sedih, dia merasa masih banyak rahasia yang Dika tutupi darinya
Padahal Melisa tak tau jika ada ancaman besar yang sedang mengintai kebahagiaan mereka...
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa bantu Vote nya ya Readers
Happy Reading....