
" Mahhh... ada papa...!!!!!" tanya Gondrong dengan mimik wajah kaku dan tak bersahabat, kedatangan ayahnya bersama mama membuatnya kaget dan antisipasi
Mama tersenyum menanggapi ke kagetan Gondrong, seakan mama ingin mengatakan kalau semua baik baik saja, Tuan Hermawan juga terlihat sedikit ragu melangkahkan kaki nya mendekati mereka, ada rasa canggung dan sesuatu yang tak biasa pada dirinya, tetapi ketika melihat wajah anak lelakinya beliau malah ingin menangis dan memeluk nya erat
Delon berjalan selangkah di depan mama, langsung menghardik kedatangan tuan besar
" Apakah kedatangan anda hanya ingin membatasi mama ku bertemu anak nya tuan besar....?????" tanya Gondrong sinis
" Anda bersedia mengantar mama ku hanya karena ingin memastikan apa yang kami lakukan tidak keluar dari batas yang sudah anda tekan kan pada mama....!!! silahkan bawa mama pulang... aku sudah cukup senang dan berterimakasih anda sudah mengijinkan mama bertemu anak nya...."
Ervina menatap Delon was was, dia tak ingin kalau sampai Delon dan tuan Hermawan malah jadi berantem lagi dan semakin memperkeruh hubungan mereka
Tuan Hermawan hanya diam menatap Delon dengan tatapan yang sulit diartikan, tetapi sedetik berikutnya langsung meraih tubuh Delon dan di peluknya erat, seketika amarah dan kebencian Delon runtuh, untuk pertama kalinya setelah ribuan senja ayah nya kembali memeluknya sehangat ini, Tubuh Delon kaku diam membiarkan tuan Hermawan mendekap erat, membiarkan ayahnya mengingat pelukan nya pada anak lelaki nya
Sesaat suasana hening, berubah haru dan bingung, sampai tuan Hermawan melepas pelukan nya, Gondrong masih diam kaku tanpa bergeming
" Papa tau papa salah.... papa bukan papa yang baik untuk mu... terlalu keras bahkan sangat keras... arogan... suka memaksa kehendak papa pada anak anak nya... mengekang semua keinginan anak nya.... mengharuskan anaknya berkiblat pada papa... mengagungkan kesuksesan papa dan mewajibkan kalian harus seperti papa... melakukan cara yang papa lakukan... tanpa peduli apa mau kalian... tanpa mau tau apa yang sebenernya kamu mau... yang membuatmu nyaman....." tuan Hermawan memulai pembicaraan
Gondrong hanya diam menatap papa tajam, dengan hanya menelan ludahnya kuat kuat, ada rasa ngilu yang berdesir di jantungnya
" Papa bahkan meremehkan kemampuan kamu... menganggap jika kalian tak akan jadi apa apa tanpa pertolongan dan nama papa....papa salah... papa sudah menyakiti hati kalian... maafkan papa nak...."
" Delon... papa minta maaf sayang... papa sudah menyadari kesalahan nya... kenapa kamu diem aja...???" mama ikut memberi penjelasan, mama ikut meyakinkan Delon atas apa yang didengarnya
" Hahahahaaa.... hahahhahaaa...." Delon malah tertawa terbahak bahak, tawa mengejek
" Permainan apa lagi ini tuan besar... permainan yang anda tunjukan untuk apa....!!! apalagi yang anda mau dari kami...." tuding Delon sinis
" Aku sudah tidak mengganggu nyonya besar, aku juga tidak lagi menyampaikan kabar soal anak mama yang anda intimidasi, anak mama yang anda larang untuk bertemu sedari bayi malah... lalu permainan apalagi yang anda lakukan sekarang tuan...??? apakah anda ingin menghancurkan saya lagi....!!!!"
__ADS_1
" Apa kamu sangat membenci papa....???!" tanya tuan Hermawan dengan suara bergetar seperti menahan sedih yang dalam
" Apa anda juga peduli dengan nasib anak anda....!!! anda usir anda buang sesuka hati anda... aku masih bisa hidup aja sudah bersyukur bukan....???" balas Gondrong masih dengan sinis nya
" Baiklah.... papa terima semua kebencian mu nak... karena memang papa pantas mendapatkan itu semua...." sahut tuan Hermawan pasrah
" Ciiiihhhh....!!!! sudah lah... aku sedang sibuk.. orang kecil seperti ku harus banyak kerja keras untuk bisa membuktikan sama orang besar seperti anda tuan jadi jika sudah tidak ada yabg dibicarakan lagi aku mau mohon ijin untuk melanjutkan pekerjaan ku....!!!"
" Dan mama... pulanglah mah... makasih mama sudah memberanikan diri melawan aturan untuk sekedar menemui ku... pulanglah ma sebelum mama kena hukuman lagi...." Delon langsung berbalik arah kembali masuk ke ruang staff
" Delon tunggu...!!!" hardik mama dengan suara yang keras membuat langkah Delon terhenti
" Kedatangan mama dan papa kesini karena sangat merindukan mu... mama sama papa ingin bertemu dengan mu.... tolong beri kami waktu sedikit lebih lama untuk menatap mu nak...." rintih mama dengan isak tangisnya
" Kalau mama aku percaya mama datang karena rindu...." ujar Delon sambil memutar tubuhnya kembali menghadap mereka
" Tapi tuan besar ini....!!! aku tidak yakin jika beliau juga merindukan anak laki laki yang tak berguna seperti ku... yang payah... yang tak bisa sehebat beliau... yang tak bisa menjadi andalan beliau.....!!!!"
" Kemarilah nak.... tolong dengarkan mama... biarkan kita bicara baik baik...." ajak mama dengan suara lembut, kali ini Ervina yang bingung berada diantara masalah keluarga yang dia sendiri tak tau seperti apa, dia sudah terjebak diantara mereka, dia tak bisa pergi ataupun menghindar
" Papa sudah berubah nak.... papa sudah menyesali semua kesalahan nya... papa datang mau meminta maaf dan memperbaiki hubungan dengan kamu.... tolong buka sedikit hati kamu nak...." pinta mama
" Mama percaya dengab ucapan tuan besar ini mah....!!! apa mama lupa kalau orang sehebat beliau pandai manipulatif... dia akan melakukan apa saja untuk misi nya tercapai....!!!" tuding Gondrong curiga
Resinda menggeleng lemah,
" Kamu salah nak... kamu belum tau sisi lain dari papa...."
" Sisi lain....!!!! apa maksud mama...." dumel Gondrong dalam hati
__ADS_1
" Tolong nak.... beri papa mu kesempatan untuk memperbaiki semua nya...." pinta mama memelas, berusaha melunak kan hati anak lelakinya yang gak kalah keras nya sama batu eehhh sama hati suaminya maksudnya
Tuan Hermawan memberanikan diri kembali mendekat pada Delon, setelah anak laki laki nya diam mengikuti permintaan mama nya
" Papa memang salah....hanya papa pengen kamu jadi laki laki yang mandiri... yang bisa meraih kesuksesan mu dengan kerja keras, dengan usaha yang luar biasa, upaya yang tak kenal lelah... papa gak mau kamu jadi anak manja, hanya mengandalkan fasilitas yang sudah papa punya... maaf jika cara papa mendidikmu membuat mu sakit hati dan benci dengan papa.... " tuan Hermawan berusaha menjelaskan semua nya
" Papa sadar sekarang... sudah bukan waktunya lagi kita terus seperti ini.... papa mengakui semua kesalahan papa... menyakiti kamu, mama... dan... dan bahkan Melisa...." ucap tuan Hermawan penuh ketulusan
Gondrong terperanjat mendengar papa nya menyebut nama Melisa
" Yaahhh... harus kamu ketahui..." tuan Hermawan seolah paham dengan tatapan Delon
" Kemarin papa sudah bertemu gadis itu... anak yang baik dan berhati tulus.... anak yang sangat menghormati orang tua... papa sudah bertemu dengan nya... papa sudah melihat sendiri kebaikan dan ketulusan hatinya....membuat papa sadar papa sudah terlalu jahat pada gadis itu... papa sudah memisahkan dia dari ibu nya...."
" Ma... maksudnya....!!!" tanya Gondrong bingung
" Papa sudah memaafkan semua masa lalu mama, papa sudah berdamai dengan kejadian yang sudah terjadi... papa sudah datang berziarah ke makam Sasmito bersama mama... dan... dan papa sudah menerima Melisa sebagai anak papa..." jelas papa yang langsung membuat Gondrong makin berbelalak
Kejutan dihari kasih sayang yang sangat luar biasa, bahkan dia tak pernah menyangka kabar bahagia ini akan secepat ini terjadi, kebaikan apa yang sudah Melisa lakukan hingga mampu meluluhkan hati baja milik tuan Hermawan...!!!
" Iya nak... semua sudah berdamai... papa sudah bisa menerima Melisa menjadi anak nya... dan hari ini papa sama mama datang menemui mu karena sangat merindukan mu....kita perbaiki semua nya sama sama sayang...." Mama mempertegas apa yang menjadi maksud dan tujuan mereka
Seketika ke kakuan Gondrong runtuh luluh, dia hanya bisa menitikkan air mata nya haru, hal yang selama ini menjadi belenggu ketidak harmonisan keluarga nya apakah hari ini memang sudah waktunya terputus...??? mereka akan kembali hidup bahagia....!!!!
" Apa kau mau memaafkan papa....!!!!"
Bersambung~
Happy Valentine ya Readers
__ADS_1
Jangan lupa kasih Love kalian ke author dengan kasih Vote yang banyak
Happy Reading....