Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Dika Yang Sekarang


__ADS_3

Di suatu tempat yang jauh disana... Dika baru saja menyelesaikan tugas nya, mengeksekusi beberapa tikus tikus kecil yang mengganggu klan nya, Dika makin terlihat bengis dan tak punya perasaan sekarang, keadaan memaksa nya untuk menjadi orang yang tak punya belas kasihan


Dika segera kembali ke markas melaporkan apa saja yang sudah dilakukan nya pada sang tuan besar, setelah itu baru Dika kembali ke tempat tinggal Faizal


" Mas Dik.... kenapa mereka kamu mau memberesi... tapi dulu si laki laki berjabatan tinggi itu kamu biarkan bebas...???" tanya Faizal bingung, doi gak ngerti jalan pikiran Dika


Dika tersenyum menanggapi pertanyaan Faizal yang polos ini


" Kan sama aja mas ujung ujung nya mas jadi pembantai yang sangat keji dan gak kenal ampun... saya aja sekarang takut sama mas Dika takut kalau khilaf berbuat salah terus dibantai...." lanjut Faizal


" Kamu tau Iz... laki laki berpangkat itu punya pengaruh yang besar di negara ini... kalau kita bisa menjadikan dia senjata kita maka dia akan sangat membantu kita suatu saat nanti... pas kita butuhkan... yang penting bos Reyden tau nya laki laki itu sudah ku selesaikan... tinggal tunggu tanggal main nya aja..." jelas Dika secara singkat


" Tapi kalau cecunguk itu... itu hanyalah sampah jadi mereka harus di eksekusi... jika kita membiarkan mereka berkeliaran mereka hanya akan mengganggu kita saja...." tambah Dika dengan nada yang sulit diartikan


" Kalau aku boleh jujur mas Dik... yang sudah kamu lakukan ini bener bener bengis dan kejam, kamu membantai mereka tanpa ampun... kamu udah kaya kesurupan iblis mas..."


" Keadaan memaksa ku untuk melakukan ini semua Iz...!!! biarlah... biarkan dosa ini ku tanggung baik baik asalkan tidak pernah melibatkan lagi orang orang yang aku sayangi...apa lagi Melisa... seujung kuku pun aku tak rela ada yang sampai menyakitinya..."


" Oya mas Dik selama disini kan gak pernah ngasih kabar ke mbak Mel... ponsel mu aja gak diaktifin... apa mas Dik gak pengen tau kabarnya....atau minimal memberi nya kabar... aku yakin mbak Mel pasti khawatir...." saran Faizal mengingatkan


" Belum saat nya....!!! aku tau Melisa pasti sangat menghawatirkan ku, menunggu kabar ku setiap hari... tapi untuk saat ini aku belum bisa memberinya kabar apapun... semua belum baik baik saja... semua nya masih dalam keadaan genting...." sahut Dika menjelaskan


" Karena kalau sekali aku ngasih kabar... dia pasti akan berharap terus... jadi biarkan saja... tohh ada Wawan yang menjaga nya... aku yakin Wawan pasti akan menjaga istriku dengan baik..."


" Lhaaa kamu apa gak pengen tau kabar mbak Mel to mas Dik...???" tanya Faizal lagi


" Nanti saja...!!! aku yakin dia baik baik aja kok..."


Hening....


Tak ada lagi obrolan yang mereka bicarakan, sekarang obrolan mereka sangat terbatas, tidak banyak hal yang mereka bicarakan selain seputar tugas yang harus mereka selesaikan, dan lagi lagi berhubungan dengan pertumpahan darah

__ADS_1


Dika memang sengaja tak menghubungi Melisa dulu, sebab dia tau ponselnya sedang di sadap oleh bos Reyden, yang Dika khawatirkan jika dia menghubungi Melisa lalu kemudian Dika melaksanakan rencana nya nanti dan terjadi pemberontakan, takutnya Melisa dijadikan mereka sebagai target untuk melemahkan Dika, maka gagal lah rencana yang sudah dia susun dengan sebaik mungkin


Dika memiliki rencana besar, suatu rencana untuk melawan para klan mafia dan membebaskan dirinya juga Faizal dari jeratan mereka, tetapi ini misi rahasia jadi author belum bisa kasih tau readers semua hihihiii


Kalau mau tau berarti harus ikuti perjalanan nya...


" Iz... aku harus pergi ke suatu tempat sekarang.... masih ada urusan yang harus ku selesaikan... baru setelah itu rencana kita... kita jalan kan dengan baik..." ucap Dika berpamitan


" Aku manut mas Dika wae pokoke... kapan ditugaskan apa ya akan sesegera mungkin ku kerjakan... yang penting kita wes ndang keluar dari sini... terbebas dari ancaman mereka... aku wes kangen karo ibu bapak dan adek adek mas..." sahut Faizal menggantungkan semua harapan nya pada Dika


Dika menepuk bahu Faizal menguatkan,


" Jangan kawatir... sebentar lagi semuanya akan selesai...!!!!"


Dika segera pergi


***


" Sudah bos... semua sudah mamp*s...!!!" sahut salah satu laki laki bertopeng itu


" Tinggal mau kita buang kemana itu semua mayat mayat itu...!!! bentar lagi bau busuk bos..." tambah yang satunya lagi


" Buang saja ke laut atau ke tengah hutan... usahakan agar tidak ada jejak kita yang bisa ditilik oleh oknum manapun...." balas Dika dengan senyum smirk mengerikan


" Baik bos...!!!" sahut mereka serempak


" Sampah di dalam kurungan dan ruang penyiksaan bagaimana...??? apakah mereka sudah bersedia membantu kita...!!!" tanya Dika lagi


" Mereka lebih memilih mamp*s bos ketimbang membocorkan rahasia mereka...!!! mereka tidak mau menghianati atasan mereka bos..."


" Baiklah... kabulkan saja keinginannya untuk ke neraka...!!!"

__ADS_1


Dua laki laki bertopeng anak buah nya segera pamit menjalankan tugas tugasnya


Dika segera masuk ke ruangan eksekusi, di dalam sudah menjadi lautan darah segar, bau amis menyengat dan genangan darah yang menutupi lantai, Dika berjalan santai menapak diatas genangan darah, menatap satu persatu wajah wajah yang telah hilang nyawanya


" Cihhhh.... rupanya kalian memang sangat tidak berguna...!!! bahkan mayat kalian saja akan ku buang ke tengah laut...!!! kalian terlalu berani mencampuri urusan kami... ini lah akibat nya....!!!! kalian itu hanya lah duri duri kecil yang mengganggu kami...!!!"


" Maaf jika cara ku cukup menyakiti kalian... aku rasa ini setimpal dengan kalian yang terlalu mencampuri urusan kami hahahahaaa....!!!!"


Dika mirip dengan psikopat yang tak punya hati, melihat ada puluhan mayat bukan nya takut, jijik dia malah merasa senang dan puas, bahkan genangan darah yang bersimbah dari tubuh para mayat di pijakinya sembari tertawa bahagia


Benar kata Faizal Dika sudah seperti iblis...


" Satu langkah lebih maju....!!! aku sudah bisa membuat bos Reyden dan orang orang menyebalkan itu mempercayaiku...dia tidak tau jika aku sedang menyusun siasat untuk memberontak nya....!!! tinggal tunggu kapan mereka lengah... maka disitulah aku akan bergerak hahahaha.....!!!!"


" Aku tidak peduli dengan apapun yang akan terjadi dengan ku nanti nya... yang terpenting Faizal harus terbebas dari klan terkutuk ini.... dan Melisa tidak pernah tau apa yang sudah ku lakukan selama ini... biarlah ini menjadi dosa ku... dosa yang harus ku tanggung... sebagai balasan karena keserakahan dan ambisi yang salah....!!!!"


Sebenernya Dika bukan berubah menjadi jahat, kejam atau seorang pembunuh sekalipun... Dia hanya terdesak dengan keadaan


Kalau kita Flasback ke belakang sebelum Dika terjerumus ke dunia Mafia, Dia hanya sedang berusaha mengambil bengkel nya kembali, bengkel yang dirintisnya penuh cucuran air mata dan pengorbanan, harta teristimewanya...


Meskipun dulu ada sedikit bumbu kecemburuan sosial pada kekasih mendiang Je, dia hanya ingin Je bisa melihatnya bahwa dia juga bisa sukses seperti pacar nya itu


Namun jalan hidup memang kadang tidak ada yang tau, sekali salah langkah maka akan jatuh kelobang bahkan sampai di titik dasar sekalipun, dan kini semua sudah terjadi, mau mundur pun tak mampu... maka yang bisa Dika lakukan adalah melawan... melawan untuk mengembalikan keadaan


Meski dia tau...resikonya adalah sebuah nyawa.....entah nyawa siapapun...!!!!"


Bersambung~


Jangan lupa Vote nya ya readers


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2