
" Mell..." sebuah panggilan membuyarkan aktivitas Melisa yg tengah menyapu depan bengkel, hari ini bengkel tutup jadi dia gunakan untuk bersih bersih
Melisa menoleh, perempuan paruh baya menatapnya dengan sendu
" Ibuk...." balasnya sedikit kaget
Melisa langsung celingukan mencari sosok laki laki yg biasanya bersama ibu nya
" Ibu kok bisa tau Melisa disini...???"
" Jelas tau...ibu selalu tau apa yg dilakukan anak ibu diluar rumah..." ucap ibu rada sinis
Melisa menelan saliva nya seret
" Ibu juga tau apa yg kamu lakukan disini bersama laki laki itu...!!! Memalukan...!!!!" pekik ibuk marah
Melisa tertunduk, merasa bersalah sudah mengecewakan orang tuanya
" Kamu memilih pisah dari suami mu... tapi kau menjalin hubungan hina dengan laki laki lain... perempuan macam apa kamu itu...!!!"
" Maafkan saya buk... saya tau salah...!!!"
" Pulang sekarang...!!!" ibu menarik tangan Melisa dan menyeretnya kasar
Melisa segera meronta mengelak
" Nggak bu Melisa nggak mau pulang...!!!"
" Kenapa...??? keberatan dengan laki laki itu... mau bikin keluarga tambah malu...haaahhh...!!!"
" Tolong bu... Melisa bisa pergi dari rumah ini... tapi Melisa nggak mau pulang..." ronta Melisa sekuat tenaga
" Kenapa...???"
" Ibu sama ayah nggak bisa paksa Melisa terus untuk tetap menikah dengan mas Gani... Melisa punya jalan hidup sendiri buk..."
" Dengan tinggal seatap dengan laki laki... tidur bersama tanpa status...!!!!"
" Bu Melisa mohon... Melisa nggak mau pulang... tolong bu jangan paksa Melisa... jangan karena uang ibu tega menggadaikan kebahagiaan Melisa untuk hidup dengan lelaki kasar dan bengis seperti mas Gani...tolong bu... jangan egois.. !!!"
Plaaakkkk
Sebuah tamparan keras melayang ke pipi Melisa dari seorang laki laki yg sejak tadi memperhatikan perdebatan mereka, laki laki yg Melisa sangat takut akan kehadirannya, karena titah nya tak bisa terbantahkan
" Lancang...!!! berani nya kau melawan ibu mu...anak tak tau diuntung...!!!" bentak ayah penuh makian
" Udah untung kamu kami jodohkan dengan Gani...hidupmu tak akan kekurangan bod*h...!!! harusnya kamu bersyukur... bukan malah seperti jal*ng tinggal dengan laki laki yg bukan siapa siapamu...!!!"
Hiks hiks hiks
Melisa hanya menangis sembari memegangi pipinya yg terasa kebas dan panas
" Apa kurang nya Gani untuk mu...!!!"
" Dia kasar ayah... dia suka memukuli ku..." rintih Melisa memelas
" Itu karena kamu membangkang... tak menurut...!!!"
" Ayoo seret bu... bawa anak tak tau diuntung ini pulang...!!!"
Ibu segera menarik tangan Melisa kuat dan kasar, dibantu dengan ayah sambil sesekali memukulinya agar menurut
__ADS_1
" Nggak ayah... ibu Melisa mohon... jangan paksa Melisa pulang...mas Dika.... mas Dika tolong aku....!!!!!!" treak Melisa meronta, namun kedua orang tuanya terus memaksa membawanya pulang
Dika melihat adegan itu dari balik tirai kamarnya, yahh kamar Dika kan terletak diatas jadi bisa melihat ke jalan dengan leluasa
Dika hanya diam tak berkutik, dia tau jika dia datang menghalangi orang tua Melisa, dia akan disalahkan, belum lagi dirinya belum siap jika harus dimintai kepastian soal hubungannya dengan Melisa
" Maafkan Aku Mel... aku tak bisa berbuat apa apa..." ucapnya sesal
Melisa hanya bisa menangis dan pasrah di bawa orang tuanya pulang ke rumahnya.
***
" Hahahaaa... hahahaaa.....kamu tetap akan kembali padaku sayang... karena kamu hanya milikku...jangan coba coba lagi kabur atau lari dengan laki laki lain...!!!" tawa Gani penuh kemenangan, saat Melisa tiba dirumahnya dan diantar kedua orang tuanya
" Maafkan kami nak Gani... Melisa sudah berlari kabur... tapi kami pastikan kejadian ini tidak akan terulang lagi..." ucap Ayah pada Gani
" Iya bapak mertua nggak apa... aku semakin bersemangat memiliki istri yg sedikit agresif seperti Melisa..."
" Nggak ayah... ibu... mas Gani sudah menjatuhkan talak pada ku... artinya dia sudah tidak punya hak atas diriku... pernikahan kita sudah usai...!!!" tolak Melisa tegas
" Itu bisa diatur kembali sayang... bukankah begitu ayah mertua..." ucap Gani penuh penekanan pada orang tua Melisa
Wajah ayah sedikit gugup seakan dia takut salah berucap, jelas disini jika kedua orang tua Melisa itu dipaksa dan di tekan, namun entah apa yg membuat mereka begitu takluk pada Gani.
" I..iya nak Gani...ayah bisa mengatur itu semua...kamu tak perlu menjadikan itu alasan lagi Melisa... kamu harus patuh dan menurut pada nak Gani..." ucap ayah
" Nggak ayahh... aku nggak mau... tolong ayah....aku nggak mau..." Melisa merengek memelas pada ayahnya, bahkan tangannya sampai menangkup memohon
" Tinggalkan saja ayah... biar nak Gani yg mengurusnya..." ibu cepat menarik ayah untuk pergi, Melisa menatap ibu, raut wajahnya juga panik dan terlihat tertekan namun seakan dibuatnya seacuh dan setega mungkin pada nasib Melisa
" Tenanglah ibu dan ayah mertua... Melisa akan aku urus dengan baik... tak akan ku biarkan dia kabur lagi..." ucap Gani menyela
" Baik lah nak Gani kami permisi... kami titip Melisa..." pamit ayah lalu segera pergi
Begitu orang tua Melisa pergi wajah Gani berubah merah padam dan matanya menyorot tajam, langsung menarik rambut Melisa kasar dan menampar nya berulang kali
Plaaakkkk plaaakkk plaakkk bouggghhh...
Melisa tersungkur dilantai sambil menangis tersedu sedu, dia kembali, masuk kelubang yg sama lagi...
Lagi lagi orang tuanya lah yg menyerahkannya kembali ke tempat ini, ditangan Gani laki laki kasar yg senang memukuli nya sesuka hati
" Ini hukuman untuk perempuan yg sudah berani melawan ku...!!!!"
Plaaakkkk
Gani terus memukuli Melisa tanpa ampun, sekuat apapun Melisa melawan tetap saja dia kalah, tenaga nya tak sebanding dengan kebengisan Gani, belum lagi rasa sakit, lebam dan pusing membuat nya lemas dan tak berdaya.
Melihat Melisa mulai lemas, Gani langsung menyeret Melisa ke kamar, melempar tubuh payah gadis itu ke ranjang, dan langsung melucuti pakaian Melisa tanpa ampun, tubuh polos itu kini terpampang nyata didepan Gani yg sudah kesetanan
Melisa memohon, memelas, namun kemolekan tubuh Melisa telah membangkitkan ***** birahi Gani,
Tanpa pikir panjang Gani langsung menindih tubuh Melisa yg sudah tak berdaya
" Aaaaaaa....!!!!" treak Melisa, melawan sekuat tenaga, meskipun Gani masih suami sah nya, tak sudi rasanya harus kembali di sentuh bandot tua satu ini
" Lepasin mas Gani... jangan lakukan ini...!!!"
" Aaahhh aku sudah rindu dengan permainan ini sayang...aku tak terima jika ada yang berani menyentuhmu... kali ini akan ku beri kau pelajaran...!!!!"
" Nggak nggak... aku nggak mau.. lepas brengs*k...!!!!" umpat Melisa
__ADS_1
PLAAAAKKKKK
" Berani kau menolak ku Ja**ng...!!!!"
" Lepaskan aku atau aku akan membunuhmu bandot tua...!!!" Melisa mencoba melawan
Gani tertawa terbahak bahak, siput kecil mainannya kini sudah mulai berani memberontak dibawah kungkungannya
" Hahahaha... aku jadi semakin ingin menikmati tubuhmu sayang...."
Melisa menghentakkan tubuhnya, kali ini dia mati matian menjaga dirinya, begitu badan Gani oleng Melisa langsung menendang Gani dan meninjunya hingga tersungkur
Tak membuang kesempatan Melisa langsung berlari kabur keluar kamar
Namun sayang seribu kali sayang, Gani tak sebodoh yang Melisa bayangkan, pintu kamar telah dikunci nya dengan rapat
" Tolloooonggg.... tolong buka pinnttuuuu....!!!!" Treak Melisa sembari menggedor pintu
Gani langsung menarik rambut Melisa, kali ini lebih bengis dan marah
" Bangs*t kamu jal*ng berani nya memukul ku...!!!!!"
" Ampun mas Gani ampun...."
Melisa hanya bisa menangis,
Gani langsung meraup bibir Melisa dilumatnya kasar, bahkan digigitnya hingga berdarah
" Udah jangan nangis... nikmati saja... biar kamu bisa merasakan lebih hebat permainan siapa... aku atau lelaki gundik mu itu..." cibir Gani kasar
" Aku nggak sehina itu mas Gani.....!!!"
" Aaahhh persetan dengan harga dirimu..... bagiku tubuhmu itu tak ada harga dirinya... bapak mu saja telah menjual mu pada ku.. menjadikan mu jaminan atas hutang hutang judinya.....harusnya kamu bersyukur aku masih mau menampung mu lagi... kalau nggak kamu hanya akan jadi Jal*ng diluaran sana...!!!"
Hiks hiks hiks
Melisa meratapi hidupnya, benar apa yang dikatakan Gani, bahkan bapak nya saja tak peduli akan nasibnya
Tapi Melisa tak menyerah, dia tidak akan membiarkan Gani sampai menyentuh tubuhnya lagi
Begitu bibir Gani kembali memagut bibirnya langsung Digigitnya kuat kuat hingga berdarah
" Aaaarrrgggg Baangss****ttt...!!!!
PLAAKKK
PLAKKK
Bouuuggghhhh
Gani makin gila menganiaya Melisa, menumpahkan kemarahannya dengan menyiksa gadis itu, lalu mengikatnya di ranjang dengan membiarkan tubunnya penuh luka
Malam yg kelam, bintang yg tertutup awan
Gelap gempita, layaknya menggambarkan hidup Melisa saat ini...
~Bersambung~
Up tipis tipis ya readers
Jangan lupa di Vote di like dan komen ya
__ADS_1
Author butuh dukungan, suport dan saran positive dari kance kance gale
Happy reading...