Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Jalan Yang Dika Pilih


__ADS_3

Selama diperjalanan pulang Dika hanya diam, meskipun dia membonceng Melisa, dan pelukan Melisa begitu hangat mendekapnya, Dika tetap berusaha mulai memberi jarak pada gadis itu, cepat atau lambat Dika pasti akan berada dalam keadaan yang rumit dan beresiko, dia tak mau Melisa sampai kena imbas dari pilihan yang dipilihnya saat ini


Bahkan sampai di kontrakan pun Dika tetap diam dan seolah acuh pada Melisa


" Mas....!!!"


Dika tak menggubris panggilan Melisa, doi langsung pergi ke kamar mandi bersih bersih badan lalu segera berbaring di tempat tidurnya


" Mas... pasti capek ya mau aku buatin jahe anget atau aku pijitin...????" tawar Melisa lembut dengan penuh perhatian


" Kasihan mas Dika gara gara nganterin aku kemarin jadi harus lembur ekstra kayak gini...."


" Oya mas... gimana mas Wawan sama Faisal kapan mau kesini...?? nanti biar aku siapin tempatnya... kebetulan kontrakan sebelah yang di tempati mang Sodrun udah kosong lohh mas... bisa kan kita kontrak buat mas Wawan biar gak jauh jauh dari kita gitu....gimana mas menurut mu...??? aku...ud..."


" Mel.... aku itu ngantuk...!!!" bentak Dika memotong obrolan Melisa


" Bisa gak sih kamu itu tau kondisi...!!! aku capek butuh istirahat..." kata kata ketus yang sengaja ia keluarkan begitu saja, meskipun doi tau hal itu akan menyakiti hati nya


Dan benar saja, begitu setelah Dika bentak


Melisa langsung terdiam, matanya sedikit berkaca kaca namun sebisa mungkin di tahan nya, Melisa sepertinya mencoba memahami kondisi Dika yang mungkin lelah


" Udah sana kamu tidur....jangan ajak aku ngobrol lagi... aku capek aku ngantuk aku butuh istirahat total malam ini...!!!"


" Maaf mas .... yaudah met istirahat ya..." sahut Melisa tetap dengan nada lembut dan berusaha tersenyum, lalu segera naik ke kamarnya


Dika menghela nafas panjang yang begitu sumpek di dadanya


Melihat Melisa berkaca kaca menahan air mata saat di bentak nya, sebenarnya hati Dika amat sangat tak tega, dia merasa bersalah sudah melukai gadis itu, padahal ini sama sekali bukan kesalahan nya, dia sudah begitu lembut dan perhatian pada nya


" Maafin mas Mel... mungkin hal ini harus mas lakuin ke kamu... mas gak lebih gak tega kalau suatu hari nanti kamu akan masuk dalam bahaya atas apa yang sudah mas lakuin....mas sayang kamu.... maaf jika mas harus berusaha menghindar dan sering kasar... ini demi kamu... agar kamu tak pernah tersangkut paut atas keputusan salah mas ini....!!!!" Dika merunduk


Hatinya tak tega membentak Melisa, bersikap kasar apalagi mengacuhkan gadis itu


Meskipun Dika menyadari mungkin dia belum sepenuhnya mencintai gadis itu, tapi Dika tak pernah sekalipun kasar pada nya, Dika selalu berusaha menjaga dan melindunginya, tak sedikitpun mau membuat air matanya jatuh,


Tapi saat ini...


Keadaan telah berubah


Sebuah kesalahan yang telah dipilihnya saat ini memaksa nya untuk berbuat demikian..

__ADS_1


Dika hanya tak ingin suatu saat nanti Melisa akan ikut terseret atas resiko dari klan Mafia nya, dunia Mafia adalah dunia kejam... Dika tak ingin Melisa berada dalam bahaya


Dika masih terus bergelut dengan pikiran nya sendiri,


Dia harus pergi sebelum Melisa bangun, dia tak mau Melisa tau apa yang dilakukan nya sekarang, biarkan ini menjadi resiko yang diambilnya sendirian, selain itu Dika harus sebisa mungkin menghindar dari pertanyaan pertanyaan Melisa yang mungkin mulai curiga dengan perubahan sikapnya,


Dika harus bisa merahasiakan semua nya, demi misinya... demi keselamatan wanita nya...


" Tugas besok adalah... menemui orang suruhan bos Reyden di Pelabuhan untuk ngambil barang haram itu..." gumam Dika lagi


" Pelabuhan adalah tempat ter rawan... kalau aku gak waspada dan jeli.. aku bisa kena masalah besar...dalam dunia mafia masalah yang terjadi karena sebuah kecerobohan itu adalah lubang kematian, meskipun aku berhasil lolos... namun itu akan membahayakan klan Mafia lain nya... dan nyawaku akan terancam...!!!" Dika menganalisa resiko yang akan dihadapinya


" Itu artinya aku harus menggunakan semua instingku dengan baik... aku gak mau mati sia sia sebelum aku bisa menikmati hasil nya...aku sudah terlanjur masuk di dunia itu... aku harus bisa mendapatkan apa yang ku mau... bukan kah itu sebanding bukan dengan resiko yang ku hadapi...!!! aku gak mau hanya sebatas jadi umpan bos Reyden dan anak buah nya itu... mereka harus tau siapa aku...!!! aku tak semudah itu mereka remehkan...!!! aku akan menjadi bagian dari klan Mafia terkuat yang akan selalu dicari dan ditunggu kecerdikan ku menyelesaikan masalah....!!!;"


Dika menyilangkan tangan nya di kepala, dijadikan nya bantal, tatapan nya tajam menatap langit langit ruangan kontrakan yang kumuh sempit dan jelek ini,


" Udah saat nya aku merubah hidupku... tak mungkin kan aku terus terusan hidup di kontrakan buruk seperti ini...!!! apa kata Je andaikan dia tau kondisiku yang blangsak ini... dia pasti akan tertawa terbahak bahak menertawakan nasib ku...!!! jauh dibawah kekasihnya yang sukses itu...!!!!"


" Lihat aja Je...tak lama lagi aku akan bisa membuktikan pada mu kalau aku lebih hebay dari pacar mu itu...!!! supaya kau akan semakin menyesal telah meninggalkan aku...!!!!"


Lagi lagi Dika dikelabuhi dengan ambisinya sendiri, ambisi yang saat ini nembawanya kedalam hidup yang salah, pilihan yang sebenarnya menjebaknya dan bisa saja menghancurkan hidupnya kapan saja


Salah langkah, nyawanya akan menjadi pengganti


" Tenang Dika... sementara ini ikuti dulu permainan mereka... biarkan kamu jadi umpan mereka... pelan pelan kamu tunjukan siapa kamu... kehebatan kamu... buat bos Reyden percaya sepenuhnya dan menggantungkan semua tugas pada mu... kamu lah satu satu nya orang yang mampu menyelesaikan setiap masalah yang terjadi...."


" Setelah apa yang kamu inginkan tercapai... kamu menjadi milyader... orang kaya yang punya banyak uang tujuh turunan tak habis... kamu cukup menghilang... pergi sejauh mungkin dari mereka... membawa Melisa pergi dan memulai hidup baru....maka semua akan baik baik saja...."


Dika berpikir simple, membayangkan segala ancang ancang penuh menjanjikan yang terancang di otak nya


Kokok ayam milik pak de Wid membuyarkan semua lamunan dan khayalan tinggi Dika,


Dika langsung bangun, sepertinya ini waktu yang tepat untuk dia pergi dari rumah, mumpung Melisa sepertinya masih tidur lelap


" Aku harus pergi sekarang...pagi ini aku ke bengkel... baru siang nanti ke pelabuhan...menyelesaiakan satu persatu misi yang akan membawaku mewujudkan mimpi mimpiku...!!!!" gumam Dika dengan penuh semangat


" Maaf Mel... mas pergi tanpa pamit kamu....maaf kalau mas harus bersikap seperti ini... semoga kamu bisa ngerti ya..." pamit Dika sembari menengok Melisa yang masih damai dalam mimpinya di kasursnya


Dika langsung bergegas keluar kontrakan, berjalan pelan agar tak menimbulkan banyak suara, menuju ke parkiran motornya dan segera mendorong motornya keluar


" Mas Dik...!!! jam segini mau kemana...???" tanya mang Yanto sopir angkot yang kebetulan ngeliat Dika keluar menuntun motornya dengan jalan pelan

__ADS_1


" Eeehhh mang Yanto... anu... ee itu..." sahut Dika gugup, rupanya masih ada orang yang memergoki kepergian nya


" Tumben ini mas Dika... jam segini udah nuntun motor... lembur apa...???" tanya bulek Mariana yang kebetulan memang jam segitu udah siap siap mau ke pasar


" Aduuuhhh kenapa banyak orang yang mergokin sih... padahal baru jam segini belum juga subuh...!!!" gerutu Dika membatin


" Anu bulek... mag Yanto... di bengkel kerjaan masih banyak... hari ini udah harus selesai... jadi takut gak nutup makanya buru buru berangkat..." jawab Dika nyari alesan


" Oalahhh.... kaya gak ada hari aja mas Dik... jam segini mau berangkat kerja..."


" Iya bu lek... biar cepet kelar.... eee saya duluan bu lek..." Dika cepat cepat pamit, menghindari lagi banyak pertanyaan dari tetangga yang kepo


" Walahhh mas Dik ini... jam segini kok berangkat kerja... udah kaya mau berangkat maling aja....!!!"


Dika tak menggubris lagi, doi segera menyalakan motornya pergi


Ini adalah jalan yang diambilnya, peduli apa dengan urusan orang.... yang pasti dia tau apa yang dilakukan nya menjanjikan kebahagiaan di kemudian hari


Pikirnya simple....


Bersambung~


Haiii Readers...


Sengaja author ulang part ini ya...kalau kemarin kita lihat dari sisi Melisa dan bang Gondrong


Ini dari Versi Dika sendiri


Author kasihan sama Dika kalau gak di ceritain juga Versi nya soalnya kena bully sama kalian yang sayang sama Melisa


Enyway makasih looohhh atas sayang dan Care nya kamu ke Melisa


Setidaknya dia tidak merasa sendirian tanpa ada yang peduli


Melisa nitip ngucapin makasih buat kamu yang udah suport Melisa sampai sejauh ini


Hihihiii


Jangan lupa Vote nya ya Readers....


Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2