
Dengan hati bimbang Wawan membuka pintu bengkel sedikit, dia juga tak mempersilahkan Melisa masuk meskipun sebenarnya bengkel ini hak Melisa, dia juga memilih untuk tidak keluar
" Pulang lah Mel... aku belum bisa menemui mu... sebab kalau kata orang bilang ini masih masa idah mu sampai 40 harian Dika..." ujar Wawan dengan bijak dan sangat menghormati Melisa, Wawan hanya membuka pintu bengkel sedikit, pokoknya cukup untuk menunjukan kalau dia melihat Melisa dan Melisa bisa melihatnya
" Mas nunggu 40 hari terlalu kelamaan... ada hal penting yang mau aku bicarakan...!!!" protes Melisa
" Baik... tapi demi menghormati kamu aku hamya membuka pintu ini sedikit seperti ini... tetap lah bicara diluar..."
" Oke gak masalah..." sahut Melisa setuju
" Apa yang mau kamu sampaikan...??? katakan lah segera...!!!"
" Soal surat mas Dika...!! aku yakin mas Wawan pasti sudah tau isi surat itu kan...!!!"
" Kalau tau isi surat itu jelas aku gak tau Mel... surat itu Dika tulis untuk mu dan dia titipkan ke Faizal... tetapi jika maksud dari surat itu mungkin aku paham..." sahut Wawan
" Ya itu yang ku maksud...!!! apa mas Wawan setuju dengan permintaan mas Dika...!!!!" tanya Melisa serius
" Kenapa kau tanyakan itu pada ku... bukan kah kamu yang berhak menentukan nya...!!!" tanya Wawan balik
" Jadi mas Wawan bersedia menikahiku... menggantikan posisi mas Dika untuk menjaga ku... merawat Valdi...!!!" tuding Meliaa dengan nada tinggi, sepertinya Melisa kaget dengan jawaban Wawan
" Kenapa kamu bisa berfikir seperti itu...???" Wawan berusaha tenang, dia tidak mau Melisa merasa tertekan, baik karena permintaan Dika maupun tentang sikapnya
" Jadi... jadi apa mas... tolong aku gak tau aku harus gimana..." sahut Melisa mengeluh
Wawan menatap Melisa penuh kepedulian
" Mel... dengarkan aku... kalau kamu tanya apa aku bersedia aku pun tak tau... aku sudah menganggapmu seperti adik ku sendiri... teman baik ku.. jika aku disuruh menjaga mu... membantu menjaga Valdi... menyayanginya... menjadi sosok ayah untuk nya jelas aku bersedia sama sekali tidak keberatan... tetapi... jika untuk urusan mengabulkan permintaan terakhir Dika... aku kembalikan kepadamu..." Wawan menjeda ucapan nya sebentar menatap Melisa lebih tulus
" Tanyakan pada hati mu... kalau kau berat... kamu tidak bisa menjalani nya maka jangan kau lakukan... aku tak mau melihat mu tertekan... tidak bahagia... sebab pesan Dika pada ku adalah menggantikan nya untuk membuatmu bahagia...!!!" lanjut Wawan menjelaskan
__ADS_1
" Lalu aku harus gimana mas...???"
" Tanyakan pada hatimu sendiri... aku yakin kamu pasti tau jawaban nya...!!!"
Jawaban Wawan seakan membuat Melisa menemukan jalan buntu, tetapi disisi lain Wawan memberikan kebebasan pada Melisa untuk memilih... membiarkan dia memilih apa yang dia mau, bukan sesuatu yang dipaksakan dan membuatnya tertekan
" Sepertinya aku harus pergi dari sini mas... aku harus meninggalkan semua kenangan bersama mas Dika... aku pengen waras... aku gak mau terus terpuruk dalam kesedihan seperti ini... " ucap Melisa memutuskan
" Aku mau ikut ibu dan papa ke Jakarta... tinggal bersama mereka..."
" Apapun pilihan mu... kemanapun kamu pergi.. jika itu menurutmu yang terbaik maka jalani lah... aku hanya mau kamu dan Valdi bahagia... kamu tak perlu menghawatirkan soal bengkel aku janji aku akan mengurusnya dengan baik... sampai nanti Valdi dewasa dan siap mengambil alih bengkel hasil dari perjuangan ayah nya yang luar biasa...!!!"
" Aku rasa pilihan mu tepat... jika kau ikut ke Jakarta tinggal dengan keluarga mu maka akan banyak orang yang menjaga mu... membantu mengurus Valdi... dan yang pasti kau dan Valdi tidak akan terlantar..."
" Seandainya aku tidak bisa mengabulkan permintaan mas Dika apa mas Wawan tidak keberatan...???" tanya Melisa lagi
Wawan tersenyum ramah
Melisa tersenyum mendengar penuturan Wawan yang sangat bijak dan begitu peduli dengan nya, dia jadi terharu melihat ketulusan Wawan peduli dan setia kawan, serta begitu peduli pada dirinya
" Makasih mas... kamu memang teman ku yang sangat baik... selama aku hidup aku baru menemukan teman sebaik mas Wawan... yang sangat tulus menyayangi sahabatnya..."
" Itulah arti setia kawan Mel... karena kamu istrinya Dika maka kamu adalah teman ku juga... biarkan aku tetap menjadi teman mu yang sangat baik... seperti Dika yang sudah menjadi teman terbaik ku..." sahut Wawan
" Sekarang pulang lah... belum waktunya kita ngobrol banyak... ini masih masa idah mu... baik baik ya jaga dirimu..."
" Iya mas... aku pamit pulang dulu yahhh..." Melisa segera berjalan kembali ke kontrakan Wawan yang kini sementara dia tempati bersama ibu, tuan Hermawan, Juwita dan juga Gondrong
Selepas Melisa pergi, Wawan merasa hatinya sangat ngilu, rasanya dadanya terasa begitu sesak, dia sendiri tak tau mengapa bisa se ngilu ini mendengar permintaan Melisa tadi
Apakah dia merasa kecewa atas ketidak sanggupan Melisa...??? atau Wawan merasa kasihan melihat keadaan Melisa...??? entahlah... dia sendiri tak tau apa yang dirasakan nya saat ini... dia mencoba menghalau semuanya... dia tak mau merusak tatanan hatinya hanya karena sesuatu yang konyol....
__ADS_1
" Maaf Dik... tapi mungkin ini yang terbaik... aku masih bisa menjaga Melisa dan Valdi tanpa harus menggantikan posisi mu sebagai suami... aku bisa mencintai Valdi menjadi sosok ayah untuk nya tanpa harus menggantikan mu sebagai ayah kandungnya... aku janji Dik... aku janji pada mu..." gumam Wawan lagi, dan lagi lagi dia menengadahkan wajahnya ke langit, seakan dia sedang berbicara pada Dika yang saat ini tengah menatapnya dari langit sana, Wawan segera menutup pintu bengkel lagi, lalu kembali ke kamarnya untuk beristirahat..
" Lu darimana Mel...???" tanya Juwita begitu melihat Melisa berjalan sedikit tergesa dari luar rumah
" Eeehhh kak Juwita... aku... aku abis dari bengkel... " jawab Melisa gugup
" Duuuhhh jangan kemana mana dulu kalau gak ngajak gue... kan bisa gue temenin..."
" Hehe nggak papa kak... aku hanya mau nengok bengkel aja ternyata mas Wawan udah tutup..." sahut Melisa ramah
" Oya Valdi dimana ya kak...???" tanya Melisa lagi
" Sama mama lagi ditidurin... mending lu mandi aja dulu deh Mel... badan lu bau banget beberapa hari ini kagak mandi...!!!" Juwita menutup hidungnya menahan nafas, bau badan Melisa emang udah lumayan... maklum lah beberapa hari ini doi gak mandi....
Melisa menciumi badannya, ternyata bau nya cukup aduhai...dia jadi cengar cengir sendiri
" Duuuhhh badan ku kenapa bau banget yak...!!! kira kira mas Wawan tadi nyium bau badan aku apa nggak yahhh...??? bisa jadi emang badan ku cukup bau makanya mas Wawan gak mau buka pintu lebar lebar... alasan nya masa Isah belum selesai....!!!!" gumam Melisa
" Heiiihhh buruan mandi...!!!!! malah bengong..." Juwita kembali nengingatkan Melisa, bukan nya segera mandi malah asyik bengong melamun gak jelas
" Aaahhh iya kak...!!! aku mandi...!!!" sahut Melisa sembari nyelonong masuk ke dalam rumah
" Mas maaf aku tidak bisa mengabulkan permintaan mu... keinginan mu terlalu berat buat aku mas... bagaimana pun kamu tau kan kalau aku hanya mencintaimu... hati aku hanya milik mu... akan sangat sulit untuk ku jika harus membuka hati untuk yang lain... sedangkan kunci hatiku ada bersamamu....jadi biarkan semua mengalir apa adanya... aku tidak mau membebani siapapun atas kenyataan yang terjadi... aku tetep sayang kamu mas... sampai kapan pun hanya menyayangi mu....!!!!" gumam Melisa seakan sedang berbicara dan Dika mendengarnya...
" Kau tak perlu khawatir... aku pastikan Valdi tidak akan kurang kasih sayang dan figur sosok ayah... ada banyak orang yang menyayanginya... jadi kau tak perlu risaukan aku....!! Kamu juga yakin kan kalau aku wanita yang tangguh... aku janji tak akan membuatmu khawatir....!!!!"
Bersambung
Jangan lupa Vote sebanyak banyak ya Readers, share juga deh ke orang orang disekitar kalian...
Mampir di like dan komen nya yaaahhh
__ADS_1
Happy Reading....