
Dika membulatkan tekad, setelah memberikan instruksi yang harus dilakukan Faizal dengan tepat Dika langsung bergegas masuk ke markas dan naik ke ruang khusus bos, di dalam sudah ada tiga orang yang siap menunggu kedatangan nya, begitu dia tiba diruangan langsung disambut dengan serius oleh mereka
" Kenapa kau sangat sulit dihubungi Dik...!!! apa kau belum juga menyelesaikan tugas tugas mu...???" tanya Bos Reyden dengan suara ketus, tatapan nya tajam bah elang siap memangsa
" Paling dia sedang menghindari bos...!!! atau dia sedang merencanakan penghianatan...!!!'" tuding Jo yang memang sejak dulu paling sensi dan hobby cari masalah dengan Dika
" Maaf bos... memang ada beberapa hal yang membuat saya sedikit berkendala dalam menyelesaiakan tugas dari bos...." sahut Dika tenang, dia berusaha tidak terbaca setiap gestur pergerakan nya
" Kau tau... aku baru mendapat laporan dari anak buah ku... kalau kau ternyata tak membunuh laki laki itu...!!! apa yang kau rencanakan...!!!" tanya bos Reyden
Dika sedikit kaget, darimana bos Reyden tau soal rahasia itu, apakah ada anak buah lain yang dia sengaja tugaskan untuk mengecek semua pekerjaan nya...????
" Kau mau bermain main dengan ku DIKA...!!!!" bentak bos Reyden garang
" Kau sengaja ingin menghianati kita kan...!!!" Jo ikut ikutan
" DIAM KAU...!!!!" bentak Dika pada Jo, laki laki tua ini bisa jadi kompor kalau tidak di hentikan
" Kau berani membentak ku...!!! apa kau pikir kau sudah hebat HAAAAAHHHH....!!!" Jo tampak nya tersingggung
" Tidak ada kata takut dari ku untuk siapapun...!!! bukan kah kalian yang sudah merubahku menjadi manusia yang tak punya belas kasihan...??? apa lagi sekedar rasa takut...!!! terutama pada kau...!!!" tuding Dika pada Jo
" Mulut mu terlalu sampah...!!! coba kalau kau sesekali di berikan tugas seperti ku... apa kau bisa menyelesaikan nya...??? kau hanyalah laki laki tua yang kebanyakan omong.... ciiiihhhh....!!!" Dika merendahkan Jo membuatnya makin panas terbakar
" KEPAR*TTTT...!!!! BERANI NYA KAU....!!!!" Jo langsung menarik jaket Dika dan ingin memukulnya
" CUKUP....!!!!!" bentak bos Reyden yang kesal dengan pertikaian mereka, dua orang ini memang sejak pertama bertemu tak ada akut nya sama sekali
" Aku tidak butuh perdebatan kalian...!!! yanh aku tanyakan kenapa kau tak membunuhnya Dika...!!!! apa kau tak tau jika dia sangat berbahaya untuk klan kita...!!!;"
" Maaf bos.... awalnya saya pikir jika saya membunuh nya saat itu juga posisi sedang kurang aman, selain itu memang sedikit sulit untuk mengeksekusi laki laki itu... makanya saya biarkan dia hidup dibawah tekanan dan ancaman saya...." Dika sedikit memberikan penjelasan
" Saya rasa dia bisa dimanfaatkan untuk memberikan akses kemudahan pada klan kuta jika dia bisa mengikuti arahan saya... makanya saya biarkan dia hidup...." lanjutnya dengan tenang
" Kau bodoh Dika....!!!" Rick angkat bicara
__ADS_1
" Kau terlalu bodoh percaya dengan dia...!!! dia adalah orang yang cerdas.... orang yang memiliki tangan kanan banyak... kau melewatkan kesempatan emas untuk menbunuhnya maka artinya kau sedang membiarkan dia semakin mudah untuk mencari celah kita....!!!" lanjut Rick menjelaskan fakta yang terjadi
" Kau tau... pergerakan dia saat ini tak bisa kita ketahui lagi... dia sudah masuk dan memporakporandakan pertahanan kita... dia bahkan sudah menyita beberapa titik milik kita..." lanjut Rick
Dika tersenyum miring, dalam hatinya mendengar ucapan Rick dia sangat puas, mereka tak tau jika pergerakan yang sedang terjadi memanglah yang Dika inginkan, para gembong Mafia ini tak tau jika Dika sudah berhasil melumpuhkan laki laki berpengaruh itu, apa yang sedang laki laki itu lakukan adalah sesuai dengan instruksi dari Dika
" Kau harus bertanggungjawab atas semua ini Dika....!!!!" bos Reyden kembali menyudutkan Dika menatap nya dengan nanar
" Kau yang sudah menyepelekan tugas ku maka kau harus bertanggungjawab....!!! eksekusi dia ... jangan lagi buang kesempatan... aku mau kau penggal kepalanya dan bawa kehadapan ku untuk meyakinkan ku...!!!" titah bos Reyden yang terdengar ngeri itu
" Kalau kau tak mau melakukan nya... maka kepala mu yang akan ku penggal sebagai gantinya...!!!" ancam bos Reyden, namun Dika merespon nya dengan sangat santai dia sama sekali tak gentar dengan ancaman atau gertakan apapun
" Kenapa kau tersenyum seperti itu bocah ingusan...!!!" hardik Jo yang sedari tadi mengamati dengan jeli setiap gerak gerik Dika
" Kau menantang kami...!!!!" pelototnya galak
" Kalau sudah tau ini masalah serius dan laki laki itu membahayakan... kenapa tidak kalian saja yang mengeksekusi nya... kenapa malah mengumpan kan aku yang jelas jelas masih bocah ingusan... yang masih banyak kesalahan dalam menjalankan tugas...!!!" tanya Dika setengah menantang
" Apa maksudmu....!!!" tanya Rick
Dika tersenyum sinis, nyali nya benar benar tak ada gentar nya lagi, dia sama sekali tak takut berhadapan dengan tiga laki laki berumur yang sudah sangat berpengalaman dibidang nya
" Aku tidak sebodoh yang kalian pikir tuan....!!! bukan kah selama ini aku juga sudah seperti di penjara... aku juga tak pernah bertemu dengan istriku lalu apa bedanya....!!!!" sahut Dika
" Aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu Dika....!!! CEPAT KERJAKAN APA YANG KU PERINTAH....!!!!" bos Reyden menyuruh dengan paksaan
" Kalau aku tidak mau...???" tanya Dika cuek
" BANGS*T....!!!!" Jo tersulut emosi, langsung menarik kerah baju Dika, namun Dika hanya menatapnya dengan tenang, meski tatapan nya amat mengerikan
" Jo....tenanglah...!!!" bos Reyden menengahi, sepertinya bos Reyden tau, jika Jo terpancing dengan emosi nya lalu Dika dan Jo berkelahi maka akan semakin sulit menjinakkan Dika, sebab bos Reyden sadar Dika sekarang sudah disulapnya menjadi anak muda yang bengis, kejam dengan naluri pembunuh
" Apa yang terjadi dengan kau Dika... kenapa kau seperti ini...!!! came on... kita punya tugas yang sangat besar....!!!" Rick mencoba melunakkan hati Dika
" Dika dengarkan aku...!!! kau butuh uang banyak bukan... aku akan menawarkan mu kebebasan jika kau berhasil membunuh laki laki itu... aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi... kau dan Faizal akan aku bebaskan...." bujuk bos Reyden licik, andai Dika luluh maka Dika akan langsung di bunuhnya, karena Dika sudah menjadi ancaman untuknya
__ADS_1
" Ayolah Dika... aku sudah banyak membantu mu... apa yang ku minta itu juga bukan hanya untuk kepentingan ku saja...tapi juga untuk mu dan semua nya...!!! kau sudah terbujuk rayu nya... kau sedang dipermainkan laki laki itu Dika... ingat dia itu licik....!!!!"
" Bukankah anda yang lebih licik....!!!!" Dika menodongkan pistol yang sedari tadi di bawanya, yang sudah disiapkan nya matang matang, langsung ditodongkan ke pelipis bos Reyden
Membuat ke empat orang yang ada diruangan itu menegang, Jo langsung menodongkan pistol ke jidat Dika
" Turunkan pistol mu atau pelatuk ku akan menembus otak mu...!!!" ancam Jo memberi peringatan pada Dika
" Kalau kalian ingin membunuhku... maka kalian harus mati di tangan ku....!!!" desis Dika balik
" Tenang Dika tenang....!!!" Rick berusaha menenangkan Dika, Rick berbeda dengan Jo, dia lebih menggunakan cara halus untuk menaklukan lawan, padahal nyatanya dia sosok lebih kejam dari Jo
" Jangan terbawa emosi... mari bicarakan baik baik...." ajaknya tenang
" Diam kau Rick...!!! bocah setan ini tak bisa lagi diajak bicara baik baik...!!! biarkan ku pecahkan kepala nya...!!!" umpat Jo yang sudah kesetanan
Bos Reyden meneguk saliva nya sendiri, rupanya dia sudah merawat singa lapar selama ini, dan sekarang dia sedang menuai ancaman itu
Dika tersenyum miring, kepalanya sudah gelap, yang ada dipikiran nya sekarang bagaimana caranya segera menyelesaikan misi nya, rencana yang sudah dia susun sebaik mungkin, dia mau bebas...!!! lepas dari jeratan iblis ini
" Turun kan pistol mu Dika atau kau ku tembak Mati....!!!" ancam Jo lagi
Tapi... sedetik kemudian
DOOOOORRRRRR........!!!!!!
Bersambung~
Akankah Misi Dika berhasil...???
Atau malah dia yang tertembak mati....!!!!
Jangan lupa vote nya yaaa
Happy Reading....
__ADS_1