Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Mother's Day


__ADS_3

Sore itu setelah Melisa selesai mandi, Dika mengajak Melisa untuk belanja peralatan kepasar, termasuk peralatan dapur dan beberapa peralatan bengkel ke toko langganan Dika dulu


Seakan menjumputi tiap kenangan masa lalu, Dika merasa seolah dia sedang flashback diawal dia merintis bengkel nya dulu


" Mel mas mau ke toko onderdil dulu kamu mau ikut...???" tanya Dika begitu tiba di pasar


" Eemm aku mau belanja keperluan dapur aja deh mas... nanti kalau mas Dika udah selesai susul aku ya..." sahut Melisa


" Yaudah kamu hati hati ya..."


Mereka pisah di parkiran, Melisa langsung masuk ke toserba dan memilih berbagai peralatan dapur yang sudah harus di ganti


Tiba tiba Melisa melihat seorang anak kecil yang sedang merengek pada ibu nya meminta boneka barbie


Anak itu merajuk, sampai ibu nya pusing membujuknya dia tak mau, bocah itu terus menangis meminta di belikan boneka barbie


Mungkin menurut si ibu boneka sejenisnya dirumah sudah banyak jadi tak perlu beli lagi, tapi bagi si anak dia merasa tertarik dengan barbie satu itu, menurutnya unik dan dirumah tak punya yang seperti itu


Melisa tersenyum membayangkan jika dia bisa melakukan hal itu pada ibu ketika dia berusia seperti bocah itu, dia pasti akan melakukan hal yang sama merajuk, ngambek dan memaksa ibu untuk membeli boneka itu, boneka barbie itu cukup cantik


Namun...


Melisa kecil hanyalah anak kecil yang selalu dipaksa bekerja mengerjakan semua pekerjaan orang dewasa, mulai dari mencuci, masak, beberes rumah sampai jualan kue dan gorengan keliling


Melisa kecil tak pernah di kasih kesempatan untuk bermain seperti anak seusia nya,


Pernah Melisa yang masih bocah sangking keburu buru pengen ikut main lompat tali sama temen temen sekolahnya dia tak sengaja menjatuhkan piring dan gelas yang sudah dicucinya, piring gelas itu pecah mengenai kaki Melisa hingga berdarah


Bukan di tolongin pak Marjo yang melihatnya malah langsung memukul Melisa sambil mengumpat kasar


Melisa hanya bisa menangis ketakutan, lalu Meliaa harus menahan lapar karena tidak dikasih jatah makan siang dan malam sebagai hukuman


" Ini bagus yaahhh.!! Aduuhhh maaf mbak..."


Lamunan Melisa buyar saat seorang perempuan menabraknya dari belakang, gadis itu tengah kerepotan membawa belanjaan nya


Melisa tersenyum lalu menggeser tubuhnya memberi jalan pada gadis itu


Gadis itu membalas dengan senyum balik lalu kembali focus pada teman nya


" Cocok gak sih ini buat mama aku...???" tanya Gadis itu lagi meminta pendapat teman nya


" Mama mu kan agak kurus yaa kayaknya kalau warna ini kurang bagus deh... coba warna nya yang lebih mudaan biar muka nya fresh..." ujar teman nya memberi saran


" Bedanya apa sih kurus sama muka fresh...???" gurutu gadis itu

__ADS_1


" Yeee... kalau orang badan sedang atau kurus itukan size kecil muat, pemilihan warna juga harus yang lebih cerah biar keliatan makin fresh dan pas sama tubuhnya...."


Melisa mendengarkan sekilas, dia masih membayangkan andai dia bisa membelikan sesuatu untuk ibu


" Iya deh aku nurut sama kamu... pokoknya aku pengen ngasih hadiah spesial di hari ibu besok..." balas Si gadis itu menuruti saran teman nya


" Oiya besok Mother's day ya... duuhh aku lupa sih...!!"


" Hari ibu...!!!" Gumam Melisa pelan


Dalam bayangan nya saat ini ada dua perempuan yang dipanggilnya ibu


bu Resinda dan bu Murni,


Melisa berjalan ke toko baju dia mulai memikih beberapa pakaian wanita


" Ibu...mungkin aku gak bisa ngasih hadiah apapun buat ibu... selain ibu udah punya segalanya... aku juga gak bisa lagi dekat dengan ibu... tapi aku punya bu Murni bu... segimana pun bu Murni memperlakukan ku dia pernah menjadi sosok ibu yang mau mengurus dan merawatku... bu Murni rela dinikahi bapak dan mengurusku layaknya anak nya sendiri... dia juga ibu ku kan bu...??? aku mau sekali ini memberinya hadiah dihari ibu..."


Melisa memilih beberapa stel pakaian perempuan, lalu sendal dan tas, bu Murni sangat suka dengan tas ala ala ibu sosialita, Melisa ingin membelikan untuk nya saat ini


Selesai berbelanja Melisa kembali ke parkiran, rupanya Dika sedang berjalan kearahnya dan membantu membawakan belanjaan nya


" Kita langsung ke bengkel lagi ya sayang... bentar lagi belanjaan mas dianter ke bengkel..." ajak Dika


" Iya mas... lagian ini kan banyak nya juga perabotan di bengkel... tinggal kurang kasur sama lemari pakaian aja mas..." sahut Melisa


Melisa hanya mengangguk setuju


Di tengah kesibukan nya membantu Dika memberesi barang barang bengkel, Melisa meminta ijin pada Dika untuk menelpon bang Gondrong, ada sesuatu yang mau di sampaikan nya pada abang nya itu


Dika hanya mengangguk mengijinkan


Melisa berjalan ke dapur, lalu menghubungi bang Gondrong


" Hallo Mel..." sapa Gondrong di ujung sebrang


" Lagi sibuk bang...??" tanya Melisa


" Kagak... gue masih nyantai nyantai nih di rumah... besok baru ada kesibukan di toserba...ada apa emang nya...???"


" Eee bang... besok kan tanggal 22 Desember dan semua orang tau kalau besok adalah hari ibu atau mother's day.. aku boleh gak minta satu permintaan sama abang...???" tanya Melisa ragu ragu


" Apa...???" suara Gondrong sedikit pelan


" Aku pengen bisa ngobrol sama ibu... cuman pengen ngucapin "Selamat hari ibu" abang bisa kan...???" tanya Melisa penuh harap

__ADS_1


Gondrong terdiam,


Sejujurnya doi juga bingung, doi bahkan gak yakin bisa bantu Melisa yang satu ini apa nggak, tapi kalau dia bilang gak bisa pasti Melisa akan sedih


Gondrong jadi bingung sendiri, tuan Hermawqn sudah ngasih statment pada nya untuk tak lagi menemui bu Resinda apalagi untuk membahas soal Melisa, kalau Gondrong nekat, tuan Hermawan akan kembali mencari Melisa dan menyingkirkan nya dari Resinda dengan cara tuan Hermawan sendiri, ini berbahaya untuk Melisa


" Bang kok diem...??? bisa kan...!!!!" tanya Melisa lagi mempertegas


" Apa abang gak bisa lagi nolongin aku buat ngomong sama ibu... bentar aja kok bang... aku janji... setelah itu aku gak akan lagi ganggu ibu... aku cuman pengen ngucapin selamat hari ibu buat ibu kandung ku, sesuatu yang nenurut orang gak penting tapi sangat berarti buat aku bang... karena aku gak pernah ngucapin ini buat ibu..."


Gondrong merasa hatinya diiris perih mendengar permohonan Melisa, dia gak tega kalau harus menolak nya


" Bisa kok... siapa bilang gak bisa... lu tenang aja Mel... besok gue bakalan bantuin lu buat bisa telpon mama... besok gue kabarin deh kalau gue udah dirumah mama...." sahut Gondrong sembari mengusap wajahnya gusar, gak tega dia apalagi kalau apa yang diucapkan nya tak bisa dia penuhi, Melisa pasti bakalan tambah sedih


" Beneran bang bisa bantuin aku...???" tanya Melisa dengan mata yang berbinar binar


" Iya... lu tenang aja...besok gue kabarin oke...!!!"


Sahut Gondrong meyakinkan


" Makasih ya bang..."


" Iye sama sama..."


Melisa tersenyum bahagia mendengar kesanggupan Gondrong mengabulkan permintaan nya, rasanya ini sangat berarti untuk Melisa, ini pertama kalinya Melisa akan mengucapkan selamat hari ibu untuk seorang ibu


Dika mendengarkan pembicaraan Melisa dari balik pintu dapur, tadinya doi kepo dengan apa yang mau Melisa bicarakan sama Gondrong, takutnya kan Melisa mulai curiga dengan dia


Pas denger soal hari ibu, Dika jadi termenubg


Dia juga sama dengan Melisa, sejak lahir ditinggalkan ibunya dan sampai saat ini tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu


" Hari ibu untuk calon ibu dari anak anak ku...."


Bersambung~


Happy Mother's day


Buat semua semua wanita hebat di dunia


Terimakasih atas cinta yang luar biasa sudah diberikan dengan tulus pada orang orang yang kalian kasihi


Berkat cinta kalian kami ada dan tumbuh hebat


Tetap jadi wanita hebat panutan anak anak bangsa yaaaa

__ADS_1


Jangan lupa Vote yang banyak yaa...


Happy Reading....


__ADS_2