Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Tawaran Manis


__ADS_3

Beberapa Hari Sebelumnya


Setelah tadi siang bertemu mantan kekasih nya Je, yang ternyata sudah memiliki kekasih baru yang jauh lebih mapan dan tampan dari dirinya, Dika merasa sakit hati dan tak terima, entah kenapa hatinya marah tak terima jika Je ternyata sudah move on dan melupakan nya sekarang. Dika bahkan protes mengapa dia harus mendapatkan pengganti Je seorang seperti Melisa yang kelas dan Level nya jauh dibawah mantan kekasihnya itu


Dika kalut, hatinya diselimuti dendam pribadi atas semua yang terjadi pada dirinya,


Menyalahkan Melisa karena merasa hidupnya sekarang terbelenggu tuntutan status dari gadis itu, merasa kalah dengan kekasih baru Je, marah dan tak terima melihat Je sudah berhasil melupakan nya, dan marah karena bengkel yang di bangun dan diperjuangkan nya dengan susah payah dikasihkan orang cuma cuma dan sekarang terbengkalai tak terurus


Dika mengumpat pada dirinya sendiri, dia mengendarai motor nya menelusuri jalanan aspal yang mulai sepi dan lengang, karena malam memang sudah makin larut


Dika memang sudah berencana tak pulang malam ini, dia sedang berusaha untuk menghindar dari Melisa sekarang ini, hatinya benar benar sedang kalut tak menentu, jangan kan mau ketemu mengingat Melisa aja dia pengen nya marah dan tak terima


Setelah tadi Melisa sempat menghubungi nya lewat bang Gondrong, Dika menyampaikan banyak kerjaan dan mengharuskan dia lembur, jadi aman jika malam ini doi gak pulang, gadis itu gak bakalan berdrama marah sok kawatir menunggu kepulangan nya


Dika melihat ada tiga orang laki laki sedang berdiri di pinggir jalan, sepertinya mobil mereka mogok,


Tadi nya Dika mau cuek karena itu bukan urusannya, tapi karena dia merasa kasihan, Dika menghentikan laju motornya dan nyamperin tiga laki laki itu


" Permisi pak apa mobilnya mogok...???" tanya Dika sopan


" Iya... kenapa memang nya...???" sahut salah satu dari ketiga laki laki itu dengan nada ketus, kelihatan dia tak suka ada orang kepo dengan urusan nya


" Kalau boleh tau mogok kenapa pak...???" tanya Dika lagi, jiwa per montiran nya membuatnya terketuk ingin menolong


" Kalau kami tau mogok nya kenapa gak bakalan mogok begini bodohhh...!!!!" maki laki laki itu sengit


" Jo...!!! salah satu dari ketiga laki laki itu menegur temannya, kelihatan nya laki laki ini lebih berdominan dari yang lain


" Maaf pak... kebetulan saya adalah seorang montir... kalau boleh biar saya bantu periksa mobilnya siapa tau saya bisa bantu..." Dika menawarkan bantuan, dia gak peduli siapapun tiga laki laki itu, niatnya hanyalah mau membantu saja


" Benarkah kamu seorang montir...???" tanya laki laki yang tadi menegur teman nya, nada bicara nya lebih berwibawa dan berkelas, wajah nya terlihat begitu tenang dan lebih ramah


" Iya pak..." sahut Dika tipis


" Aahhh kebetulan sekali kalau gitu... saya minta tolong cek mobil saya yaaahhh soal nya nunggu orang bengkel kelamaan..." pinta laki laki itu


" Bisa pak..."


" Ayooo ikut gue...!!!" laki laki ketus itu mengajak Dika, dia membukakan bagasi depan mobil, dan menyuruh Dika mengeceknya


" Buruan cek...!!! awas jangan berani ngadalin gue ya..."


Dika hanya tersenyum menanggapi ucapan laki laki itu, Dika mulai membuka Cup depan mobil memeriksa mesin dan yang lain lain


Dika langsung menemukan titik peemasalahan yang menyebabkan mobil mogok


Rupanya aki nya kehabisan air radiator juga ada kabel yang putus,


Dika segera menutup kembali Cup mobil


" Maaf pak apa ada air mineral...???" tanya Dika pada lelaki yang dianggap nya lebih berwibawa


" Lu kerja belum udah mau minta minum aja...!!!" hardik si laki laki songong itu


Sedang laki laki yang satunya lagi sedari tadi hanya diam mengamati


" Kasih aja Jo..." perintah laki laki itu

__ADS_1


Jo dengan kesal mengambil air mineral di mobil dan melemparkan nya ke Dika, Dika langsung mengambilnya dan mengisikan nya ke air aki, mudah mudahan habis ini bisa nyala lagi, tak lupa Dika juga memperbaiki beberapa kabel yang putus dan mengecek mesin yang lain


" Coba di stater...." perintah Dika pada laki laki yang di panggil Jo


Jo ingin mengumpat karena Dika berani menyuruhnya, tapi langsung di kode laki laki yang berwibawa itu, Jo mengalah langsung mencoba menstater mobil


Mobil nyala dan mesin nya menderu deru dengan baik, semua tersenyum


Dika segera menutup Cup mobil lagi


" Waaahhh rupanya kamu memang beneran montir ya...." puji laki laki itu sembari menepuk nepuk bahu Dika


" Itu air aki nya habis pak... sama kayaknya udah lama belum di service..." terang Dika memberi tahu


" Ahhh oke oke... terimakasih atas bantuan mu...oya nama kamu siapa..???" tanya laki laki itu dengan ramah dan hangat


" Saya Dika pak... saya bekerja di sebuah bengkel yang di deket Mall..." Dika memperkenalkan diri


" Pemuda cerdas dan baik seperti mu... apa cita cita mu...???"


" Saya mau jadi orang kaya pak.. punya duit banyak dan apapun yang ku mau bisa ku penuhi..." jawab Dika dengan nada tegas seperti penuh ambisi yang menyala nyala


" Cita cita yang bagus..." puji laki laki itu sambil manggut manggut


" Aahhh rupanya kau memang ahli dalam bidan per mesinan ya..." puji laki laki yang di panggil Jo itu


" Aku pikir anak muda kerempeng kaya kamu ini cuman nyari nyari kesempatan sok bantuin biar dapat upah aja..."


" Aahhh ini untuk mu..." laki laki berwibawa itu langsung memberikan Dika beberapa lembaran uang seratus ribuan


Dika langsung menolaknya, dia memang hanya berniat ingin membantu bukan mengharap upah atas bantuan nya


" AMBIL....!!!!!" gertak laki laki yang sedari tadi hanya diam mengamati sembari menarik kasar kaus Dika


Sontak Dika kaget, jiwa pesilatnya keluar, berani nya mereka mau mengintimidasi orang kecil seperti nya


Dika mengibaskan tangan laki laki itu kasar


" Maaf... niat saya hanya membantu... saya tak butuh uang kalian.... jangan selalu remehkan pertolongan orang kecil seperti kami yang dikira bisa selalu diukur dengan uang...!!!!" balas Dika tegas


Lelaki itu sepertinya tersulut omongan Dika yang terlihat berani melawan nya, lelaki itu melayangkan satu pukulan mautnya namun langsung di tangkis Dika dengan mudah, dengan cepat Dika mengembalikan satu pukulan maut nya membuat laki laki itu mundur tersungkur


Namun laki laki yang di panggil Jo itu langsung menodongkan pistol tepat di pelipis Dika, membuat Dika diam seketika tak berkutik


" Ambil uang itu atau gue pecahin kepala lu...!!!!" ancam nya dengan wajah serius


Dika menelan saliva nya seret,


Apakah dia telah menolong orang yang salah...????


Penampilan orang orang inj memang serba hitam, memakai jas dan spatu booth panjang serta kaca mata hitam dan topi koboy


Tapi bukan kah menolong itu gak harus pilih pilih...???


Kenapa malah berujung intimidasi seperti ini...


Klek

__ADS_1


Laki laki itu menarik pelatuk pistol, Dika pasrah hanya mampu memejamkan mata bersiap siap menerima peluru panas masuk menembus pelipis nya


Namun sedetik berikutnya Dika membuka mata karena mendengar tiga orang itu sedang tertawa menertawainya


Dika langsung bernafas lega, lututnya hampir lemas, rupanya itu bukan pistol melainkan korek api


" Hahahaa... muka lu pucet gitu bro... gue mau ngrokok ini..." ledek si lelaki itu dengan santainya sambil menghidupkan rokok yang menempel di bibirnya


" Gak seru bercanda kalian...!!!!" umpat Dika kesal


" Maafkan kami anak muda....tapi ku mohon terimalah uang ini... anggap saja sebagai nilai atas keberanian dan kebaikan mu menolong siapa saja... aku hargai itu..." ucap si Lelaki yang berwibawa tadi


" Udah ambil aja..." tambah si lelaki yang sempat Dika tonjok


Dika menerimanya dengan ragu, tapi saat ini dia memang sedang butuh banyak uang yang dikumpulkan


" Eiitttsss... kalau kamu mau uang yang lebih banyak dari ini besok bawakan barang milik ku dan antar kan kerumah ku..." laki laki itu menawarkan misi sembari memainkan tangan nya menghindari tangan Dika yang hampir mengambil uang di tangan nya


" Barang apa pak...???" tanya Dika penuh selidik


" NARK**A...!!!!" kata lelaki itu dengan ekspresi serius


Dika langsung melengos


" Sorry pak... makasih aja lah.." tolak Dika dengan kesal


" Hahahaaa... aku tak sebodoh itu Dika...." tawa laki laki itu yang sudah berhasil mengerjai Dika lagi


" Itu adalah kue ulang tahun anak ku... kamu ambil lah di tempat teman ku dan bawa kerumah ku... ini kartu nama ku dan nomor telpon ku..." jelas laki laki itu sembari memberikan kartu nama nya pada Dika


" Aahhh bercanda terus kalian ini..." balas Dika yang jadi canggung karena sedari tadi terus kena tipu mereka


Dika menerima kartu nama lelaki itu sekaligus uang yang tadi dikasih kan pada nya


" REYDEN HANDOKO "


Dika membaca nama laki laki itu dalam hati


" Oke Dika kami mau pergi dulu... terimakasih atas bantuan mu... dan besok jangan sampai telat ya..." ucap pak Reyden sambil tersenyum penuh arti


Dika yang otak nya sudah terkontaminasi dengan ambisinya yang ingin cepat mendapatkan uang banyak, tak banyak pikir lagi untuk menerima tawaran laki laki itu


Kalau sekedar membantu ngecek mobil mogoknya aja dapat banyak lembaran uang seperti ini... apalagi membantunya mengambilkan kue ulang tahun anak nya...


Dika sudah membayangkan yang muluk muluk


Doi langsung kembali ke bengkel dengan hati yang sumringah


Bersambung~


Author kasih double Up langsung yaaa


Sementara kita simak dulu soal Dika yang tiba tiba bersikap aneh pada Melisa


Sejenak kita tinggalin dulu soal Melisa dan Foto ibu kandung nya


Biar kalian makin penasaran hihihiiiii

__ADS_1


Jangan lupa Vote nya ya Readers.....


Happy Reading...


__ADS_2