
Dika buta mata, tanpa mikir apapun lagi doi langsung menyambar kontak motor nya dan langsung meluncur ke rumah bos Reyden
" Hahahahaaa.... Selamat Datang Dika... selamat bergabung dengan Klan Mafia terkuat terkejam yang paling ditakuti di belahan negara kita ini....!!!! " Bos Reyden menyambut kedatangan nya dengan tawa kemenangan
Dua laki laki yang biasa bersama bos Reyden hanya tersenyum menanggapi nya
" Pilihan yang tepat jika kau memilih setuju bergabung bersama kami...!!!" lanjut bos Reyden
" Aku datang kesini untuk menagih janji mu... buat aku kaya.. dan punya banyak uang..." Dika berucap penuh ambisi
" Itu soal mudah... asal kau selalu menyelesaikan tugas mu dengan baik...tugas mu cukup mudah... cukup seperti kemarin... ngambil barang dari tangan orang kepercayaan ku dan bawa kemari dengan keadaan baik baik saja...." sahut bos Reyden enteng
" Kalau kau bisa bekerja dengan baik untuk kami... jangan kan sekedar kekayaan... jaminan hidup mewah akan kamu dapatkan dengan mudah.. " tawaran yang sangat menggiurkan
" Asal kalian tidak bawa bawa istriku...!!!" Dika masih mengingat jika kemarin mereka menggunakan Melisa untuk menggertak nya
" Ambil lah gadis itu... dia tetap milik mu... asal kau bisa dipercaya... dia tidak akan kami usik sedikitpun..."
" Baik...!!! aku setuju bekerja sama dengan kalian...!!!!" Dika menyanggupi ikatan kerja sama ini, sebuah perjanjian yang bisa saja dikemudian hari akan beresiko besar untuk Dika, namun semua itu tak lagi di gubrisnya, yang ada dalam pikiran nya saat ini adalah keluar dari hidup yang menyedihkan ini
" Tugas mu pertama... malam ini pergilah ke perbatasan kota... ambil koper di tangan orang ku... dan bawa koper itu kemari...!!!!" perintah bos Reyden langsung
" Uang ini... cukup bukan untuk bayaran dimuka...!!!" Jo melemparkan segepok uang ratusan ribu di depan Dika
Mata Dika langsung hijau menyala, siapa sih yang gak tergiur dengan ditabok duit sebanyak itu
" Oke...!!! aku akan ambil barang itu sekarang juga...!!!;" Dika menyewot uang itu dan langsung bersedia menjalan kan tugasnya
" Aku tunggu secepatnya...!!!"
Dika segera pergi ke berbatasan kota sesuai instruksi bos Reyden, disana doi sudah ditunggu 3 orang memakai pakaian serba hitam, berada di dalam mobil menunggu kedatangan nya
Setelah Dika menyampaikan sedikit jika dia adalah orang suruhan bos Reyden untuk mengambil barang dari mereka, tanpa banyak ngomong transaksi pun di mulai
Pekerjaan seperti ini tak banyak membutuhkan omong basa basi
Hanya perlu kejelian dan mata yang selalu waspada melihat sekeliling, serta siaga pada lawan partner juga.
Setelah perpindahan barang selesai, 3 laki laki itu langsung masuk ke mobilnya serta Dika langsung kembali menaiki motornya untuk segera menuju rumah bos Reyden
Sebenernya hatinya saat ini cukup takut was was, dia baru saja melakukan transaksi haram, yang mungkin seumur hidupnya tak pernah ia bayangkan, dia telah terperosok masuk dalam kubangan dunia mafia yang penuh kekejaman dan kelicikan, Dika telah benar benar salah langkah
" Ini bos...!!!" Dika menyerahkan koper hitam yang dibawa nya di hadapan bos Reyden
Laki laki itu tertawa lebar sembari duduk menyilangkan kaki di sofa nya,
Jo dan satu laki laki yang sempat di tonjok Dika yang kita kasih nama Rick berdiri di samping bos Reyden dengan tatapan yang awas
Bos Reyden membuka koper itu lalu tersenyum pada Dika
" Aku suka cara kerja mu... kamu memang bisa dipercaya...!!;;"
__ADS_1
" Terimakasih bos..." sahut Dika dengan hati bangga
" Kerja mu cukup cepat dan teliti... kamu cerdas cerdik dan hebat.... kamu akan menjadi milyader kedepan nya...."
" Boleh saya pamit bos...???" Dika ingin segera kembali ke bengkel, meskipun dia baru saja berhasil menyelesaikan tugas nya dengan baik dan mendapat pujian dari bos Reyden,
Tapi tak mengelak hati kecilnya saat ini sedang berontak tak sejalan dengan pikiran nya
Hati kecilnya terus merutuk memarahi dan menyalahkan nya atas apa keputusan yang sudah diambilnya,
Sebangs*t bangs*t nya dia selama ini, tak pernah terbesit dipikiran nya bahwa dia akan menjadi bagian dari kelompok mafia si perusak kehidupan didunia ini
Apalagi menjalankan bisnis haram ini...!!!
Hati Dika benar benar tak sependapat dengan apa yang sudah di lakukan nya
" Pergilah...!!! tapi besok pagi kau harus datang lagi kemari ambil barang di dekat pelabuhan...sudah ada orang yang menunggumu disana...." bos Reyden membolehkan Dika pergi
" Tapi kau jangan lupa...!!! di pelabuhan sangat rawan... banyak orang yang akan memperhatikan gerak gerik mu... jadi kau jangan banyak bertingkah dan melakukan sesuatu yang nencurigakan...harus gerak cepat dan teliti...!!!!"
" Baik bos...!!! aku akan menjalankan tugas dengan baik..." jawab Dika meyakinkan sembari nyelonong pergi dari hadapan bos Reyden
" Apa bocah itu yakin bisa di percaya bos...???" tanya Jo yang selalu pasang wajah waspada pada Dika sejak awal mereka bertemu
" Kalau sampai bocah itu ceroboh dan melakukan kesalahan bagaimana...!!!" tambah Rick yang sepertinya juga meragukan Dika
" Itu berarti tugas kalian untuk mengawasi dia...!!!" sahut bos Reyden dengan santai
" Selalu awasi bocah itu... jika dia melakukan sesuatu yang membahayakan kita... maka jalankan sesuai rencana awal... tapi jika dia masih bisa kita andalkan maka biarkan dia menikmati hasil kerja payahnya..."
***
Dika berjalan terombang ambing, air matanya sedari tadi sudah tumpah ruah, hatinya begitu memberontak atas tindakan yang sudah diambilnya, Dika merasa frustasi pada hidupnya sendiri, saat ini memang Dika bisa bawa uang banyak, jika dia terus mekaksanakan tugas nya dengan baik dan memuaskan bos Reyden, tak butuh waktu lama lagi semua keinginan nya akan terwujud, jangan kan mau ngambil alih bengkel dari Ghani... membuat sepuluh bengkel lebih mewah dari bengkel bu Fatma saja dia mampu
Tetapi....
Tapi pekerjaan ini sangat beresiko, nyawa nya tak seberapa dibanding apa yang sudah ia dapatkan, selain itu dia tak bisa lagi keluar dari kubangan labirin dunia mafia ini, dia sudah nyemplung dan bahkan sudah tenggelam didalam nya, dunia gelap ini akan selalu menuntutnya untuk menjadi orang yang egois, mati hati mati rasa dan kejam pada apapun
Dika menangisi dirinya yang sehancur ini...
Baru doi nyampai di dekat bengkel, seorang laki laki dan perempuan yang sangat dikenalinya sedang berdiri melongok longok di gerbang bengkel yang gelap
Hati Dika makin tak karuan, gugup campur takut campur menyesal telah melakukan semua ini, bahkan Dika sangat takut tak bisa lagi melindungi gadis itu seperti dulu,
Bahkan mungkin jika gadis itu terus bersama nya, hidupnya akan ikut terancam menanggung resiko atas perbuatan nya ini
"Kalian ngapain disini...!!!" tanya Dika berusaha setenang mungkin sembari menghampiri mereka
Melisa langsung menoleh, betapa familiarnya suara laki laki itu
" Mas Dika....!!!!" panggilnya dengan mata yang berbinar dan senyum penuh kelegaan
__ADS_1
" Ya ampun mas... aku kawatir banget sama mas... udah dua hari mas gak pulang..."
Dika turun dari motornya
" Kalian ngapain disini...???" tanya Dika sok merasa gak suka dengan kedatangan mereka, Sepertinya dia harus memasang wajah kaku, cuek dan sedikit menyakiti hati Melisa agar gadis itu terbiasa kalau kalau suatu saat nanti terjadi sesuatu padanya
Gondrong sepertinya mencium bau bau gak beres dengan Dika, gondrong curiga Dika sengaja menghindari Melisa
" Nyari lu lah bang**t...!!! lagian lu gak ada otak banget sih...!!!" sahut Gondrong memaki nya
" Kemarin kan aku udah bilang aku lembur... kenapa kamu seheboh ini pakai acara nyusul kesini segala..." Dika seolah memarahi Melisa, berpura pura tak nyaman saat Melisa datang mencarinya apalagi membawa gondrong
" Maaf mas... tapi aku khawatir sama kamu... apa kerjaan mu banyak banget mas sampai belum kelar...???" balas Melisa
Dika diam, meski dalam hati kecilnya dia menangis tak tega melihat Melisa sampai sepanik itu mencari nya, ditambah lagi Dika sedang berusaha berdamai pada hatinya sendiri, Mempersempit waktu untuk bertemu Melisa
" Yakin lu lembur beneran...!!!" selidik gondrong dengan nada penuh penekanan
Dika bingung, orang macam gondrong tak mudah dibohongi seperti Melisa
" Kemarin dua hari aku lembur... kalau hari ini gak lagi... cuman aku kecapean tenaga ku terfosir habis makanya aku milih istirahat dulu dan menginap lagi di bengkel besok pagi baru pulang...." Dika ngeles, tampak jelas dari raut wajahnya doi agak nyari nyari jawaban, tapi dia tetap berusaha memasang wajah tenang, takut gondrong bisa menebak apa yang baru saja dilakukan nya
" Aku mau ngabarin Melisa juga gak ada hp kan..." tambah Dika lagi berusaha memblokir tatapan Gondrong yang penuh selidik itu
Akhirnya setelah sedikit berseteru dan Dika memberikan penjelasan yang masuk akal, seperti yang sudah diceritakan di part sebelumnya,
Akhirnya mereka pulang bersama
Meninggalkan sepercik rasa asing dihati Melisa atas sikap Dika padanya sekarang, tatapan curiga dari Gondrong yang merasa janggal ada sesuatu yang Dika sembunyikan
Dan... dan hati yang tak tentu lagi semrawut tak karuan dalam diri Dika
Dika benar benar frustasi....
Bersambung~
Oke Readers...
Mungkin yang kemarin Gedheg emosi dengan Dika, udah Dika kasih klarifikasi yaaahhh
Aslinya dia masih begitu peduli dengan Melisa
Hanya ada beberapa faktor yang mungkin Dika gak bisa jelaskan ke kita semua atas sikap nya ini,
Yang pasti Dika bilang doi gak mau Melisa sampai terancam atas apa yang sudah dilakukan nya...
Sooo
Jangan lupa kasih Vote sebanyak banyak nya yaaa...
Biar author makin rajin Up nya
__ADS_1
Hihihihiii
Happy Reading....