Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Dika Bertemu Ibu


__ADS_3

Melisa menunggu Dika cukup gelisah, hampir dua jam Melisa menunggu kedatangan Dika kekosan nya tapi sampai sekarang laki laki itu belum kelihatan batang hidungnya,


Dia juga mulai khawatir kalau sebentar lagi ibu akan dicari tuan Hermawan atau di telpon disuruh pulang, karena ibu cuman beralasan mau menjenguk teman arisan nya yang sedang sakit, Melisa hanya ingin mempertemukan Dika dengan ibu nya, memperkenalkan ibu kandungnya pada laki laki yang saat ini sangat dicintainya dengan sepenuh hati


Bang Gondrong juga berkali kali udah uring uringan di pesan singkatnya, udah su'udzon aja kalau Dika sengaja mengulur waktu supaya gak jadi ketemu, mau menghindari ibu


Tapi Melisa yakin, Dika pasti datang, terlebih dia sudah menjelaskan semuanya pada laki laki itu


" Mana Dika mu itu Mel...??? kok belum juga datang...???" tanya Ibu yang kayaknya mulai kasihan melihat Melisa mondar mandir ngliatin jendela luar


" Bentar lagi ya buk... mungkin mas Dika masih sibuk di bengkel..." Melisa mencoba memperi pengertian ibu nya


" Tapi aku yakin sebentar lagi dia pasti datang...dia udah janji kok mau ketemu ibu..."


" Ibu gak keburu kan...???" tanya Melisa penuh harap


Resinda kasihan melihat Melisa yang sangat mengharapkan ibunya bisa bertemu laki laki pujaan nya, Resinda tak tega jika harus mengatakan dia tak punya waktu banyak lagi


" Iya tenang lah... ibu pasti tunggu sampai Dika datang..." Resinda menenangkan Melisa yang makin gusar


" Makasih buk..." jawab Melisa dengan senyum yang terpaksa


" Duuuhhh mas Dika mana sih... jangan sampai ibu keburu pulang belum ketemu... kamu gak bohong lagi kan mas... kamu pasti datangkan untuk ketemu ibu... kamu kan udah janji sama aku..." ucap batin Melisa yang gusar tak menentu


" Yang tenang donk sayang... kalau kamu percaya kekasih mu itu datang tepati janjinya... dia pasti datang...tenang lah..." hibur Resinda


Melisa hanya mengangguk, sembari mencoba duduk tenang dan anggun menanti kedatangan Dika,


Bahkan ponselnya aja gak bisa dihubungi,


Asline semua udah ketar ketir, takut Dika emang beneran pecundang, lebih memilih menghindar ketemu ibu kandung Melisa yang cukup tersohor namanya


Tak lama diluar terdengar suara motor datang, Melisa buru buru membuka tirai kelambu, ternyata Dika datang, Melisa langsung bernafas lega...


Akhirnya datang juga Dika menepati janjinya


" Bu mas Dika dateng..." ucap Melisa dengan girang, wajahya tampak sumpringah


" Aku mau kedepan dulu..." Melisa langsung berlari menghampiri Dika


Resinda hanya diam tak tega melihat segitu berharapnya anak gadisnya pada laki laki itu, apakah benar jika laki laki itulah kekuatan dan kebahagiaan nya selama ini...!!!


" Mas..." panggil Melisa sambil berlari menyambut Dika

__ADS_1


" Kok lama banget sih... ibu udah nunggu mas dari tadi loohhh...." cecar Melisa


" Maaf ya... tadi motor mas sempet mogok... lupa udah lama gak ganti oli makanya gancet..." Dika menjelaskan sebab muasabab nya


" Yaudah yuk buruan masuk... takutnya ibu keburu mau pulang soalnya udah kelamaan disini..." Melisa mengajak Dika masuk


Meskipun masih gugup dan belum sepenuhnya menguatkan Mental, Dika terpaksa harus langsung ikut Melisa masuk


Dan untuk pertama kalinya dia harus berbicara serius soal hubungan dengan calon mertua, karena waktu dengan Je dulu belum pernah sampai menenui ibunya


" Bu... ini mas Dika..." ucap Melisa


" Hallo tante... maaf saya telat... perkenalkan saya Dika..." Dika memperkenalkan diri sambil mencium tangan Resinda


" Saya Resinda... ibu kandung Melisa..." balas Resinda sambil tersenyum ramah


Ada rasa keharuan saat berada di momen ini, anak yang ditinggal nya saat masih bayi, saat ini sudah datang kepadanya memperkenalkan kekasihnya


" Mari silahkan duduk..." ajak Resinda lagi


Mereka mulai ngobrol basa basi sebelum ke pokok inti pembahasan


" Nak Dika... sebelum nya ibu sangat berterimakasih selama ini kamu sudah menjaga, melindungi Melisa.... kamu juga yang menyelamatkan Melisa dari jaminan hutang piutang ayahnya dengan rentenir itu sampai kamu harus mengorbankan bengkel mu...ibu sangat berterimakasih atas semua yang sudah kamu berikan pada anak ibu... kamu mau melindungi dan menjaga nya dengan baik..." ucap Resinda mengawali pembahasan serius


" Sama sama tante..." sahut Dika


" Panggil aja ibu..." pinta Resinda


" I..iya ibu... sama sama... saya sangat bahagia dan lega pas saya tau Melisa sudah bertemu ibu kandungnya, sudah bisa berkumpul lagi dengan keluarga yang sangat menyayanginya...maaf jika kemarin saya sempat gak bisa selalu disamping Melisa bu.. karena saya harus mencari uang untuk menebus bengkel saya lagi...." jawab Dika


" Ibu tau... dan ibu tidak mempermasaahkan itu...malah ibu juga seneng kalau bengkel mu bisa kembali..."


" Hanya saja...." Resinda menatap Dika dalam, seolah dia sedang menilai bocah laki laki pilihan anaknya itu


" Apa kamu benar benar mencintai Melisa...???" tanya Resinda dalam, Dika tertunduk, jujur dia tak berani menatap mata bu Resinda


Hatinya masih bimbang


" Kau pasti tau bukan status Melisa... janda muda diusia nya yang masih belia... menjadi istri ke 4... apa kau serius mencintai putri ku...???"


Melisa melirik Dika, laki laki itu diam tak ada respon apapun


" Aku juga tau kau tinggal bersama Melisa satu rumah...kalian juga sudah melakukan hubungan layaknya suami istri tanpa status...!!! nak Dika... jujur ibu sedih... nasib anak ibu sangat memprihatinkan... dia harus terjamah oleh laki laki sebelum waktunya... meskipun memang sebelumnya dia juga sudah janda...."

__ADS_1


Dika tertotok habis, jujur dia sangat malu saat ini, dia bagaikan maling yang ketahuan si tuan nya


" Jika kamu tak serius berhubungan dengan putriku... hanya karena kasihan... tak tega... sebaiknya mulai hari ini sudahi sudah hubungan kalian ini... cinta tanpa status kalian ini... ibu gak bisa membiarkan anak ibu terus melakukan kesalahan... ibu tak rela nak....tapi jika kamu memang ada niatan baik ingin menjadikan anak ibu ini pendamping hidupmi... tolong... tolong terima dia apa adanya... terima segala kekurangan dan kecacatan nya... cintai dia dengan tulus... jaga dia segenap hati... dan segerakan lah hajad baik itu nak... kalian sudah terlalu jauh melangkah...melakukan hal yang salah.... "


Dika masih bungkam, dia bahkan bingung harus menjawab apa pada ucapan bu Resinda, rasanya hanya malu...malu dan bersalah


" Maafkan kami buk... kami selama ini sudah membuat ibu malu dengan apa yang kami lakukan..." sahut Dika pelan


" Saya memang sudah berniat ingin menikahi Melisa... hanya waktu itu Melisa mau nya nunggu ketemu ibu dulu... makanya kami tubda sampai hari ini...jika ibu mengijinkan dan memberi restu... saya mau melangsungkan niat baik itu setelah saya pulang dari kampung mengurus bengkel... saya akan langsung nikahi Melisa dan kembali membangun bengkel dari nol bersama sama..."


" Kenapa harus masih ditunda...???" tanya Resinda


" Maaf bu... karena situasinya cukup genting... jika saya tidak segera ambil alih lagi bengkel itu... Ghani keburu menjualnya ke orang lain... jujur saya gak terima buk... itu hasil jerih payah saya..." Dika memberi pemahaman


" Ibu merestui niat kalian nak... selesaikan urusan mu lalu segerakan niat baik mu itu... biar ibu juga lebih tenang... melepas Melisa lagi... tapi kali ini sudah ada yang bertanggungjawab atas hidupnya, melindunginya, menjaganya dan mengasihinya..."


" Saya gak janji sama ibu... tapi saya akan berusaha semampu saya untuk bisa membahagiakan Melisa buk, membuatnya nyaman bersama saya... terimakasih buat restu dan pengertian ibu..."


" Bu... ibu merestui kami...???" tanya Melisa gantian, sejak tadi dia diam menyimak, dan saat ini begitu terharu dengan pembahasan ibu dan Dika yang singkat jelas gak bertele tele namun langsung menemukan titik keputusan


" Iya sayang... intinya apapun yang bisa menbuatmu bahagia nyaman ibu pasti akan merestui nak... asal kamu janji sama ibu kamu akan selalu bahagia dan tersenyum..."


" Makasih buk..." Melisa langsung memeluk ibunya sambil mewek terharu


" Aku lega nak Dika sudah bisa ngobrol dengan mu... walaupun sangat singkat tapi jelas apa yang kita sepakati bersama... ibu pegang ucapan mu nak Dika... buktika bahwa kau memang benar benar laki laki yang layak mendampingi hidup putriku...!!"


" Pasti bu... saya pasti akan melangsungkan hajat itu segera... saya akan jaga Melisa dengan baik... dari ancaman apapun...!!! saya akan mengorbankan diri saya demi kebahagiaan Melisa..." Dika tak membual memang nyatanya, kebahagiaan Melisa adalah salah satu alasan hingga akhirnya dia harus masuk ke lingkaran mafia yang sulit dilepasnya itu


" Ibu...!!"


Kriiinggg Krriiiinggg


Baru ibu mau bicara lagi, panggilan masuk dari ponselnya sudah berdering


Nama tuan Hermawan yang ditulis "papa" dilayar ponsel ibu memanggilnya


" Hallo pah..." suara bu Resinda dibuat selembut mungkin


" Pulang sekarang atau aku seret paksa dirimu...!!! jangan dikira aku tak tau kau ada dimana Resinda...!!!!!"


Bersambung~


Jangan lupa Vote nya ya Readers

__ADS_1


Happy Reading....


__ADS_2