Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Dimintai Tolong


__ADS_3

Pagi pagi tadi Delon sudah mendatangi bu Hajah pemilik ruko, akhirnya harga sudah deal dan bisa di sewa perbulan, hari ini rencana mau ke tempat teman Ervina yang memiliki usaha pakaian dan barang barang murah


Kayaknya Delon beneran mau menseriusi usaha yang disarankan si manis Ervina


Memulai sesuatu itu memang harus lebih sabar, lebih jeli dan teliti tentunya


Apalagi memulai untuk menjalin kedekatan antara dirinya dengan Ervina


Tidak begitu sulit memang, karena ternyata gadis itu cukup mudah bergaul dan wellcome dengan orang baru disekitarnya, apalagi kemarin hampir seharian dihabiskan waktu bersama nya, membuat mereka bisa bercerita tentang mereka masing masing dan menciptakan keterbukaan yang pastinya membuat semakin nyaman


Kriiinggg kriiingg


Ponsel Delon berdering


Sebuah nomor asing yang belum ada nama kontaknya menunggu responnya


Delon langsung mengangkat nya, terdengar suara seorang cewek dengan nada panik ketakutan diujung sebrang


Hallo....!!!" ucap Delon ragu, menampakan suara berat dan sedikit sangar


" Hallo bang... maaf ini saya dapat nomer Abang dari kak Akbar....ini saya pacar nya...." sahut seorang perempuan, suaranya terdengar panik tak karuan, sampai lupa berbasa basi


" Iya kenapa ada yang bisa gue bantu...???" tanya Delon balik, doi juga ikutan panik


" Tolong... aku butuh bantuan abang saat ini... kak Akbar lagi dalam bahaya...datang ke arah perbatasan Bogor... kak Akbar di jebak orang..." ucapanya random, kayaknya ada sesuatu yang emergency


" Akbar...!!!! agghhh iya laki laki Sumatra yang logatnya kental itu... gue ingat...!!!" Delon menggumam sendiri


" Kirim alamat jelasnya... gue kesana sekarang..." sahut Delon gercep


Menolong orang bukan kah sesuatu yang mulia... dan sepertinya gadis itu emang benar benar butuh bantuan nya


" Oke....!!!!" sahutnya singkat


Delon memutar motornya menuju arah Bogor, sembari menunggu gadis yang mengaku pacar Akbar mengirimkan alamat pasti


Rencana hari ini terpaksa ditunda, jujur Delon juga gak tau pasti apa yang terjadi, tapi mendengar suara gadis itu yang panik menandakan ada hal penting yang terjadi


Bukan suatu kebetulan bukan...??? karena waktu itu tiba tiba Delon memiliki firasat untuk memberikan nomor ponselnya di sobekan kertas,


Setelah mendapat alamat jelas, Delon langsung tancap gas menuju Perbatasan Bogor


Sepertinya kalau dilihat di maps, tempat ini seperti ditengah hutan, atau di pinggiran jurang, atau apa ini, banyak pepohonan dan jauh dari pemukiman warga


Tapi ada semacam satu bangunan besar yang juga cukup luas di bagian titik tujuan,


Apakah Akbar berada disini...???


Delon makin mempercepat laju motornya


Ini bukan hal main main


Tiba di lokasi sepertinya Gondrong sedikit terlambat, disana sudah ada satu mobil yang parkir di bagian depan, benar saja ini adalah gedung kosong atau lebih tepatnya semacam bekas gudang yang sudah terbengkalai


Lokasi yang cukup jauh dengan medan yamg susah serta berada di tengah tengah pepohonan yang rindang membuat Gondrong sedikit kesulitan menemukan lokasi nya


Gondrong langsung masuk ke dalam, mendengar sepertinya ada perkelahian yang terjadi,


Di lihatnya, ada tiga orang laki laki dan satu perempuan cantik berambut blonde, laki laki satunya adalah Akbar karena dia mengenali laki laki itu,


Terlihat Akbar dan satu laki laki lagi terdesak dengan serangan dari satu laki laki yang kemungkinan dia adalah laki laki yang menhebak Akbar, tanpa pikir panjang Gondrong langsung berlari melayangkan satu bogeman mentah pada lelaki itu


Ciaattt


Boouuugggghhhh


Sebuah bogeman mentah mendarat tiba tiba di bibir laki laki itu


" Bang Gondrong..." pekik Akbar kaget


Gadis manis itu menoleh, dia menatap seorang laki laki berambut gondrong berpakaian lusuh gembel penuh tatto datang dan langsung meninju musuh,

__ADS_1


Gondrong langsung meninju sekali lagi dan melumpuhkan laki laki itu, menyeretnya mengikat di tiang dinding, gadis cantik itu dengan sigap membantu Gondrong


Selesai mengeksekusi musuh Gondrong mendekati Akbar


" Sorry bos gue datang telat...!!!" ucap Gondrong sembari menbantu Akbar berdiri


" Darimana Kamu tau aku disini...???" tanya Akbar heran


" Ada yang menghubungi gue..."


" Aku..." sahut gadis itu cepat


" Aku panik... dan aku nemuin sobekan nomer telephone dimeja mu... feeling ku nomer itu bisa bantuin kita makanya aku telpon..." jelas nya tegas


" Lu telpon orang yang tepat cantik..." puji Gondrong,


" Lepasin gue...!!!! lepasin... atau gue matiin kalian semua...!!!" umpat lelaki itu sok jumawa padahal sudah tak berdaya


PLAAAKKK


Gondrong meninju wajah laki laki itu


" Diem ******...!!! urusi aja nasib lu... kagak usah sok sok an ngancem kita...!!!"


" Eehh siapa sih nama laki laki gak penting ini...!!!"


" Wildan bang..." sahut laki laki yang berada di sebelah Akbar


" Boleh juga nih gue kasih pelajaran... sok sokan mau jadi penculik... mau jadi penjahat... huuhhh penjahat kelas teri luhh... gini aja udah KO...!!" maki Gondrong sengit, doi langsung menarik kerah baju laki laki itu


" Jangan bang... jangan sakiti die aghi biar nanti polisi yang menghakimi..." cegah Akbar saat Gondrong mengayunkan pukulannya sekalu lagi ke wajah Wildan


" Aahhh nanggung... biar gue kasih pelajaran nih mulut blagunya..." ujar Gondrong yang belum puas


" Sabar...!!! jangan sampai pukulan abang meringankan hukuman di kle ..." Akbar mencoba menenangkan suasana, meskipun dia udah disiksa dan korban, tapi hatinya masih baik aja


Gondrong melepaskan cengkalannya dari si Wildan, laki laki itu udah cukup babak belur


Tiba tiba gadis cantik blasteran itu berlari lagi kearah Akbar, menyeka darah yang bercucuran di hidung dan bibir Akbar, dan adegan uwwu uwwu an dipertontonkan disitu


" Aku dek ngape sayang... tenang lah dek usah kawatir..." ucap Akbar menengakan Je yang terlihat begitu kawatir dengan kondisinya


" Kamu babak belur gini kak, kaki mu pincang tangan mu cidera..." Je begitu kawatir melihat kondisi Akbar


" Dek ngape aku masih kuat...."


" Akbar....!!!!!!" sebuah panggilan dengan suara yang sangat familiar membuyarkan kesibukan mereka,


Gondrong menilik lebih dulu kearah luar


Tampak dihalaman depan ada sebuah mobil polisi membawa serombongan orang


Termasuk ada seorang perempuan paruh baya dan satu lagi perempuan cantik, elegant yang masih memakai pakaian kantor rapi


" Je umak..." ucap Akbar lirih memberitahu Je, rupanya yang datang adalah ibu nya Akbar


" Berarti bu Grace tadi ngasih tau mak juga... tandanya polisi udah datang..." sahut Je menjelaskan


" Ohh itu mak nya Akbar... dan Grace nama si cewek itu..." Gumam Gondrong sendirian


" Ayo kita temui umak dia pasti khawatir nga aku..." Akbar dibantu Je berjalan keluar menghampiri mak nya


Gondrong dan Damar ikut keluar meninggalkan Wildan yang mulai panik ketakutan, melihat polisi datang, sepertinya nasib nya tinggal diujung tanduk


Entah kenapa Gondrong masih merasa curiga dengan sesuatu didalam sana, beberapa kali doi menoleh kebelakang memastikan sesuatu, tapi karena Akbar dan yang lain tak memperhatikan kemana mana lagi, Gondrong juga ikutan cuek, toh juga sudah ada polisi disini


Tanpa disadari satupun orang, sekelebat orang berlari keluar dengan kecepatan tinggi langsung menyerang Akbar


Boouugghhh bouugghhh Plaaakkk


Wildan ternyata lepas dari ikatan nya dan langsung menyerang Akbar dengan membabi buta

__ADS_1


Semua Histeris, Para Polisi yang baru datang pun langsung berlari dengan sigap


Gondrong menarik Wildan menghajarnya membabi buta


" Kurang Ajar lu...!!! bisa bisa nya lu lolos...!!! tau gitu gue matiin aja tadi lu...!!!" umpat nya kasar


Polisi langsung mengamankan Wildan, takut makin bonyok dipukuli Gondrong


" Sudah pak... biar jadi tugas polisi...!!!"


Gondrong melepaskan Wildan meskipun sebenarnya udah geram banget pengen mites bocah tengik itu


Mak histeris melihat anak nya babak belur, Mak memeluk Akbar sembari menangis sejadi jadi nya, suasana menjadi semakin semrawut


Salahnya disini..


Akbar ataupun Je seakan lupa, mereka terlalu hanyut dengan keadaan,


Mak yang terus menangis histeris hingga polisi ikut membantu menenangkan,


Dan Akbar yang sepertinya sibuk berbicara dengan perempuan cantik yang datang bersama mak nya,


Gondrong hanya diam mengamati, doi juga bingung mau ngapain


Akbar menyarankan Grace dan umak nya pulang bersama Damar, dia dan Je juga Gondrong tentunya akan ikut bersama pak Polisi mengurus Wildan


Namun...


Di tengah kelengangan mereka, seseorang yang muncul entah dari arah mana tiba tiba berlari menyerang Akbar dengan membabi buta, lelaki itu mengacungkan pisau tajam mengarahkan tepat ke Akbar


Je yang menyadari kedatangan lelaki itu langsung teriak dan berlari


" Kak Akbar AAAWAAAASSS....!!!!"


Krekkk jleppp


Pisau tajam itu menghunus perut gadis cantik blasteran itu


" JE....!!!" teriak Akbar panik


Polisi langsung meringkus laki laki itu, rupanya ada dua orang yang menjadi tersangka, atau bisa jadi lebih,


Beberapa polisi lain langsung berlari kearah dalam gudang mengecek


Namun sepertinya robekan pisau di perut Je cukup dalam karena sepertinya laki laki tadi sengaja menghunuskan dua kali setelah menyadari bukan target nya yang terluka


" JEeee....!!!" teriak Damar dan Grace yang berhamburan keluar dari mobil


" Je...je kaba harus kuat Je... aku akan segera bawa kamu kerumah sakit..." Akbar histeris panik tak karuan


Je menatap Akbar sambil tersenyum, jelas wajahnya menahan sakit yang teramat sangat, sebelum akhirnya dia pingsan tak sadarkan diri


" Cinta mengalahkan segalanya...." gumam Gondrong lesu


Bersambung~


Kita flashback sedikit ke Je dan si Bujang Dusun ya Readers....


Kalian pasti masih ingat donk di part ini..


Tapi janji jangan mewek lagi ya...


Hihihihiii


Jangan lupa Vote yang banyak


Yuk dukung terus karya author kesayangan kalia ini...


Biar karya novel ini makin booming


Hihihihii

__ADS_1


Happy Reading...


__ADS_2