
Tuan Hermawan kaget melihat kecepatan peluru itu langsung menembus di dada Dika, dia refleks berteriak histeris
" DIKAAAA....!!!!!"
Mendengar suara papa berteriak kencang setelah adanya suara tembakan, Melisa langsung keluar dengan histeris dia tak peduli lagi apapun bahaya yang akan dihadapinya
" MAS DIKAAAAA....!!!!"
Gondrong dan yang lain juga ikut berlari mengejar Melisa
Lelaki itu sudah tersungkur dengan darah yang bersimbah ruah, peluru itu sudah menembus dada tepat mengenai jantungnya
Seorang laki laki dengan seringai kemenangan menatap tubuh Dika yang sudah tak bergerak, dia adalah Jo...
Dia datang menuntut balas....
Pada malam itu... dimana Dika membantai bos Reyden, Ricky dan Jo... rupanya tembakan Dika meleset dari jantung Jo, hingga membuat laki laki itu hanya pingsan, karena Dika panik dan takut di kepung anal buah Ricky, Dika tak lagi mengecek mereka bertiga memastikan apakah sudah mati atau belum, Dika langsung saja pergi meninggalkan mereka, hingga anak buah Ricky datang,
Jo dilarikan di rumah sakit, bersama orang berpengaruh yang sempat menjadi provokator dulu, Jo meminta untuk merahasiakan keberadaan nya, dia memang sengaja ingin menuntut balas Dika, dia memang sudah merencanakan untuk menbunuh Dika pada saat yang tepat
" Dika harus mati di tangan ku...!!!!" umpatnya setiap hari
Hingga saat seluruh anggota pihak berwajib menyerbu dan mengepung Bengkel, Jo langsung berdiri di belakang mereka sedikit lebih jauh, tidak ada yang menyadari keberadaan nya, Jo sebagai anggota mafia dan tangan kanan kepercayaan bos Reyden tentu pandai menyembunyikan diri, hingga semua siaga dengan pelatuk tembakan dan Jo pun menunggu Dika keluar dari bengkel
Tepat ketika dia menemukan kesempatan emas, Jo langsung melepaskan peluru panasnya tepat di jantung Dika hingga membuat lelaki itu jatuh tersungkur dan tak bergerak lagi
Jo tertawa terbahak bahak, merasa dia sudah membalaskan dendam nya pada Dika, Jo langsung di bekuk dan dibawa ke kantor Polisi untuk mempertanggungjawabkan tindakannya
Melisa tersungkur, merangkup tubuh Dika dan memeluknya
" Mas... bangun mas...!!! kamu bilang ke aku kalau kita hanya dipisahkan jeruji besi bukan...!!! kamu janji gak akan ninggalin aku lagi... mas... Valdi butuh kamu... mas Dika aku mohon... dengerin aku mas...!!!" teriak Melisa sembari merengkuh rengkuh tubuh Dika
" Kenapa bisa kalian melakukan pelanggaran perjanjian...!!! bukan kah aku sudah bilang untuk tidak menyakitinya...!!! dia sudah menyerahkan dirinya...!!!" umpat tuan Hermawan marah
__ADS_1
" Tuan...!!! dia bukan anggota kami... dia adalah penyusup yang ternyata anggota dari klan Mafia...!!" jelas si Perwira
" Kita langsung bawa kerumah sakit...!!!!!"
***
Riuh angin bergemercik menyapa dedaunan tua di bumi, suara kicauan burung terdengar menyayat hati, bunga bunga kamboja berguguran jatuh tepat di sebelah gundukan tanah merah yang masih basah, dengan taburan bunga bunga yang menutup seluruh pemakaman nya
Di sebelahnya... tepat di samping nisan, seorang wanita dengan tubuh lemah tak berdaya sedang memeluk nisan sembari menangis tak sadar lagi, tangisan kepiluan, jeritan kehilangan yang menyayat hati
Disampingnya... ada tuan Hermawan dan Gondrong alias Delon, Juwita serta Ervina yang berdiri menatap gundukan tanah merah itu dengan pilu, Resinda bersimpuh disamping anaknya menggendong Valdi, si bayi mungip yang kini yatim ditinggal pergi sang ayah
Wawan duduk menangis di sebelah nya lagi, betapa hancur hati dan jiwa nya saat ini, sahabat karib... orang yang berjuang bersama sama dengan nya selama ini, dari kampung terpencil merantau bersama... kini telah pergi meninggalkan nya
" Mas.... aku mau ikut kamu aja mas... aku gak mau ditinggal kamu sendirian...!!! kamu bohongin aku lagi mas... kamu kasih aku harapan palsu lagi... kamu bilang kamu hanya menyerahkan diri... tapi kenapa kamu menyerahkan nyawamu juga mas....Hiks hiks hiks....." tangis Melisa dengan sisa suaranya yang sudah habis
" Valdi butuh kamu... aku butuh kamu... siapa yang menguatkan ku lagi kalau kamu udah gak ada... siapa yang bakalan lindungin aku lagi kalau kamu udah pergi mas.....!!!!"
" Delon... bagaimana dengan si pembunuh itu...???" tanya Tuan Hermawan pada Gondrong
" Sayang anak ku... ibu tau ini berat buat kamu nak... tapi kamu juga harus pikirkan dirimu... anak mu butuh kamu nak... dia dari kemarin kamu abaikan...!!!" Resinda mencoba membujuk Melisa
Melisa melirik Valdi dalam gendongan ibunya, mata bayi laki laki itu sangat bening, hidungnya bangir dan bulu mata nya lebat, mirip sekali dengan suaminya
" Mas... anak kita sangat mirip dengan mu... lalu bagaimana caranya aku bisa hidup tanpa kamu mas huhuhuhuuuu...."
" Mel....!!!" Juwita mengusap pundak Melisa, gadis itu langsung datang dari Jakarta kemarin begitu mendengar Dika kritis dirumah sakit
" Gue tau ini berat buat lu... bahkan gue gak bisa paham apa yang lu rasain saat ini... tapi lu harus inget lu gak sendirian... gue janji gue, papa, mama, bang Delon bakalan nemenin lu ngerawat Valdi... gue yakin mas Dika pasti bakalan sedih kalau lihat lu frustasi kek gini...!!!"
" Aku gak butuh siapapun... aku dari dulu hidup sendiri... baru ketika aku bertemu dia... aku merasa ada orang yang menyayangiku... peduli dengan ku dan mau memperjuangkan ku.. mengorbankan apapun untuk ku...!!! sampai dia harus salah jalan... dia harus terjerumus ke dunia mafia... karena mau menebus bengkel yang dulu di korban kan nya untuk ku...!!! mas maafkan aku.. aku telah menyusahkan mu...!!!!" tolak Melisa, saat ini hatinya sedang mati rasa, dia tak peduli dengan siapapun
" Mel... lu inget pesan Dika kan... kalau Dika mau lu bahagia... lu tetep melanjutkan hidup lu...Dika bakalan kecewa kalau lihat lu kek gini..." Gondrong ikut menasehati
__ADS_1
" Gimana aku bakalan baik baik aja bang... gimana aku bakalan bahagia kalau sumber kebahagiaan ku udah pergi... udah ninggalin aku... gimana cara nya aku baik baik aja kalau mas Dika udah gak baik baik aja...!!!!" bentak Melisa brontak
Gondrong memeluk tubuh Melisa yang lemah memggigil kesakitan, ditinggal pergi oleh orang yang sangat dicintai memang tak mudah, siapapun tak mau menerima keadaan ini... apalagi kepergian Dika yang sangat menyakitkan, di bunuh oleh anggotanya sendiri...
Mungkin Memang sudah Resiko yang harus Dika tanggung saat dia gelap mata membantai bos mafia nya, Gondrong bahkan sudah memprediksi hal ini akan terjadi, ketika Dika berani keluar dari persembunyian nya disitulah nyawanya akan terancam
Namun tetap saja... kehilangan orang yang sangat berarti bukan hal mudah bukan...??? serasa sebagian hidup kita juga ikut pergi... apalagi Melisa yang memang baru menemukan bahagia nya bersama Dika..., Melisa yang tak pernah mendapatkan perhatian, kasih sayang... merasa dicintai, dilindungi ketika bertemu Dengan Dika, hidup bersama meskipun tanpa sebuah ikatan....
" Dik... haruskah dengan cara kek gini hingga aku mau menyanggupi permintaan mu...!!! kenapa harus cara ini Dik... aku lebih gak sanggup...!!!!" batin Wawan menangis perih
" Kalau aku bisa minta... lebih baik dulu aku ikut pergi dengan mu... dari awal aku tau apa yang kamu pikirkan... supaya kamu gak salah jalan dan jadi begini...!!! aku mungkin tidak bisa menepati permintaan mu menggatikanmu untuk Melisa... tapi aku akan merawat anak mu selayaknya anak ku sendiri... kemanapun mereka pergi aku pasti akan ada diantara mereka...!!!"
" Anak ibu yang baik... anak ibu yang gagah.. ibu bangga pada mu nak...hiks hiks...." Resibsa berucap sembari ******* ***** tanah Merah pemakaman Dika
" Kau sudah berhasil mempertanggungjawabkan kesalahan mu... kau sangat gagah dan bertanggungjawab... terimakasih sudah menjaga dan mencintai anak ibu selama ini....!!! kini biar ibu yang melanjutkan tugas mu menjaga dan melindungi serta mencintai istri dan anak mu...!!!!"
" Mel... sekarang kita pulang yahh... suami mu akan semakin sedih jika kamu begini... ayooo ibu akan temani kamu melewati ini semua... ibu sudah berjanji pada suami mu...!!!" bujuk Resinda dengan lembut
Melisa hanya menggeleng
" Aku gai bisa ninggalin mas Dika sendirian buk... aku gak sanggup jika harus berpisah lagi...!!!"
" owwweeekkk oweeekkkkkk....."
Tiba tiba Valdi menangis seakan mengerti suasana duka yang sedang terjadi, Melisa meraih anak nya dari gendongan Resinda, menciumi nya dengan penuh kasih sayang
" Mas... jagoan mu akan aku jaga dengan baik... sama seperti kamu menjaga ku dulu...!!!!"
Bersambung~
Untuk Readers yang kecewa silahkan tidak usah melanjutkan baca ya...
Tanpa perlu mematahkan semangat author dengan komen yang menyakiti, seperti Je dulu...
__ADS_1
Terimakasih....!!!!