
Selepas Asyar Faisal sudah tiba dirumah Wawan, sembari menunggu Dika datang mereka mengobrol santai dengan hidangan kopi hitam panas
Tak lama Dika datang bersama Melisa
" Bang....!!!!!" panggil Faisal pada Dika, ada rasa haru campur rindu saat kembali bertemu dengan nya
Dika langsung menyambut Faisal, kali ini gak pelukan tapi Dika mengusap kepala Faisal layaknya kakak dengan adik, Faisal pun mencium tangan Dika takdzim
" Waaahhh ada mbak Melisa juga to..."
" Iya mas Faisal... apa kabar... udah lama gak ketemu ya..." balas Melisa ramah, sembari memamerkan senyum manis nya
" Kabar baik... aku tadi begitu ibuk bilang bang Dika dari rumah langsung cepet cepet kesini... eehhh bang Wawan ternyata Wa kalau ditunggu abang disini..."
" Iya..tadi aku kerumah mu.. kata ibuk kamu lagi jualan asongan... gimana jualan nya lancar...???" sahut Dika
" Yahhh lumayan lah bang ketimbang nganggur... bisa bantu bantu ibuk.." sahut Faisal sambil tersenyum
Wawan keluar dari rumah membawa tiga dua cangkir kopi
" Aku gak tau kamu suka kopi item apa gak Mel... tapi karena dirumah adanya kopi ya.. aku suguhin kopi..." ujar Wawan pada Melisa
" Suka aja mas....sini aku minum..." Melisa dengan rahap menerima suguhan kopi dari Wawan
" Awas panas... tiup dulu..." kata Dika perhatian
" Iya... pelan pelan kok..."
" Nahhh berhubung kita udah kumpul... ada yang mau aku sampaikan ke kalian..." Dika memulai obrolan, sembari menikmati kopi buatan Wawan
" Pertama... aku mau kasih tau ke kalian kalau aku dan Melisa mau segera menikah... sementara mau nikah siri dulu... sambil nyelesaiin urusan Melisa..."
" Kedua aku mau ngajak Wawan sama Faisal untuk kerja di Jakarta... kebetulan aku dapat kepercayaan dari bu Bos bengkel buat menghandle bangkel nya yang sekarang cukup maju... dan butuh tenaga montir kompeten seperti kalian..."
" Aku sihhh seneng bang kamu ajak kerja... tapi... gimana ya aku gak bisa ninggalin bapak ibuk jauh jauh... tau sendiri kan kondisi bapak yang udah makin parah sakitnya..." jawab Faisal yang sepertinya keberatan dengan ajakan Dika
" Sayang Is....di sana gaji nya lumayan... kan bisa sebulan sekali kamu balik buat jenguk keluarga dirumah..." ajak Dika lagi ngasih saran
" Gimana yahhh....aku tetep gak tega bang..."
" Coba dulu aja Is... kalau kamu bisa ya dilanjut kalau belum bisa ya balik lagi..." Wawan ikut memberi saran
" Bang Wawan mau ikut...???" tanya Faisal
" Ikut lah... kamu tau sendiri disini aku cuman nyari kesibukan ngelola kebun salak yang hasilnya gak sepiro...kalau di Jakarta mungkin kan bisa merubah keadaan... wong banyak kan orang orang pada bilang ke Jakarta buat ngadu nasib..." sahut Wawan
" Aku rembugan dulu sama ibuk deh bang... nanti aku kabari lagi..."
" Aku tunggu kabar nya sampai lusa Is... nesok aku mau ke daerah kota S dulu... bermalam disana kayaknya... baginya baru balik kesini...soalnya aku cuman ijin libur lima hari sebenernya... tapi ternyata keadaan gak sesuai prediksi..." Dika memberi batas waktu
__ADS_1
" Iya bang... besok kamu kesini aku udah kasoh keputusan...kalau sekarang aku masih bingung... aku gak tega ninggal ibuk sama adek adek...apalagi bapak yang udah makin parah sakitnya...nanti tak rembugan dulu ama ibuk gimana baiknya..." jawab Faisal lagi
" Aku berharap kamu bisa ikut Is... soalnya ini peluang buat kita..." Dika mengharap
" Iya bang..."
Mereka lanjut mengobrol santai ala ala cowok cowok... dan seputar perbengkelan
Melisa yang boring dan gak tau apa yang mereka bahas, tertidur dikursi dengan nyengak
Rasanya obrolan santai mereka dengan tawa ngebas seakan menjadi lagu nina bobo untuk Melisa
" Oya Dik kalian tadi dari mana...???" tanya Wawan disela sela obrolan
" Makan... diwarung langganan kita itu sembari ngobrol ngobrol disana..." sahut Dika
" Terus malam ini kalian mau tidur dimana...??? balik kerumah Melisa kan jauh... berapa jam...!!!" tanya Wawan lagi
" Kasihan kan Melisa kamu ajak bolak balik apalagi perjalanan jarak tempuh yang cukup jauh..."
" Aku gak tau mau bermalam dimana...." balas Dika gamang
" Soalnya kalau mau nyari penginapan didaerah sini harus nyewa dua kamar... satu kamar belum boleh karena belum ada surat nikah..."
" Bentar Bang..." potong Faisal
" Maaf nih kalau aku rada kepo sama urusan kalian... tapi selama ini di Jakarta apa kalian tinggal bareng gitu...???!" tanya Faisal serius
Dika tersenyum
" Bareng Is...satu kontrakan..." sahut Dika
" Dia hamil makanya kamu buru buru mau nikah siri...???" selidik Wawan
" Gak lah... aku main nya aman kok..." balas Dika santai
" Kenapa pakai nikah siri segala sih bang... langsung nikah resmi kan malah lebih bagus..." saran Faisal
" Sementara belum..." sahut Dika cepat
" Yang pasti alasan nya karena..."
" Karena kamu belum yakin cinta sama dia atau gak...!!!!" potong Wawan dengan ketus
" Aku sayang Wan sama Melisa.. sayang banget... hanya mungkin kalau untuk nikah dan terikat suatu hubungan aku belum siap... nikah siri ini kita lakukan karena di tempat kerja Melisa semua teman teman kerja nya pada membully dia..mengata ngatai dia...soal status kita..."
" Ya Jelas lah...!!! khalayak ramai mana yang setuju ada orang tinggal seatap tanpa status... dan melakukan hubungan layaknya suami istri..." sahut Wawan
" Makanya itu... kita nyari aman dulu... sampai semua bener bener siap... ditambah lagi kita harus nyari wali buat Melisa..."
__ADS_1
" Wali...!!! maksudnya...!!!" tanya Wawan bingung
" Jadi...." Dika menghela nafas berat, menceritakan kenyataan yang membuat Melisa terpukul cukup berat juga untuk nya
" Orang tua Melisa selama ini itu bukan orang tua kandung nya... ibu Melisa yang asli ninggalin Melisa sejak kecil lalu bapak Melisa nikah sama buk Murni membawa Melisa kecil, meminta buk Murni untuk merawatnya, pak Sasmito bapak kandung Melisa sakit sakitan dan harus terjerat hutang beranak pinak pada keluarga Gani...dan akhirnya beliau meninggal... bu Murni menikah sama pak Marjo yang akhirnya menjadikan Melisa jaminan hutang atas almarhum bapaknya itu..." Cerita Dika singkat
Wawan dan Faisal tertegun mendengar kenyataan pahit yang sedang dialami gadis manis ini, wajah letih nya terlihat begitu jelas didalam lelapnya
" Pantesan orang tua Melisa tega banget ya bang... rupanya bukan orang tua kandung..." Faisal menanggapi cerita Dika
" Besok aku sama Melisa mau kemakam bapak kandung nya...makanya mungkin aku bermalam didaerah sana karena sangat jauh..."
" Kasihan juga kamu Mel... " Wawan begitu simpati dengan kondisi Melisa
" Udah masih kecil harus nikah sama duda tua... jadi istri ke 4... abis itu jadi janda... dan sekarang menjalani hubungan yang tak jelas statusnya..."
" Jangan gitu dong Wan... ini aku sedang berusaha memperjelas hubungan kami..." ralat Dika yang tak terima dengan ucapan Wawan barusan
" Itu bukan kejelasan Dik... tapi kamu yang sekedar nyari aman...!!!"
" Se brengs*k breng**k nya aku... aku masih bertanggung jawab atas dia... melindungi dia penuh..." Dika masih membela Diri
" Saat ini aku emang belum bisa kalau harus nikah resmi, terikat status yang bahkan negara mengesahkan nya... karena hati manusia masih bolak balik Wan... aku juga masih focus pengen punya bengkel sendiri lagi...."
" Aku harap kamu gak mempermainkan dia Dik... kasihan...!!!" pinta Wawan iba
" Aku sedang belajar... belajar selalu membuatnya bahagia....tersenyum...dan nyaman..."
Melisa masih tetap lelap dalam letihnya, bahkan dia tak mendengar obrolan Dika dan Wawan yang membahas soal dirinya, dia tetap tidur dengan nyenyak di kursi rajut rumah Wawan.
Dika melepas jaketnya menyelimuti tubuh Melisa agar tak kedinginan, Wawan memberikan bantal agar tidurnya lebih nyaman
" Ingat Dik... wanita gak hanya butuh dimanja, di kasih nyaman... dan dicumbu... tapi juga butuh status dan kepastian yang jelas..."
Bersambung~
Author Up masih jarang jarang ini...
Kondisi masih belum bisa sempet buat nulis
Harap bersabar ya Guys...
Yang penting terus suport novel ini dengan kasih Vote yang sebanyak banyaknya
jangan lupa like dan bintang lima nya juga...
Biar makin seru dan makin menarik
Ikuti terus perjalanan Cinta Melisa dan Dika...
__ADS_1
Setelah ini... apa Dika akan benar benar serius dengan Melisa....????
Happy Reading...