
Setelah merasa kosong dan hampa hatinya karena kehilangan Je
Dika kembali ke kontrakan nya, sepanjang jalan tadi dia hanya bisa menangis, baru kali ini Dika sebagai laki laki yang dikenal paling gengsian soal perasaan, hari ini dia sama sekali tak bisa membendung air mata nya,
Gundukan tanah merah yang masih basah, tersemat nama gadis yang sangat berarti dalam hidupnya benar benar membuat nya hancur, membuat semangat nya porak poranda
Bahkan Dika sampai melupakan jika kini dia punya Melisa
" Je...kamu tau... aku berusaha mati matian nyari uang bahkan sampai aku terjerumus masuk ke dunia mafia, menjalani bisnis dengan cara kotor, melakukan pekerjaan yang salah... salah satunya karena aku masih mengharapkan mu... aku masih ingin kamu kembali mencintaiku.... aku berusaha untuk mengambil kembali bengkel ku agar aku bisa sebanding dengan kekasih mu yang sekarang...."
" Tapi kenapa Je.... kenapa cinta mu begitu tulus untuk nya, sampai kau tak memberikan ku sedikit kesempatan untuk memperjuangkan mu lagi....!!!! kau pergi tinggalkan semua nya... demi cinta mu....hiks hiks...!!!"
Dika meracau tak jelas, bak orang sedang depresi, hatinya benar benar hancur saat ini
" Aku tau aku salah... aku pernah menyakitimu dengan teramat sangat sakit... membuat mu kecewa dan membenci ku... tapi... kenapa kau hukum aku dengan cara seperti ini...!!! kau tau selama ini aku sudah cukup tersiksa atas penyesalan ku....kenapa masih kau hukum dengan cara seperti ini...!!!!"
" Ini lebih menyakitkan sayang... lebih sakit dari aku melihat pelaminan mu....!!!!"
Dika berjalan lesu kearah lemari pakaian nya, ditarik laci kecil dan diambilnya sebuah amplop coklat berisi beberapa gepok uang ratusan ribu, ditatapnya lembaran cuan itu tak bergairah
" Uang ini.... kau tau Je... uang ini aku dapatkan hampir menggadaikan nyawaku... salah satu nya karena aku masih berharap mendapatkan sekali lagi kesempatan untuk bisa kembali dengan mu....aku berusaha keras sekeras kerasnya... aku membohongi semua orang... aku melakukan nya dengan ambisi yang membara....!!! tapi sekarang semua percumah... kau bahkan menghukum ku jauh sebelum aku berhasil membuktikan nya pada mu....!!!!"
Dika membuang begitu saja gepokan uang yang sudah mati matian dikumpulkan nya,
Dika beralih membuka sebuah foto yang masih tersimpan rapi di dalam dompetnya
Foto Je yang sedang tersenyum manis, ini menandakan selama ini Dika benar benar belum bisa melupakan Je meskipun dia sudah banyak menjalin hubungan dengan perempuan lain nya
Ditatapnya dalam dalam foto itu, inilah satu satu nya kenangan yang masih Dika punya tentang Je, dipeluknya erat foto ukuran kecil itu
Dika berharap masih bisa merasakan kehadiran Je disini, menjumputi serpihan kenangan masa lalu bersama mantan terindahnya
Hingga Dika merasa lebih tenang dan terlelap...
***
Seperti berharap apa yang terjadi dihari kemarin adalah sebuah mimpi, kenyataan itu tidak benar benar terjadi
Dika masih termangu mangu di kasurnya, didepan nya sudah ada kopi hitam hangat dan seputung rokok yang menyala di sela jari nya
Tatapan nya kosong, hatinya sepi kehilangan
__ADS_1
Hari ini harus nya Dika pulang ke kampung, mengurusi pengambil alihan bengkel nya lagi dari tangan si bandot tua Ghani, hari ini dia akan mengambil lagi milik nya yang sangat berharga, yang diperjuangkan nya penuh uraian air mata, lalu setelah itu menata kembali kehidupan nya, memperbaiki keadaan dan menujukan pada Je jika dia masih layak menjadi orang yang dicintainya
Atau setelah itu dia akan menikahi Melisa dan memboyongnya kembali ke kampung, memulai hidup baru, membangun rumah tangga yang harmonis
Tapi semua nya hanyalah tinggal wacana, Dika sama sekali tak bergairah untuk melanjutkan misi nya itu, dia terlalu terpuruk dalam kesedihan, dia bahkan tak tau apa yang harus dilakukan nya saat ini, separuh jiwanya hilang terkubur bersama tanah basah milik Je
" Ku harap ini mimpi sayang... ku harap kamu masih ada dan masih bisa ku pandangi senyum mu... tetapi kenapa kau benar benar terasa telah hilang... kau benar benar telah meninggalkan ku...!!!! kau benar benar menghukum ku begini... aku bisa gila Je... aku bisa mati rasa....tolong... tolong maafkan kesalahan ku... jangan hukum aku begini....."
Berulang kali ponsel Dika berdering, panggilan masuk dari Wawan, Ervina, Gondrong tak ada satupun yang digubrisnya, dia benar benar seakan sedang tidak berperan di dunia nya, dia sedang mengembara mencari mantan kekasihnya itu, dia sedang tak berhasrat untuk kembali menapaki dunia nya
Panggilan dari Melisa gantian berdering berulang kali, sepertinya gadis itu sedang kebingungan menghubungi Dika, hari ini adalah hari yang harus nya Dika pulang ke kampung, mungkin Melisa khawatir kenapa Dika tak berpamitan atau minimal memberitahu nya jika dia mau berangkat
" Mas... udah bangun... jadi berangkat kan hari ini....???" tulis Melisa mengirim pesan
" Mas... aku ke kontrakan ya... kalau kamu gak sempet mampir sini biar aku yang ke kontrakan mu... kamu kan mau pergi masa gak pamitan aku dulu..." tulis nya lagi setelah pesan pertama tak ada respon dari Dika
" Je.... aku rindu kamu... aku rindu senyum mu... tawa mu... aku rindu saat kau memperhatikan ku... kau perhatian dengan ku... Je ku mohon beri aku satu kali lagi saja kesempatan untuk memperbaiki semuanya... Please... mas gak sanggup di hukum seperti ini.... hiks hiks hiks...."
Dika terlihat amat rapuh, bahkan mata nya sudah sampai sembab terus menangisi kepergian Je, ini bukan soal cengeng tapi ini soal rasa...
Deggg
Orang yang sangat di khawatirkan nya termyata sedang bersedih menangisi wanita lain yang dianggap nya jauh lebih baik dari dirinya
Bahkan Dika masih merindukan mantan kekasihnya itu... masih terus menyebut nama nya
" Je... aku gak sanggup seperti ini... tolong... tolong katakan jika ini hanyalah mimpi....!!!!"
Melisa langsung membuka pintu kontrakan Dika, kali ini hatinya benar benar sakit merasa di permainkan dan selalu diberi harapan palsu oleh kekasihnya itu
Cinta dan komitmen yang mereka jalani hanyalah kepalsuan... Dika sama sekali belum mencintainya
Kira kira begitu emosi yang di rasakan Melisa
" Mas...!!! maksud mu apa...ngom...ngom...!!!!" Melisa yang datang langsung marah seketika ucapan nya terpotong saat melihat kondisi Dika saat ini
Ini bukan hanya bersedih karena belum bisa move on, tapi pasti ada sesuatu yang amat sangat menyedihkan sehingga kondisi mas Dika saat ini benar benar kacau
" Mas apa yang terjadi... kenapa kamu begini...???" tanya Melisa berganti dengan nada lembut sambil mendekat dan duduk disebelah Dika
Jujur hati Melisa terasa sakit melihat Dika kacau seperti saat ini
__ADS_1
" Je...." panggil Dika meradang
Walaupun hatinya bagai tersambar petir, tapi Melisa memcoba tenang dan lembut pada Dika
" Ini aku Melisa mas.... kenapa apa yang terjadi dengan Je kenapa kamu begini...????" sahut Melisa panik, dia khawatir melihat keadaan kekasihnya
" Mel... Mel... aku jahat... aku adalah laki laki paling jahat didunia ini... hingga aku dihukum Je dengan cara seperti ini..."
Pikiran Melisa jadi bercabang banyak
" Ada apa mas....apa Je datang dan membalas sakit hatinya pada mu...???"
Dika menggeleng, tatapan nya kosong
Berarti benar saat ini dia antara sadar dan tak sadar
" Je telah membuktikan pada ku... jika Akbar adalah laki laki pilihan nya... laki laki yang sangat dicintainya dengan tulus... hingga dia... dia rela mengorbankan dirinya demi lelaki itu..."
" Maksud... maksud mas Dika...!!!"
" Dia telah pergi untuk selamanya.....!!!"
Bersambung~
Dilarang kesal dengan Dika ya Readers
hihihiii
Kita memaklumi kondisi Dika yang sedang berduka
Semoga Melisa tetap sabar, dan Dika segera sadar
Biar mereka segera melanjutkan perjalanan cinta mereka, membangun kebahagiaan yang sangat kita sama sama nanti nantikan
Hihihihiii
Jangan lupa Vote nya ya
Tinggalkan jejak kamu di kolom komen dan like
Happy Reading....
__ADS_1