
Thoookkk toookkk
Dika mengetuk pintu kosan pelan, kosan yang disediakan klan mafia untuk anak buah yang tidak termasuk anak buah inti, mereka akan ditempatkan seperti sebuah mess dan akan selalu di pantau 24 jam, segala kegiatan mereka akan di pantau dengan baik
Laki laki berbadan kurus dengan kulit sawo matang cenderung gelap membuka pintu pelan, rambutnya yang keriting dan matanya yang sayu menatap Dika dengan jengah
" Mas Dik....!!!!"
" Boleh masuk...???" tanya Dika meminta masuk ke kamarnya
Faizal segera membuka pintu menyuruh Dika masuk, lalu dengan cepat menutup pintu lagi setelah memeriksa sekeliling dan memastikan nya aman
" Gak perlu takut Iz... aku sudah dari markas bos Reyden... justru mereka yang menyuruhku menemui mu untuk menyelesaikan misi..." ujar Dika menjelaskan, dia melihat wajah Faizal yang panik dan tegang
" Ohhh jadi mas Dik udah dari markas... aku takut kalau mas Dik memang sengaja menemui ku disini... sebab setiap pergerakan kita pasti akan diperhatikan mereka..." jawab Faizal
" Tenang lah... aku bisa mengatasi mereka semua..." Dika duduk di dipan kamar tempat Faizal biasa tidur
" Kenapa muka mu kusut seperti itu... apa kau jarang tidur Iz...!!!!" tanya Dika sambil memperhatikan wajah Faizal yang sayu
" Hehehe.... setiap malam aku selalu mikir gimana caranya aku bisa lepas dari sini mas... aku menyesal telah masuk dalam perangkap mereka... aku pengen pulang... hidup bebas kaya dulu...." Faizal menceritakan keluh kesahnya pada Dika
" Setiap hari aku diberi tugas untuk mengintai dan mengikuti seorang laki laki yang memiliki jabatan tinggi di kota ini... aku harus memperhatikan semua gerak gerik nya dan menemukan titik kelemahan nya....!!!"
" Kau tau mas... awalnya aku sangat takut... aku takut ketahuan... aku bingung bagaimana aku bisa melakukan tugas ini... karena ini sangat beresiko... taruhan nya jika aku ketahuan aku bisa dipenjara... atau aku bisa dibunuh bos Reyden karena membahayakan klan nya...."
Dika menghela nafas kasar, dia paham betul ketakutan yang dirasakan Faizal, lelaki ini sangat polos, dia walaupun anak jalanan yang bekerja ngamen dari bis ke bis, tapi Faizal anak yang tidak neko neko, dia ngumpulin receh demi receh untuk menghidupi orang tua dan adik adiknya, Faizal anak yang baik anak yang sangat berbakti kepada orang tuanya
Faizal bukan Dika yang sejak kecil memang terbiasa hidup keras, hidup bebas, biasa berantem sana sini, banyak musuh...
Dika semakin menyesali semua tindakan nya, akibatnya bahkan Faizal harus ikut menanggung resiko besar ini
" Mas Dik... apakah selamanya kita akan terperangkap didunia seperti ini....!!! apakah kita sudah tak bisa kembali hidup seperti dulu....!!!" tanya Faizal penuh kepasrahan
" Aku pengen pulang mas... aku pengen hidup kaya dulu lagi... aku kangen ibu... bapak dan adik adik ku mas...."
__ADS_1
" Ini semua salah ku... aku terlalu gampang di iming imingi uang banyak mas... waktu itu aku lagi terdesak, aku merasa capek kerja ngumpulin uang tapi gak terkumpul kumpul... sampai dua laki laki itu bos Reyden dan bos Jo datang sengaja memancing ku yang bodoh ini dengan mengiming imingi uang banyak... aku tergiur dan menerima tawaran mereka... karena ku pikir sangat mudah hanya menuntun merrka ketempat tinggal mu....tapi nyatanya ini permainan licik mereka... mereka menjebakku disini hingga tak bisa kemana mana lagi....!!!!" Faizal menundukan kepalanya, duduk meringsut di lantai, Dia sedang menyesali semua tindakan bodohnya
" Kamu tidak sendiri Iz... aku pun bernasib sama dengan mu...!!! kalau kau mau kita segera bebas maka selesaikan tugas kita ini..." Dika memberi sedikit harapan pada sahabatnya
" Bukan bebas mas... kita selama nya akan terjerat perjanjian yang tak bisa lepas dari mereka...!!!"
" Apa kau mau kita bebas benar benar lepas dari mereka...?????"
" Bagaimana cara nya mas... tentu aku mau lah..."
" Sabar sedikit Iz... aku akan cari cara supaya kita segera terbebas dan mengakhiri semuanya... tugas mu saat ini adalah membantu ku menyelesaikan semuanya...!!! aku sudah punya ide... hanya belum saat ini bisa kulakukan...!!!!"
" Apapun ide itu akan aku bantu mas semampuku...!!! aku siap menghadapi tantangan seperti apapun...!!!" Faizal tampak berambisi menerima tawaran dari Dika
Dika menepuk pundak Faizal penuh arti
" Ayooo kita bergerak... berdiam diri dengan pasrah tidak akan menyelesaikan masalah kita... kita harus mulai bertindak sedikit demi sedikit..." ajak Dika penuh semangat
" Apa yang akan mas Dika lakukan di tahap awal...???" tanya Faizal
" Tunjukan pada ku dimana laki laki itu berada... dan katakan pada ku apa titik kelemahan laki laki itu... kita akan datang menemui nya..." sajut Dika, yang seketika membuat Faizal menelan salivanya sambil menatap Dika tajam
" Baik mas...!!! aku percaya kamu pasti bisa membawa ku keluar dari klan sial*n ini...!!! aku yakin kamu pasti bisa menyelesaikan masalah ini...."
" Lebih cepat lebih baik Iz....!!! sekarang juga kita pergi... kita datangi laki laki yang punya pengaruh itu....!!!!" ajak Dika penuh arti
" Apa kita hanya akan pergi berdua mas...???" tanya Faizal ragu, segala kemungkinan harus dia pikirkan untuk kelancaran dan keselamatan bersama
" Kita akan bawa dua orang lagi yang akan bertugas menjaga dan mengawasi musuh... selain itu agar klan tidak curiga dengan apa yang akan kita lakukan...!!!!" jawab Dika menjelaskan
" Oya kamar mu ini tidak ada cctv kan...!!!"
" Gak ada mas... semua pengawasan hanya diluar, didalam kamar... bos Reyden memberikan kelonggaran privasi kepada kami..."
" Bagus lah... jadi mereka tidak tau rencana yang akan kita lakukan...!!! ingat Iz kamu harus bisa jaga dirimu baik baik... ini dunia mafia... dunia kejam... segala kemungkinan bisa terjadi, apapun yang terjadi kamu harus bisa menjaga dirimu baik baik... jangan biarkan mereka menindas atau melukai mu dengan apapun...!!!" pesan Dika mewanti wanti
__ADS_1
" Jangan pernah percaya dengan siapapun... karena bisa saja dia akan pura pura baik didepan mu hanya sekedar mengorek informasi tentang mu...!!!"
" Aku mengerti mas... selama aku disini aku sudah banyak belajar dan membaca situasi dan segala kemungkinan yang terjadi..." sahut Faizal
" Tetap waspada dan jangan lengah... rencana yang akan kita mulai ini amat sangat berbahaya bahkan bisa jadi mengakibatkan pertumpahan darah.. tapi ini harus kita lakukan jika kita ingin bisa bebas dari belenggu mereka...."
Faizal mengangguk tanda mengerti
" Kemana kita bisa bertemu laki laki itu...???" tanya Dika lagi
" Di Club berbintang mas...!!!!"
" Orang penting yang berpengaruh seperti dia berada di Club...!!!" Dika tampak kaget, dia bahkan tak pernah membayangkan orang yang menurutnya sangat bersih itu bakalan memijakkan kaki nya di tempat sial*n seperti itu
" Itulah titik kelemahan nya mas....!!! orang orang seperti itu juga diam diam biasa berseliweran ditempat tempat itu... mereka sebenarnya sama dengan kita... hanya mungkin image yang mereka bangun adalah mereka orang yang baik dan sangat suci..."
Dika tersemyum sinis, tatapan nya tajam bagai burung elang siap memangsa
" Baiklah...!!! dengan siapa dia biasanya datang ketempat tersebut...??? apakah masig tetap dengan pengawalan...!!!"
Faizal menggeleng
" Selama pengamatan ku dia akan datang seorang diri... memakai pakaian santai dan sama sekali tak menunjukan identitasnya sebagai orang penting...."
" Bagus...!!!! tempat yang sangat menguntungkan kita rupanya...!!! ayooo segera kita bertindak...." ajak Dika penuh gairah
" Tapi apa rencana mu nanti mas...???" tanya Faizal yang sepertinya masih ragu
" Kau akan tau nanti disana....!!! ayo cepat kita pergi... semakin cepat kita bertindak maka masalah ini akan semakin cepat selesai....!!!!" sahut Dika
Faizal hanya mengangguk dan mengikuti ajakan Dika untuk pergi, dia sebagai orang yang sudah paham betul dengan segala aktivitas si target, akan menjadi komando disetiap langkah mereka...
Sore itu Dika, Faizal dan bersama dua orang anak buah klan mafia mendatangi sebuah Club berbintang untuk menemui si target, senyum Dika mengambang penuh harapan... bahwasan nya lewat orang tersebut, urusan nya akan segera selasai
Bersambung~
__ADS_1
Jangan lupa kasih Vote nya yaaaa.....
Happy Reading...