Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Memulai Hidup Baru


__ADS_3

" Kita mau kemana...???" tanya Melisa saat Dika terus melajukan motor nya melewati bengkel


" Kita mau pergi jauh sayang..."


" Tunggu mas..." cegah Melisa


" Berhenti dulu...ada yang ingin aku bicarakan dengan mu..."


Dika menepikan motornya, Melisa turun dari boncengan dan berdiri tepat didepan Dika


" Kenapa kamu lakukan ini pada ku mas... kenapa kamu berikan aset dan surat surat bengkel mu pada mas Gani untuk jaminan ku..." tanya Melisa sendu


Dika langsung membelai pipi wanitanya lembut


" Karena kamu lebih penting dari apapun untuk ku sayang.." jawab Dika tegas


" Tapi kamu sudah terlalu besar berkorban untuk ku mas... aku ini hanyalah perempuan cacat.. bekas orang...kenapa kamu sampai segitu nya berkorban untuk ku...!!!"


" Aku tau mas... bengkel itu adalah aset kesayangan mu... impian mu selama ini... kenapa kamu berikan ke mas Gani gitu aja...aku takut kamu menyesal..."


" Sssstttt... jangan berkata seperti itu sayang... aku masih bisa memulainya lagi... aku masih bisa mendapatkan mimpiku lagi... tenang saja... yang penting kamu selamat... kamu terbebas dari ketamakan bandot tua dan... dan... a..ayah mu itu..."


" Makasih mas... aku sangat terharu... baru kali ini ada orang yang mau mengorbankan sesuatu yang paling berharga miliknya demi aku... aku bahagia mas aku sangat terharu..." tangis Melisa


" Karena kamu juga berharga bagi ku sayang...biarlah tak perlu kau pikirkan soal bengkel itu lagi... sekarang kita harus memulai hidup kita yang baru... kita akan pergi jauh... nanti aku akan bekerja di bengkel nasional lalu ngumpulin modal dan bisa kembali membuka bengkel sesuai impian ku..."


" Aku mungkin memang belum bisa memberimu kejelasan akan status kita.. tapi percayalah aku akan menjaga dan melindungimu segenap jiwa dan ragaku... tak akan ku biarkan siapapun menyentuh mu secuil pun..." Dika mengecup punggung tangan Melisa mesra


" Iya mas... kemanapun kamu pergi aku akan ikut...tolong jangan sakiti aku... lindungi aku... aku takut..."


" Iya sayang... pasti..."


***


Dengan bermodal nekat, Dika membawa Melisa ke ibu kota, sebuah kota besar metropolitan yang katanya lebih keras dan lebih sadis,


Tapi Dika menantang pepatah itu, justru disinilah dia akan memulai hidup baru bersama Melisa, menjauh dari orang orang sadis yang gila uang.


" Sayang... sementara kita tetap tinggal satu rumah dulu ya... mas belum cukup uangnya kalau harus nyewa dua kos kosan..." ujar Dika begitu mereka berhenti disebuah warung kaki lima sekedar beli minum air mineral


Melisa begitu rikuh, lagi lagi dia harus merepotkan laki laki ini, apalagi saat ini sepeser uang pun Melisa tak punya


Bahkan baju saja hanya yang ia pakai di badan


" Nggak papa kan...???" tanya Dika lagi meminta persetujuan


Melisa hanya mengangguk sambil menunduk, malu dan tak enak hati selalu merepotkan Dika bahkan telah menyusahkan nya, membuat nya kehilangan semuanya


" Habis ini kita cari kontrakan yang bisa menerima kita berdua...ayo cepet habiskan minuman mu...apa mau beli roti...???"


" Nggak mas ini aja cukup..."


" Kamu belum makan dari kemarin lohh...minimal makan roti dulu buat mengganjal perut..."


Melisa menggeleng


" Nanti saja kalau kita sudah jelas dapat tempat tinggal..."

__ADS_1


" Yaudah..."


Setelah muter muter lebih dari 4 jam akhirnya mereka menemukan kontrakan yang boleh di tempati mereka berdua, kontrakan dipinggiran kota Jakarta yang kumuh dan kurang dijaga kebersihannya itu menjadi pilihan mereka untuk memulai kehidupan baru.


" Aku beresin langsung deh... mas Dik kalau cape istirahat dulu aja..." ujar Melisa


" Aku keluar sebentar ya cari makan... kalau kamu mau beberes nggak papa biar nanti langsung bisa kita tempati..." jawab Dika


" Yaudah kalau gitu..."


Dika segera melajukan motornya keluar, sedang Melisa langsung memberesi kontrakan barunya, terdiri dari satu ruangan kecil dan ada tangga keatas, ada ruangan sempit satu diatas


" Berarti mas Dika tidur di bawah aku diatas sana...." gumam Melisa


" Lalu tempat masak dan ruang tamu dimana ya.. ??? kalau ruang tamu bisa aja disini... di tempat mas Dika tidur toh kita juga nggak punya tamu kan..cuman kalau buat masak dimana ini...???" Melisa sedikit bingung mengatur tempat tinggal sempitnya


Belum lagi lantai yang penuh debu, banyak sarang laba laba bergelantungan, kayaknya Melisa harus ekstra kerja keras ini.


Tak lupa dia meminjam sapu, alat pel dan ember yang terletak di dekat sumur pompa, mungkin bisa jadi itu adalah peralatan umum untuk semua penghuni kontrakan


Ngomong ngomong berarti tempat mandi, nuci dan segala nya disini kali ya... pikir Melisa


Disitu ada dua bilik satu ada tempat semacam bak kecil yang terpaut langsung dengan corong di sumur, sebelah nya sepertinya WC


Tempat yang sangat sederhana dan ala kadarnya


Tapi tak apalah nanti dia akan cari kerja ngumpulin duit buat nyari kosan yang lebih baik.


Melisa segera menyelesaikan tugasnya, setelah semua bersih dia selonjoran di depan pintu menunggu lantai kering dan beristirahat sejenak


Bunyi perutnya sudah sedari tadi bersahutan minta di perhatikan, ya gimana lagi sejak pergi dari rumah mas Gani kemarin Melisa belum makan sama sekali, hanya di perjalanan mas Dika sempat membelikannya roti sebagai pengganjal, Wajar lah kalau dia sudah kelaperan


Tubuhnya mulai lemas, mau mandi tapi tak ada baju ganti, tak ada sabun juga, perut laper tenaga habis


Melisa mulai dilanda kantuk dan kelelahan akhirnya dia tertidur menekuk memeluk lututnya didepan pintu.


" Ya ampun Melisa...!!!" Dika kaget mendapati Melisa yang tertidur menunggunya di depan pintu


" Dia pasti kelelahan dan capek...maaf ya sayang mas harus nyari duit dulu buat beli makan sama peralatan tidur kita soalnya uang mas udah habis buat bayar kontrakan..." gumam Dika lesu merasa bersalah dan kasihan pada Melisa


" Sayang bangun sayang..." panggil Dika lembut


Melisa mengeryip pelan, kepalanya terasa pusing dan berat, kayaknya asam lambungnya kambuh


" Mas kemana aja kok lama...???" tanya Melisa pelan


" Maaf ya... ayo masuk mas udah beli nasi...sama kasur lantai buat tidur..."


Melisa segera mengikuti Dika, Dika membentangkan kasur lantai tipis di lantai yang sudah bersih, lalu memberikan Melisa sebungkus nasi rames dan teh manis hangat , Melisa segera membuka dan memakannya, dia sudah sangat kelaparan


" Pelan pelan sayang nanti kesedak..."


" Aku laper mas..."


" Nunggu mas lama ya...???"


" Oya habis makan langsung mandi ya badan mu udah bau asem tuh... ini mas udah beliin sabun mandi, shampo juga ada baju ganti..."

__ADS_1


" Wahhh mas makasih... !!!" jawab Melisa senang


" Mas juga beli kasur dua nanti satunya bisa kamu pakai di kamar atas..."


" Oya sementara kita nggak usah masak dulu kalau mau makan beli aja... soalnya mas belum ada uang lagi buat beli kompor dan peralatan dapur lain..."


" Maaf ya mas gegara aku mas jadi kerepotan gini..." ucap Melisa lesu


" Ngomong apa sih... udah deh nggak usah berdrama... mending sekarang kita pikirkan langkah selanjutnya untuk kelangsungan hidup kita..."


" Iya deh... aku mandi dulu ya mas..." Melisa segera ke kamar mandi umum, Dika membantu menimba air dan menunggui Melisa mandi


Sambil berbincang bincang dengan tetangga baru mereka di kontrakan


Untungnya di kontrakan ini penghuni nya pada sibuk kerja masing masing, ada yang supir angkot, supir bajaj, kuli bangunan, pedagang asongan ataupun pembantu rumah tangga


Jadi nggak banyak yang repot ngurusin hidup tetangga lain


Paling kalau mereka sudah pulang dari aktivitasnya hanya mengobrol sebentar lalu sibuk kembali beristirahat masing masing


" Mas... daster nya muat loh... nyaman dipakai.." puji Melisa sambil memamerkan daster pemberian Dika


Dika hanya tersenyum melihat wajah Melisa yang begitu gembira


" Andai kamu tau Mel kalau harga daster itu hanya 35.000...." gumam Dika getir


" Pengantin baru ya mas... dari Jawa...???" tanya pak Santo sang sopir angkot tetangga mereka


Dika dan Melisa hanya tersenyum


" Betah betah ya disini... kalau butuh apa apa jangan sungkan..." tawar pak Santo lagi ramah


" Iya makasih pak..." jawab Dika sopan


" Oya mas kamu beli daster aku 4 potong terus ada celana, kaos dan juga daleman aku duit simpanan kamu semua mas...??? harusnya jangan boros boros kan kamu belum dapet kerja..."


" Nggak papa lagian itu kebutuhan kamu kok..." jawab Dika


" Harganya murah sayang... aku beli di serba 35.000 andai kamu tau itu...kamu pasti malu..."


" Hallo mas Dik... besok bisa ngamen bareng lagi...!!!" sapa seorang laki laki berambut gondrong yang tiba tiba datang ke kontrakan mereka


Dika tergagap menoleh kearah Melisa


Tatapan Melisa mengerut bingung


" Suara mu cukup bagus... dan menarik... petikan gitar mu juga bagus... hari ini pendapatan kita lumayan..." lanjut laki laki gondrong itu


" Oke...besok saya ke kosan kamu lagi..." balas Dika


" Oke ditunggu...!!!"


" Mas... kamu ngamen...????"


Bersambung~


Jangan lupa Vote nya ya...

__ADS_1


Di like dan komen nya juga


Happy Reading....


__ADS_2