Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
VALDI ARJUNA


__ADS_3

" Setidaknya kamu udah pulang Dik... siapa tau dengan kepulangan mu bisa bikin Melisa kembali pulang....kamu yang sabar... yakin kalau Melisa adalah wanita yang kuat..." Wawan menyenangati Dika yang sedang frustasi dengan kondisi Melisa


" Sayang... maafkan mas Dika ya..."


" M... m... mas...." suara yang cukup pelan dan lemah terdengar samar


Namun Dika langsung menyadari jika itu adalah suara Melisa


" M...m...mas..." sekali lagi bibir pucat itu bergetar memanggil Dika


" Sayang... sayang kamu udah siuman sayang...!!!!" Dika langsung meraih tangan Melisa dan di genggam nya erat


" Mel... ya Allah terimakasih.... akhirnya Melisa siuman...!!!" Wawan juga gak kalah hebohnya, betapa bahagianya mereka menyambut Melisa yang terbangun dari pingsan panjang nya


" Sayang... mas Dika disini sayang... apa apa ada yang sakit... ada yang gak enak...???" tanya Dika penuh khawatir


" A... akhu... haa... haussh..."


" Haus... minum minum...." Dika segera meraih air putih yang diletakkan di gelas diatas nakas, lalu membantu Melisa untuk meminumnya


" Aku panggil dokter dulu Dik... sekalian kasih tau bang Gondrong kalau Melisa udah sadar..." pamit Wawan lalu segera keluar


" Mau minum lagi...???" tawar Dika dengan sangat lembut, Melisa menggeleng namun langsung menatap mata Dika dengan tatapan yang sulit diartikan


" Ini beneran kamu mas... aku sedang tidak bermimpi bukan..???" tanya Melisa setelah bicaranya kembali jelas, Melisa mengulurkan tangan nya mengelus pipi Dika lembut


" Kamu beneran pulang...???"


" Iya sayang ini aku... aku pulang buat kamu dan anak kita..." jawab Dika sembari menggenggap erat tangan Melisa di pipinya


Melisa menangis


" Aku takut mas... takut jika tak bisa bertemu kamu lagi... aku takut gak bisa menatap mata kamu yang indah lagi..." isak Melisa pelan


" Sssstttt..... jangan bicara begitu... mas pasti akan melakukan apa aja supaya bisa bertemu dengan kamu dan anak kita..." jawab Dika


" Mas Dik udah lihat anak kita...??? maafkan aku ya mas aku gak bisa jaga dia dengan baik... dia harus lahir sebelum waktunya... kondisi dia lemah dan berat badan nya tidak normal..." Melisa mengisak merasa gagal menjaga buay hatinya


" Kamu gak salah sayang... memang mungkin malaikat kecil kita itu istimewa...." hibur Dika


" Aku sempat mendengar pembicaraan dokter mas sebelum aku tak sadarkan diri....aku juga sempat melihat anak kita sekilas..."


" Dia baik baik saja sayang... dia bahkan sekarang sudah jauh lebih baik... berat badan nya sudah normal seperti bayi pada umumnya... sebentar lagi kamu bisa menggendong nya da menyusui nya..." Dika terus menghibur dan menguatkan istrinya

__ADS_1


Tak lama Dokter masuk disusul Gondrong dan Wawan yang berjalan tergesa gesa


" Permisi... boleh saya periksa nyonya Melisa sebentar...???" tanya Dokter


" Ohhh silahkan Dok..." Dika mempersilahkan Dokter melakukan tugasnya, dia berjalan mundur menyusul Wawan dan Gondrong


" Ternyata lu orang yang Melisa tunggu Dik...!!!" bisik Gondrong pelan


Selesai memeriksa Melisa dokter segera menghampiri ketiga laki laki yang duduk menunggu


" Kondisi nyonya Melisa sudah membaik... dia juga bisa pulih dengan cepat... semuanya normal... hanya perlu istirahat untuk memulihkan tenaga nya..." ujar Dokter memberi penjelasan


" Jadi istriku baik baik saja dok...??? anda sudah pastikan semua nya kan...!!!" tanya Dika cepat


Dokter malah menyerngit menatap Dika dan Wawan bergantian


" Anda su... suaminya...???" tanya Dokter heran


Gondrong baru menyadari, wajar Dokter tampak bingung mendengar Dika mengaku suami Melisa sebab kemarin Wawan yang di akui sebagai suami Melisa, dan Wawan juga yang menandatangani surat ijin untuk melakukan operasi cesar Melisa


" Ahhh begini dok... jadi suami asli adik saya itu Dika..." Gondrong menjelaskan


" Hanya kemarin dia berhalangan datang karena sedang bekerja di luar kota maka Wawan yang menggantikan nya... Wawan ini saudara kandung dari Dika..."


Dika menyerngit, tapi dia tak membantah, dia tau baik Wawan maupun Gondrong pasti telah melakukan sesuatu yang terbaik untuk menyelamatkan istri dan anaknya


" Eee dok boleh kah saya menjenguk anak saya dok...??? aku ingin mengadzaninya dok..." tanya Dika memohon


" Untuk saat ini belum pak... sebab bayi itu kasih sangat lemah...mungkin besok atau lusa sudah bisa anda jenguk tapi belum bisa lama..." sahut Dokter


" Ohhh begitu dok... baiklah... berikan yang terbaik untuk bayi saya dok... saya mau dia bisa segera normal seperti bayi bayi yang lain nya..."pinta Dika pada pak Dokter


" Pasti pak...kami akan upayakan yang terbaik untuk anak anda... saya permisi...!!!" Dokter segera pamit meninggalkan ruangan Melisa


Gondrong langsung berlari menghampiri Melisa, rasa khawatir sekaligus lega melihat adiknya saat ini baik baik saja, bahkan dia rela meninggalkan usaha nya semingguan ini hanya untuk menunggui Melisa


" Bang...kamu masih disini...???" tanya Melisa lemah


" Lu pikir gue bisa ninggalin lu...!!! gue hampir frustasi ngliat lu gak sadar sadar..." sahut Gondrong bersungut


" Pasti toserba mu terbengkalai... kamu kan baru merintis usaha mu bang..."


" Untuk apa gue punya karyawan kalau sekedar mengurus toserba saja tak mampu..!!!" cibir Gondrong balik

__ADS_1


" Gue lebih panik dan takut kalau sampai ada apa apa yang terjadi sama lu dan ponakan gue..."


" Maaf ya bang udah bikin bang Gondrong khawatir...."


" Mas Wawan...." panggil Melisa pada Wawan, Wawan tersenyum hangat menyambut Melisa


" Udah Mel banyakin istirahat dulu... jangan banyak pikiran yaahhh... kamu harus cepet sembuh ada anak mu yang menunggu kamu..." sahut Wawan


" Iyahhh... makasih ya mas Wawan sudah selalu ada disamping ku selama mas Dika pergi... aku gak tau kalau gak ada mas Wawan apa yang terjadi dengan ku..."


" Jangan sungkan... kita adalah saudara... dan sudah sepantasnya saudara saling membantu dan melindungi bukan...??"


" Mas... anak kita laki laki apa perempuan...???" tanya Melisa pada Wawan


" Cowok Mel..." sahut Wawan


Melisa tersenyum manis, meski wajahnya masih pucat dan matanya masih sangat sayu dia tetap terlihat manis saat tersenyum


" Mas Dik gak mau ngasih nama buat anak kita kah...???" tanya Melisa, lebih tepatnya meminta Dika untuk memberi nama pada bayi mereka


Dika tergagap, dia bahkan belum kepikiran untuk memberi nama pada anaknya


" Eee... sebentar Mel.. biar mas pikirkan nama yang cocok untuk anak kita... sebagai simbol cinta, kekuatan, dan kebahagiaan..." sahut Dika


" Oke baiklah... aku tunggu ya mas..."


" Istirahat lah dulu Mel jangan dulu banyak pikiran lagi... inget lu baru sadar... gue gak mau kalau sampai lu pingsan lama kayak kemarin lagi....lu gak tau kan gimana khawatirnya gue..." perintah Gondrong


" Iya bang..." sahut Melisa sambil tersenyum lagi


" Dik saran ku cepat kamu pikirkan nama yang terbaik untuk anakmu... jangan sampai Melisa kecewa karena tau kamu bahkan belum mempersiapkan nama itu..." bisik Wawan yang tau jika Dika belum mempunyai nama untuk anak nya, Dika hanya mengangguk


" VALDI ARJUNA....!!!" ucap Dika tiba tiba


" Yang artinya lelaki tampan sumber kekuatan... yahhh Valdi Arjuna nama anak kita sayang..." lanjutnya memberitahukan nama terbaik untuk bayi mungil nya


" Waaaooowww nama yang indah mas Valdi Arjuna... artinya juga sangat indah... anak ku adalah bayi mungil yang tampan dan sumber kekuatan untuk ku... yang akan memberikan kebahagiaan disetiap perjalanan hidupku... dialah yang telah membuka pintu bahagia untuk hidupku..." sahut Melisa berbinar binar dia sangat senang mendapat nama indah untuk anak nya dari Dika sendiri


" Cukup menarik... tidak terlalu kampungan juga..." komen Gondrong yang sepertinya juga setuju dengan nama pemberian Dika


" Yahhh... dia adalah sumber kekuatan kita... Valdi Arjuna..."


Bersambung~

__ADS_1


Jangan lupa kasih Vote yang banyak ya Readers


Happy Reading....


__ADS_2