
Melisa baru saja membantu Riki dan bu Murni beberes kontrakan mereka, Yahhh Melisa putuskan untuk mencarikan mereka kontrakan untuk tempat tinggal mereka, setelah mempertimbangkan saran Wawan akhirnya Melisa setuju, dia tidak mau banyak ikut campur urusan keluarga mereka, bukan karena benci atau dendam hanya sepertinya memang bukan urusan nya
Terlebih sikap Riki yang terlalu berlebihan, suka minta ini itu pada Melisa, berani meminjam motor pelanggan di bengkel di bawa main membuat Wawan risih dan gak suka, karena semua yang ada di bengkel apalagi milik pelanggan adalah tanggungjawab mereka, Wawan gak mau karena sikap Riki yang kolokan dan susah di kasih tau malah mematikan kepercayaan pelanggan
Melisa jalan kaki pelan pelan, usia kandungan nya sudah mau 4 bulan, perut rata nya sudah mulai membuncit apalagi kalau memakai daster seperti saat ini, sudah mulai nampak bulat mirip bola hihihiii
Harapan Melisa jika sampai lahiran Dika tetap tak ada kabar, setidak nya dia akan terus mengirimkan pesan pesan cerita kehamilan nya pada Dika, agar Dika tau kalau mereka kini telah memiliki buah hati
Yaahhh...
Tanpa di ketahui siapapun selama ini Melisa mengirimkan pesan pesan pada Dika meski tak pernah dibaca, mulai dari awal kehamilan nya, pernyataan dokter tentang kehamilan, hasil tespek dan setiap bulan Melisa akan selalu update ke Dika sepulang dia kontrol dari dokter kandungan
Supaya suatu hari nanti jika Dika sudah mau membuka ponselnya pertama kali yang akan dia baca adalah kabar tentang kehamilan nya, agar Dika juga yakin bahwa anak yang ada di kandungan nya adalah buah cinta mereka, Melisa selalu menjaga cinta nya untuk Dika
Langkah Melisa terhenti saat sebuah mobil sedan mewah berhenti di pinggiran jalan dengan kaca mobil yang terbuka, Melisa mengamati nya sebentar, sepertinya orang yang ada di dalam mobil tidak hanya sedang beristirahat, Melisa buru buru menghampirinya
Namun....!!!!
Begitu dia melihat orang yang ada di dalam mobil dari balik spion, Melisa menghentikan langkahnya, tatapan nya menatap tajam dengan ketakutan, laki laki itu....
Ahhh apakah tuan besar sampai datang kemari untuk mencarinya...!!! bukan kah urusan mereja sudah selesai....??? Melisa juga sudah menepati janji nya untuk tidak mengganggu hidup mereka lagi
Melisa segera berlari mundur menyelamatkan diri, sepertinya laki laki itu belum melihat dirinya jadi dia masih punya kesempatan unyuk kabur
Tunggu...!!!!
Melisa menoleh lagi, sepertinya laki laki itu bukan sedang mencari nya, Melisa menajamkan tatapan nya dari spion, laki laki itu sedang memejamkan mata sembari memegangi dada sebelah kirinya, wajahnya seperti tengah menahan kesakitan, nafasnya juga terlihat tersengal sengal
Tanpa pikir panjang lagi Melisa langsung berlari kembali ke mobil, dia tak lagi memikirkan bahaya yang bisa saja dihadapinya
Thoookkk toookkk
" Tuaan....!!!" panggil Melisa sambil mengetok kaca mobil yang dibuka setengah
" Tuan... ada yang bisa saya bantu tuan...!!!" suara Melisa makin panik ketika tuan Hermawan yang biasanya arogan bengis itu kini hanya meringis kesakitan
" To... to...tolong... s...sss...saya..." sahut laki laki yang biasanya menampakkan kekuasaan nya itu dengan terbata bata
" Apa... apa yang bisa saya bantu tuan... nyonya... ibu... ahhh nyonya mana tuan.. kenapa anda sendirian....!!!!" tanya Melisa, sangking paniknya dia malah gak bisa berfikir tenang lagi
__ADS_1
" Se... serangan.... jan... jan...tung ku... kam..kambuhhfff....." hanya kata kata itu yang bisa tuan Hermawan keluarkan, sepertinya dia sudah sangat kesakitan
Melisa mengecek sekeliling, benar benar tak ada siapapun selain dirinya, tanpa pikir lagi Melisa langsung membantu mengeluarkan tuan Hermawan dan memapahnya ke pinggir jalan, kebetulan disitu ada tukang becak langganan nya sedang lewat, langsung di stop nya
" Lhoooo mbak Mel... bawa siapa ini...!!!!" tanya si bapak tukang becak ikutan panik
" Bos saya dulu pak di restaurant... beliau lagi sakit serangan jantung... tolong anterin kerumah sakit ya pak...!!! sekarang....!!!!" sahut Melisa tanpa banyak cing cong lagi
Lalu tuan Hermawan mereka bawa kerumah sakit terdekat
***
Melisa masih mondar mandir di depan pintu UGD menunggu dokter yang masih memeriksa tuan Hermawan, sebenernya Melisa ingin menghubungi bang Gondrong memberitahukan hal ini namun di urung kan nya, mau menghubungi ibu nomor telpon nya tak bisa dihubungi lagi
" Syukurlah mbak.... mbaknya cepat membawa beliau ke rumah sakit... kalau gak bisa fatal akibatnya...!!!" ucap Dokter begitu keluar dari ruangan UGD
Melisa langsung berlari menghampiri dokter
" Bagaimana dok kondisi tuan Hermawan sekarang...????" tanya Melisa khawatir
" Beliau sudah sadar... dan mau bertemu mbak..." sahut Dokter sambil tersenyum
Seketika Melisa langsung takut, dia takut akan bermasalah lagi dengan tuan besar itu, atau akan ada bahaya baru untuk nya, sedang saat ini Dika tak ada disampingnya tak ada yang bisa melindunginya jika ada bahaya
" Tapi beliau ingin bertemu mbak Melisa..." ucap Dokter lagi
Melisa menatap pak dokter dengan ragu, tapi memantapkan hati untuk memberanikan diri menemui tuan Hermawan, apapun yang akan terjadi Melisa hanya bisa pasrah, dia sama sekali tak mau mengganggu keluarga tuan Hermawan lagi, dia hanya ikhlas membantu orang yang sedang kesusahan siapapun orangnya
" Ta... tapi dok..."
Dokter hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala
Melisa melangkah pelan, masuk ke ruangan tuan Hermawan dengan kaki gemeteran, doi gak berani menatap hanya menunduk menatap lantai, bahkan sekedar ingin melihat bagaimana kondisi laki laki yang sudah ditolongnya saja dia tak ada keberanian,
" Tu... tuan... ma..maafkan saya tuan... saya tidak ada maksud untuk melanggar janji saya tuan... saya sama sekali tidak ada niatan untuk mengganggu keluarga tuan... mengganggu ibu... eehhh nyonya besar maksudnya tuan..." ucap Melisa dengan takut, bahkan dia tak berani menyebut Resinda dengan panggilan ibu lagi
" Tolong tuan... jangan hukum saya... saya janji tuan saya akan segera pergi saya tidak akan menampakan diri di depan nyonya....saya juga tidak menghubungi siapapun... saya sudah menyuruh pihak rumah sakit untuk menghubungi keluarga tuan.... saya minta maaf tuan...."
Tatapan tuan Hermawan sulit diartikan, dia hanya diam sembari menatap perempuan muda yang gemeteran berdiri di depan ranjangnya bahkan perempuan muda ini tetap ketakutan disaat dia tak berdaya sekalipun
__ADS_1
" Mel... Melishaaa...." panggil tuan Hermawan dengan suara yang sangat lemah
" Ke... kemarilah nak....!!!"
Melisa langsung menengadah tajam ketika telinganya mendengar panggilan "nak " dari bibir tuan Hermawan, dia memberanikan diri untuk menatap wajah tuan Hermawan yang masih tak berdaya itu
" Tu... tuan..." panggil Melisa tanpa sadar
Tuan Hermawan melambaikan tangan nya pada Melisa, Melisa langsung meraihnya
Bibir pucat tuan Hermawan merekah senyum, senyum yang begitu hangat
" Resinda benar.... kau anak yang baik... kau anak yang memiliki hati yang tulus...." ucap tuan Hermawan sambil menatap mata Melisa
( Sebenernya ini si tuan Hermawan ngomongnya masih terbata bata ya Readers cuman author tulis biasa biar gak kelamaan hihihiii)
" Kau layak jadi anak ku.... kau berhak memanggil ibu mu dengan kata ibu....!!!"
Air mata Melisa jatuh tak tersadar
Ini bukan Mimpi kan Tuhan.... ini bukan seperti fatamorgana kan Tuhan... benarkah dengan apa yang barusan di dengar nya....???
Please jangan prank Melisa kasihan.....
" Tu... tuan...."
" Kemarilah... maafkan aku yang selama ini telah jahat pada mu... maafkan aku yang telah memisahkan kamu dengan ibu kandung mu... kamu anak yang sangat baik...."
Melisa langsung menumpahkan tangisnya, berlari memeluk tuan Hermawan dengan erat
Sulit untuk diungkapkan dengan kata kata kondisi perasaan Melisa saat ini, apalagi dekapan hangat tuan Hermawan benar benar telah meruntuhkan ketakutan nya sedari tadi
Inilah buah dari ketulusan hatinya....
Bersambung~
Maaf ya kalau beberapa hari ini author jarang Up, lagi disibukan dengan urusan kantor huhuhuuu
Harap dimaklum ya soale nyari waktu buat nulis agak susah
__ADS_1
Jangan lupa di Vote ya Readers
Happy Reading....