
" Kamu kenapa...???" tanya Dika penuh perhatian
" Makan nasinya cuman dilihatin aja... mana kenyang... kamu gak suka dengan menu makan malam kita...???"
Melisa hanya menggeleng, wajahnya terbenam penuh beban berat yang saat ini menyesakkan dadanya
Dika menatap Melisa dalam
" Kamu kepikiran omongan teman teman kerja mu tadi...???"
Melisa diam tak menjawab
" Dari mana sih mereka tau soal kita...???"
" Cewek yang kemarin datang kesini dan bertemu mas adalah rombongan Hani yang dulu di pecat bang Gondrong... mereka dendam sama aku makanya mereka ngorek ngorek informasi tentang aku sampai datang kesini... survey sama tetangga tetangga kontrakan bahkan sampai nanya ibu yang punya kontrakan soal kita...mereka juga semalam sempet mengintip kita pas aku denger ada kegaduhan diluar..." sahut Melisa menjelaskan
" Kok ada sih orang kepo segitunya... sampai mau maunya sibuk ngurusin urusan oranf lain...!!!" sungut Dika kesal
" Mas... kayaknya aku mau nyari kontrakan sendiri aja deh..." ucap Melisa tiba tiba membuat Dika kaget dan langsung keberatan
" Kok gitu...!!!" protes Dika tak terima
" Demi kebaikan bersama mas... kamu tau sendiri kan kemarin mpok Emi julid gitu ke kita... aku yakin kita sudah jadi bahan gosip tetangga kontrakan... belum lagi hinaan temen temen di tempat kerja tadi... "
" Kenapa harus mikirin omongan orang sih... ini kan hidup kita...peduli apa dengan mereka..." balas Dika lagi
" Aku malu mas...!!! kamu nggak ngrasain jadi aku... dipandang hina... dianggap cewek murahan... tak ada harga diri... mau hidup tinggal seatap dengan laki laki yang tak ada status apapun dengan ku...!!! kamu nggak ngrasain mas hinaan itu...aku malu... aku... aku nggak bisa mas..." Melisa marah dengan sikap Dika yang cenderung mengabaikan apa kata orang tentang mereka
" Hari ini... aku sudah dipermalukan di tempat kerja... semua orang menganggapku murahan.. tubuhku ini dijajan kan gratisan... aku bahkan dianggap lebih murah dari pada seorang pelac*r...!!! apa mas pernah merasakan itu...???"
" Nggak usah marah sayang... mas tau mas paham apa yang kamu rasakan...tapi semua bisa diselesaikan dengan kepala dingin bukan...!!!" Dika berusaha mengendalikan situasi, emosi Melisa sedang meninggi
" Nggak bisa mas... ini udah emergency...!!!" sahut Melisa masih tak terima, dia merasa jawaban Dika tak sesuai dengan keinginannya
" Kalau mas bilang mas paham mas tau apa yang aku rasakan... menurut mas apa yang harus kita lakukan...!!!" Melisa sengaja mencari jawaban dari Dika langsung
" Untuk saat ini... kalau kamu meminta mas untuk menikahi mu mas belum bisa... mas masih mau focus ngumpulin modal buat kembali buka bengkel milik sendiri... usaha kita masa depan kita... dan juga supaya kita bisa saling mengenal lebih jauh... baru kita siap untuk mempersiapkan sebuah pernikahan..." jawab Dika memberi pengertian
" Jadi Menurut mu selama ini kita ini belum saling mengenal mas...??? mau sejauh apa...!!!!" protes Melisa kesal
" Menikah itu butuh kesiapan Mel... tidak hanya soal perasaan... tapi juga materi... aku mau kalau kita menikah aku bisa menafkahimu dengan baik... memberikan kehidupan yang layak untuk masa depan kita... anak anak kita...aku nggak mau asal asalan... mengajak mu hidup susah...kau Mengerti...!!!!"
__ADS_1
Melisa mengisak tangis,
Maksud tujuan Dika itu baik, tapi tuntutan sosial tak bisa ia hindari,
" Makanya ku bilang... jangan kamu pikirkan omongan orang... mereka tidak tau seperto apa hidup kita dan planning apa yang akan kita lakukan... tutup telinga mu rapat rapat... masa bodoh dengan apa yang mereka bilang... yang penting kita tau satu sama lain seperti apa diri kita..." saran Dika
" Ini beban untuk ku mas beban mental... may sampai kapan semua ini kutanggung... aku tak sanggup..." keluh Melisa sambil menangis sedu sedu
" Sampai semua nya siap...!!! apa orang diluaran sana yang menghakimi kita mau membantu kita... memberikan kelayakan hidup kita...!!!"
" Kalau gitu biarkan aku kos sendiri mas... menunggu sampai semua siap...!! toh itu juga akan sedikit merubah pandangan orang terhadap kita terutama pada ku mas..." pinta Melisa lagi
" Aku butuh kamu Mel... aku mau kamu selalu disamping ku... aku juga harus memastikan kamu baik baik saja... semua hal buruk kita tak pernah tau kan... mas hanya khawatir kamu diganggu lagi sama mantan suami mu itu... apa kamu lupa kejadian dikosan mu dulu..."
Sekilas Melisa mengingat saat tiba tiba Gani datang ke kosannya dan hampir memperkosanya, andai waktu itu Dika tak segera datang
" Please... jangan seperti ini... " pinta Dika memelas
" Apa kamu tak mengijinkan ku kos sendiri karena kamu keberatan kamu tak bisa melakukan nya lagi dengan ku mas... karena kamu hanya butuh tubuhku untuk melepaskan hasrat mu...???" selidik Melisa dengan tatapan tajam
" Sekarang ku tanya apa dihatimu sudah ada cinta untuk ku...??? sudah kah aku menempati posisi nomer satu dihatimu...atau mantan kekasih mu itu justru yang masih kau harapkan...!!!"
Jujur... dia sendiri tak tau apa yang dia rasakan sebenarnya
Melisa adalah candu baginya, seorang gadis yang mampu membuatnya nyaman, membuatnya tenang hanya dengan mengusap rambutnya, yang membuatnya bahagia hanya dengan melihat senyum renyahnya
Dan gadis yang mampu membuat hasrat nya selalu menggelora
Tak bisa dipungkiri, kenikmatan yang Melisa berikan adalah candu untuk nya yang membuatnya terus dan terus ketergantungan pada nya
Semua yang Melisa punya adalah hal yang membuatnya semakin ketagihan hanya dengan menatap tubuh molek gadis itu
Sebagai laki laki normal tak mungkin Dika melepas begitu saja
" Kenapa diem mas...Apa yang ku katakan benar kan...!!!!"
" Mel... ku mohon jangan besar besar kan masalah ini... tak perlu kamu respon apa yang mereka katakan padamu sayang...itu hanya akan menyiksa dirimu saja..."
" Pernyataan mu mas... pernyataan mu yang ku tunggu... jika kau tak menjawab justru itu yang membuatku semakin tersiksa...!!!"
" Aku tak bisa menjawabnya sekarang... beri aku waktu untuk berfikir... aku akan mempertimbangkan semua nya..." balas Dika akhirnya, mencoba menenangkan Melisa
__ADS_1
" Lalu soal hati mu...??? apa kamu sudah jatuh cinta pada ku...!!!" Melisa masih terus menyudutkan Dika dengan pertanyaan pertamyaan nya
" Harus kah aku katakan agar kau percaya...??? tak cukupkah dengan sikap ku selama ini...???" Dika balik tanya
". Jawab saja aku ingin mendengarnya langsung dari mu..."
Dika menghela nafas panjang, menatap Melisa dalam
" Jika yang kurasakan pada mu saat ini adalah yang namanya cinta... maka ku katakan aku nyaman dengan mu, kau satu satu nya perempuan yang selalu membuat ku gelisah dan khawatir saat kau jauh dari ku.. aku ingin selalu memastikan kau baik baik saja setiap saat... kau satu satu nya perempuan yang entah mengapa aku merasa bahagia walau hanya sekedar melihat senyum tawa mu...aku tenang saat bersama mu... aku takut kau pergi... aku takut kau meninggalkan aku yang sudah terlanjur menggantungkan diriku pada mu Mel..."
Melisa diam, hatinya berubah gamang
Apa benar Dika telah mencintainya...??? atau itu hanyalah rayuan semata agar Melisa tak terus bersikukuh minta pindah...!!!
Namun mata Dika terlihat serius, sama sekali tak ada kebohongan disana
" Ayoo kita perbaiki semua nya... tak perlu hiraukan omongan orang .." pinta Dika senbari mengusap air mata dipipi Melisa, memperlalukan Melisa dengan sangat lembut, penuh kasih sayang, lalu menggenggam tangan Melisa erat
" Tolong jangan buat aku bimbang seperti ini mas... aku butuh kepastian...!!!!"
Bersambung~
Aku suka baca komen lucu lucu
Kalau tokoh lagi bersikap bagus di puji kapan lagi buat salah langsung di bully
Tapi seru looohhh tandanya kamu berhasil terbawa alur cerita dari Melisa dan Dika
Aku seneng...
Meskipun ada yang komen pedes dan malah membully author
Meski nyesek tapi aku anggep bonus lah
Hihihiii
Jangan lupa Vote yang banyak yaaaa
Yuukkk suport novel ini...
Happy Reading...
__ADS_1