
Dika memandangi wajah cantik Melisa yang sedang duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya, Melisa sangat cantik..!! bahkan tanpa polesan make up apapun, wajah yang hampir tak pernah terawat oleh skincare yang mahal pun tetap nampak ayu
Dika sebenernya merasa beruntung bisa dicintai Melisa segitu tulusnya
Dika mendekat duduk disebelah Melisa, hawa nya malam ini sepertinya mengajak Dika untuk mulai traveling,
Malam ini adalah malam yang tepat untuk kembali melakukan penyatuan, anggap saja ini adalah malam pertama sebagai pengantin
" Masih sibuk sayang...??!" tanya Dika lembut
Tangan nya merangkul pinggang ramping Melisa dan menguncinya
" Bentar mas... aku lagi baca cerita novel horor horor..." sahut Melisa yang masih focus pada layar ponsel nya
" Malem malem kok baca nya horor horor ran... nanti kalau pipis gak berani sendiri minta dianterin..." cibir Dika
" Ya kan ada mas Dika... anggep aja jadi rutinitas malam huhuhu harus nganterin aku ke kamar mandi..." sahut Melisa
Dika mendekatkan wajahnya di bahu Melisa, aroma wangi yang segar dari tubuh Melisa dapat tercium oleh Dika, ditambah lagi rambut Melisa yang selalu wangi membuat Dika makin panas
Dika mengecup pundak Melisa lembut,
Mulai menggelitiki telinga Melisa dengan gigitan kecil nya
" Shayaangghh..." panggil Dika sedikit dibuat mendesah
" Kamu udah ngabarin bang Gondrong belum...??!" tanya Dika
" Ohh iya mas sampai lupa... keasyikan baca novel horor sih hihihi..." sahut Melisa sambil terkekeh ringan
" Besok aja lah mungkin bang Gondrong juga udah ngumpul sama temen temen nya malah ganggu dia lagi..."
" Emmm...serah kamu deh..." balas Dika lagi sambil mencium tengkuk Melisa pelan
" Ssssfff geli mas..." Melisa sedikit menghindar, sensasi yang Dika berikan membuat nya meremang kegelian
" Masa sih geli...???" tanya Dika sensual
" Kangen nggak sama permainan mas...???"
" Eeemmmbb kangen gak yaahhh..." Meliaa balas menggoda
" Emang mas Dika udah focus... gak masih banyak pikiran nanti gak focus lagi..."
" Focus lah.. kan urusan bengkel udah kelar... urusan sama Ghani juga udah beres jadi udah tenang sekarang... bisa donk menikmati malam ini bareng kamu..." sahut Dika sedikit meminta
" Mau dibuatin jamu dulu gak...???" tanya Melisa
" Jamu...??? emang bisa kamu bikin jamu..." tanya Dika balik
" Kemarin waktu di restaurant sempet denger mbak Indah cerita mas soal jamu racikan dia yang bagus buat suami nya....ada susu beruang dipanasin bentar terus kasih telor dan madu...gimana mas Dika mau nyoba...????" cerita Melisa dengan polosnya
Dika terkekeh, rupanya Melisa lucu juga
__ADS_1
" Boleh deh... siapa tau tambah jos kan...!!!" sahut Dika
" Oke tunggu bentar mas... kebetulan tadi aku belanja ke minimarket udah beli susu beruangnya..."
" Kamu sengaja udah nyiapin...???" tanya Dika kaget, bisa bisa nya Melisa udah prepare
" Ketahuan nih ada yang udah nunggu nunggu..."
" Bukan mas... susu beruang itu rencana nya mau aku jadiin masker juga...." Melisa ngeles
" Tunggu bentar deh....!!!" Melisa segera ke dapur menyiapkan jamu tokcer untuk Dika malam ini
Setelah siap Melisa segera membawa racikan nya itu ke kamar dan menyuruh Dika minum sampai habis, Dika dengan patuh meminumnya tanpa sisa
Dika menoleh ke Melisa sambil tersenyum penuh arti
" Sayang aku udah siap....!!!" seringai Dika bergurau pada Melisa
Melisa malah nyengir, rada merinding juga sih jadinya, takut kalau khasiat ramuan itu beberan jos kaya yang diceritain mbal Indah, bisa kewalahan Melisa ngadepin Dika
" Mari kita mainkan sayang...." Dika langsung beringsut merangkak di kasur mendekati Melisa yang diam disudut ranjang
Dika mulai memainkan aksinya
Mulai dari menciumi kaki Melisa sampai ke lutut, naik ke atas paha sedikit, mengabsen tiap inci kulit pahanya yang mulus dengan kecupan hangatnya, benar benar membuat Melisa mulai meremang kegelian
Dika melepas kausnya, sepertinya dia mulai kegerahan
" Aku mencintaimu sayang..." bisik Dika lirih sembari mulai ******* bibir tipis milik Melisa
Melisa tak membuang kesempatan lagi, langsung membalas ciuman Dika, menyesap bibir Dika dengan lembut dibumbui dengan gigitan manja tipis tipis, permainan lidah yang basah membuat beberapa lenguhan desyahan Melisa yang lolos begitu saja
Dika melepas tautan bibirnya, menyeka sisa basah ciuman nya di bibir Melisa,
Sepertinya Melisa sudah hanyut dalam permainan Dika, dia hanya diam sembari menatap Dika penuh arti,
Dika kembali menciumi leher jenjang Melisa, digigit dan disesap nya beberapa kali, hingga meninggalkan tanda merah dibeberapa bagian sebagai tanda kepemilikan nya
Tangan Dika yang nakal mulai menggerayang masuk di sela sela piyama Melisa, menelusuri perut rata mulus dan menjejaki dua bukit kembar yang sudah menjulang menantang
Dika melepas pengait bra Melisa dengan segera, lalu mulai memainkan put*ng nya membuat Melisa menggelinjang menggeliat kegelian
" Emmmhhhff..." suara merdu yang lolos dari bibir Melisa beberapa kali
Malam yang terang, dengan sinar bulan yang sedang penuh, cahaya terangnya menembus setiap celah dinding,
Dika kembali menyatukan hasratnya, memberikan sentuhan penuh kenikmatan yang membuat Melisa mabuk kepayang
Kali ini permainan mereka terasa lebih berirama, terasa lebih menyatu dan lebih menggairahkan
" Sssstttt masss uuugghhh...." lenguhan Melisa meracau
Dika hanya membalasnya dengan memaju mundurkan pinggulnya, bergerak bebas diatas tubuh Melisa yang menggeliat tak karuan
__ADS_1
" Uuugghh uuugghhh fffhhh sssttt eeemmmhhh...."
" Aahhhh aaahhh mmmhhhfff..."
" Masshhh ghee..geliihhh..." racau Melisa tak jelas, sembari tangan nya meremas sprei kuat kuat
Dika menghentikan permaiannya sejenak, membiarkan Melisa mengambil nafas beristirahat, Malam ini Dika akan memberikan kenikmatan yang terbaik untuk Melisa, bermain dengan santai, pelan tapi benar benar membuat Melisa menjerit keenakan
" Sayang... lupakan semua masalah mu... lupakan semua sedih mu... malam ini kamu harus menikmati malam mu dengan baik... serelah ini aku mau kamu selalu tersenyum bahagia... jangan lagi menangis untuk kesedihan mu lagi..." pinta Dika tepat ditelinga Melisa, menggiti daun telinga Melisa kecil oecil
" Aahhh geli masshh...." sahut Melisa
" Aku janji aku akan selalu bahagia bersama mu... aku akan melupakan semua kesedihan ku mas..."
" Baiklah... nikmati permainan ini sayang...."
Dika kembali naik ke tubuh Melisa, memasukkan godam keperkasaan nya di kepemilikan Melisa
Menggempur Melisa sampai di titik puncak beberapa kali, bahkan sampai Melisa lemas hanya bisa tersenyum keenakan
Permainan baru usai saat Dika mencapai klimaksnya, tubuh Mereka ambruk kelelahan, bercucuran keringat dan peluh
Dika kembali menciumi bibir Melisa yang dibalas rakus dengan Melisa
" Makasih ya sayang..." ucap Dika lembut
Melisa hanya mengangguk sambil tersenyum
Lalu mereka tertidur sambil berpelukan...
Setelah Melisa tertidur pulas karena kelelahan, Dika beringsut bangun, bersih bersih badan lalu duduk di luar rumah menikmati cahaya malam yang begitu terang
Saat ini dia hanya ingin menikmati kebahagiaan nya dengan Melisa, dia ingin membangun rumah tangga yang harmonis, mengikis sedikit demi sedikit kenangan pahit masa lalu Melisa agar dia bisa sembuh dari luka itu
Dika memang pernah berbuat salah, salah dalam melangkah
Tapi... dia hanya ingin mendapatkan uang dengan cara cepat, agar bengkel nya tak lepas dari tangan nya karena Ghani akan menjualnya jika Dika tak cepat menebusnya
Dika memang telah salah menjalin perjanjian dan kerja sama dengan bos Mafia yang mungkin Dika sendiri tak pernah membayangkan kekejaman nya, namun sama sekali tak pernah tersirat dalam pikiran nya mau membahayakan Melisa, bahkan dulu salah satu alasan Dika menerima tawaran mereka, karena bos mafia itu mengancamnya dengan foto Melisa,
Dika tak bisa berfikir banyak lagi, akhirnya dia menyetujui kerjasama yang membahayakan itu
" Aku hanya ingin menikmati kebahagiaan ini Tuhan... andai Engkau tak memberikan waktu yang lama... biarkan sebentar saja... sebentar yang sangat berarti untuk ku... biarkan aku bisa melukis senyum bahagia dihidupnya Tuhan... aku mau dia menikmati kebahagiaan nya...tolong Tuhan jangan dulu ambil bahagia ini darinya... aku tak sanggup harus melihatnya terpuruk lagi...." pinta Dika dalam doa yang ia panjatkan
Seakan alam mendengar permohonannya, angin riuh bersumilir menggoyangkan pohon pohon dan dedaunan, seketika hawa dingin menyeruak, malam yang terang indah didekap gundah gulana.....
Bersambung~
Author kasih yang basah basah nihhh
Huhuhuu
Jangan lupa Di Vote yang banyak yaa
__ADS_1
Happy Reading....