Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Mulai Curiga


__ADS_3

" Bang Dika gak bisa dihubungi lagi... kayaknya nomernya sudah dia blokir... aku udah coba menghubungi berulang kali tapi gak bisa...!!!" lapor Wawan menelpon Gondrong


" Terus apa yang harus kita lakukan untuk menolong Dika bang...???? aku takut semuanya sudah kacau..." lanjut nya panik


" Coba lu lacak terakhir signal Dika aktif...!!!" jawab Gondrong memberi saran


" Udah bang... tapi gak terdeteksi... kayaknya ada orang lain yang sengaja memblokir..." sahut Wawan


" Aku khawatir bang... ada orang yang sudah berhasil menemukan titik terakhir signal Dika dan dia sengaja memblokir akses itu supaya gak ada orang lain yang bisa melacaknya lagi... apakah itu si penguasa yang memiliki pengaruh besar itu bang...????"


" Bisa jadi... dia mungkin dendam dengan Dika karena dijadikan sandera..." balas Gondrong


" Lebih tepatnya karena Dika mengetahui rahasia besarnya bang... rahasia yang bisa menjatuhkan nama baiknya dimata semua orang makanya dia memanfaatkan keadaan Dika sekarang untuk memutar balikkan fakta memfitnah Dika sebab dia tau Dika saat ini tidak berdaya sama sekali...." Wawan mengutarakan asumsi nya


" Tapi sementara di tempat Melisa tinggal aman kan Wan...!!!" Gondrong mulai menghawatirkan adik perempuan nya


" Sementara ini masih aman bang... aku seharian di bengkel semua nya masih berjalan seperti biasa... tidak ada orang datang atau pelanggan yang mencurigakan..."


" Baguslah tandanya tidak ada yang datang menargetkan Melisa sebagai pancingan untuk Dika keluar dari persembunyian nya....!!!"


" Tapi gimana dengan Dika bang...??? aku khawatir dengan keadaan nya... saat ini dia adalah buronan kelas kakap... dimana mana beritanya sudah tersebar... pasti banyak foto foto nya yang beredar agar orang gampang melacaknya... belum lagi anak buah bos mafia yang juga mencarinya untuk menuntut balas...aku bener bener khawatir dengan keadaan nya bang... aku belum bisa tenang kalau belum ketemu dia dan memastikan mereka baik baik aja...."


" Gue tau Wan...!!! tapi untuk menghadapi situasi Dika saat ini kita harus tenang... gak bisa gegabah... gue takut malah nanti pergerakan kita akan mempermudah orang menemukan persembunyian Dika...!!! kita harus tenang dan pikirkan cara terbaik untuk menyelamatkan Dika....!!;" saran Gondrong menenangkan kepanikan Wawan


" Gue tau sebenernya Dika tidak begitu bersalah... dia melakukan semua itu untuk menyelamatkan diri nya dan Faizal... hanya memang dari awal langkahnya sudah salah... apa yang dia lakukan dari awal memang salah..."


" Hari ini gue bakalan meluncur ke tempat lu... gue mau pastiin semua nya aman aman aja..." ucap Gondrong lagi


" Oke bang... aku tunggu kedatangan mu..." jawab Wawan

__ADS_1


Klik


Panggilan telpon kembali di matikan, dengan perasaan campur aduk, panik bingung ketakutan Wawan melanjutkan pekerjaan nya untuk mengelola bengkel peninggalan Dikaz bengkel yang dia perjuangkan untuk bisa dia dapatkan kembali dari tangan Gani untuk menebus Melisa, meski pada akhirnya karena hal itu menjerumuskan Dika dalam dunia yang gelap, sebuah dunia mafia yang penuh kekejaman, akhirnya membuat Dika menjadi seperti sekarang ini


Wawan tak tau apa saja yang sudah Dika lewati dan Dika lakukan selama di salam klan, entah kenekatan seperti apa yang sudah dia ambil hingga pada akhirnya Dika berani membantai seluruh anggota klan termasuk bos besarnya dan membuarnya jadi buronan kasus berat seperti sekarang ini


" Mas...!!!" sebuah suara lembut mendayu memanggil Wawan, membuat Wawan yang terdiam melamun langsung menoleh ke sumber suara


" Mel... kenapa butuh sesuatu atau mungkin lagi pengen makan apa...???" tanya Wawan cepat dengan penuh perhatian


" Aku tadi denger mas Wawan telpon sambil manggil nama mas Dika... apa mas Wawan sudah bisa menelpon mas Dika...??? gimana keadaan nya mas dia baik baik aja kan...!!! terus kapan dia pulang...???" tanya Melisa yang ternyata mendengar obrolan Wawan di telpon tadi


Wawan kebingungan, dia tak mungkin menceritakan tentang Dika pada Melisa, atau mungkin sekedar menyampaikan jika Dika sempat aktif, meminta sesuatu yang berat pada Wawan, lalu sekarang nomornya sudah tak bisa dihubungi lagi


" Ohhh itu... bukan Mel... tadi aku telponan sama temen kuliah ku dan Dika dulu... dia nanyain soal Dika makanya kita sedikit membahas soal Dika..." elak Wawan


" Masa sih...!!!! tadi aku dengernya mas Wawan bilang kalau nomor telpon mas Dika sekaeang gak bisa dihubungi lagi... terus mas Dika lagi dalam bahaya...." protes Melisa


Melisa hanya pasrah, dia juga tak punya bukti lagi untuk menuntut Wawan menjelaskan apa yang didengarnya tadi, meskipun hatinya gak puas penuh curiga namun dia tak lagi memaksa Wawan untuk menjelaskan apa yang didengarnya tadi, Melisa langsung diam dengan wajah menahan kecewa


" Mel... aku lanjut cek mobil itu dulu ya... soalnya sore ini udah langsung mau diambil... takut gak keburu nanti...." Wawan segera menghindar, takut kalau Melisa terus mendesaknya untuk mengatakan apa yang didengarnya tadi


" Oke....!!!" sahut Melisa sambil kembali ke dapur


Pikiran nya jadi kacau saat ini, Dia merasa tidak salah dengar, dia mendengar dengan sangat jelas apa yang mas Wawan bicarakan dengan orang yang ditelpon nya tadi, sayang tadi Melisa sedang masak jadi suaranya agak samar, tidak semua bisa didengarnya dengan jelas


" Aku curiga ada banyak hal yang mas Wawan sembunyikan dari aku... terutama soal mas Dika...!!! aku yakin mas Wawan pasti tau banyak hal tentang mas Dika... termasuk kenapa nomor telpon mas Dika sampai sekarang gak bisa dihubungi... bahkan dia tak ada kabar sana sekali...." gumam Melisa yang mulai merasa adanya kecurigaan


" Aku percaya... meskipun awalnya mas Dika tidak serius dengan ku... ragu dengan ku... bahkan dia tidak bisa melupakan mantan kekasihnya... tapi mas Dika bukan lah pecundang .. yang lari dari tanggung jawab... mas Dika nggak mungkin sengaja meninggalkan aku begitu aja... pasti ada hal yang membuatnya harus melakukan ini semua .. dan aku yakin mas Wawan tau alasannya.....!!!!"

__ADS_1


Melisa mengelus perutnya, saat ini dia mulai merasakan adanya gerakan gerakan halus dari dalam perutnya, kadang jika dia sedang kelelahan atau banyak pikiran dia bisa merasakan tendangan kecil yang membuat perutnya terasa sebah


Anak dalam kandungan nya mulai aktif, mylai menunjukan tanda tanda keberadaan nya, Melisa sudah tak sabar lagi untuk segera bertemu dengan malaikat kecilnya, bermain dengan nya dan hari harinya akan disibukkan dengan tangisan kecilnya, merawatnya mengajarkan segala hal tentang dunia ini...


Wawan merasa bersalah terus menutupi rahasia Dika, membohongi Melisa tentang apa yang sebenarnya terjadi, tapi ini semua dia lakukan karena dia tak mau Melisa kaget malah akan membahayakan kondisi dan kehamilan nya, biarkan Wawan dan bang Gondrong yang akan mencari jalan keluar untuk membantu Dika menyelesaikan masalah besar ini...


***


Di sisi lain Juwita baru saja membaca berita soal pembunuhan, Seorang anggota klan Mafia membunuh anggota dan bos Mafia nya, saat ini laki laki itu sedang menjadi buronan


Juwita merasa ngeri, bisa bisa nya ada orang sekeji itu membunuh anggota nya sendiri hanya karena adanya perbedaan pendapat, apalagi di berita selanjutnya laki laki pembunuh itu sebelumnya sudah menjebak seorang pimpinan anggota berwajib bahkan menyandranya dengan ancaman penjebakan itu...


" Masih muda mana ganteng lagi.... tapi kok kelakuan nya bad amat yaaahhhh...!!! jahat banget deh... udah gitu kabur gak bertanggungjawab...!!!" gerutunya mengomentari foto laki laki tersangka pembunuhan itu yang terpampang di cover berita


" Eeehhh bentar bentar... kayaknya gue pernah lihat wajah orang ini...!!! dimana yaaahhh...???" Juwita seperti pernah mengenal si tersangja itu, wajahnya seperti tidak asing baginya, dia sampai berfikir keras untuk mengingatnya


" Kenapa sayang kok baca berita sampai segitu seriusnya....???" tanya bu Resinda mengomentari ekspresi anak gadisnya yang terlihat sedang berfikir keras


" Ini lhooo mah lagi baca berita pembunuhan... sadis banget deh mah... seorang anggota mafia membantai anggota nya sendiri bos nya juga ikut dibunuh mah... sekarang dia kabur jadi buronan... mana sebelumnya berani beraninya mengancam salah satu pemimpin anggota berwajib dengan cara menjebaknya lagi....!!!" sahut Juwita memberi tahu mama nya


" Orang kadang berani melakukan kesalahan...tapi jarang yang berani mempertanggungjawabkan... apalagi si buronan itu... sudah bergabung di klan mafia... sekarang membunuh anggota lain dan bosnya lagi..." sahut Resinda merespon Juwita


" Tapi wajahnya aku kaya kenal deh mah....kayak gak asing gitu... tapi aku lupa pernah ketemu dimana...."


" Coba sini mama lihat...!!!"


Bersambung~


Bakal seperti apa seandainya bu Resinda tau buronan itu ternyata adalah menantunya....!!!!

__ADS_1


Tunggu Up selanjutnya yaaaa


Happy Reading....


__ADS_2