Cinta Tanpa Status

Cinta Tanpa Status
Bertengkar Lagi


__ADS_3

Tuan Hermawan mulai mengintrogasi beberapa karyawan lain, termasuk memanggil Gembul yang baru datang dengan tubuh gemeteran


Entah apa yang tuan Hermawan tanyakan tapi sepertinya baik tuan Hermawan maupun bu Resinda sudah memiliki keputusan yang akan diambil, hanya mungkin butuh berdiskusi sedikit dengan Delon


Sejujurnya Tuan Hermawan sangat marah dan kecewa dengan kodisi karyawan di restaurant Delon ini, Awalnya dia datang hanya semata mata ingin bertemu dengan Melisa langsung malah jadi mengetahui kondisi bisnis yang dijalankan anak nya ini


Sebagai seorang pembisnis hebat, tuan Hermawan kecewa terhadap sikap kinerja para karyawan, pantas saja meskipun restaurant Delon terkenal cukup nyaman dengan makanan yang enak mewah serta tempat yang strategis tapi sejauh ini restaurant ini tak berkembang pesat, rupanya banyak karyawan yang tidak bisa diajak kerjasama dengan baik


Tuan Hermawan jadi makin meremehkan kemampuan Delon, menganggap bocah itu tak tau apa apa, hanya bermodal pembangkang dan sok hebat, nyatanya mengurusi karyawan segelintir ini aja gak becus, tak ada dia mengambil sikap tegas pada anak buahnya, dia membiarkan begitu saja restaurant nya di pegang orang orang yang tak berkompeten


Melisa kembali ke dapur, dia sedang menenangkan diri,


Tapi tiba tiba di luar terjadi kegaduhan, rupanya Tuan Hermawan sedang menegur Delon dan Delon melawan nya


" Aku sudah mengintrogasi semua karyawan mu...!!! kerja macam apa yang setiap hari kau lakukan... sampai kondisi anak buahmu seperti ini kau tak ada tindakan apapun...!!!" tuding tuan Hermawan merendahkan Delon


" Apa kerja mu hanya menggelandang tak jelas...!!!"


" Aku sudah pernah mengatakan pada anda kalau aku tak mau memegang apapu usaha dari anda... aku bisa membangun usaha ku sendiri tanpa perlu bayang bayang kehenatan anda yang sudah tersohor...!!!" balas Delon yang memang sudah muak selalu dianggap tidak becus oleh ayahnya


" Usaha apa...??? apa yang bisa kau perbuat...??? kau tak lihat kalau sekedar megang restaurant saja kau tak bisa...!!! jangan terlalu sombong didepan ku...kau bisa apa...??"


" Anda memang seorang pembisnis yang hebat, anda bisa mengendalikan puluhan usaha anda hingga anda bisa sesukses sekarang...!!! tapi bukan kah anda juga awalnya membangun usaha dari nol...!!!"


" Kau benar anak muda...!!! tapi aku punya skill yang bagus ketrampilan dan pengetahuan yang memadai aku mau bekerja keras...!!! tidak seperti mu yang bodoh dan ceroboh...!!! kalau tidak ada bantuan dari ku bisa apa kau ini...!!!"


Perdebatan makin panas


Semua karyawan melihat bagaimana aslinya keharmonisan keluarga terpandang itu,


Seorang ayah dan anak yang saling menjatuhkan layaknya musus


Melisa hanya bisa bengong melihat perseteru yang terjadi diantara Delon dan tuan Hermawan


Ternyata seperti ini kondisi hubungan mereka sebenarnya, pantas bang Gondrong lebih memilih tinggal di kontrakan dan menggelandang ketimbang hidup mewah dari fasilitas ayahnya, rupanya tuan Hermawan terlalu jumawa, menganggap dirinya paling hebat paling sempurna dan merendahkan apapun yang dikerjakan oleh anak anaknya


" Kalau kau merasa kau bisa hebat tanpa bantuan ku... buktikan...!!! jangan hanya ngomong saja...selama ini jangan dikira saya tidak tau... kau jadi gelandangan bukan...!!! jadi preman yang tukang palak di pasar.. ngamen di lampu merah... itu yang kamu bilang lebih henat dari ku...!!! kau tidak lebih dari sampah...!!!" hinaan tuan Hermawan memang cukup menyakiti hati, membuat down musuhnya


Tapi sepertinya Gondrong santai, hanya dendam dan rasa kebencian nya pada ayah kandung nya akan semakin besar dan sulit diruntuhkan,

__ADS_1


Resinda datang, dia sungguh tak bisa melihat berdebatan seperti ini, apalagi kali ini di pertomtonkan di tempat umum


Sudah cukup dua lelaki kesayangan nya saling menjatuhkan dan membangun jurang kebencian semakin meluas, dia ingin keluarga nya harmonis seperti keluarga lain bukan seperti ini


" Sudah papa Delon sudah...!!! apa kalian tidak malu berdebat di tempat umum seperti ini...!!! apa tidak ada cara pemyelesaian terbaik... kalian ini sama sama keras kepala sama sama egois... tidak kah salah satu dari kalian untuk mengalah...???" ucap Resinda dengan menelas matanya sudah berkaca kaca ingin menangis


" Delon... mama mohon sekali ini mengalah dengan papa mu...!!!" ratap Resinda pada putra nya


" Maaf mah... selagi tuan sombong ini masih merasa paling hebat, tidak pernah menghargai orang lain dan selalu memaksa orang lain untuk mengikuti kemauan nya... selama itu juga aku akan terus melawan... biar dia tau kalau tidak semua orang bisa di intimidasi dan di perbudaknya dengan uang uang nya..." sahut Delon yang semakin membuat tuan Hermawan marah


" Bocah kurang ajar...!!!


PLAAAAKKKKKK....!!!!


Sebuah tamparan panas mendarat sempurna di pipi Delon, membuat semua orang yang melihatnya makin tercengang kaget


" Aku menantang mu...!!! kalau kau merasa hebat bocah sombong...!!! ayoo tunjukan apa yang bisa kau lakukan untuk hidupmu sendiri...!!! dasar otak miskin... attitude gelandangan...!!! pantas saja hanya besar omongan...!!!" tantang tuan Hermawan


" Mulai hari ini restaurant ini aku ambil alih...!!! semua tatanan pekerjaan aku rubah...!!!" ucap tuan Hermawan dengan lantang keseluruh karyawan di sana


" Bos kalian ini tidak becus mengurus dan mengelola nya... dia hanya anak ingusan yang terlalu sombong dan melawan orang tua nya...!!! kita lihat bisa sehebat apa dia tanpa pertolongan ku...!!!"


Kali ini dia tak terima selalu direndahkan olehnya, dianggap tidak mampu apapun tanpa bantuan dari nya


Delon pergi dari restaurant


" Ingat tuan Hermawan... saya akan buktikan saya bisa lebih hebat dari anda...!!!" ucap Delon sambil pergi


" Jangan bermimpi kamu...!!! kau tak punya kemampuan apapun tanpa bantuan ku...!!! kau hanya sampah...!!!"


Resinda menangis, dia segera berlari nengejar anak lelakinya


" Resinda...!!! berani kau mengejarnya pergi aku tidak akan segan segan menghukum mu kembali... bahkan aku akan mencabut hak mu untuk keluar rumah dengan alasan apapun...!!!" ancam tuan Hermawan pada istrinya


Bu Resinda terpaksa berhenti, merelakan kepergian Delon,


Dia ingat jika dia tak punya kebebasan untuk keluar rumah dia tak bisa bertemu anak gadisnya Melisa, dia masih punya harapan kalau Melisa pasti akan membantunya bertemu anak laki laki nya itu


" Monica .. kepala koki dan Arya... aku harus meeting dengan kalian sekarang... ada beberapa hal yang harus kita rubah tatanan nya...!!!" tuan Hermawan mengajak tiga orang itu masuk keruangan bos, dimana biasanya ruangan itu ditempati Delon

__ADS_1


Beberapa orang merasa senang karena mereka akan punya kesempatan untuk naik jabatan selepas tatanan baru dibuat, tapi ada beberapa orang juga yang ketar ketir takut dipecat


Bu Resinda langsung berlari ke dapur, hatinya amat sesak setelah melihat pertengkaran anak dan suaminya tadi, kenapa keluarga nya seperti ini, tidak memiliki ikatan yang harmonis yang penuh cinta... kenapa mereka selalu disibukkan dengan jabatan jabatan kekuasaan... tidakkah mereka bisa hidup dengan biasa biasa saja...!!!


Resinda menangis tersedu sedu


Melisa datang langsung memeluk ibunya, dia tau saat ini ibunya sedang rapuh, Melisa sangat iba dengan keadaan ibunya, dia yakin ibu nya meskipun hidup bergelimpangan harta sebenarnya dia tak begitu bahagia


" Bu..." panggil Melisa pelan sambil memeluk ibunya


Bu Resinda langsung berbalik dan memeluk anak gadisnya, ada rasa tenang dan nyaman saat memeluk tubuh hangat Melisa


" Jangan nangis ya... Melisa gak tega ngliat ibu nangis..."


" Abang mu Mel... dia bertengkar lagi denga ayahnya... kali ini pasti dia akan semakin membenci ayahnya, dan akan pergi jauh lagi ninggalin ibu...hiks hiks hiks..."


" Ssstttt... ibu tenang ya.. perya sama Melisa bang Delon gak mungkin pergi jauh ninggalin ibu... bang Gondrong itu sayang banget sama ibu... Melisa janji bakalan ngingetin bang Gondrong buat sering ketemu ibu..." hibur Melisa


" Melisa yakin bang Gondrong gak akan pergi dari tempatnya sekarang... ibu gak perlu kawatir ya..."


Resinda memeluk Melisa lagi lalu mencium kening anak perempuan nya ini


" Bu... ada hal penting yang mau Melisa sampaikan ke ibu..."


" Apa sayang... soal papa Delon yang mengintrogasi kamu soal kita...??? ibu sedang pikirkan nak... secepatnya ibu harus kasih tau siapa kamu... sebelum semua nya terlambat..." Resinda merasa tak enak hati menjadikan Melisa berada di kondisi seperti ini


" Bukan soal itu buk...tapi soal Mas Dika..."


" Dika....!!!!"


Bersambung~


Author kasih double Up yaaaa


Moga puas hihihiii....


Jangan lupa Vote nya...


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2