
" Pah.... apa gak sebaiknya papa menemui Delon...??? mama rasa setelah papa bisa menerima Melisa dengan baik harusnya papa dan Delon juga bisa memperbaiki hubungan kalian kan....!!! mama juga kangen pah sama anak mama satu itu...." ujar Resinda membuka obrolan selama di perjalanan pulang ke Jakarta
" Buang ego papa pah... Delon anak papa lhooo.... "
" Aku gak akan merubah keputusan ku mah sebelum dia bisa membuktikan pada ku tentang omongan besarnya itu...!!!" sahut tuan Hermawan masih dengan sifat kerasnya
" Biarkan dia merasakan sendiri bagaimana rasanya hidup jauh dari orang tua...!!!"
" Kalau seandainya saat ini Delon sudah berhasil apa papa bakalan mau menerima Delon lagi....???" tanya Mama penuh harap
" Jika dia sudah berhasil membuktikan pada ku bukan kah itu adalah hal yang bagus secara tidak langsung dia sudah menjadi petarung yang tangguh, memiliki jiwa pantang menyerah dan mampu bersaing dalam bidang usaha nya... itulah yang sebenernya papa mau... " sahut Tuan Hermawan santai
" Meskipun aku harus melakukan hal yang mungkin menurut mama keterlaluan...!!! tapi sejatinya niat papa hanya ingin mendidik anak laki laki papa mandiri, bertanggungjawab dan bisa berdiri di kaki nya sendiri tanpa bantuan dari papa nya.....!!! hanya kemarin Delon terlalu besar omong dan membuat papa marah...." jelas tuan Hermawan
Nyatanya mana ada sih seorang ayah yang tega membuang anaknya sendiri, mungkin tuan Hermawan bersikap berlebihan pada Delon, tapi berkat didikan yang seperti itu membentuk mental kuat dan jiwa pantang menyerah bagi Delon sendiri, cara orang tua mendidik anak kan beda beda
" Ja..jadi maksud papa sebenernya papa gak marah sama Delon...!!!" tanya Mama bingung
" Marah lah..!!! anak pembangkang..., sok hebat... tidak bisa diarahkan....siapa bilang papa gak marah... sangat marah.... tapi nyatanya dengan kejadian ini kita ambil hikmahnya anak kita jadi lebih mandiri dan bertanggungjawab.... suatu saat dia akan menjadi pembisnis hebat melebihi papa nya...." sahut tuan Hermawan santai
" Harus se ekstrim itu pah untuk mendidik Delon jadi mandiri dan hebat...!!!" mama Protes, sebagai seorang ibu tentu dia lebih menggunakan perasaan, siapa sih ibu yang tega melihat anak nya dibiarkan hidup susah diluaran sana sedang kan nyatanya orang tua nya jelas jelas sanggup memfasilitasi
" Tadi nya tidak... hanya Delon yang menggiring papa untuk melakukan hal itu... jadi ya biarkan saja dia menikmati nya... nanti juga dia akan tau sendiri...."
" Aahhh papa memang keterlaluan...!!! aku yang mengandung nya pah... aku yang menyusui membesarkan dengan kasih sayang... aku gak tega ngliat dia jadi gelandangan, ngamen sana sini... hidup susah...!!! papa main usir usir aja...!!!" omel Mama memprotes papa
__ADS_1
" Sudah tak perlu marah pada ku.... marah saja pada anak mu yang besar omong itu...!!!!"
" Aku mau ketemu Delon hari ini pah...!!!" pinta mama tegas
" Besok saja... hari ini kita pulang dulu kerumah kasihan Juwita sudah menunggu kita... dia juga anak mu kan... anak manja kesayangan mu...baru besok kita cari dimana Delon tinggal..." saran tuan Hermawan dengan penuh perhatian,
Tuan Hermawan yang sekarang adalah tuan Hermawan yang suara nya lembut, penuh kasih sayang, tatapan nya teduh, bijak dan wajahnya tampak sumringah, dia selalu mengucapkan kata kata yang lembut saat bicara pada istrinya, Bukan tuan Hermawan yang pemarah, mengintimidasi, arogan dan merasa paling berkuasa, entah apa yang sudah merubahnya ... tapi tuan Hermawan sekarang adalah papa yang sangat diidolakan anak anaknya
" Baiklah... aku juga sudah rindu dengan si Comel.... mudah mudaha dia tidak banyak bikin ulah lagi yaahhh aku pusing..." jawab mama mengomentari Juwita anak kesayangan nya yang cukup dimanja oleh tuan Hermawan, bahkan Juwita hampir tidak pernah kena marah, dibentak apalagi kena sanksi apabila berbuat salah
Makanya kadang sifat Juwita jadi ngelunjak, arogan, keras kepala dan bertindak sesuka hatinya, bahkan dia tidak bisa bertanggung jawab atas tugas yang diberikan padanya
" Paling kalau pun berulah ya kita harus handle lagi..." sahut papa santai
" Kenapa sih pah papa ini kok pilih kasih Delon dan Gladis aja papa sering hukum papa marah marahi terus kalau mereka salah... giliran Juwita papa sayang sayang bahkan gak pernah papa marahi meskipun dia salah sekalipun....!!!" protes Mama
" Mama lupa...!!! Juwita bayi mama tinggal pergi... dia sakit demam tinggi, sampai step kejang kejang.... papa hampir kehilangan dia mah.... papa hampir saja kehilangan bayi cantik papah waktu itu....!!! bahkan Juwita yang harus nya masih menyusu asi mama harus papa paksa minum susu formula alhasil dia diare hebat dan pencernaan nya bermasalah.... sampai dia besar kan mah kita harus bolak balik keluar negeri hanya sekedar memeriksa kondisi kesehatan nya...."
" Wajar kalau papa sangat menyayangi Juwita... papa gak bisa tegas seperti kakak kakak nya... karena Juwita berbeda dari yang lain mah...."
Resinda langsung menunduk merasa berdosa atas apa yang terjadi pada anak nya, lagi lagi dia harus tertampar dengan kenyataan masa lalu yang membuatnya terus dihantui rasa berdosa atas apa yang akhirnya menimpa anak anak nya
" Maafkan mama pah.... itu semua karena keegoisan mama.... mama terlalu naif... mama lari dari tanggung jawab...!!!" sesal Resinda dalam
" Sudah mah maksud papa tadi bukan mau mengingatkan mama pada masa lalu... kita kan sudah janji di makam Sasmito kalau kita akan memulai kehidupan baru dan mengubur semua kenangan dimasa lalu..."
__ADS_1
" Iya pah... tapi tetap mama merasa berdosa atas apa yang terjadi pada anak anak mama... Juwita yang jadi punya penyakit, Delon yang akhirnya jadi pemberontak, Gladis yang akhirnya memilih nikah muda dan pergi dari rumah kita... lalu Melisa... Melisa anak yang aku tinggal dari bayi, yang tidak pernah merasakan kasih sayang ibu, yang harus dirawat oleh entah siapa yang tidak menyayanginya hingga dia harus jadi barang sebagai jaminan hutang... mama berdosa pada anak anak kita pah... maafkan mama...."
" Sudah Resinda... saat ini bukan waktunya lagi kamu menangisi yang sudah terjadi....kita focus memperbaiki hari esok, kita bangun lagi keluarga yang harmonis dan saling menyayangi.... itu tugas kita sekarang mah... mempertemukan Melisa dengan Juwita dan Gladis lalu memberi pengertian pada mereka bahwa Melisa adalah saudara mereka bagian dari keluarga kita...."
" Mama masih takut pah kalau Juwita tak mau menerima Melisa... dia malah menyalah kam Melisa atas apa yang terjadi pada hidupnya...." keluh Resinda mengutarakan pemikiran yang sangat mengganjal di otaknya
" Untuk itulah peran kita mah... bagaimana kita memberi penjelasan dan pemahaman pada mereka... meskipun papa yakin pasti akan ada pemberontakan dan ketidak terimaan mereka diawal.... tapi papa yakin mereka akan mengerti dan mau menerima Melisa sebagai saudaranya...."
" Udah... gak usah terlalu over thinking nanti mama malah stres....mending sekarang mama istirahat perjalanan kita masih jauh...."
Resinda mengelus pipi suaminya dengan lembut
" Pah.... makasih ya sekarang papa sudah berubah.... papa mengijinkan mama buat ketemu Melisa... papa juga menerima Melisa dengan baik... papa mau bertemu Delon... maaf ya pah jika selama ini mama menjadi istri yang kurang baik untuk papa, tidak bisa mengerti papa...." ucap Resinda sendu
" Iya sayang.... sudah lah tidak perlu kita bahas yang sudah lewat... mari focus melangkah kedepan... kita perbaiki semua nya... papa juga minta maaf jika selama ini papa terlalu kasar, galak dan arogan pada kalian... papa sayang kalian... hanya papa tidak tau bagaimana cara mengapresiasikan sayang papa ke kalian...."
Mama merangkul papa yang masih Focus nyetir
" Mungkin bukan papa yang tidak bisa mengapresiasikan nya tapi juga kita yang tidak bisa merasakan cinta papa...."
" Ya Tuhan.... ternyata hati suami ku sebenernya sangat mencintai aku dan anak anak nya.... kenapa selama ini aku tidak bisa melihat cinta itu Tuhan... maafkan aku Tuhan aku pernah dzolim dengan hati nya.... semoga kedepan nya langkah kami selalu Engkau tuntun Tuhan....agar tidak salah jalan lagi...."
Bersambung~
Jangan lupa Vote yang banyak ya Readers
__ADS_1
Mampir juga di kolom komen dan like
Happy Reading....